Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Mung Pujanarko

Mung Pujanarko

Situs KOPI Pendobrak Tradisi

KOPI - Tradisi dalam dunia penulisan adalah biasanya : Penulis dibayar untuk memproduksi tulisannya. Pada media massa -secara tradisional- umumnya yang terjadi adalah para penulis, baik itu penulis tetap, yaitu para reporter, redaktur, dan bahkan masyarakat umum yang mengirim tulisannya ke media massa tradisional, dipastikan memperoleh imbalan berupa uang untuk honor menulis dan mengisi konten media massa dengan aneka produk berita, dan artikel. Namun jika para pembaca memperhatikan di situs KOPI ini saya katakan KOPI telah mendobrak tradisi yang menyatakan bahwa : "Penulis tidak produktif jika tidak dibayar".

Para penulis, pengisi rubrik di media online KOPI ini semuanya adalah para citizen journalist, para pewarta warga yang mengisi situs KOPI dengan berita dan produk tulisannya masing-masing, tanpa memperdulikan dibayar atau tidak. Apa pasalnya, mengapa ada fenomena yang 'mendobrak tradisi' ini?

Sebuah wawancara yang saya lakukan pada seorang penulis di KOPI yakni Ir. Subagyo, M.Sc seorang penulis yang cukup sering mengunggah tulisannya di situs KOPI ini, beliau menyatakan bahwa ada imbalan dan kepuasan lain selain kepuasan berupa imbalan uang ketika menyaksikan suara ide tulisannya berhasil diunggah dalam situs KOPI.

“Saya ingin agar suara saya sebagai rakyat mendapat saluran di media massa, saya lihat situs KOPI ini bebas dari kepentingan campur tangan para Boss media besar yang nota bene para bos media besar itu adalah para pemangku kepentingan politik di Indonesia, sehingga saya merasa gembira memperoleh saluran untuk menulis di media KOPI ini karena saya sebagai warga negara merasa bebas dari bayang-bayang kepentingan politik dan ekonomi para pemilik media besar," tutur Ir. Subagyo, M.Sc yang juga seorang penulis blogger di blog miliknya pada alamat www.ide subagyo.blogspot.com.

Ir. Subagyo selaku nara sumber yang saya wawancarai juga menyatakan bahwa sebagai anggota PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) dirinya bebas menyalurkan pendapat melalui media KOPI ini sebagai medianya para pewarta warga di seluruh Indonesia.

Mendobrak Tradisi

Jadi sekali lagi situs KOPI ini sudah berhasil mendobrak tradisi media massa yakni : "Penulis/pengisi konten media akan menulis/berproduksi jika dirinya dibayar."

Hal ini tidaklah berlaku di media KOPI. Kemudian yang diuntungkan siapa? Apakah pemilik KOPI ? Sebagai anggota PPWI saya ulaskan bahwa situs KOPI ini adalah milik kita semua para anggota PPWI dimanapun anda berada. Milik kita semua para pewarta warga bahkan jika anda belum menjadi anggota PPWI sekalipun, boleh untuk menulis di situs KOPI ini. karena situs KOPi ini sifatnya inklusif, terbuka dan ber-Bhineka Tunggal Ika.

Wilson Lalengke M.Sc,M.A selaku Ketua Umum PPWI dan Pemimpin Redaksi situs KOPI menyatakan situs KOPI ini didedikasikan untuk Kebhinekaan, "Situs KOPI ini demi Bangsa Indonesia, untuk Bangsa Indonesia, untuk kemajuan rakyat dan kemajemukan rakyat, situs KOPI ini mengemban amanat Bhineka Tunggal Ika, sebuah semboyan yang selalu tersemat pada lambang Garuda Pancasila yang senantiasa kita gantungkan tinggi-tinggi, ini bukanlah situs omong kosong, cobalah cermati ada spirit kebhinekaan, ada spirit demokrasi dan pluralisme di dalamnya," papar Wilson Lalengke berapi-api, kepada saya beberapa waktu yang lalu ketika kami berbincang di rumah beliau di kawasan Slipi Jakarta.

Ada semangat demokrasi yang benar-benar nyata, bukan hanya slogan omongan semata di dalam pernyataan Wilson Lalengke yang dapat saya tangkap. Lain halnya ketika saya mendengar slogan omongan kosong milik para pembesar partai politik di Indonesia, yang terasa amat kosong secara spirit.

