Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Wilson Lalengke Kredo Alternatif Wilson Lalengke – PARTAI POLITIK MAYA: Mungkinkah?

Kredo Alternatif Wilson Lalengke – PARTAI POLITIK MAYA: Mungkinkah?

Artikel ini ditulis pada awal 2008 dan ditayangkan pertama kali di www.kabarindonesia.com, di-republikasi di media ini untuk menjadi referensi publik. Terima kasih - penulis

KOPI - Dunia begerak. Dunia berubah. Dunia berkembang. Dunia meninggalkan zaman lama menuju zaman baru. Dunia masa lalu berbeda dengan masa kini, seperti juga dapat dipastikan bahwa dunia masa depan akan berbeda dengan hari ini. Setiap periode zaman memiliki sejarahnya sendiri-sendiri. Dalam semua hal nyaris tidak ada satupun yang tidak bergerak tidak berubah. Perubahan itu kadang lambat, kadang normal, tidak jarang juga berlari begitu cepat. Manusia selalu berpacu dalam waspada, menyesuaikan diri dengan perubahan dan pergerakan itu. Karena memang begitulah alaminya manusia. Bila tidak, ia akan tergilas dan dimatikan oleh sejarah kebekuan dirinya sendiri.

Hiruk pikuk tanah air Indonesia mengalir dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, dari minggu ke minggu, dari hari ke hari, bahkan dari menit ke menit. Sejak guliran reformasi yang melahirkan euforia “kemerdekaan” melanda negeri, bertumbuhanlah gerak langkah tegap para kawula bangsa menyusun kelompok-kelompok masing untuk menggapai keinginan yang dulu terkekang oleh tirani Suharto bersama ABRI-nya. Inilah masa keemasan bagi tumbuh kembangnya partai politik (parpol) di tanah Ibu Pertiwi. Pada pemilihan umum (Pemilu) 1999, tidak kurang dari 48 parpol yang meramaikan bursa pencalonan wakil-wakilnya untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pada pemilu lima tahun berikutnya, tercatat tinggal 24 perwakilan partai politik yang diloloskan untuk bertarung di Pemilu 2004. Beberapa parpol harus tumbang karena tidak memperoleh jumlah suara “standar” yang dipersyaratkan untuk bisa bertarung lagi di pemilu berikutnya, 2009. Untuk menggantikannya, kita lihat kemunculan parpol baru pada beberapa waktu terakhir. Sebut saja Partai Hanura pimpinan Wiranto dan Partai Pepernas yang disinyalir beraliran kiri oleh sebagian orang, sekedar sebagai contoh.

Tanpa mengurangi rasa hormat pada satu-dua partai politik nasional yang terlihat konsisten terhadap pembangunan bangsa, namun alangkah meruginya kita ketika melihat janji memajukan bangsa yang ditebar oleh para pemimpin partai dimasa kampanye ternyata tidak membawa perubahan yang signifikan bagi perbaikan negeri ini. Kerugian itu akan berusia panjang jika rakyat tetap membiarkan diri terlena dalam ketololan “dikencingi” oleh para wakilnya yang hanya sibuk dengan kegiatan per-selir-an, wisata dewan, komputer jinjing, dan sebagainya. Mungkin persoalan kesengsaraan di Papua terlalu jauh dari Senayan, tempat berkantornya para wakil rakyat, namun lihatlah korban lumpur Lapindo-pun yang datang mengemis di depan tangga masuk rumah Dewan, tiada juga kunjung diselesaikan. Jumlah penduduk miskin makin bertambah, daya negosiasi masyarakat terhadap akses pendidikan dan kesehatan makin rendah, hingga kepada keselamatan nyawa tiap orang terancam setiap saat oleh berbagai bencana, kecelakaan angkutan, kriminalitas, dan bahkan pembunuhan menggunakan bedil negara oleh aparat negara (TNI/Polri). Daftar contoh realitas akan menggunung melampaui Mahameru jika kita kumpulkan dan sebutkan satu persatu.

