Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Wilson Lalengke Catatan Saya tentang Jusuf Randy, Hendak Dibunuh Gara-gara Nasi Bungkus!

Catatan Saya tentang Jusuf Randy, Hendak Dibunuh Gara-gara Nasi Bungkus!

KOPI - “Apa tujuan Abah sehingga kita perlu wawancara Pak Muladi?” tanya seseorang kepada lawan bicara yang dipanggilnya sebagai ayahnya pada suatu hari di seputaran September 2007 lampau.

“Pokoknya, entah bagaimanapun caranya, kita harus berhasil bertemu Pak Muladi dan melakukan wawancara, saya mau kamu harus masuk pendidikan Lemhannas!” kata si Abah kepada sang anak.

“Untuk apa masuk belajar di Lemhannas Abah? Bagaimana caranya masuk ke sana?” kembali si anak bertanya lebih banyak, karena dalam benaknya belum pernah terlintas untuk masuk belajar ke lembaga yang saat itu dipimpin oleh Prof. Dr. Muladi sebagai Gubernur Lemhannas. Jangankan masuk ke sana, kata lemhannas saja masih amat asing bagi si anak yang kala itu masih tinggal di pelosok jauh dari Jakarta.

“Pokoknya, kamu harus masuk ke sana, saya tidak tahu caranya. Tapi, kita ketemu saja Pak Muladi, kawan lama saya itu, siapa tahu dia bisa bantu kamu masuk lemhannas. Semua calon menteri harus lulusan lemhannas,” lanjut si Abah panjang-lebar.

Pembicaraan terhenti, sianak manggut-manggut saja tidak ingin memperpanjang diskusi soal keinginan ayahnya itu. Ia kemudian larut dalam kesibukannya sendiri, sambil bertanya dalam hati, mahluk apakah gerangan lemhannas itu? Pertemuan dengan Prof. Muladi tidak pernah terealisasi hingga detik ini.

Berselang lima tahun kemudian, tahun 2012, sang anak menjadi peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan XLVIII (PPRA-48) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dengan masa pendidikan 9,5 bulan. Harapan yang sekaligus doa sang Abah untuk anaknya menjadi kenyataan! Alhamdulillah, Puji Tuhan yang maha mengabulkan permohonan hambanya.

Tentu para pembaca ingin tahu siapa kedua tokoh, anak dan ayahnya di atas. Mereka tidak lain adalah Robert Nio alias Jusuf Randy alias Mang Ucup yang dipanggil Abah oleh sang anak, Wilson Lalengke, saya sendiri, penulis artikel ini.

Nukilan cerita super pendek di atas saya jadikan pembuka tulisan ini untuk memberikan gambaran kepada pembaca betapa kedekatan, baik fisik, komunikasi, psikologis dan emosi, saya dengan Mang Ucup atau yang dimasa lalu pernah dikenal dengan nama Jusuf Randy. Selain percakapan di atas, terdapat banyak lagi moment penting yang amat berarti di hidup saya dalam kaitannya dengan interaksi ayah-anak antara saya dengan Jusuf Randy. Sebut saja misalnya, ketika saya wisuda pascasarjana di Universitas Utrecht, Belanda, Jusuf Randy bersama istrinya, Ibu Wied, datang menghadiri dan mendampingi saya saat acara tersebut di sebuah gedung bersejarah di kota penghasil pakar hukum tingkat dunia ini. Selain itu, saya juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) milik sang Raja Komputer Indonesia era 80-an silam, Jusuf Randy.

Dan peristiwa paling spektakuler dalam hidup saya, yang membawa saya akhirnya pindah domisili ke Jakarta, adalah kelahiran organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di awal November 2007. Si Abah Jusuf Randy adalah pemicu awal perlunya dideklarasikan organisasi para jurnalis warga tersebut.

