Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Catatan Saya tentang Jusuf Randy, Hendak Dibunuh Gara-gara Nasi Bungkus!

KOPI - “Apa tujuan Abah sehingga kita perlu wawancara Pak Muladi?” tanya seseorang kepada lawan bicara yang dipanggilnya sebagai ayahnya pada suatu hari di seputaran September 2007 lampau.

“Pokoknya, entah bagaimanapun caranya, kita harus berhasil bertemu Pak Muladi dan melakukan wawancara, saya mau kamu harus masuk pendidikan Lemhannas!” kata si Abah kepada sang anak.

“Untuk apa masuk belajar di Lemhannas Abah? Bagaimana caranya masuk ke sana?” kembali si anak bertanya lebih banyak, karena dalam benaknya belum pernah terlintas untuk masuk belajar ke lembaga yang saat itu dipimpin oleh Prof. Dr. Muladi sebagai Gubernur Lemhannas. Jangankan masuk ke sana, kata lemhannas saja masih amat asing bagi si anak yang kala itu masih tinggal di pelosok jauh dari Jakarta.

“Pokoknya, kamu harus masuk ke sana, saya tidak tahu caranya. Tapi, kita ketemu saja Pak Muladi, kawan lama saya itu, siapa tahu dia bisa bantu kamu masuk lemhannas. Semua calon menteri harus lulusan lemhannas,” lanjut si Abah panjang-lebar.

Pembicaraan terhenti, sianak manggut-manggut saja tidak ingin memperpanjang diskusi soal keinginan ayahnya itu. Ia kemudian larut dalam kesibukannya sendiri, sambil bertanya dalam hati, mahluk apakah gerangan lemhannas itu? Pertemuan dengan Prof. Muladi tidak pernah terealisasi hingga detik ini.

Berselang lima tahun kemudian, tahun 2012, sang anak menjadi peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan XLVIII (PPRA-48) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dengan masa pendidikan 9,5 bulan. Harapan yang sekaligus doa sang Abah untuk anaknya menjadi kenyataan! Alhamdulillah, Puji Tuhan yang maha mengabulkan permohonan hambanya.

Tentu para pembaca ingin tahu siapa kedua tokoh, anak dan ayahnya di atas. Mereka tidak lain adalah Robert Nio alias Jusuf Randy alias Mang Ucup yang dipanggil Abah oleh sang anak, Wilson Lalengke, saya sendiri, penulis artikel ini.

Nukilan cerita super pendek di atas saya jadikan pembuka tulisan ini untuk memberikan gambaran kepada pembaca betapa kedekatan, baik fisik, komunikasi, psikologis dan emosi, saya dengan Mang Ucup atau yang dimasa lalu pernah dikenal dengan nama Jusuf Randy. Selain percakapan di atas, terdapat banyak lagi moment penting yang amat berarti di hidup saya dalam kaitannya dengan interaksi ayah-anak antara saya dengan Jusuf Randy. Sebut saja misalnya, ketika saya wisuda pascasarjana di Universitas Utrecht, Belanda, Jusuf Randy bersama istrinya, Ibu Wied, datang menghadiri dan mendampingi saya saat acara tersebut di sebuah gedung bersejarah di kota penghasil pakar hukum tingkat dunia ini. Selain itu, saya juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) milik sang Raja Komputer Indonesia era 80-an silam, Jusuf Randy.

Dan peristiwa paling spektakuler dalam hidup saya, yang membawa saya akhirnya pindah domisili ke Jakarta, adalah kelahiran organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di awal November 2007. Si Abah Jusuf Randy adalah pemicu awal perlunya dideklarasikan organisasi para jurnalis warga tersebut.

Hal ini bermula dari keinginan sang innovator dunia media massa Indonesia yang tinggal di Alphen aan den Rijn, The Netherlands, itu untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasi HOKI sebagai media massa online dengan penulis terbanyak. Dari komunikasi HOKI dengan Jaya Suprana sebagai Pimpinan MURI, lembaga tersebut meminta surat rekomendasi dari organisasi wartawan. PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) saat itu menolak memberikan rekomendasi dengan alasan keberadaan media online dengan jurnalis atau penulis dari warga masyarakat umum belum diatur alias belum diakui keberadaannya oleh organisasi tersebut.