Disadari atau tidak, disukai atau tidak, manusia akan selalu mengikuti naluriah alaminya. Ketika laku berbeda dengan kata, maka kepercayaan lambat laun akan lenyap ditelan bumi. Ketika hari kemarin rakyat terjatuh ke pelukan anggota dewan yang korup, pembohong, dan hanya memikirkan periuk nasi keluarga dan kelompoknya sendiri, tentunya ia akan berpikir berkali-kali untuk tidak terjatuh pada kesulitan yang sama pada Pemilu berikutnya. Meski dia sadar bahwa berpindah kelain hati belum tentu akan membebaskan DPR baru dari kasus penyelewengan dana non bujeter DKP, atau dana kementrian lainnya, namun yang pasti perubahan pikiran dan pilihan akan terjadi. Ibarat pepatah mengatakan, sebodoh-bodohnya keledai dia tidak akan terjatuh ke lubang yang sama. Jika senyatanya, bangsa Indonesia harus terus-menerus jatuh hati pada pemimpin dan anggota perwakilan yang korupsi dan korupsi dan korupsi disetiap periode, kita jadi ragu, mungkinkah dibutuhkan suntikan gen keledai untuk "imunisasi" di setiap tubuh warga negara Indonesia?

Hadirnya Gubernur Aceh yang baru, Irwandi Yusuf, yang merupakan pemimpin usungan non-partai dan wacana pengusulan calon gubernur DKI Jakarta dari wakil independen merupakan fenomena menarik penanda adanya perubahan paradigma kehidupan perpolitikan di tanah air. Kemunculan Irwandi yang memupuskan harapan kandidat lain dukungan parpol adalah sukses besar dari gerak perubahan itu. Sebaliknya, ribut-ribut calon independen di Pilkada DKI Jakarta baru-baru ini adalah tipe politik petak umpet ala Abunawas. Wacana calon independen itu baru bergema kuat pada penghujung waktu menjelang pendaftaran kandidat. Sebenarnya para calon, terutama yang memiliki nama besar, sejak awal berharap banyak pada kebaikan hati para parpol. Namun, menjelang hari-hari akhir disadari tiada satu sampan-pun yang bisa ditumpangi untuk menyebrang; maka secara terburu-buru mereka membuat “rakit” calon independen menuju Pilkada dengan mengerahkan massa berdemonstrasi. Kasian rakyat yang kemudian hanya jadi kuda tunggangan politisi Abunawas.

Banyak pengamat mengartikan fenomena calon independen itu sebagai indikasi turunnya kepercayaan masyarakat kepada keberadaan partai politik. Bahkan lebih jauh sudah mulai terdengar ada juga rakyat yang menginginkan negara tanpa parpol. Ini hal yang logis. Karena kegunaan parpol bagi mereka seakan tidak lebih sebagai agen penglaris-manis uang rakyat saja, alias dana negara habis namun kepentingan rakyat diabaikan. Dalam cuaca demokrasi seperti sekarang, banyak aspirasi dan kehendak rakyat yang ternyata tidak terakomodasi oleh wadah-wadah partai politik yang ada. Saluran politik rakyat akhirnya harus kandas akibat kebuntuan itu. Jika sebagian lagi mencoba tetap bertahan pada koridor aturan yang ada, bersuara lewat parpol, hal ini lebih disebabkan oleh ketiadaan pilihan lain. Kepatuhan itu akan lebih besar, penuh keterpaksaan ketika negara melalui Mahkama Konstitusi sudah mengeluarkan fatwa bahwa semua harus berjalan sesuai undang-undang Pilkada dan aturan lain yang ada, betapapun UU itu bertentangan dengan isi hati sang rakyat. Masyarakat Jakarta yang sangat menggantungkan nasibnya dari kondisi kota yang stabil dan aman tentunya tidak ingin mengambil resiko untuk memberontak hanya demi menggolkan aspirasinya. Toh, calon independen “Abunawas” itu nanti belum tentu akan memperhatikan nasib mereka.

