Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Catatan Saya tentang Jusuf Randy, Hendak Dibunuh Gara-gara Nasi Bungkus!

KOPI - “Apa tujuan Abah sehingga kita perlu wawancara Pak Muladi?” tanya seseorang kepada lawan bicara yang dipanggilnya sebagai ayahnya pada suatu hari di seputaran September 2007 lampau.

“Pokoknya, entah bagaimanapun caranya, kita harus berhasil bertemu Pak Muladi dan melakukan wawancara, saya mau kamu harus masuk pendidikan Lemhannas!” kata si Abah kepada sang anak.

“Untuk apa masuk belajar di Lemhannas Abah? Bagaimana caranya masuk ke sana?” kembali si anak bertanya lebih banyak, karena dalam benaknya belum pernah terlintas untuk masuk belajar ke lembaga yang saat itu dipimpin oleh Prof. Dr. Muladi sebagai Gubernur Lemhannas. Jangankan masuk ke sana, kata lemhannas saja masih amat asing bagi si anak yang kala itu masih tinggal di pelosok jauh dari Jakarta.

“Pokoknya, kamu harus masuk ke sana, saya tidak tahu caranya. Tapi, kita ketemu saja Pak Muladi, kawan lama saya itu, siapa tahu dia bisa bantu kamu masuk lemhannas. Semua calon menteri harus lulusan lemhannas,” lanjut si Abah panjang-lebar.

Pembicaraan terhenti, sianak manggut-manggut saja tidak ingin memperpanjang diskusi soal keinginan ayahnya itu. Ia kemudian larut dalam kesibukannya sendiri, sambil bertanya dalam hati, mahluk apakah gerangan lemhannas itu? Pertemuan dengan Prof. Muladi tidak pernah terealisasi hingga detik ini.

Berselang lima tahun kemudian, tahun 2012, sang anak menjadi peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan XLVIII (PPRA-48) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dengan masa pendidikan 9,5 bulan. Harapan yang sekaligus doa sang Abah untuk anaknya menjadi kenyataan! Alhamdulillah, Puji Tuhan yang maha mengabulkan permohonan hambanya.

Tentu para pembaca ingin tahu siapa kedua tokoh, anak dan ayahnya di atas. Mereka tidak lain adalah Robert Nio alias Jusuf Randy alias Mang Ucup yang dipanggil Abah oleh sang anak, Wilson Lalengke, saya sendiri, penulis artikel ini.

Nukilan cerita super pendek di atas saya jadikan pembuka tulisan ini untuk memberikan gambaran kepada pembaca betapa kedekatan, baik fisik, komunikasi, psikologis dan emosi, saya dengan Mang Ucup atau yang dimasa lalu pernah dikenal dengan nama Jusuf Randy. Selain percakapan di atas, terdapat banyak lagi moment penting yang amat berarti di hidup saya dalam kaitannya dengan interaksi ayah-anak antara saya dengan Jusuf Randy. Sebut saja misalnya, ketika saya wisuda pascasarjana di Universitas Utrecht, Belanda, Jusuf Randy bersama istrinya, Ibu Wied, datang menghadiri dan mendampingi saya saat acara tersebut di sebuah gedung bersejarah di kota penghasil pakar hukum tingkat dunia ini. Selain itu, saya juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) milik sang Raja Komputer Indonesia era 80-an silam, Jusuf Randy.

Dan peristiwa paling spektakuler dalam hidup saya, yang membawa saya akhirnya pindah domisili ke Jakarta, adalah kelahiran organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di awal November 2007. Si Abah Jusuf Randy adalah pemicu awal perlunya dideklarasikan organisasi para jurnalis warga tersebut.

Hal ini bermula dari keinginan sang innovator dunia media massa Indonesia yang tinggal di Alphen aan den Rijn, The Netherlands, itu untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasi HOKI sebagai media massa online dengan penulis terbanyak. Dari komunikasi HOKI dengan Jaya Suprana sebagai Pimpinan MURI, lembaga tersebut meminta surat rekomendasi dari organisasi wartawan. PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) saat itu menolak memberikan rekomendasi dengan alasan keberadaan media online dengan jurnalis atau penulis dari warga masyarakat umum belum diatur alias belum diakui keberadaannya oleh organisasi tersebut.