Hal ini bermula dari keinginan sang innovator dunia media massa Indonesia yang tinggal di Alphen aan den Rijn, The Netherlands, itu untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasi HOKI sebagai media massa online dengan penulis terbanyak. Dari komunikasi HOKI dengan Jaya Suprana sebagai Pimpinan MURI, lembaga tersebut meminta surat rekomendasi dari organisasi wartawan. PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) saat itu menolak memberikan rekomendasi dengan alasan keberadaan media online dengan jurnalis atau penulis dari warga masyarakat umum belum diatur alias belum diakui keberadaannya oleh organisasi tersebut.

Jusuf Randy tidak putus asah, ia mengontak saya “si anak kesayangannya” yang saat itu masih tinggal di Pekanbaru, Riau. Hasil diskusi kami dalam menyiasati hambatan yang ada: Para penulis HOKI yang saat itu telah mencapai 3000 orang harus mendirikan organisasi pewarta warga, yang saat itu kita namakan PPW-Indonesia. Wujudnya, pada peringatan satu tahun HOKI dengan situs resmi www.kabarindonesia.com yakni tanggal 11 November 2007, para penulis HOKI dan aktivis jurnalisme warga di Jabodetabek dan sekitarnya, termasuk dari Subang, Purwakarta, Medan, dan Jogyakarta berkumpul dan mendeklarasikan berdirinya organisasi PPWI, bertempat di Gedung Aula Serbaguna SMA Regina Pacis, Palmerah, Jakarta Barat.

Kedekatan dan hubungan silahturahim saya dengan Jusuf Randy membawa saya secara psikologis dan emosional ke masa-masa silam beliau melalui cerita suka-duka yang telah dilewatinya selama lebih-kurang 73 tahun hidupnya hingga hari ini. Jusuf Randy terkenal sebagai seorang pencerita, pengota (kata orang Minang), storyteller, yang handal. Ingatannya tentang segala yang dilihat, didengar, dirasa, dialami, dan dilakoni amat kuat. Bermodalkan ingatan yang sangat baik itulah, ia dapat membuat saya bisa duduk berjam-jam bersamanya, tidak hanya menunggu ide-ide brilliant yang muncul sewaktu-waktu dalam diskusi, tapi juga mendengarkan kisah hidupnya di masa lalu. Sebagai seorang yang gemar bertualang, saya menyukai berbagai cerita petualangan hidup Jusuf Randy dan mampu duduk tenang mendengarnya sambil berusaha menyimpan dalam memori saya.

Salah satu dari sekian banyak cerita Jusuf Randy adalah tentang pengalaman hidupnya yang nyaris merenggut nyawanya. Penyebabnya sangat sepele: Gara-gara Nasi Bungkus! Ia diincar untuk dibunuh oleh pihak tertentu. Bahkan usaha pembunuhan itu sudah dilakukan, namun Tuhan masih menjaga dan menyelamatkannya.

Sekitar tahun 1988 Jusuf Randy membuka warung makan. Ia sengaja mengontrak ruko yang cukup besar di Pasar Blok A, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan. Warung makan tersebut diberi nama BASMALAH.

Basmalah (bahasa Arab: بسملة) adalah pembukaan Bismillah (بسم الله, "Dengan nama Allah"), lengkapnya adalah bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi. Kata ini diucapkan setiap kali seorang Muslim melakukan sholat, juga saat akan memulai suatu kegiatan harian lainnya. Nama Basmalah ini diambil dengan tujuan agar setiap sebelum para kuli pasar maupun kaum miskin yang berada di Pasar Blok A tersebut memulai kegiatannya, mereka secara sadar atau tidak mengucapkan kata BASMALAH.

Sebagai imbalan dari ucapan doa tersebut, entah oleh siapapun juga dan dari golongan agama apapun, akan mendapatkan nasi bungkus lengkap dengan lauk-pauknya. Jusuf Randy saat itu memberikan sekitar 800 nasi bungkus, bahkan terkadang sampai 1.000 nasi bungkus gratis perhari kepada setiap orang yang membutuhkan makanan, terutama di seputaran Pasar Blok A itu.

Gagasan ini timbul karena Jusuf Randy merasa kasihan, penuh empati, merasa sedih melihat begitu banyak orang yang bekerja di pasar tanpa sarapan pagi sebelumnya. Mereka baru mulai sarapan pada waktu siang hari, sehingga dengan demikian mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk sarapan pagi.