Jusuf Randy tidak putus asah, ia mengontak saya “si anak kesayangannya” yang saat itu masih tinggal di Pekanbaru, Riau. Hasil diskusi kami dalam menyiasati hambatan yang ada: Para penulis HOKI yang saat itu telah mencapai 3000 orang harus mendirikan organisasi pewarta warga, yang saat itu kita namakan PPW-Indonesia. Wujudnya, pada peringatan satu tahun HOKI dengan situs resmi www.kabarindonesia.com yakni tanggal 11 November 2007, para penulis HOKI dan aktivis jurnalisme warga di Jabodetabek dan sekitarnya, termasuk dari Subang, Purwakarta, Medan, dan Jogyakarta berkumpul dan mendeklarasikan berdirinya organisasi PPWI, bertempat di Gedung Aula Serbaguna SMA Regina Pacis, Palmerah, Jakarta Barat.

Kedekatan dan hubungan silahturahim saya dengan Jusuf Randy membawa saya secara psikologis dan emosional ke masa-masa silam beliau melalui cerita suka-duka yang telah dilewatinya selama lebih-kurang 73 tahun hidupnya hingga hari ini. Jusuf Randy terkenal sebagai seorang pencerita, pengota (kata orang Minang), storyteller, yang handal. Ingatannya tentang segala yang dilihat, didengar, dirasa, dialami, dan dilakoni amat kuat. Bermodalkan ingatan yang sangat baik itulah, ia dapat membuat saya bisa duduk berjam-jam bersamanya, tidak hanya menunggu ide-ide brilliant yang muncul sewaktu-waktu dalam diskusi, tapi juga mendengarkan kisah hidupnya di masa lalu. Sebagai seorang yang gemar bertualang, saya menyukai berbagai cerita petualangan hidup Jusuf Randy dan mampu duduk tenang mendengarnya sambil berusaha menyimpan dalam memori saya.

Salah satu dari sekian banyak cerita Jusuf Randy adalah tentang pengalaman hidupnya yang nyaris merenggut nyawanya. Penyebabnya sangat sepele: Gara-gara Nasi Bungkus! Ia diincar untuk dibunuh oleh pihak tertentu. Bahkan usaha pembunuhan itu sudah dilakukan, namun Tuhan masih menjaga dan menyelamatkannya.

Sekitar tahun 1988 Jusuf Randy membuka warung makan. Ia sengaja mengontrak ruko yang cukup besar di Pasar Blok A, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan. Warung makan tersebut diberi nama BASMALAH.

Basmalah (bahasa Arab: بسملة) adalah pembukaan Bismillah (بسم الله, "Dengan nama Allah"), lengkapnya adalah bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi. Kata ini diucapkan setiap kali seorang Muslim melakukan sholat, juga saat akan memulai suatu kegiatan harian lainnya. Nama Basmalah ini diambil dengan tujuan agar setiap sebelum para kuli pasar maupun kaum miskin yang berada di Pasar Blok A tersebut memulai kegiatannya, mereka secara sadar atau tidak mengucapkan kata BASMALAH.

Sebagai imbalan dari ucapan doa tersebut, entah oleh siapapun juga dan dari golongan agama apapun, akan mendapatkan nasi bungkus lengkap dengan lauk-pauknya. Jusuf Randy saat itu memberikan sekitar 800 nasi bungkus, bahkan terkadang sampai 1.000 nasi bungkus gratis perhari kepada setiap orang yang membutuhkan makanan, terutama di seputaran Pasar Blok A itu.

Gagasan ini timbul karena Jusuf Randy merasa kasihan, penuh empati, merasa sedih melihat begitu banyak orang yang bekerja di pasar tanpa sarapan pagi sebelumnya. Mereka baru mulai sarapan pada waktu siang hari, sehingga dengan demikian mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk sarapan pagi.