Selain itu jaringan penulis KOPI tidak hanya di dalam negeri namun juga pewarta warga Indonesia yang tinggal di luar negeri. Para pewarta warga ini jika kita cermati bersama mereka mengunggah tulisannya tanpa pusing memikirkan imbalan materi. Karena ternyata kebutuhan hakiki manusia adalah berkomunikasi, seperti halnya dimuat dalam UUD 1945 pasal 28 F. Kebutuhan berkomunikasi adalah kebutuhan primer sebagai Hak Asasi Manusia, yang tidak bisa diberangus atau dihentikan.

Jadi kiranya mari kita semua para pewarta warga untuk jangan ragu memanfaatkan situs KOPI ini sebagai saluran mengemukakan ide, tulisan, dan aneka produk jurnalistik lain berupa berita atau feature. Jika anda dan komunitas anda ingin menulis dan perlu bimbingan dalam ilmu menulis yang lebih baik, jangan ragu untuk mengontak redaksi KOPI untuk menemukan solusinya. Salam pewarta warga. (*)

Oleh : Mung Pujanarko, anggota PPWI. Blogger di www.mung-pujanarko.blogspot.com

 

Media Partisan dan Media Independen

KOPI - Media masa partisan adalah menjadi part (bagian) dari sebuah kepentingan yang diarahkan oleh pemilik kepentingan. Media massa independen adalah media yang tidak tergantung dari instruksi kepentingan tertentu.

Dalam peranan media independen, ada yang menuduh bahwa ada media independen sebagai media yang memiliki agenda tertentu pula (hidden agenda). Para kritikus media kerap mengkritisi bahwa media yang mengaku independen pada dasarnya media itu punya kepentingan juga yang secara halus diarahkan dalam motif-motif ekonomi politik media.

Baca selengkapnya...

 

Pewarta Warga di 2015

KOPI - Di tahun 2015 mendatang sedikitnya terdapat delapan bidang jasa yang langsung bersaing secara global di tingkat ASEAN yakni sektor jasa keinsinyuran, jasa arsitek, jasa perawat, praktisi medis, dokter gigi, jasa akuntan, jasa travel dan pariwisata, dan jasa survei.

Dalam Kedelapan sektor jasa itu, praktisinya/pelakunya akan bersaing secara liberal dengan praktisi/pelaku jasa dari negara ASEAN lainnya, karena telah tercapai MRA (mutual recognition arrangement) antar negara pelaku perdagangan bebas di ASEAN. Sehingga, sektor-sektor tersebut akan disertifikasi kompetensi tenaga kerjanya untuk saling diakui terutama di ASEAN.

Baca selengkapnya...

 

Relasi antara Audiens, Situs KOPI dan Aktivitas Pewarta Warga

KOPI - Tulisan ini dimaksudkan untuk membantu pembaca yang mungkin sedang melakukan penelitian di bidang jurnalistik modern. Jurnalistik masa kini, erat kaitannya dengan perkembangan teknologi dan kemajuan demokrasi di sebuah negara atau wilayah. Di Indonesia baru ada beberapa gelintir media massa yang terintegrasi langsung antara aktivitas citizen journalism dengan organisasi yang mewadahi citizen journalism dan aktivitas pewarta warga, di mana media itu juga dapat dinikmati oleh audiens secara luas dan indiskriminatif (tanpa terkecuali).

Baca selengkapnya...

 

Konten Konsen

KOPI - Dalam sebuah web, konten atau isi adalah sebuah aspek yang harus konsen (konsentrasi) dalam pembuatannya. Konten yang konsen adalah konten yang orisinal, dan konten yang konsen adalah senantiasa berkembang. Konten yang baik adalah konten yang terus melangkah dan tidak diam. Konten melangkah adalah konten yang berisi informasi sinambung dengan konten awal yang telah lebih dulu ada.


 

Konten dalam sebuah web seringkali orang mengatakan bahwa Content is The King atau konten adalah raja. Mengapa ? karena konten  dalam web adalah segalanya bagi web itu. Dalam situs web informatif, konten akan mendapatkan traffic bagus  atau kunjungan yang signifikan jika konten tersebut :

1.    Orisinal
2.    Menarik
3.    Berguna (usefull)

Bagi pemilik web, mengembangkan konten adalah sebuah keasyikkan dan tantangan tersendiri. Seperti dalam website PPWI yakni situs  www.pewarta-indonesia.net yang tengah kita baca bersama ini. Konten dalam situs milik PPWI ini termasuk jenis konten yang timeless namun melangkah. Artinya, di dalamnya boleh ada artikel yang timeless, tapi beberapa artikel itu ada yang diteruskan pengembangan informasinya oleh para pewartanya secara kontinyu. Misal info tentang kiprah PPWI.