Jusuf Randy tidak putus asah, ia mengontak saya “si anak kesayangannya” yang saat itu masih tinggal di Pekanbaru, Riau. Hasil diskusi kami dalam menyiasati hambatan yang ada: Para penulis HOKI yang saat itu telah mencapai 3000 orang harus mendirikan organisasi pewarta warga, yang saat itu kita namakan PPW-Indonesia. Wujudnya, pada peringatan satu tahun HOKI dengan situs resmi www.kabarindonesia.com yakni tanggal 11 November 2007, para penulis HOKI dan aktivis jurnalisme warga di Jabodetabek dan sekitarnya, termasuk dari Subang, Purwakarta, Medan, dan Jogyakarta berkumpul dan mendeklarasikan berdirinya organisasi PPWI, bertempat di Gedung Aula Serbaguna SMA Regina Pacis, Palmerah, Jakarta Barat.

Kedekatan dan hubungan silahturahim saya dengan Jusuf Randy membawa saya secara psikologis dan emosional ke masa-masa silam beliau melalui cerita suka-duka yang telah dilewatinya selama lebih-kurang 73 tahun hidupnya hingga hari ini. Jusuf Randy terkenal sebagai seorang pencerita, pengota (kata orang Minang), storyteller, yang handal. Ingatannya tentang segala yang dilihat, didengar, dirasa, dialami, dan dilakoni amat kuat. Bermodalkan ingatan yang sangat baik itulah, ia dapat membuat saya bisa duduk berjam-jam bersamanya, tidak hanya menunggu ide-ide brilliant yang muncul sewaktu-waktu dalam diskusi, tapi juga mendengarkan kisah hidupnya di masa lalu. Sebagai seorang yang gemar bertualang, saya menyukai berbagai cerita petualangan hidup Jusuf Randy dan mampu duduk tenang mendengarnya sambil berusaha menyimpan dalam memori saya.

Salah satu dari sekian banyak cerita Jusuf Randy adalah tentang pengalaman hidupnya yang nyaris merenggut nyawanya. Penyebabnya sangat sepele: Gara-gara Nasi Bungkus! Ia diincar untuk dibunuh oleh pihak tertentu. Bahkan usaha pembunuhan itu sudah dilakukan, namun Tuhan masih menjaga dan menyelamatkannya.

Sekitar tahun 1988 Jusuf Randy membuka warung makan. Ia sengaja mengontrak ruko yang cukup besar di Pasar Blok A, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan. Warung makan tersebut diberi nama BASMALAH.

Basmalah (bahasa Arab: بسملة) adalah pembukaan Bismillah (بسم الله, "Dengan nama Allah"), lengkapnya adalah bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi. Kata ini diucapkan setiap kali seorang Muslim melakukan sholat, juga saat akan memulai suatu kegiatan harian lainnya. Nama Basmalah ini diambil dengan tujuan agar setiap sebelum para kuli pasar maupun kaum miskin yang berada di Pasar Blok A tersebut memulai kegiatannya, mereka secara sadar atau tidak mengucapkan kata BASMALAH.

Sebagai imbalan dari ucapan doa tersebut, entah oleh siapapun juga dan dari golongan agama apapun, akan mendapatkan nasi bungkus lengkap dengan lauk-pauknya. Jusuf Randy saat itu memberikan sekitar 800 nasi bungkus, bahkan terkadang sampai 1.000 nasi bungkus gratis perhari kepada setiap orang yang membutuhkan makanan, terutama di seputaran Pasar Blok A itu.

Gagasan ini timbul karena Jusuf Randy merasa kasihan, penuh empati, merasa sedih melihat begitu banyak orang yang bekerja di pasar tanpa sarapan pagi sebelumnya. Mereka baru mulai sarapan pada waktu siang hari, sehingga dengan demikian mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk sarapan pagi.