Untuk memenuhi kebutuhan nasi bungkus yang banyak itu setiap hari, oleh Jusuf Randy, sebagian nasi bungkus dibeli dari pedagang kaki lima di Pasar Blok A. Sebagai pengusaha, Jusuf Randy memahami bahwa langkahnya memberikan makanan gratis kepada para buruh dan kaum miskin akan berpengaruh kepada para pedagang makanan di sekitar warung nasinya. Untuk itu, Jusuf Randy tetap mengingat mereka jangan sampai merugi berjualan makanan di Pasar Blok A. Caranya, ia membeli sebagian nasi bungkus dan membagikannya secara gratis kepada para “pelanggan makanan gratisnya”. Kalau dinilai dengan uang, pemberian nasi bungkus gratis Jusuf Randy dapat mencapai 12 juta hingga 15 juta rupiah per hari (harga Rp. 15.000 per bungkus). Entah mengapa, rupanya masih ada beberapa gelintir pedagang yang tidak kebagian rejeki. Hal ini membuat mereka jadi iri hati, bahkan ngambek dan marah kepada Jusuf Randy.

Perlu diketahui bahwa Jusuf Randy selalu mengusahakan untuk turut hadir di tengah-tengah para pelanggan nasi bungkus gratisnya. Bahkan, ia selalu terlihat makan bareng dengan para kuli di pasar tersebut, makan makan nasi bungkus yang sama setiap hari.

Beberapa lama berselang, rupanya ada pedagang kaki lima yang merasa iri dengan pola kerja usaha warung makan Basmalah ala Jusuf Randy itu. Sang pedagang itu kemudian berencana untuk membunuh si pemilik warung makan si Jusuf Randy yang “sok kaya, sok dermawan” itu. Sang pedagang benar-benar nekad. Ia lalu melaksanakan niatnya, mendatangi Jusuf Randy dan membacok kepalanya menggunakan celurit. Kepala Jusuf Randy luka parah, berlumuran darah! Beruntunglah, banyak orang yang datang membantu dan membela Jusuf Randy. Karena ketakutan, si pedagang yang membacok tersebut segera kabur terbirit-birit naik motor.

Karena luka yang cukup parah Jusuf Randy langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah. Bersyukur, disamping lukanya tidak terlalu dalam, pertolongan yang cepat oleh warga menyelamatkan nyawanya. Peristiwa heboh pembacokan Jusuf Randy, esoknya menjadi berita utama di berbagai media massa saat itu. Codet atau cacad bekas bacokan celurit di kepala Jusuf Randy masih tetap ada sampai sekarang.

Polisi setempat sebenarnya ingin melacak dan mencari lebih lanjut siapa yang membacok Jusuf Randy, namun ia menolaknya dengan alasan sebagai korban sudah memaafkannya. Jadi, masalah ini dianggap selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi. Si Abah lebih memilih mengambil hikmah dari peristiwa itu daripada memperkarakan sang pembacok, yang dalam pikirannya hanyalah orang susah yang ingin tetap dapat bertahan hidup dari usaha dagang makanan kaki limanya. Hampir semua orang akan melakukan hal bodoh semacam itu hanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya yang tidak seberapa.

Akibat kejadian tersebut Jusuf Randy sadar bahwa seringkali ia ingin melakukan kebajikan, tetapi belum tentu kebajikan ini bisa diterima oleh semua pihak. Pasti akan ada satu atau dua orang yang mersa terganggu, tidak kecepretan rejeki lagi. Sejak kejadian itu warung makan Basmalah di Pasar Blok A tersebut ditutup.