Sebagai konten, informasi tentang PPWI ini timeless, tak lekang oleh waktu, namun terus kontinyu alias melangkah, misal info tata caramenjadi anggota, tata cara membuka perwakilan daerah, info update tentang Training CJ, dan seterusnya.

Ada pula informasi yang berisi perkembangan geliat pembangunan sebuah daerah dimana pewarta secara kontinyu meliputnya. Yang diharapkan dalam menjalankan konten melangkah, adalah sebuah informasi yang senantiasa disambung dengan informasi perkembangan yang terbaru.

Update tidak harus trend.

Misal di sebuah daerah diberitakan pembangunan jembatan, maka informasi awal menjadi sebuah informasi yang timeless, karena menjadi bagian sejarah sebuah daerah, namun bisa di-update. Misalkan 3 bulan kemudian informasi yang dilaporkan selanjutnya adalah jembatan ini sudah diresmikan dan telah dapat dipergunakan. Jadi dua informasi tentang satu jembatan ini menjadi informasi yang timeless, bagian dari sejarah sebuah daerah. Artinya pembaca yang mencari 5W 1H tentang jembatan itu,masih dapat menemukannya di situs berita yang memuatnya.

Begitu pentingnya konten ini, sehingga tidak sedikit situs yang mati suri, hingga tutup tayangnya karena tidak dapat membuat konten, baik konten timeless atau konten melangkah, apalagi konten yang trending topic, konten yang trending topik adalah konten yang selalu rigid seperti konten milik para situs besar.

Dalam dunia website, sayangnya tidak sedikit pula situs yang informasinya adalah selalu menyadur milik situs lain. Dengan harapan, konten minimal sudah terisi. Menyadur dalam dunia web site justru merugikan traffic situs penyadur, karena susunan rank di mesin pencari tidak akan mengungguli situs asli yang memuat informasi itu secara pertama dan orisinal. Hal ini bisa anda baca dalam ilmu SEO (Search Engine Optimalization).

Adapula situs yang kontennya tetap. Tetap, memang bisa dibilang timeless tapi bila tidak melangkah meliput perkembangan aspek yang sudah diinformasikan, maka akan kurang berguna juga (less usefull).

Adalagi contoh, -kalau boleh saya cerita-, ada seorang kenalan saya yang membuat tiga situs bisnis sekaligus. Membuat situsnya sih relatif cepat, namun karena dirinya memang bukan sebagai seorang pewarta, melainkan pedagang, dia kesulitan benar mengisi konten dalam situsnya itu jangankan satu situs, ini tiga situs web yang kontennya mau tidak mau harus ada.

Dengan serius dia bertanya bagaimana cara mengisi kontennya, apakah coppas dari media cetak ? Jawab saya wah jangan itu namanya plagiat, lalu bagaimana? tanyanya bingung, saya tanya, Anda bisa nulis atau motret enggak ? jawabnya : tidak bisa dan akan suruh karyawannya bagian marketing yang isi kontennya.

Wah ini memprihatinkan batin saya, ambisi punya web ada namun kemampuan mengisi konten tak ada.

Saya bilang padanya, kalau kesulitan mengisi konten namanya bukan timeless tapi bisa-bisa stagnan webnya.

Jadi membuat web mudah, namun mengisi kontennya jangan asal coppas punya orang atau coppas konten web lain.

Kawan saya ini karena profesinya bukan pewarta, dan dia adalah seorang pedagang, memang kurang pergaulan dengan pewarta atau mereka yang memang biasa menulis, memotret dan mengisi konten.

Saya katakan biarpun terlihat mudah namun sejatinya pekerjaan menulis, memotret dan membuat berita dan artikel di web tak dapat dipandang remeh, karena kreatifitas para pewarta dan produk jurnalistik para pewarta itu adalah nafas website informatif/ news web site.

Tidak senonoh bila mengelola web hanya main comot isi konten web orang lain, tidak etis bahkan illegal.