Untuk memenuhi kebutuhan nasi bungkus yang banyak itu setiap hari, oleh Jusuf Randy, sebagian nasi bungkus dibeli dari pedagang kaki lima di Pasar Blok A. Sebagai pengusaha, Jusuf Randy memahami bahwa langkahnya memberikan makanan gratis kepada para buruh dan kaum miskin akan berpengaruh kepada para pedagang makanan di sekitar warung nasinya. Untuk itu, Jusuf Randy tetap mengingat mereka jangan sampai merugi berjualan makanan di Pasar Blok A. Caranya, ia membeli sebagian nasi bungkus dan membagikannya secara gratis kepada para “pelanggan makanan gratisnya”. Kalau dinilai dengan uang, pemberian nasi bungkus gratis Jusuf Randy dapat mencapai 12 juta hingga 15 juta rupiah per hari (harga Rp. 15.000 per bungkus). Entah mengapa, rupanya masih ada beberapa gelintir pedagang yang tidak kebagian rejeki. Hal ini membuat mereka jadi iri hati, bahkan ngambek dan marah kepada Jusuf Randy.

Perlu diketahui bahwa Jusuf Randy selalu mengusahakan untuk turut hadir di tengah-tengah para pelanggan nasi bungkus gratisnya. Bahkan, ia selalu terlihat makan bareng dengan para kuli di pasar tersebut, makan makan nasi bungkus yang sama setiap hari.

Beberapa lama berselang, rupanya ada pedagang kaki lima yang merasa iri dengan pola kerja usaha warung makan Basmalah ala Jusuf Randy itu. Sang pedagang itu kemudian berencana untuk membunuh si pemilik warung makan si Jusuf Randy yang “sok kaya, sok dermawan” itu. Sang pedagang benar-benar nekad. Ia lalu melaksanakan niatnya, mendatangi Jusuf Randy dan membacok kepalanya menggunakan celurit. Kepala Jusuf Randy luka parah, berlumuran darah! Beruntunglah, banyak orang yang datang membantu dan membela Jusuf Randy. Karena ketakutan, si pedagang yang membacok tersebut segera kabur terbirit-birit naik motor.

Karena luka yang cukup parah Jusuf Randy langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah. Bersyukur, disamping lukanya tidak terlalu dalam, pertolongan yang cepat oleh warga menyelamatkan nyawanya. Peristiwa heboh pembacokan Jusuf Randy, esoknya menjadi berita utama di berbagai media massa saat itu. Codet atau cacad bekas bacokan celurit di kepala Jusuf Randy masih tetap ada sampai sekarang.

Polisi setempat sebenarnya ingin melacak dan mencari lebih lanjut siapa yang membacok Jusuf Randy, namun ia menolaknya dengan alasan sebagai korban sudah memaafkannya. Jadi, masalah ini dianggap selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi. Si Abah lebih memilih mengambil hikmah dari peristiwa itu daripada memperkarakan sang pembacok, yang dalam pikirannya hanyalah orang susah yang ingin tetap dapat bertahan hidup dari usaha dagang makanan kaki limanya. Hampir semua orang akan melakukan hal bodoh semacam itu hanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya yang tidak seberapa.

Akibat kejadian tersebut Jusuf Randy sadar bahwa seringkali ia ingin melakukan kebajikan, tetapi belum tentu kebajikan ini bisa diterima oleh semua pihak. Pasti akan ada satu atau dua orang yang mersa terganggu, tidak kecepretan rejeki lagi. Sejak kejadian itu warung makan Basmalah di Pasar Blok A tersebut ditutup.

