“Formula” Forum Indonesia (F0-01)

0
29

Pewarta-Indonesia, Indah benar. Andaikata ada sebuah forum yang mampu mewadahi semua elemen masyarakat. Alangkah sejuknya jika tergagas sebuah forum yang mampu mengaspirasikan sekaligus menginspirasi setiap gagasan dan solusi yang bisa memecahkan permasalahan pelik yang dihadapi banyak orang.

Sungguh dahsyat bila dalam waktu dekat ini tercetus sebuah forum yang kuasa menjembatani seluruh stakeholders, pemangku kekuasaan, rakyat, masyarakat proletar dan siapapun yang masih menempatkan harkat kemanusiaan di atas pundak mereka. Forum Indonesia. Gagasan ini munculnya ujug-ujug. Seperti Nabi Muhammad yang ketiban wahyu pertama kali di dalam gua Hira yang sunyi senyap dan gelap. Hanya pelita hati Kanjeng Nabi Muhammad saja yang menerawangi pindaran cahya dalam relung-relung gua tersebut.

Sejurus paska Gus Dur jatuh sakit, penulis langsung tersetrumi oleh medan magnet fikiran untuk menggagas sebuah forum. Yang tercetak biru dalam otak kanan Formula yakni nama Forum Indonesia. Dikemas menjadi bahasa subversif menjadi F0-01. Ef, kosong, minus, kosong, satu. Tak lain rekayasa dari kependekatan kata dari Forum Indonesia.

Dulu, ketika Gus Dur masih menjadi Presiden, penulis Formula punya nadzar bila Gus Dur nanti meninggal dunia, Formula ingin mempertemukan sebanyak mungkin penulis dalam sebuah forum. Dan aplikasinya, Kamis, 31 Desember 2009 jam 15.00-17.30 WIB kemarin dengan mengambil seting di sebuah kafe amtenaran kawasan kampus Karangmalang Jogja.

Hanya empat jam paska Gus Dur dikabarkan meninggal dunia, Formula langsung mem-foward sebuah SMS undangan untuk bersua kepada kurang lebih 50 penulis, jurnalis dan beragam profesi lain yang tersebar cukup di kawasan Jogja dan kota sekitarnya. Alhamdulillah, ada 16 penulis yang hadir dalam acara tersebut. 30 undangan lainnya menyatakan tak bisa menghadiri acara karena ada di luar kota, masih aktif bekerja di kantor mengejar deadline, dan kepentingan keluarga lain yang tak bisa ditinggalkan. Sisanya, abstain alias tak mengabari kedatangan atau ketakdatangannya.

Dalam acara tersebut, waktu dua setengah jam itu begitu penting. Telah tergagas setidaknya satu kesepakatan maha agung. Yakni menggagas sebuah forum atau entah apalah apa namanya nanti, yang bisa mengkongkretisasikan visi dan misi Forum Indonesia. Impian kita, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta jiwa itu, idealnya menjadi penulis dan pembicara semua. Seorang penulis yang baik, pasti ia sekaligus menjadi seorang pembaca yang bagus pula.

Seorang pembicara yang baik juga, pasti tak akan mau menjadi pendengar yang buruk. Ia pasti ingin menjadi pendengar yang baik. Forum Indonesia, adalah forum di mana nantinya semua orang berhak menjadi pembicara dan penulis. Setiap peserta forum adalah pada dasarnya pembicara forum. Mereka memiliki kedudukan yang sama, sepadan dan se-lighting dalam membagikan informasi jenis apapun kepada seluruh forum. Seluruh forum harus seaktif mungkin merespons setiap ide atau gagasan yang muncul.

Seandainya ada permasalahan yang juga alot dan tak menemukan titik temu, akan diusahakan jalan tengahnya. Tanpa merugikan kelompok manapun. Terpaksanya berimplikasi pada kerugian, akibat munculnya solusi yang ditawarkan, dicarikan solusi mana dari berbagai solusi yang ada itu yang memiliki efek kerugian paling sedikit dan efek keuntungan yang paling banyak. Kerugian bagi siapa, keuntungan bagi siapa? Tentu saja bagi pihak-pihak yang mengalami permasalahan tersebut atau pihak korban dari problematika itu, bahkan juga forum harus punya tanggung jawab moral untuk memikirkan antisipasi adanya kongkritisasi solusi yang dipilih kepada pihak ketiga, empat dan seterusnya.

