Seperti Apa Presiden Impian mu? (689/M)
KOPI - Seperti apa presiden impian versimu? Saya pernah mendengar pertanyaan ini sewaktu Saya masih sekolah dasar. Dengan polos dan pengetahuan dasar khas anak SD maka saya memberikan jawaban apa adanya, “presiden yang pintar, Bu, seperti Pak Habibi”. Tapi kini, sekian tahun kemudian, Saya sadar bahwa mempunyai presiden yang pintar saja adalah tidak cukup. Dalam benak Saya, Saya sering merancang presiden ideal versi Saya sendiri. Tidak muluk- karena justru yang seperti ini jarang sekali happy ending alias memiliki akhir yang baik. Tapi setidaknya, presiden impian versi Saya ini juga mewakili suara hati warga negara yang lain, yang rindu akan kepemimpinan yang berpengaruh dan membawa perubahan untuk NKRI serta membangkitkan rasa nasionalisme yang perlahan tapi pasti terkikis karena rasa putus asa dan frustasi –tapi Saya janji tidak akan bakar diri di depan Istana Negara, karena faktanya itu tidak berarti apa- apa di mata para petinggi Negara.
1. Presiden itu Harus Cerdas
Presiden yang cerdas itu harus. Jika presiden yang cerdas saja belum mampu membawa NKRI kemana- mana, apalagi presiden bodoh? Indonesia beruntung sekali pernah memiliki B.J Habibie yang sangat menginspirasi kebangkitan dunia penerbangan Indonesia. Saya bermimpi Indonesia memiliki lebih banyak Pak Habibie, pribadi yang cerdas dan memiliki mimpi di atas rata- rata untuk menerbangkan Indonesia. Bukan hanya itu, Presiden cerdas disini adalah presiden yang juga mampu mencerdaskan bangsa dan para pejabatnya.
2. Presiden itu Harus Nasionalis
Nasionalis disini adalah menunjukan realisasi sikap dan janji pada bangsa. Jika presiden memahami arti nasionalisme itu sendiri, maka kita tidak lagi melihat presiden yang rajin mengumbar janji ketika pemilu tapi seakan- akan amnesia ketika telah menjabat.
3. Presiden itu Harus Berani Ber- Komitmen & Konsisten pada Janji
Komitmen ini bukan janji- janji palsu yang didengungkan saat kampanye. Komitmen ini harus Konsisten, yaitu dijalankan dengan sungguh- sungguh, sepenuhnya dan semaksimal mungkin. Jika setiap presiden yang terpilih memiliki komitmen yang kuat terhadap tanggung jawab yang dipikulnya dan konsisten menepati janjinya, Saya rasa demo anarkis akan sangat jarang sekali terjadi di Indonesia, bahkan ketika terpuruk, rakyat justru memberi kekuatannya untuk mendukung pemerintah.
4. Presiden Jangan Politik Oriented!!
Ini yang menurut Saya menjadi boomerang untuk kemajuan pemerintahan Indonesia. Sedikit- sedikit rekonsiliasi parpol ( partai politik ), sedikit- sedikit membahas koalisi. Harus diingat, Anda menjadi presiden bukan sebagai utusan partai politik, melainkan utusan rakyat yang mengemban beban berat. Berhenti untuk Politik Oriented sejenak, melainkan Rakyat Oriented. Kami semua mengerti Anda tidak akan pernah jadi presiden tanpa partai politik, tapi di samping terdapat puluhan partai politik yang menyokong Anda, ada ratusan juta jiwa berharap kepemimpinan Anda dapat merubah nasib mereka atau berdampak signifikan untuk Indonesia untuk minimal lima tahun ke depan. Anda hanya punya waktu lima tahun untuk mengayomi kami, tidakkah itu waktu yang cukup pendek untuk dapat Anda manfaatkan sebaik- baiknya demi kami?