Ada pepatah banyak kepala memang lebih baik dalam pengisian konten web. Kecuali anda seorang solo jurnalis, dimana solo jurnalis hanya segelintir jumlahnya di dunia ini saja. Solo jurnalis berarti dia sudah memperoleh pemasukan dari webnya, dia sudah dapat megelola konten-konten orisinal dalam webnya. Bahakan di belahan dunia maju, konten itu mampu membuat media besar melirik, karena saking pentingnya isi konten sang solo jurnalis.

Akhir kata, konten memang hanya bisa dibuat oleh orang yang kreatif. Kreatif ini bukanlah bakat, hanya masalah teknis semata.

Sedangkan website yang hanya menyadur konten, atau re-write konten,- saya perhatikan yang paling marak adalah saling re-write konten, atau paling parah adalah coppas dari konten web lain-, maka justru sulit akan berkembang.

Web site yang asal comot konten dari web lain, biasanya sangat kekurangan dari segi SDM, dan aneka kekurangan kreatifitas dan keterbatasan taktis yang  lain. Re-write itu berarti tidak memulai menulis sendiri, namun hanya mengubah tulisan milik orang lain, ini bukanlah kreatifitas. Re-Write hanyalah satu step diatas coppas, dan akan tetap kalah pamor dengan konten originalnya yang tentunya diunggah dalam waktu yang lebih terdahulu (leading news).

Konten lebih baik ditulis, diketik sendiri tanpa re-write, tanpa coppas tema konten lain. Jika ingin web site selalu unik, selalu-lah melangkah, selalu-lah mengisi konten, tak peduli melangkah kecil atau melangkah besar,  termasuk melangkah yakin di tengah langkah para raksasa media. Yang penting melangkah dengan kaki (konten) sendiri yang orisinal, dan buatan sendiri.

Kini perbuatan pencurian foto, pencurian konten amat memprihatinkan. Ingat bahwa foto dilindungi oleh Undang-undang Hak Cipta. Hargailah para pewarta foto yang sudah memotret.

Percayalah, buatan sendiri dimana-mana memang (harus diyakini diri) selalu lebih menarik dari sekedar coppas dari web lain. Jangan coppas, hindari mencuri foto, apalagi mencuri teks atau narasi konten. Usahalah sendiri, jadilah jurnalis yang bersaksi, artinya jurnalis yang menyaksikan dan mendengar sendiri secara langsung.

Jika hanya sebagai kurasi berita atau sekedar hanya mengkompilasi berita-berita yang sudah ada, atau hanya digabung-gabung dari web lain maka hal itu kurang sehat, berita situs semacam itu hanyalah mozaik berita, tak ada nilai jurnalistiknya, tak ada ciri khas yang membuat pembaca percaya. Karena apa publik tak percaya ? Ya karena jurnalis atau pewartanya tak hadir  dalam meliput berita di tempat kejadian perkara/situasi. Jadi tak ada rasa kepercayaan publik yang besar pada mozaik berita atau kolase berita semacam ini.

Ketikkan jari kita ke keyboard, buatlah berita dari apa yang disaksikan, didengar sendiri, fotolah sendiri meski pakai kamera Hand Phone, dan buatlah informasi yang menurut anda menarik. Salam.

Oleh : Mung Pujanarko, M.I Kom alumnus angkatan ke-3 Program Magister Ilmu Komunikasi konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta

 

Aspek Rubrikasi dalam Media Online

KOPI - Aspek yang saya tekankan dalam tulisan saya kali ini adalah aspek rubrikasi dalam media online. Rubrikasi dalam media online ikut menentukan tipe pembaca yang mampir melakukan visit dalam sebuah situs. Secara umum saya membuat dua kategori tipe pembaca online.


 

Tipe pertama adalah pembaca regular yang langsung menuju situs online yang telah biasa dia kunjungi untuk membaca atau menyaksikan berita terbaru. Jenis pembaca ini adalah pembaca yang ingin senantiasa update news terbaru, latest and last minute news. Tipe ini adalah kalangan yang sadar teknologi informasi, gadget update, dan minat tinggi pada informasi. Ini disebut juga unique visitor, atau loyal visitor.

Tipe kedua adalah pembaca yang mencari kata kunci di search engine dan kemudian dibimbing menuju situs yang menyediakan informasi yang dicarinya. Pembaca ini mencari spesifikasi khusus dan berpotensi untuk membaca dan juga menikmati semua sajian dalam situs yang dikunjunginya melalui perantaraan search engine tadi. Pembaca ini berpotensi menjadi unique visitor.