Forum Indonesia, adalah forum yang tidak kaku, tidak tematik tapi fleksibel sesuai dengan kebutuhan permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat. Forum Indonesia, adalah forum yang tidak termonopoli oleh hanya seorang juru bicara saja atau sekelompok orang yang dalam seminar-seminar mereka diposkan menjadi pembicara atau narasumber. Karena pada prinsipnya, semua orang adalah narasumber semua, maka difraksi pusat perhatian peserta forum terhadap seluruh pembicara yang hadir dalam forum tersebut bisa merata.

Forum Indonesia, adalah forum paling demokratis yang mencobai agar setiap orang bisa vokal, tidak rendah diri, menjadi pemimpin. Forum Indonesia, adalah forum yang dipersiapkan secara masak-masak untuk membahas soal apa saja yang dikehendaki forumis. Forumis adalah seluruh peserta forum yang berhak dan memiliki kedudukan yang sama untuk menjadi pembicara semua atau pendengar semua.

Forum Indonesia, adalah bukan saja forum yang membahas soal-soal teraktual. Namun harus lebih memiliki proyeksi manjur untuk menyikapi problema-problema yang diprediksi bakal terjadi pada umat manusia di masa besok, depannya sekarang. Tentu dengan bersandar pada data-data ilmiah, data-data primer dan sekunder serta tersier bahkan kuarter kalau ada untuk menguatkan solusi yang diambil melalui forum itu.

Forum Indonesia, adalah forum yang mengarsiteki agar setiap orang menjadi penulis dan pembicara yang baik. Jadi dalam forum ini sangat relevan dikembangkan budaya kepenulisan dan kepembicaraan. Pelatihan jurnalistik, bagaiamana membikin berita yang bertanggung jawab, bagaimana menulis artikel yang menarik, dan workshop-workshop jurnalistik profetik dan sastrawi tentu sangat pas untuk dikembangkan dalam kerangka mempilotproyeki agar Forum Indonesia benar-benar menjadi Forum Indonesia.

Forum Indonesia, adalah forumnya seluruh elemen masyarakat se-Indonesia baik yang tersebar di dalam maupun mancanegara. Forum Indonesia, ke depan diharapkan menjadi induk semang bagi forum-forum yang bisa mencerdaskan dan memberdayagunakan masyarakat, tanpa ada pretensi bisnis atau kata-kata komersial. Forum Indonesia, di masa mendatang diekspektasikan menjadi babon bagi forum-forum anak keterurunannya, seperti Forum Kalimantan, Forum Jakarta, Forum Surabaya, Forum Surakarta, Forum Babel, Forum Ujung Pandang.

Atau Forum Papua, Forum Semarang, Forum Bali, Forum Madura, Forum Lombok, Forum Ambon, Forum Medan, Forum Makasar dsb. Atau underbouw yang lebih detil dan kecil lagi, seperti Forum Stasiun Senin, Forum Keraton, Forum Cawas, Forum Minggir, Forum Kaligesing, Forum Bambanglipuro, Forum Tugu Muda dan lain sebagainya.

Forum Indonesia, memberikan kebebasan sepenuhnya tapi relijik kepada setiap peserta forum yang pada dasarnya mereka adalah sebagai pembicara semua. Forum Indonesia, dikendalikan oleh kebenaran bersama, kemaslahatan sosial dan kedamaian bersama. Forum Indonesia, siap berafiliasi dengan institusi manapun, juga sekaligus siap mendeklarasikan diri menolak berafiliasi dengan kelompok manapun dengan dasar kebajikan dan kedamaian jiwa.

Forum Indonesia, adalah ajang forum yang mempertemukan pakar-pakar bidangnya masing-masing sehingga orang yang mendengar uraian dari para pakar itu, nanti diharapkan juga menjadi para pakar pada bidangnya sendiri-sendiri. Forum Indonesia, adalah ajang yang haram untuk berbuat delik kezinaan, pelecehan SARA, dan segala bentuk diskriminasi baik sengaja atau tidak disengaja. Forum Indonesia, adalah forum yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan, meninggikan ilmu pengetahuan, dan menghormati jasa para pahlawan, guru, orang tua atau orang-orang yang kita tuakan.