Di satu sisi, mungkin sebuah pilihan yang pintar jika rakyat Indonesia bersikap diam saja, seperti para bijak mengatakan “silent is gold”, diam adalah emas atas semua perkara kebangsaan dan kenegaraan. Sebaliknya, jika bukan rakyat ini yang berbuat, lalu kita menunggu siapa lagi yang akan datang merubah nasib negeri yang sudah semakin tenggelam akibat ulah para pemimpin dan politisi negara? Sudah jamak dimana-mana negara bahwa pendorong perubahan kearah perbaikan bangsa dan negara adalah rakyat negara itu sendiri. Oleh sebab itu, rakyat pada hakekatnya memiliki tanggung jawab berpartisipasi aktif dalam menggerakkan roda perjalanan bangsanya. Segala hal yang dipandang tidak mendukung perbaikan, unsur-unsur penyebab kemandegan pembangunan bangsa, dan apalagi terhadap berbagai faktor pembawa kemunduran, perlu dipangkas habis.

Berkaitan dengan kewajiban penyaluran aspirasi rakyat yang harus melalui partai politik sesuai dengan berbagai perundangan terkait, maka perlu suatu pemikiran mendalam dan meluas bagi pembentukan partai politik alternatif. Organisasi partai yang dipandang bisa memberikan warna baru bagi pengembangan demokrasi dan penyaluran aspirasi rakyat secara efisien dan efektif. Langkah ini juga dapat dipandang sebagai pengejawantahan keinginan untuk menyuarakan kehendak setiap warga negara secara mandiri, independen, dan bertanggung jawab. Partai politik model ini dapat disebut sebagai Partai Politik Maya atau Parpol Maya. Parpol yang menjalankan aktivitas keorganisasiannya berbasis utama pada internet dan varian media pendukungnya.

Pemikiran aneh ini tentu saja akan mengundang pertanyaan: mungkinkah hal ini dilakukan? Jawabannya: bisa "ya, sangat mungkin"; dan bisa juga "tidak, hal itu mustahil dilakukan di ranah perpolitikan." Bagi mereka yang skeptis dengan ide ini, tentu tidak ada argumen lanjutan kecuali diam saja, dan tetap bersandar pada keadaan sistem kepartaian “normal” yang sudah ada. Sebaliknya, bagi mereka yang melihat hal ini sebagai salah satu jalan keluar yang memiliki peluang sukses, maka pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana mengaktualisasikannya dalam konteks ketata-negaraan suatu negara seperti di Indonesia.

Sungguh bukan maksud tulisan ini akan menjelaskan secara detil apa dan bagaimana mengimplementasikan idealisme partai maya dimaksud. Hal tersebut akan lebih tepat menjadi pembicaraan, wacana, dan kajian bersama rakyat pada tataran praktis, seperti oleh para praktisi politik, praktisi hukum tata negara, praktisi teknologi informasi, dan lain sebagainya. Namun yang jelas, negara-negara di dunia sering berhadapan dengan eksisnya partai bawah tanah yang muncul sebagai wadah penyaluran kehendak sebagian masyarakatnya. Walau pada umumnya partai jenis ini dianggap destruktif, tapi ini sangat tergantung dari sudut pandang mana dan sudut penilaian siapa kita melihatnya. Nyata sekali bahwa pada level tertentu, partai bawah tanah, partai gerilya, partai bayangan, dan berbagai nama lain sejenisnya telah menjadi bagian sejarah peradaban manusia. Dengan dasar pemikiran dan analogi ini, maka kemungkinan partai maya sangat mungkin direalisasikan.

Sungguh juga bukan merupakan tujuan tulisan ini untuk memberikan peluang bagi sebuah penciptaan kelompok atau partai alternatif yang bersifat illegal yang hanya akan menjadi perongrong kewibawaan negara dan mungkin justu menjadi biang kerok masalah bangsa dikemudian hari. Oleh karenanya, usaha menemukan formula yang baik, benar, dan beradab sesuai dengan norma-norma yang berlaku di suatu negara perlu menjadi kajian bersama. Bila kita berkaca pada fenomena perkembangan di bidang lain, seperti media massa online, transaksi bisnis di internet, pasar-pasar dunia maya, bahkan sampai kepada pemenuhan kebutuhan pendidikan melalui pola “kampus maya”, maka tentu saja penerapan sistem kepartaian mayapun adalah sebuah keniscayaan. Benar bahwa sistem, formula, dan bentuknya pasti akan berbeda dengan bidang-bidang yang telah disebutkan tadi. Efektifitas kepartaian maya akan sangat ditentukan oleh seberapa serius dan akurat kita mengeksplorasi dan mendalami sistem yang tepat, dan kemudian mengkonstruksinya dengan benar pula.