Umumnya media online memburu kedua jenis pembaca itu untuk dapat melakukan hit visit dalam situs online, dan akan terekam menjadi visitor.

Dalam rubrikasi media online ada aspek durasi sebuah berita tayang. Durasi ini dikenal dengan nama news life time. News life time koran cetak umumnya berumur sehari, news life time majalah mingguan dan bulanan dapat lebih panjang.  Namun news life time sebuah berita  di media online dapat menjadi hitungan jam dan menit, bahkan dalam hitungan detik bisa jadi berita itu sudah digantikan dengan latest news.

Jika itu sebuah running news atau developing news maka naik turun dengan kecepatan tinggi (rapid) akan sangat berguna bagi para pembacanya. Namun jika itu adalah sebuah informasi yang spesifik (spesific information) dan mengandung value atau nilai informasi tersendiri, maka life time dalam rubrikasi online menjadi krusial.

Pada media online mainstream umumnya mementingkan kecepatan naik turunnnya berita (rapid news), maka jenis informasi yang spesifikpun akan cepat fading atau lekas memudar dalam rubrikasi  yang rapid and full speed dalam menaikkan dan menurunkan sebuah berita dari beranda. Online Mainstream umumnya tak punya banyak waktu untuk lama memajang info spesifik dalam Beranda. Karena, yang menjadi andalan utama dalam rubrikasi pada beranda adalah rapid rolling untuk last minute news, speed is everything.

Beranda memegang peranan utama dalam navigasi visitor karena visitor ingin secepatnya menentukan dirinya hendak mengakses informasi yang mana dalam sebuah rubrikasi.

Pada jenis media online yang non mainstream, maka aspek warta yang timeless menjadi penentu daya tarik bagi visitor untuk mengunjungi situsnya. Informasi timeless ini tidak harus melulu dalam bentuk feature, namun dapat pula berisi berita yang sifatnya diehard atau tak mudah mati. Misalnya keluhan masyarakat tentang infrastruktur, keluhan dan aspirasi masyarakat tentang fasilitas transportasi umum, aneka berita yang mengandung kritik sosial, dan aneka berita yang mengandung wawancara dengan masyarakat dan langsung mengusung aspirasi masyarakat yang sifatnya adalah masalah itu lama tak kunjung terselesaikan.

Saya beri satu contoh misalnya di KOPI ini ada berita yang memuat keluhan sekaligus aspirasi masyarakat tentang transportasi KRL (Kereta Rel Listrik) yang dapat dibaca dalam link ini http://www.pewarta-indonesia.net/berita/nasional/11960-tarif-progresif-diberlakukan-kenyamanan-dipertanyakan.html

Berita jenis ini amat disayangkan jika cepat naik dan cepat turun dalam sebuah media, yang biasanya  sangat rapid adalah media online mainstream. Berita jenis ini adalah memuat aspirasi khalayak, memuat kepentingan orang banyak dan membuat pentingnya hajat hidup orang banyak untuk diberitakan. Maka sebaiknya awet bertengger dalam beranda rubrikasi untuk menjaring pembaca sebanyak-banyaknya. Meski ada sistem otomatis yang membuat sebuah berita secara otomatis akan rolling. Namun tentunya setiap webmaster dapat membuat berita yang memuat hajat hidup orang banyak ini menjadi awet bertengger dalam beranda.

Informasi yang panjang umur inilah yang dahulu diperjuangkan oleh para pamfleteer, para pembuat pamflet yang menempelkannya ke seantero kota dengan harapan pesan dalam pamflet itu akan dibaca banyak orang, kemudian diambil orang untuk disimpan menjadi informasi yang timeless. Pesan dalam pamflet ini umumnya berisi seruan perjuangan, aspirasi khalayak untuk hajat hidup orang banyak, dan aneka informasi untuk mengangkat tema-tema yang penting bagi kemaslahatan orang banyak, bukan kepentingan perseorangan, bukan pula kepentingan politik sesaat.