Forum Indonesia, adalah bukan milik pemerintah. Bukan pula milik swasta dalam arti yang seluas-luasnya. Tidak dimiliki oleh institusi Partai Politik manapun, melainkan ia sebuah forum milik bersama. Yang hidup dalam forum itu adalah tradisi saling memberitahu, mencerdaskan, memberi dan menerima serta tahu akan hak dan kewajiban masing-masing orang sebagai hamba Tuhan. Forum Indonesia, dikendalikan oleh manajemen kolektif. Ia bagaikan air sungai. Yang mengalir bukan karena arus air yang berada di depan, tengah atau hulu sungai. Semua komposisi air pada sebuah sungai itu menjadi pokok air, ia menjadi inti sehingga layak kemudian kita sebuti sebagai sungai.

Forum Indonesia, merupakan forum yang bukan digerakkan untuk menggapai karir politik, karir bisnis, karir sosial dan lain sebagainya. Forum Indonesia hanya digerakkan untuk mencapai tujuan bersama, yakni terciptanya kehidupan manusia yang beradab. Jangan salahkan Forum Indonesia sebagai upaya kamuflase untuk meraih tangga makrifat kepada Tuhan. Jangan salahkan persepsi Forum Indonesia sebagai simbol perlawanan rakyat kecil kepada rakyat besar atau sedang-sedang saja. Rakyat besar itu ya raja, presiden, pejabat dan para konglomerat.

Rakyat sedang-sedang-sedang saja itu kelompok orang yang berada di tapal batas antara rakyat kecil dan rakyat besar. Mereka biasanya berprofesi sebagai tentara, polisi, pedagang, pengusaha, guru, dosen dan profesi lainnya. Rakyat kecil itu siapa, pasti sudah jelas. Yakni orang-orang yang dipintu depan rumah mereka terpajang stiker “Keluarga Miskin”. Ada tukang kuli, abang becak, tukang parkir, petani, nelayan gurem, buruh pabrik, pedagang asongan, pemulung, pengamen, pengemis, korban PHK dan lain banyak orang.

Tukang becak dan tukang tambal ban, sangat boleh menjadi pembicara dalam forum itu. Pak Bupati tak mesti dengan mudah menjadi pembicara dalam forum ini, sebelum ia berkenan dulu menjadi pendengar yang baik. Pak Walikota, juga tak lantas kita undang menjadi pembicara sebelum dirinya memproklamasikan dirinya untuk melepaskan topi-topi keangkuhannya profesi sebagai walikota. Mencampakkannya dan kemudian ia berganti baju menjadi cukup manusia saja.

Forum Indonesia, adalah puncak perjuangan dan upaya maksimal baik lahir dan batin yang dilakukan masyarakat untuk memberdayakan diri mereka masing-masing. Ketika ada pembangunan jembatan menembus jalan-jalan kampung yang selama ini terisolir, apakah adanya jembatan itu malah membikin maju kampung-kampung terisolir itu. Atau sebaliknya, justru menjadi jalan mulus untuk mengeruk sumber daya alam dan sumber daya manusia di kampung-kampung yang dilalui jalur baru itu.

Forum Indonesia, adalah bukan jembatan yang mengeruk nasi periuk rakyat kecil dan menyedot koin emasnya rakyat besar dan rakyat sedang-sedang saja. Forum Indonesia, adalah jembatan cerdik yang menjembatani semua kepentingan, sehingga kehidupan ini bisa berjalan dengan adil, makmur dan sejahtera. Forum Indonesia, forum bersama. Forum Indonesia, bukan ajang jago-jagoan….

Penulis Formula adalah hanya berperan sebagai penggembala kambing yang sedang melemparkan sekepalan batu di atas aliran sungai yang deras. Apakah batu itu kemudian hanya akan tenggelam, terbawa arus. Atau mengenai seekor ikan, untuk bisa dijadikan santapan malam bagi seseorang. Kita tunggu saja, bagaimana hasilnya, di masa mendatang… Masih terlalu prematur untuk membincangkannya. (***)

 

CATATAN PENTING: Terima kasih atas apresiasinya. Dan bagi Anda yang mau merespons dan siap bergabung untuk merealisasikan terbentuknya Forum “F0-01” Indonesia, bisa mengirimkan segala tanggapan, ide, gagasan, kritik dan identitas diri (nama, pekerjaan, TTL, alamat tinggal, kontak telpon/HP, e-mail)  ke: [email protected] dan atau kontak langsung ponsel: 08179447204

Sumber image: google.co.uk