Mungkin hari ini, pemikiran edan ini hanya terbaca dan dicampakkan oleh kita semua, namun tetap saja ada keyakinan bahwa suatu saat nanti, entah kapan, partai politik maya akan merajai kehidupan kenegaraan di bumi ini. Bila Indonesia bisa menangkap idenya, ia akan bikin sejarah besar bagi dunia, yang hanya ribut dengan nuklir, perang, dan penaklukan.***

 

Deputi IV Staf Presiden Hadiri Pelantikan Suroto sebagai Ketua DPW Permata Riau
Minggu, 30 April 2017

KOPI, Pekanbaru - Tatang B . Tama Deputi IV kantor Staff kepresidenan membidani lahirnya Permata (Perkumpulan Masyarakat Transmigrasi). Permata relawan pasangan Jokowi - Jusuf Kalla saat Pilpres tahun 2014 kemaren. Ketua Umum DPP Permata,  Yana Achbarie melantik pengurus DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Propinsi Riau yakni Suroto, ST, MT sebagai ketua DPW Permata Riau, Sekretaris Dalimin. Dalam sambutannya Yana mengatakan, “Program Permata... Baca selengkapnya...

YAPMI Gandeng PPWI Selenggarakan Pemilihan Top Model Junior Indonesia 2017
Sabtu, 29 April 2017

KOPI, JAKARTA - Berdasarkan hasil konsultasi dan pertemuan PPWI Nasional dengan perwakilan dari Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI), kedua pihak bersepakat untuk saling mendukung dan bekerjasama dalam penyelenggaraan event pemilihan Top Model Junior Indonesia tahun 2017, yang grand finalnya akan diadakan di Jakarta pada September 2017. "Kegiatan audisi pemilihan calon Top Model Junior di daerah-daerah akan berlangsung di bulan Mei s/d... Baca selengkapnya...

Komedi Senyum Lakukan Kunjungan Sosial ke Panti Asuhan Maria Immaculata
Kamis, 27 April 2017

KOPI, Jakarta - Seiring dengan arus modernisasi dan globalisasi yang masuk dalam kehidupan kita saat ini, termasuk serangan pengaruh budaya barat yang begitu sedemikian dahsyatnya menerpa generasi muda kita, yang dampaknya tidaknya di kota metropolitan saja, namun sudah sampai ke daerah-daerah nusantara pelosok, yang sudah tidak mampu lagi dibendung oleh pemerintah kita yang menyebabkan, perubahan yang sangat mendasar pada tatanan kehidupan... Baca selengkapnya...

Alamak... Cantik Kali, Supir Uber Taksi Filipina
Rabu, 26 April 2017

KOPI, Filipina - Pemerintah kota Pekanbaru kurang kreatif, bila supir Trans Metro atau Bus Way pengemudinya seorang wanita cantik dan seksi , pasti banyak orang menaiki bus Trans Metro khususnya pria dari berbagai latar belakang profesi dan suku.   Bus Trans Metro milik Pemkot (Pemerintah kota Pekanbaru) pengemudinya pria.Pengelola bus Trans Metro tidak kreatif, inovatif mencari gebrakan baru agar masyarakat pergi kekantor menaiki bus... Baca selengkapnya...

Pansus I DPRD Padang Panjang Kulap ke PDAM
Minggu, 23 April 2017

KOPI, PADANG PANJANG - Meskipun pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang Panjang 8000 pelanggan, namun PDAM masih tetap mengalami kerugian investasi. Hal ini dikatakan oleh Plt Direktur PDAM Padang Panjang, Jevie C Eka Putra. Menurutnya, kondisi ini terjadi dikarenakan terjadinya kebocoran pipa air yang sudah tidak layak pakai.   "Saat ini kita baru mampu mengganti pipa sepanjang 1,2 km dengan pipa paralon. Karena tahun 1989... Baca selengkapnya...

SDN 18 Sungai Pandahan Rehab Taman Kota
Jumat, 21 April 2017

KOPI, Pasaman - Yulinar, S.Pd kepala SDN 18 Sungai Pandahan Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman bersama majelis guru melaksanakan perehaban taman kota Lubuk Sikaping. Saat media ini turun ke lokasi kepala sekolah menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas anjuran dari pemerintah daerah, (20/04). "Pemerintah daerah menghimbau kepada seluruh instansi untuk membuat taman bunga masing-masing di wilayah Kecamatan Lubuk Sikaping," tutur... Baca selengkapnya...