Sebagai tambahan cerita saja, Jusuf Randy di tahun 80-an itu, juga membantu, menyantuni puluhan anak asuh. Anak asuh tersebut ia ambil dari lingkungan tempat pembuangan sampah dan kalangan pemungut sampah di jalanan. Yang dijadikan anak asuh oleh Jusuf Randy hanyalah mereka yang sudah yatim-piatu. Sayangnya, penampungan dan kegiatan sosial penyantunan anak asuh Jusuf Randy ini menjadi terlantar ketika ia harus meninggalkan Indonesia akibat persoalan KTP aspal.(*)

Keterangan foto: Robert Nio alias Jusuf Randy alias Mang Ucup (baju kaos) dengan seorang bule mitra kerjanya

 

 

Pengamat Pilkada Jawa Timur : Ramalan, Prediksi Kofifah Terpilih sebagai Gubernur Jatim
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawa Timur – Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada) propinsi Jatim pertarungan dua partai besar yaitu PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dengan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) . Teks Foto. Peserta Pilkada Jawa Timur. (foto.net) Khofifah Indar Parawangsa kader PKB, Emil Dardak (Bupati Trenggalek) merupakan kader PDI-P. Begitu pula Saefullah Yusuf yang kerap disapa Gus Ipul politisi PKB serta Puti Soekarno (PDI-P) cucu presiden NKRI... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Jawa Barat : Ridwan Kamil Terpilih sebagai Gubernur
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawabarat - Pencabutan nomor urut peserta calon Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018 Propinsi Jawa Barat . KPU (Komisi Pemilihan Umum) Propinsi Jawa barat akan menggelar rapat pleno pengundian nomor urut calon gubernur Jabar malam ini pukul 19.00 di Gedung Youth Centre Sport Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda nomor 140, Kota Bandung, pada Selasa malam (13/2). Teknis pengundian kali ini berbeda dengan Pilgub sebelumnya, karena... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Riau: Incumbent Terpilih Kembali
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Usai sudah penetapan nomor urut pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2018-2023. Berlangsung pada hari Selasa (13/2/2018) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Rapat Pleno pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, DR. H. Nurhamin, S.Pt. MH. 1). Nomor urut Satu Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar - Edy... Baca selengkapnya...

Surat Terbuka for Dewan Pers II: Ada Saweran Berita Tayang
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Salam anak negeri Merdeka…merdeka 33x , Selamat Hari Pers Nasional (HPN) . Pers Indonesia belum bebas masih terkekang. Saat ini organisasi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers hanya Tiga organisasi Pers yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia, IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Yang heranya Organisasi wartawan yang lain tidak diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

“Nyanyian” Setnov Seret Nama SBY, Ibas Terkait Proyek KTP Elektronik
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso menuturkan “ Diluar negeri mantan Presiden masuk penjara seperti Presiden Korea Selatan Roh Tehwu, negara Maladewa. Apakah di NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia) ingin mengikuti jejak negara lain bro. Tanyakan kepada rumput yang bergoyang” cakap Pengamat Ekonomi dan Politik Indonesia singkatan Pepi. Jangan lupa bro bagi-bagilah komisi duit dari proyek KTP-El tersebut. Setelah... Baca selengkapnya...

Prof Dedi, Promotori Fatia hingga raih predikat Cum Laude pada bidang Ilmu Matematika
Kamis, 08 Pebruari 2018

  KOPI, Yogyakarta - Mendengar kata matematika,  sebagian  orang langsung mengurangi volume untuk meneruskan keingintahuannya  mengenai ilmu eksak yang terpersepsikan hal yang  rumit dan rumus-rumus yang sulit pula.  Namun itu tidak berlaku dengan Fatia Fatimah, ketertarikannya pada ilmu Matematika sedari Sekolah Dasar (SD) dan dilanjutkan mengambil program doktoral pada jurusan matematika.   Alhasil ilmu matematika mengantarkanya... Baca selengkapnya...