Untuk memenuhi kebutuhan nasi bungkus yang banyak itu setiap hari, oleh Jusuf Randy, sebagian nasi bungkus dibeli dari pedagang kaki lima di Pasar Blok A. Sebagai pengusaha, Jusuf Randy memahami bahwa langkahnya memberikan makanan gratis kepada para buruh dan kaum miskin akan berpengaruh kepada para pedagang makanan di sekitar warung nasinya. Untuk itu, Jusuf Randy tetap mengingat mereka jangan sampai merugi berjualan makanan di Pasar Blok A. Caranya, ia membeli sebagian nasi bungkus dan membagikannya secara gratis kepada para “pelanggan makanan gratisnya”. Kalau dinilai dengan uang, pemberian nasi bungkus gratis Jusuf Randy dapat mencapai 12 juta hingga 15 juta rupiah per hari (harga Rp. 15.000 per bungkus). Entah mengapa, rupanya masih ada beberapa gelintir pedagang yang tidak kebagian rejeki. Hal ini membuat mereka jadi iri hati, bahkan ngambek dan marah kepada Jusuf Randy.

Perlu diketahui bahwa Jusuf Randy selalu mengusahakan untuk turut hadir di tengah-tengah para pelanggan nasi bungkus gratisnya. Bahkan, ia selalu terlihat makan bareng dengan para kuli di pasar tersebut, makan makan nasi bungkus yang sama setiap hari.

Beberapa lama berselang, rupanya ada pedagang kaki lima yang merasa iri dengan pola kerja usaha warung makan Basmalah ala Jusuf Randy itu. Sang pedagang itu kemudian berencana untuk membunuh si pemilik warung makan si Jusuf Randy yang “sok kaya, sok dermawan” itu. Sang pedagang benar-benar nekad. Ia lalu melaksanakan niatnya, mendatangi Jusuf Randy dan membacok kepalanya menggunakan celurit. Kepala Jusuf Randy luka parah, berlumuran darah! Beruntunglah, banyak orang yang datang membantu dan membela Jusuf Randy. Karena ketakutan, si pedagang yang membacok tersebut segera kabur terbirit-birit naik motor.

Karena luka yang cukup parah Jusuf Randy langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah. Bersyukur, disamping lukanya tidak terlalu dalam, pertolongan yang cepat oleh warga menyelamatkan nyawanya. Peristiwa heboh pembacokan Jusuf Randy, esoknya menjadi berita utama di berbagai media massa saat itu. Codet atau cacad bekas bacokan celurit di kepala Jusuf Randy masih tetap ada sampai sekarang.

Polisi setempat sebenarnya ingin melacak dan mencari lebih lanjut siapa yang membacok Jusuf Randy, namun ia menolaknya dengan alasan sebagai korban sudah memaafkannya. Jadi, masalah ini dianggap selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi. Si Abah lebih memilih mengambil hikmah dari peristiwa itu daripada memperkarakan sang pembacok, yang dalam pikirannya hanyalah orang susah yang ingin tetap dapat bertahan hidup dari usaha dagang makanan kaki limanya. Hampir semua orang akan melakukan hal bodoh semacam itu hanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya yang tidak seberapa.

Akibat kejadian tersebut Jusuf Randy sadar bahwa seringkali ia ingin melakukan kebajikan, tetapi belum tentu kebajikan ini bisa diterima oleh semua pihak. Pasti akan ada satu atau dua orang yang mersa terganggu, tidak kecepretan rejeki lagi. Sejak kejadian itu warung makan Basmalah di Pasar Blok A tersebut ditutup.