Sebagai tambahan cerita saja, Jusuf Randy di tahun 80-an itu, juga membantu, menyantuni puluhan anak asuh. Anak asuh tersebut ia ambil dari lingkungan tempat pembuangan sampah dan kalangan pemungut sampah di jalanan. Yang dijadikan anak asuh oleh Jusuf Randy hanyalah mereka yang sudah yatim-piatu. Sayangnya, penampungan dan kegiatan sosial penyantunan anak asuh Jusuf Randy ini menjadi terlantar ketika ia harus meninggalkan Indonesia akibat persoalan KTP aspal.(*)

Keterangan foto: Robert Nio alias Jusuf Randy alias Mang Ucup (baju kaos) dengan seorang bule mitra kerjanya

 

 

Presiden Republik Indonesia Lantik Perwira Polri dan TNI
Sabtu, 21 Juli 2018

KOPI, Jakarta - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna S.E., S.Sos., M.M., menghadiri  Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2018 dengan Inspektur Upacara Presiden RI Ir. Joko Widodo, bertempat di lapangan Istana Merdeka Jakarta, Kamis (19/7/2018).... Baca selengkapnya...

Dewan Pers Mengeluarkan Surat Edaran ke Pemda Sudah Melanggar Konstitusi
Selasa, 17 Juli 2018

Pejabat Menolak Wartawan Meliput, Wawancara dan Konfirmasi Informasi Publik, Senator DPD RI: Itu Melanggar Konstitusi. KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Harmoko menuturkan” Heran saya oknum staf Dewan Pers datang ke Propinsi Riau mengunjungi “dapur redaksi” perusahaan Media online untuk memverifikasi media. Bagaimanapun juga “dugaan” terjadi praktek suap berkemungkinan ada . Pasti pemilik perusahaan media... Baca selengkapnya...

Presiden Jokowi : Survey Gallup Law and Order Indonesia 10 Negara Teraman untuk Iklim Investasi
Sabtu, 14 Juli 2018

KOPI, Jakarta – Memperingati hari Bhayangkara ke-72 kita dapat kabar baik, dari hasil survey lembaga Internasional  yakni Gallup Law and Order menempatkan Indonesia ke dalam 10 negara teraman  untuk iklim investasi di dunia. Pemerintah Indonesia  menjamin   keamanan  para investor menanamkan modalnya  ," kata Jokowi (Joko Widodo) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7). Jokowi pun meminta aparat keamanan untuk mempertahankan... Baca selengkapnya...

Polda Riau Memperingati HUT Bhayangkara ke-72 Beraneka Ragam Kegiatan
Jumat, 13 Juli 2018

KOPI, Pekanbaru - Memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72, Kepolisian Daerah Riau menggelar syukuran di Aula Satbrimobda Polda Riau, bertempat Jl.K.H.Ahmad Dahlan – Pekanbaru, Rabu (11/7/2018). Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Riau , Wakapolda Riau Brigjen.Pol.Drs.HE.Permadi,SH,MH, Danrem 031 Wira Bima diwakili Kasrem 031 Wira Bima Kolonel Inf Asep Nugraha, SE, M.Si, Kabinda Provinsi Riau Marsma. TNI.Rakhman Haryadi, SA, MBA,... Baca selengkapnya...

Peringati HBA ke- 58, Kejati Riau Gelar Pasar Murah
Jumat, 13 Juli 2018

KOPI, Pekanbaru – Memperingati Hari Bakti Adyaksa (HBA) ke- 58 jatuh pada tanggal 22 Juli mendatang. Kejaksaan Tinggi Riau gelar pasar murah di gedung sementara bertempat Jalan. Arifin Ahmad, Kamis (12/07-2018). Pasar murah ini menjual Sembilan Bahan Pokok Kebutuhan (Sembako) serta beberapa counter kuliner masakan khas melayu Riau, kerajinan tangan (Home Industri) dan sebagainya. Pasar murah ini terlaksana kerjasama Koperasi Kejaksaan... Baca selengkapnya...

Bubarkan Dewan Pers, Ratusan Orang Wartawan Demo Kantornya
Senin, 09 Juli 2018

KOPI, Jakarta - Ratusan Wartawan dari berbagai media massa, baik cetak maupun online yang datang dari seluruh pelosok nusantara membanjiri halaman Hall Dewan Pers (HDP) Jakarta, Rabu (4/7/19). Kehadiran para pahlawan informasi ini yang didukung penuh oleh puluhan organisasi media maupun organisasi wartawan menuntut agar Dewan Pers melakukan perbaikan dalam mengambil kebijakan terutama terkait sengketa pemberitaan. Terkait rekomendasi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