Karena itu aspek timeless menjadi sebuah hal yang sangat penting yang selama ini mungkin dilupakan dan ditinggalkan, karena orang jaman sekarang amat takut dibilang kudet (kurang update) maka orang yang takut kudet akan senantiasa memburu aspek update, meskipun terkadang update ini sarat dengan kepentingan sesaat, dan cepat berubah karena banyak pihak yang ikut  bermain dalam pasar informasi yang menentukan mana yang dinilai update dan mana dinilainya kuno (obsolate), demi ekonomi dan politik media (ekopol media massa). (*)

Mung Pujanarko, 

 
Artikel Lainnya...

Pawai Pembangunan Dinilai Kurang Memuaskan, Juga Minim Antraksi
Sabtu, 19 Agustus 2017

KOPI, Sarolangun - Pawai pembangunan pada perayaan kemerdekaan RI yang ke 72 dimeriahkan dengan berbagai penampilan budaya ditengah kehidupan masyarakat dan profesi. Tradisi pawai pembangunan ditampilkan oleh masing-masing pelajar dan juga pegawai dari setiap instansi pemerintah daerah kabupaten Sarolangun dinilai masih kurang memuaskan serta minim antraksi. Hal itu disampaikan oleh Bupati sarolangun, Sabtu  (19/8).   "Kita tidak melihat... Baca selengkapnya...

Gelar Paskibra 1.478 Personil di HUT Ke-72 Kemerdekaan RI, Pulau Sebatik Raih Rekor MURI
Jumat, 18 Agustus 2017

KOPI, Nunukan – Menjadi warga Pulau Sebatik boleh berbangga, tepat pada HUT Kemerdekaan RI yang ke 72 Tahun 2017 (Kamis, 17/08/2017), Pulau yang terletak diutara propinsi Kalimantan Utara tersebut menorehkan tinta emas, dengan berhasil meraih rekor MURI (Museum Rekor - Dunia Indonesia) lewat gelar Pasukan Pengibar Bendera terbanyak yang melibatkan 1.478 yang dilaksanakan di Dermaga TNI - Al Sungai Pancang dan Pelabuhan Batu.     Senior... Baca selengkapnya...

RSUD Sarolangun Kembali Menjadi Tempat Study Banding
Rabu, 16 Agustus 2017

KOPI,Sarolangun - Semenjak meraih akreditasi, rumah sakit umum daerah Prof DR HM Chatib Quzwen Kabupaten Sarolangun dianggap memiliki mutu dan kualitas memenuhi standart. Untuk itu RSUD Sarolangun kini telah menjadi tempat study banding rumah sakit umum baik dari luar maupun didalam daerah. Baru ini, RSUD Sungai bahar Muaro Jambi yang membawa pihak menajeman rumah sakit dan dokter sebanyak 15 orang untuk melakukan study banding di RSUD... Baca selengkapnya...

Danramil 08/Bakongan Pimpin Upacara Pengibaran 72 Bendera Merah Putih Di Pulau Dua
Minggu, 13 Agustus 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Aceh Selatan melaksanakan acara pengibaran Bendera Merah Putih dan penanaman terumbu karang di Pulau Dua, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (13/08/2017).   Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72. Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Danramil 08/Bakongan Kapten Inf Endang Ruhiyat dan juga Basarnas Kabupaten Aceh... Baca selengkapnya...

Bank Riau Kepri Salurkan Dana CSR kepada 20 Ribu Naker
Minggu, 13 Agustus 2017

KOPI, Pekanbaru - Bank Riau Kepri (BRK) salurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperuntukkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada 20.000 pekerja rentan yang ada di Provinsi Riau pada program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).     Para pekerja yang menerima bantuan perlindungan dari dana CSR Bank Riau Kepri ini... Baca selengkapnya...

Kapolda Se Sumatera Saksikan Simulasi Pencegahan Kebakaran Hutan di Kampar
Jumat, 11 Agustus 2017

KOPI, Pekanbaru - Di tempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan, ”Mutasikan saja Komandan oknum Kapolda, Danrem yang wilayahnya terjadi kebakaran hutan ini berarti sang kepala satuan TNI/Polri tersebut tidak bisa menjaga daerah teritorialnya bebas dari kebakaran hutan. Berapa ratus milyar uang negara terbuang sia-sia setiap tahun hanya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Lebih baik uang tersebut digunakan untuk membangun... Baca selengkapnya...

