Presiden kita, sudah baikkah? (697/S)
KOPI - “ Negara maju adalah negara yang di dalamnya terdapat banyak manusia”, mengutip apa yang pernah dikatakan oleh Ibu Fatmawati. Dari ungkapan ini, Beliau ingin mengatakan bahwa sebuah negara ingin maju dan makmur, maka negara itu harus memiliki banyak manusia bukan orang. Perbedaan antara manusia dengan orang ialah terletak pada apa yang di sebut sebagai sebuah rasa peduli, belas kasih, kebijaksanaan, kecerdasaan dan berbagai perasaan yang senyatanya di miliki seorang manusia. Dari sinilah maka muncul sebuah kata sifat yang sering kita sebut sebagai sifat “Manusiawi” bukan “Orangwi”.
Dewasa ini negara Indonesia mengalami banyak sekali masalah yang harus diselesaikan dengan bijak, sehingga menyebabkan Negara ini mengalami berbagai macam kemunduruan dari segala bidangnya. Mulai dari bidang ekonomi (kemiskinan), Politik (KKN), sosial (Tawuran), budaya (Konsumerisme) dan yang terpenting ialah semangat pluralisme yang semakin lama semakin mengalami keretakan. Padahal semangat pluralisme adalah semangat yang seharusnya mampu menjadi pegangan bangsa kita ini untuk menghargai keberagaman, selain itu semangat ini juga terkandung dalam motto bangsa kita yaitu “Bhineka tunggal ika” . Oleh sebab itu peran presiden sebagai pemimpin bangsa ini sangat di perlukan agar negara ini mampu maju dan bersatu kembali seperti apa yang pernah menjadi cita-cita dan harapan.
Cita-cita itu dapat terwujud dengan adanya pembenahan dan penyadaran tentang siapa sebenarnya bangsa kita ini. Harapannya dengan penyadaran dan pembenahan itu bangsa kita mampu melangkah dan berbenah diri bersama. Tentu hal ini tidak dapat dilakukan tanpa adanya seorang pemimpin yang benar–benar handal dalam memimpin Negara ini. Menjadi pemimpin Negara harus mampu menjadi teladan bagi rakyatnya, karena rakyat adalah cerminan dari pemimpinnya sendiri. Selain itu, pemimpin juga dituntut untuk memiliki tujuan yang jelas mengenai “akan jadi apakah Negara kita ini kedepannya?” . Hal ini sungguh sangat penting dilakukan karena dengan tujuan yang jelas, harapannya rakyat menjadi tidak kehilangan arah untuk hidup berbangsa yang baik.
Tujuan yang jelas juga membutuhkan ketegasan untuk dapat melaksanakannya dengan sempurna. Oleh sebab itu menjadi seorang presiden yang notabene menjadi seorang pemimpin Negara, harus memiliki sifat tegas dalam menjalankan tujuan itu. Walaupun Terkadang resiko yang harus ditempuh untuk memenuhi tujuan itu sangat besar, namun apabila tujuan itu memang baik dilakukan mengapa harus takut untuk melakukannya (sebagai contoh, memberikan batasan impor barang-barang yang tidak lagi diperlukan). Apabila terjadi suatu konfllik atau masalah dalam melaksanakan tujuan maupun dalam kehidupan sehari-hari negara, diharapkan Presiden mampu membuat sebuah kebijakan untuk menyelesaikan masalah itu dengan tanggap, cepat dan kontekstual dengan masalah yang ada.
Selain itu, sifat untuk tidak meremehkan hal-hal yang kecil juga harus dimiliki oleh Pemimpin Negara pada saat ini. Harapannya dengan tidak meremehkan hal-hal yang kecil, Negara Indonesia mampu memiliki sifat antisipasi yang cepat terhadap perkara-perkara yang besar. Sebab perkara yang besar selalu berawal dari masalah-masalah kecil yang tak pernah diperhitungkan. Kasus Lumpur Lapindo mungkin mampu memberikan gambaran kepada kita bahwa hal yang kecil mampu menyebabkan kerugian yang besar, karena sikap meremehkan yang dimiliki oleh pemimpin kita mengenai kasus-kasus “sepele” yang sedang terjadi di Negara ini. Terkadang saat ada masalahpun, acapkali kebijakan yang diambil sering tidak konteks dengan apa yang sedang di hadapi. Hal ini terkadang menyebabkan kebijakan yang seharusnya diambil untuk menangani masalah malah menjadi sebuah masalah yang baru. Hal itu bisa terjadi karena ada beberapa kerugian yang diakibatkan oleh kebijakan itu yang tidak diperhitungkan. Oleh sebab itu sifat realitis harus dimiliki oleh para pemimpin ketika melihat hal yang dihadapi oleh Negara, sehingga harapannya kebijakan yang diambil itu benar-benar mampu untuk memecahkan segala “problematika” yang ada.
“ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country”, mengutip apa yang pernah dikatakan oleh John F kennedy. Beliau ingin mengungkapkan bahwa menjadi warga Negara yang baik tidak semata-mata harus menuntut keuntungan dari apa yang dapat diperoleh dari Negara, melainkan hal apa yang bisa kita perbuat untuk Negara kita. Harapannya dengan hal itu Negara mampu maju dan berkembang. Namun realita yang terjadi ialah banyak anggota pemerintahan dan anggota-anggota daerah lainnya yang acapkali mencari keuntungan lewat kedudukan mereka (realita ini didapat karena oleh keprihatinan penulis ketika membaca Koran yang selalu saja membahas kasus korupsi). Hal ini tentu disebabkan karena sosok pemimpin yang kurang tegas dan kurang adanya kedekatan dengan anggota-anggotanya. Harapannya dengan adanya sifat tegas dan sifat dekat itu, presiden mampu memantau dan memberi pengarahan yang tepat bagi mereka.
Sebenarnya masalah-masalah yang dihadapi oleh Negara kita ini adalah masalah-masalah klasik yang sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai penyelesaiannya. Selesai atau tidaknya masalah tergantung pada presiden kita dalam membina Negara kita ini. Oleh sebab itu, seseorang yang ingin dirinya menjadi seorang pemimpin yang benar-benar mumpuni harus mau menjadi sosok orang yang siap untuk mengahadapi masalah dengan pikiran, jiwa dan semangat untuk saling melayani dan pengertian. Semangat pantang menyerah juga harus dimiliki oleh sosok pemimpin di masa depan sebab semangat inilah yang nantinya menjadi telada bagi berkembangnya Negara ini, guna kebaikan bersama.
12 Kriteria presiden untuk masa depan:
1. Memiliki sifat seorang manusia.
2. Memiliki semangat pluralisme yang tinggi.
3. Mampu menjadi teladan bagi rakyatnya.
4. Memiliki tujuan yang jelas.
5. Tegas dalam melaksanakan tujuannya.
6. Mampu menyelsesaikan masalah dengan tanggap, cepat dan kontekstual.
7. Sifat untuk tidak meremehkan perkara-perkara yang kecil.
8. Sifat untuk menyadari akan apa yang menjadi miliknya dan apa yang menjadi milik rakyat.
9. Bersifat Realitis dalam melihat masalah yang sedang dihadapi.
10. Mampu dekat dengan anggota-anggotanya.
11. Mempunyai pikiran yang terbuka terhadap segala permasalahan yang ada.
12.Semangat pantang menyerah dalam membangun Negara agar menjadi lebih baik.
BIODATA
Nama : De Britto Delta Pandega
Kelas : XI – IPS
Asal Sekolah : SMA Seminari Mertoyudan
Alamat Sekolah : Jl. Mayjend. Bambang Soegeng no. 15, Magelang 56101
Alamat rumah : Getas Gandekan, Rt 07/ Rw 11, Tlogoadi, Mlati, Sleman.
Telp. Rumah: 02749570294
Telp. Sekolah : (0293) 326718
Fax. : (0293) 325057
Alamat Kotak Pos : 103
Web sekolah : http://www.mertoyudan.org
E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Facebook: Debrito Delta gyner
| < Prev | Next > |
|---|
- Mengapa Pemimpin Negara Itu Penting? (696/M)
- Presidenku, Bawalah Kami Menuju Perubahan Yang Lebih Baik (695/M)
- Presiden Impian Selalu Bijaksana (694/M)
- Dicari : 12 Kriteria! (693/U)
- Pemimpin Impian (692/M)
- Kriteria seorang Presiden (691/M)
- (Bukan) Pemimpin Seperti Ken arok (690/S)
- Seperti Apa Presiden Impian mu? (689/M)
- Gejolak BBM Gejolak Presiden (688/M)
- 12 Kriteria Calon Presiden (687/M)
- Belajar Kepemimpinan Kekhalifahan (686/M)
- Kriteria Calon Presidenku (685/U)
- Karakter Calon Pemimpin Masa Depan (684/M)
- Saatnya Presiden Menjadi Presiden (683/M)
- Presiden Yang Kami Harapkan (682/M)



