Jumpa Pers Aliansi Mahasiswa, Pemuda Dan Rakyat Papua
Jumat, 02 Pebruari 2018

KOPI, Waena - Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua melaksanakan kegiatan Jumpa Pers di Primagarden Waena Kelurahan Waena, Distrik Heram terkait dengan dinamika yang berkembang di Indonesia dan Papua khususnya Fenomena Kejadian Luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Papua, Jumat (2/2). Kegiatan Jumpa Pers tersebut dikoordinir oleh Stenly Salamhu Sayuri (Ketua Umum) di dampingi oleh Edowardo Rumatrai (Anggota), Kornelius Mandenas... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALBuku Sejarah dari Seorang Sahabat Turki.....
15/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Hubungan harmonis antara Aceh dan Turki sudah ada sejak dahulu. Pada zaman Sultan AlQahar kerajaan Aceh secara resmi menjalin persahab [ ... ]



NASIONALPererat Kerjasama Bilateral Indonesia-Ma.....
14/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - Mounia Boucetta (Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kerajaan Maroko) melakukan kunjungan ke beberap [ ... ]



DAERAHDiduga Kepala Desa Sibuak Alergi LSM dan.....
22/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar - Tiga pilar  Pemerintahan  Demokrasi  dipilih lansung oleh Rakyat yakni : Presiden dan wakil Presiden ,  Kepala Daerah  (Red. Guber [ ... ]



PENDIDIKANAlumni ITB dan Al Azhar Kukuhkan Aliansi.....
22/02/2018 | Abdullah/YM

KOPI, Jakarta - Alumni Al Azhar dan Institute Teknologi Bandung (ITB) bersinergi membentuk Aliansi Strategis untuk  “Bangun Bangsa”, Rabu (21/0 [ ... ]



EKONOMIWamenlu Bahas Kerjasama Bilateral Dengan.....
13/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, Selasa (13/02) menerima kunjungan bilateral dari Wakil Menteri Luar Negeri Maroko, Mounia B [ ... ]



HANKAMOknum TNI AL Koptu AB Berpakaian Loren.....
13/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Surabaya - Ditempat kerjanya Geng Suang menuturkan “ Yang merusak nama korp TNI (Tentara Nasional Indonesia) yakni oknum personel tersebut. S [ ... ]



OLAHRAGA30 Tahun Vakum, Porwada Jabar Kembali B.....
29/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Sebanyak 17 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Kota-Kabupaten serta dua Pokja PWI Kota Bandung dan Gedung Sate sudah menyatakan iku [ ... ]



PARIWISATAValentine’s Gala Dinner Imlek 2569 di .....
21/02/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Program acara Valentine’s Day Gala Dinner IMLEK 2569, prosesi makan malam, serta berkumpul dengan keluarga besar, sambil menikmati [ ... ]



POLITIKKubu PPP Aceh Kembali Bersatu.....
23/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, Jakarta-Beberapa waktu yang lalu PPP (Partai Persatuan Pembangunan) terjadi konflik antar pengurus. Hal ini juga berimbas hingga ke seluruh Indo [ ... ]



OPINIKetika Para Guru Mengungkapkan dengan Ju.....
19/02/2018 | Mustajib Sumba
article thumbnail

KOPI, Nusa Tenggara Timur - Sumba, “Saya belum mampu mengelola kelas dengan baik ketika anak-anak ribut. Saya jarang membuat media sendiri yang bisa [ ... ]



PROFILKilas Balik 14 Tahun Usia Facebook, Dul.....
14/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dulu The Facebook awalnya tampilan layar biru putih untuk kalangan mahasiswa Harvard saling berkomunikasi dan bertemu den [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAAnak diberi Nama “Fastpay” Pasangan .....
15/02/2018 | Fariz Ragil Ramadhani
article thumbnail

KOPI - Apalah arti sebuah nama, begitu kata pujangga. Hal ini tidak berlaku bagi keluarga Soebarno (43) Warga Sumberjaya Majalengka Jawa Barat. Baginy [ ... ]



ROHANIMenyambut Imlek 2569 Pengurus PSMTI Ria.....
16/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Menyambut tahun baru imlek 2569, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar kegiatan bakti sosial dengan memba [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATICuitan @kun Susi Juliana Tentang Pernik.....
18/02/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Duri – Cuitan @ akun Facebook milik Susi Juliana Simanjuntak alias Dek Yuli S, viral di medsos dan sudah dibagikan oleh ribuan orang. Isi cur [ ... ]



SERBA-SERBIBupati Kampar Azis Zainal : Skala Prior.....
22/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) wilayah Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang, [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.