Peringati HUT TMII, Bupati Pasaman Lepas Rombongan Seni Budaya ke Jakarta
Jumat, 21 April 2017

Bupati Yusuf Lubis saat menyalami rombongan menjelang keberangkatan ke Jakarta. KOPI,  Pasaman - Puluhan rombongan seni budaya dari Group Sanggar Pasaman Saiyo dilepas Bupati Pasaman Yusuf Lubis menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Kamis 20 April 2017. Pelapasan rombongan tersebut dalam rangka ulang tahun TMII di Jakarta. “Di samping HUT TMII, pihak panitia juga menggelar pegelaran budaya di Jakarta. Jadi, kesempatan kita dari... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALMenjijikkan, Ditemukan Kotoran Manusia d.....
30/03/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Lisburn – Di kutip dari The Guardian, ditemukan kotoran manusia dalam kaleng minuman berkarbonasi yakni Coca Cola. Kotoran manusia ditemukan  [ ... ]



NASIONALSudut Pandang PPWI Terhadap Jurnalisme.....
18/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Solok - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., yang merupakan lulusan PPRA Lemhannas tahun 20 [ ... ]



DAERAHBersama KPK, 19 Kabupaten/Kota Komitmen .....
29/04/2017 | M. Dwi Richa JP

Bersama KPK, 19 Kabupaten/Kota Komitmen Wujudkan Pemerintahan Bersih KOPI, Pasaman - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Republik Indonesia meminta  [ ... ]



EKONOMIMother & Baby Fair 2017 Digelar 2 Kali d.....
27/04/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Menginjak tahun ke-10, untuk pertama kalinya Mother & Baby Fair Jakarta diselenggarakan 2 kali dalam setahun. Periode pertama digelar  [ ... ]



HANKAMBazar HUT Kostrad ke-56, Obral Sembako M.....
08/03/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-56, Kostrad menyelenggarakan “Bazar Murah Prajurit Kostrad & Insan Media”, Rabu (8/03/2017) berte [ ... ]



PARIWISATAPesona Wisata Sampuran Sorosah Kabupaten.....
24/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

Pesona Wisata Sampuran Sorosah April 24, 2017 KOPI, Pasaman : Satu lagi Destinasi Wisata Air Terjun yang tersembunyi di Alam Pasaman. Air Te [ ... ]



POLITIKKades Pelalawan : "Kami Ucapkan Salam Te.....
14/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala Desa (Kades) merupakan perpanjangan pemerintahan pusat ke daerah. Semasa pemerintah Gubernur Riau (Gubri) yang terdahulu y [ ... ]



OPINIPenelitian Tindakan, Mengapa Begitu Pent.....
11/04/2017 | Nova Indra

Cara yang digunakan untuk mengeksplorasi informasi untuk memperoleh variasi perbaikan alternatif atas dasar aspek praktis; dalam hal ini adalah memp [ ... ]



PROFILBrigadir David Gusmanto Bhabinkamtibmas .....
30/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Taratakbuluh- Brigadir David Gusmanto , Bhabinkamtibmas desa Teratak buluh, Polsek Siak Hulu, kabupaten Kampar, propinsi Riau berdayakan pemuda [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIShalat Pengisi Ruang Hati Dihadapan Alla.....
17/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta, Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk shalat sebanyak lima kali. Setelah itu juga dianjurkan memperbanyak shalat-shalat sunat lainn [ ... ]



RESENSIMARS, Film Kisah Perjuangan Meraih Mimpi.....
03/05/2016 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Bertempat di XXI, Palaza Senayan, Jakara, Senin 92/5/2016) dan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan 2 Mei 2016 , Multi Buana K [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



SERBA-SERBIKetua Bhayangkari Riau Milawati Kagum.....
30/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pelalawan – Kagum dengan keindahan batik tulis bono Pelalawan, Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ibu Milawati Zulkarnain beserta rombongan  melak [ ... ]


Other Articles

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.