5. Presiden Harus Berkarakter,
Jangan pernah Mengeluh! Terserah mau disebut pencitraan atau tidak, faktanya presiden adalah tokoh yang paling disoro. Presiden berkarakter dan bisa menjaga wibawa menurut Saya sangat penting, karena akan membuat rakyat dan para petinggi menaruh respek atau rasa hormat kepadanya. Jika para petinggi respek terhadap presiden, maka mereka akan cenderung menunjukkan kinerja yang baik –entah baiknya karena memang kinerjanya baik atau karena takut digertak. Presiden harus terlihat sebagai sosok yang kuat dan berkarakter di mata rakyat dan bawahannya, jangan mengeluhkan hal sepele, jangan terlihat ragu ketika membuat keputusan, jangan seperti orang ketakutan!
6. Presiden itu Harus Berani, Tegas dan Sedikit Otoriter
Presiden harus berani, tegas dan sedikit otoriter. Otoriter? Ah bukan, bukan otoriter yang berlebih seperti Hitler, melainkan tegas dan sedikit otoriter untuk membangun kebisaaan sehat dan perilaku kerja yang baik di pemerintahan. Selama ini kan kita terlanjur memberi cap pada DPR dan PNS sebagai pemalas. Nah, seharusnya Presiden memiliki kekuatan untuk bersama- sama merubah citra pemalas ini menjadi pekerja pemerintah yang berjasa untuk kemajuan bangsa. Susah memang kalau malasnya ini memang budaya yang mengakar, hanya presiden yang berani, tegas dan sedikit otoriter yang diharapkan bisa mengatasi permasalahan seperti ini.
7. Presiden Talk Less Do More itu Keren
Sudah sangat jenuh rasanya rakyat Indonesia yang cuma pintar berpidato tapi tidak ada action. Coba kita ingat- ingat lagi, berapa banyak presiden berpidato tentang upaya pemerintah untuk kesejahteraan TKI upaya pemerintah mengatasi masalah di negara perbatasan dan sebagainya. Bosan, jenuh, jengah. Mending kalau hasilnya signifikan, eh ini babar blass alias nihil. Seharusnya presiden memberikan kinerja yang nyata dengan sedikit berbicara, tapi efektif dalam pelaksanaannya!
8. Presiden Down to Earth dan Dekat Dengan Rakyat
Tipe pemimpin seperti Pak Jokowi atau Pak Dahlan Iskan sangat rakyat Indonesia rindukan karena memang seharusnya tidak ada gap yang terlalu lebar antara presiden, pejabat dan rakyatnya. Jika presiden down to earth dan mau berbaur dengan rakyat, ini akan membuka mata mereka bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang masih hidup dibawah garis rata- rata kemiskinan. Percaya atau tidak, kedekatan presiden, pejabat dan rakyatnya akan memotivasi presiden itu sendiri untuk bekerja dengan lebih baik lagi dan menjalankan kebijakan yang pro rakyat.
9. Presiden Jangan Mudah Terpengaruh,
Harus Punya Pendirian yang Kuat Presiden harus mempunyai pendirian yang kuat, jangan mudah goyah hanya karena oposisi. Jangan mudah terpengaruh, presiden harus berpendirian kuat dan mampu menentukan sikap, akan membawa bangsa ini kemana. Jika presiden berprinsip mengikuti air yang mengalir, maka dia tidak pantas menjadi presiden, karena pasti tidak mampu membawa Indonesia kemana- mana.
10. Presiden Mampu Mengendalikan & Mengatasi Keadaan
Presiden harus mampu mengendalikan dan mengatasi keadaan. Ketika sebuah permasalahan terbentur batu keras, maka presiden harus bersiap menjadi nakhoda yang mengarahkan dan memperbaiki situasi. Sudah pasti tipe presiden seperti ini akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan memperoleh kepercayaan ekstra.