Penyair Maroko Anissa Taouil Menulis Puisi dan Bernyanyi dalam Bahasa Indonesia
Jumat, 11 Agustus 2017

KOPI, Jakarta - Anissa Taouil, seorang Profesor dari Universitas Hassan II Casablanca, Maroko, merupakan seorang penyair yang menulis puisi dalam lima bahasa, yakni Bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, dan Indonesia. Anissa, demikian ia akrab disapa, adalah orang Maroko pertama yang menulis puisinya langsung dalam Bahasa Indonesia. Dirinya menjelaskan bahwa ia telah menjalin kerajsama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rabat... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALIni Yang Dibahas Saat Dubes Belgia Berku.....
23/08/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung – Duta Besar (Dubes) Belgia Patrick Herman berkunjung ke Kota Bandung dan langsung melakukan pembicaraan dengan Wali Kota Bandung Ri [ ... ]



NASIONALInilah Harapan Pemuda Papua di Sulawesi .....
17/08/2017 | Saktiawan Wicahyono Putro
article thumbnail

KOPI, Manado – Peringatan HUT Ke – 72 Kemerdekaan Republik Indonesia disambut antusias oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum ini merupakan p [ ... ]



PENDIDIKANDPC PPWI Bekasi Gelar Rapat, Seminggu Je.....
19/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Bekasi Utara - Ketua DPC Bekasi, Sugiatmico menggelar rapat persiapan session 3 “Pelatihan Jurnalist Tingkat Pelajar dan Mahasiswa” bertempa [ ... ]



EKONOMIGrand Opening “Berrybenka Store - Peja.....
19/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Bagi para fesyen maniak, nama Berrybenka tentu sudah tidak asing lagi didengar. Situs belanja dengan fashion dan produk kecantikan te [ ... ]



HANKAMIngin Kibarkan Bendera Merah Putih, Seor.....
13/08/2017 | Haes Asel

KOPI, Aceh Selatan - Menjelang peringatan HUT RI ke - 72 tahun 2017 yang hanya tersisa waktu lima hari lagi, segala usaha pekerjaan kegiatan tindaka [ ... ]



OLAHRAGAIni Dia Para Pemenang Wrangler True Wand.....
21/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebuah petualangan besar tahun ini “Wrangler True Wanderer 2017” baru saja menemukan pemenangnya. Mereka telah menunjukan bahwa m [ ... ]



PARIWISATALesehan di Atas Bukit Cara Lain Menikmat.....
13/08/2017 | Femilia Zahra

KOPI, Palu- Beberapa waktu lalu kami selaku reporter KOPI berkesempatan untuk menginjakkan kaki di kota Lembah. Entah angin apa yang membawa kami hing [ ... ]



HUKUM & KRIMINALPengelola SMAK Dago Minta Hakim Tolak Gu.....
16/08/2017 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Pengelola Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago  Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMKJB) meminta  [ ... ]



POLITIKPilkada Jawa Barat Jangan Dinodai Isu SA.....
20/08/2017 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Mendekati pesta demokrasi serentak di Jawa Barat dan beragai daerah lain di Indonesia, Lembaga Kajian Aliansi Masyarakat untuk HAM,  [ ... ]



OPINIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
03/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal t [ ... ]



PROFILObrolan Santai dengan Ketua KUD Mekar A.....
21/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Inhu - Selama ini petani sawit anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Mekar Abadi kecamatan Lubuk Batu, kabupaten Indragiri hulu, Riau,  telah dirug [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPKPA Kembali Gelar FFA dan FTA 2017.....
25/07/2017 | Sulaiman Zuhdi Manik

KOPI - Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) kembali menggelar Festival Film Anak (FFA) dan Festival Teater Anak (FTA) tahun 2017 dengan t [ ... ]



ROHANIUskup Edmund Woga: Cinta Allah Itu Tidak.....
02/08/2017 | Mohamad Nur Arifin

KOPI, NTT – “Karya Tuhan itu sungguh luar biasa. Tuhan berkarya di mana saja, kapan saja dan untuk siapa saja tanpa kecuali dalam kelimpahan cint [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIAnak Bupati Paluta Beserta Istri Refin.....
19/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Paluta – Resky Basyah Hrp PNS/ASN menjabat sebagai Kabid Mutasi pada BKD Kabupaten Paluta (Padang Lawas Utara) juga anak kandung Drs Bachrum [ ... ]



SERBA-SERBIPagelaran Malam Hiburan “ Hut RI ke-72.....
20/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Siak Hulu – Malam puncak pagelaran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 72 di RW 07 mencakup empat RT desa Pandau Permai , di kecamatan Sia [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.