Sebagai tambahan cerita saja, Jusuf Randy di tahun 80-an itu, juga membantu, menyantuni puluhan anak asuh. Anak asuh tersebut ia ambil dari lingkungan tempat pembuangan sampah dan kalangan pemungut sampah di jalanan. Yang dijadikan anak asuh oleh Jusuf Randy hanyalah mereka yang sudah yatim-piatu. Sayangnya, penampungan dan kegiatan sosial penyantunan anak asuh Jusuf Randy ini menjadi terlantar ketika ia harus meninggalkan Indonesia akibat persoalan KTP aspal.(*)

Keterangan foto: Robert Nio alias Jusuf Randy alias Mang Ucup (baju kaos) dengan seorang bule mitra kerjanya

 

Pansus I DPRD Padang Panjang Kulap ke PDAM
Minggu, 23 April 2017

KOPI, PADANG PANJANG - Meskipun pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang Panjang 8000 pelanggan, namun PDAM masih tetap mengalami kerugian investasi. Hal ini dikatakan oleh Plt Direktur PDAM Padang Panjang, Jevie C Eka Putra. Menurutnya, kondisi ini terjadi dikarenakan terjadinya kebocoran pipa air yang sudah tidak layak pakai.   "Saat ini kita baru mampu mengganti pipa sepanjang 1,2 km dengan pipa paralon. Karena tahun 1989... Baca selengkapnya...

SDN 18 Sungai Pandahan Rehab Taman Kota
Jumat, 21 April 2017

KOPI, Pasaman - Yulinar, S.Pd kepala SDN 18 Sungai Pandahan Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman bersama majelis guru melaksanakan perehaban taman kota Lubuk Sikaping. Saat media ini turun ke lokasi kepala sekolah menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas anjuran dari pemerintah daerah, (20/04). "Pemerintah daerah menghimbau kepada seluruh instansi untuk membuat taman bunga masing-masing di wilayah Kecamatan Lubuk Sikaping," tutur... Baca selengkapnya...

Peringati HUT TMII, Bupati Pasaman Lepas Rombongan Seni Budaya ke Jakarta
Jumat, 21 April 2017

Bupati Yusuf Lubis saat menyalami rombongan menjelang keberangkatan ke Jakarta. KOPI,  Pasaman - Puluhan rombongan seni budaya dari Group Sanggar Pasaman Saiyo dilepas Bupati Pasaman Yusuf Lubis menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Kamis 20 April 2017. Pelapasan rombongan tersebut dalam rangka ulang tahun TMII di Jakarta. “Di samping HUT TMII, pihak panitia juga menggelar pegelaran budaya di Jakarta. Jadi, kesempatan kita dari... Baca selengkapnya...

Tim Persib Targetkan Jadi Juara Liga 1 2017
Jumat, 07 April 2017

KOPI, Bandung - Manajer Persib Umuh mengemukakan, Persib tidak akan bisa sebesar ini tanpa dukungan kuat Bobotoh, mereka di mana pun Persib bertanding selalu ada memberikan semangat dan energi untuk berjuang keras menghadapi lawan-lawannya.   “Oleh karena itu,  tidak ada harapan lain selain Persib harus berjuang dan mentargetkan jadi  juara Liga 1 2017 tahun ini, tanpa dukungan Bobotoh, Persib tidak akan seperti sekarang. Terimakasih,... Baca selengkapnya...

Dandim Aceh Selatan Terima Pasukan Satgas TMMD Ke 98
Selasa, 04 April 2017

KOPI, ACEH SELATAN – Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto menerima Sebanyak 100 personel Batalyon Infanteri 115/Macan Lauser yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-98 tahun 2017 di Lapangan Makodim 0107/Aceh Selatan. Selasa (4/4/17).   Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto mengatakan, Pasukan yang tergabung dalam Satgas TMMD ke 98 tersebut akan diterjunkan ke lokasi sasaran dan berbaur dengan kehidupan ... Baca selengkapnya...

Akting Ibu Negara Iriana Joko Widodo Berperan sebagai “Anak Paud”
Sabtu, 01 April 2017

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja ibuk negara Iriana Jokowi beserta Ibuk Mufidah Jusuf Kalla, ke Propinsi Riau, Rabu (29/3-17). Rombongan ini didampingi oleh kunjungan kerja istri-istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE). Jadwal kunjugan kerja rombongan Istri Presiden Joko Widodo ke Riau mengunjungi sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), melakukann pemeriksaan kanker serviks leher rahim atau... Baca selengkapnya...