11. Presiden Harus Ambisius
Presiden harus ambisius? Iya, ambisius dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh negara. Presiden harus menjadi orang pertama yang merasa sangat tidak nyaman dengan amburadulnya masalah negara yang tidak selesai- selesai, presiden harus mempunyai rasa malu ketika sebuah megaskandal korupsi terungkap sehingga sangat berambisius untuk mendorong kuat terkuaknya skandal tersebut dan berjuang mati- matian, Presiden harus merasa tertampar ketika lagi- lagi mengetahui TKI dianiaya dan diperlakukan tidak adil di negara tetangga sehingga berambisius untuk menyelesaikan permasalahan TKI sampai ke akar- akarnya. Kualitas yang seperti ini sepertinya masih sangat langka kita temui di karakter pemimpin Indonesia.
12. Presiden Mau Menerima Kritik dan Mendengarkan
Presiden bukan pribadi yang kebal kritik, sebaliknya, presiden yang mampu membuka diri dan menyaring kritik maka akan memiliki lebih banyak referensi untuk membangun Indonesia untuk kebaikan. Beliau akan lebih sigap dan bijak dalam menangani setiap permasalahan negara serta memperoleh respek dari para lawan politik, sehingga bukan hanya mampu melakukan tugasnya dengan baik, tapi juga mengendalikan badai politik ( atmosir politik kondusif ) yang berpengaruh kuat bagi stabilitas pemerintahan.
Setelah memiliki presiden yang ideal lalu apalagi? Sudah cukupkah? Menurut saya belum, karena di sisi lain, masyarakat Indonesia juga harus bekerja keras mendukung program dan kebijakan pemerintah. Presiden paling baik pun tidak akan pernah sukses jika tidak didukung oleh masyarakat yang mempercayainya dan memberinya waktu untuk bekerja dengan baik. Para petinggi juga harus memiliki kesadaran tinggi untuk tidak mementingkan golongan masing- masing. Selalu ingat, meskipun kalian berada disana juga mewakili golongan kalian masing- masing, sumpah kalian adalah bekerja untuk kami dan bangsa Indonesia. Masyarakat harus sabar dan tidak mudah terprovokasi sana- sini, saya yakin Indonesia bisa… bisa menjadi bangsa yang lebih baik dari sekarang dengan partisipasi kita semua!!
Identitas Penulis
Nama : Retno Wuryani
Tempat/ Tgl Lahir : Semarang, 6 Maret 1990
Universitas : Universitas Terbuka Palembang
Alamat Universitas : Jl. Bukit Siguntang Palembang, Sumatera Selatan
Alamat Kantor : PT Serasi Autoraya, Gedung GRHA TRAC, Jl. Soekarno Hatta 135 Palembang – Sumsel
Nomor HP : 081933352207
Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Facebook : retno Kaurvaki
Twitter : @redvakaurvaki
Website : http://blogpemula-tutorial.blogspot.com
http://princesskaurvaki.blogspot.com
http://gazebohijau.blogspot.com
| < Prev | Next > |
|---|
- Gejolak BBM Gejolak Presiden (688/M)
- 12 Kriteria Calon Presiden (687/M)
- Belajar Kepemimpinan Kekhalifahan (686/M)
- Kriteria Calon Presidenku (685/U)
- Karakter Calon Pemimpin Masa Depan (684/M)
- Saatnya Presiden Menjadi Presiden (683/M)
- Presiden Yang Kami Harapkan (682/M)
- 12 Kriteria Presiden Masa Depan (681/M)
- Presiden Untuk Indonesiaku (680/M)
- “Presiden Berkarakter, Demi Kesejahteraan Rakyat”(679/S)
- My Idol President (678/M)
- Kriteria Ideal Sosok Presiden (677/M)
- Mencari Sosok Mumpuni Calon Pemimpin Masa Depan di Republik Tercinta (676/S)
- Presiden Idaman Rakyat (675/S)
- Mr. President, Mr. Perfect? (674/M)



