Pengamat: Prediksi, Peramal Pilgub Jatim 2018
Selasa, 26 Juni 2018

KOPI, Jawa Timur – Pilpres (Pemilihan Presiden) Amerika Serikat tahun kemaren. Masyarakat internasional memprediksi Hillary Clinton bakalan terpilih. Ternyata Donal Trump. Kami sudah dapat memprediksi jauh-jauh hari, yang terpilih sebagai Capres Amrik adalah Donal Trump. Ustad kondang terkenal dari Riau bernama UAS (Ustad Abdul Somad). Pengamat Genius dari Riau sebut saja namanya Aji Somek. Ditempat kerjanya, mengatakan “ Menentukan menang... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALKunjungan Kerja ke Scotlandia Trump Men.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dilansir dari koran Skotlandia The Scotsman, saat mengunjungi Skotlandia pada akhir pekan lalu. Selasa (17/7-18), Trump me [ ... ]



NASIONALKepala BPS Pusat Suhariyanto : Tingkat K.....
19/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Indonesia Suhariyanto, Senen (16/7-18) menuturkan “ Tingkat kemiskinan penduduk Indonesia pada bulan  [ ... ]



DAERAHGereja di Sumut Perkuat Komitmen untuk M.....
23/07/2018 | Sulaiman Zuhdi Manik

Medan 20-07-2018. Sembilan Gereja yang berada di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, bekerja sama dengan Yayasan Bantuan Kasih Indonesia (Y [ ... ]



PENDIDIKANGelar Reuni Alumni SMPN 2 Pekanbaru A.....
16/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Selama tiga puluh tiga  tahun tamat dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SPMN 2) Pekanbaru. Selain melepas rindu dalam kegi [ ... ]



EKONOMIKemenperin Klaim Susu Kental Manis Aman .....
07/07/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta - Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat kar [ ... ]



HANKAMKunjungan Kehormatan Wakil Perdana Mente.....
21/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan selamat atas keberhasilan Singapura dalam mengadakan pertemuan antara Presiden A [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



HUKUM & KRIMINALKakansatpol PP Kampar Hambali di Lapork.....
23/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar - Kasus penganiayaan dalam aksi unjukrasa yang dilakukan oleh Kakan Satpol PP Kabupaten Kampar Hambali termasuk dalam kategori penganiay [ ... ]



POLITIKIndonesia Diprediksi Raih Masa Keemasan .....
08/07/2018 | Yeni Muezza

KOPI,  Jakarta – Pandangan Dr Luthfi Assyaukanie, dosen Universitas Paramadina yang lansir di harian Rakyat Merdeka (4 Juli 2018) Wakil Presiden  [ ... ]



OPINITiga Langkah Memperkuat Pelaksanaan Ener.....
21/07/2018 | Harjoni Desky

Pagi sekali, Pak Luqman sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor Camat. Dengan membawa surat undangan di tangan kanannya, Pak Luqman meninggalkan ruma [ ... ]



PROFILViral Dua Orang Turis Wanita Asal Tio.....
15/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Malaysia - Rekaman Video Viral di media social Malaysia, dua orang turis wanita asal China/Tiongkok melakukan handstand atau berdiri dengan k [ ... ]



ROHANIKemenag Riau Resmikan Rumah Qur’an di.....
13/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Siak - Berdirinya Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP) di Kecamatan Bungaraya merupakan PTSP ke dua yang ada di Indonesia. Untuk di Kecamatan Siak [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIPengamat : Pecat Ndan Perwira Polri ya.....
14/07/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pangkal Pinang – Beredar rekaman Video viral berdurasi 30 detik , di Media Sosial Grup WhatsApp di daerah Pangkal Pinang. Oknum Polisi P [ ... ]



SERBA-SERBIAku Mahasiswa Beda: Inspirasi Seorang Cl.....
21/07/2018 | Fatia Fatimah
article thumbnail

KOPI-Padang, Suaranya yang tenang dan dalam, membawa keheningan ruang penjurian. Semua mata menuju ke arahnya yang sedang membacakan puisi disertai ir [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.