Persit Kodim Aceh Selatan Disambut Haru Nyak Siti Rohmat
Senin, 27 Maret 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Kemiskinan yang dialami 'Nyak' Siti Rohmat, warga Desa Suak Bakong, Kecamatan Kluet Selatan, telah mengetuk rasa keprihatinan dan simpati Ketua Persit KCK Cabang XXIX Dim 0107/Asel, Ny. Hary Mulyanto dan pengurus Ranting 8 Koramil 07 Kluet Selatan. Selama ini, kondisi 'Nyak' Siti Rohmat memang serba kekurangan. Bukan hanya itu saja, bahkan kesehatannya pun menurun dan sering sakit. Sering kali tak memiliki makanan apalagi... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALMenjijikkan, Ditemukan Kotoran Manusia d.....
30/03/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Lisburn – Di kutip dari The Guardian, ditemukan kotoran manusia dalam kaleng minuman berkarbonasi yakni Coca Cola. Kotoran manusia ditemukan  [ ... ]



NASIONALSudut Pandang PPWI Terhadap Jurnalisme.....
18/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Solok - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., yang merupakan lulusan PPRA Lemhannas tahun 20 [ ... ]



DAERAHGebyar Dirgantara 2017, Lanud Iswahjudi .....
22/04/2017 | Iswahyudi

KOPI, Magetan – Ribuan pengunjung yang terdiri dari pelajar maupun masyarakat umum padati Lapangan Udara (Lanud) Iswahjudi guna menyaksikan dan meme [ ... ]



PENDIDIKANMawardi, S.Pd Kepala SDN 20 Kampung Pada.....
21/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Pasaman - Kepala SDN 20 Kampung Padang, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman optimis membina sekolah yang beliau pimpin kearah yang leb [ ... ]



EKONOMIMother & Baby Fair 2017 Digelar 2 Kali d.....
27/04/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Menginjak tahun ke-10, untuk pertama kalinya Mother & Baby Fair Jakarta diselenggarakan 2 kali dalam setahun. Periode pertama digelar  [ ... ]



HANKAMBazar HUT Kostrad ke-56, Obral Sembako M.....
08/03/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-56, Kostrad menyelenggarakan “Bazar Murah Prajurit Kostrad & Insan Media”, Rabu (8/03/2017) berte [ ... ]



POLITIKKades Pelalawan : "Kami Ucapkan Salam Te.....
14/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala Desa (Kades) merupakan perpanjangan pemerintahan pusat ke daerah. Semasa pemerintah Gubernur Riau (Gubri) yang terdahulu y [ ... ]



OPINIPenelitian Tindakan, Mengapa Begitu Pent.....
11/04/2017 | Nova Indra

Cara yang digunakan untuk mengeksplorasi informasi untuk memperoleh variasi perbaikan alternatif atas dasar aspek praktis; dalam hal ini adalah memp [ ... ]



PROFILRekor Leprid : Peserta Terbanyak Bakar .....
14/05/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Pati- Indonesia negara Bahari atau kepulauan, hampir 2/3 luas wilayah Indonesia adalah wilayah laut. Ribuan pula terhampar dari Sabang hingga Pa [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAKunjungan Sosial “Komunitas Merenung D.....
27/04/2017 | M. Anton Sipahutar

KOPI, Jakarta - Seiring dengan arus modernisasi dan globalisasi yang masuk dalam kehidupan kita saat ini, termasuk serangan pengaruh budaya barat yang [ ... ]



ROHANIShalat Pengisi Ruang Hati Dihadapan Alla.....
17/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta, Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk shalat sebanyak lima kali. Setelah itu juga dianjurkan memperbanyak shalat-shalat sunat lainn [ ... ]



RESENSIMARS, Film Kisah Perjuangan Meraih Mimpi.....
03/05/2016 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Bertempat di XXI, Palaza Senayan, Jakara, Senin 92/5/2016) dan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan 2 Mei 2016 , Multi Buana K [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.