Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

SILAHKAN KLIK & LIKE FANPAGE KETUA UMUM PPWI NASIONAL, WILSON LALENGKE, DI BAWAH INI UNTUK BERBAGI IDE, INFORMASI, BERDISKUSI, DAN LAIN SEBAGAINNYA...

Kredo Wilson Lalengke: Persekusi

KOPI - Persekusi jadi kata favorit saat ini. Kata tersebut muncul tiba-tiba, menyeruak di belantara pemberitaan di seantero negeri. Kata yang terkesan seram tersebut beberapa hari ini bertengger manis di deretan atas pada daftar kata paling diingat warga masyarakat. Kemunculan kata persekusi tidak lepas dari penggunaan kata itu oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu saat memberikan komentarnya atas fenomena “pengeroyokan” sekelompok warga terhadap seorang anak berusia 15-an tahun di Jakarta Timur.

Tulisan ini dimaksudkan untuk melihat apa sebenarnya mahluk bernama persekusi itu. Juga, pada konteks apa sesungguhnya gejala persekusi menjadi permasalahan serius bagi suatu komunitas atau bangsa. Lagi, apa yang sebaiknya dilakukan dalam mengendalikan “mahluk kudisan” ini?

Menurut asal katanya, persekusi berasal dari kata persecution (bahasa Inggris), yang artinya penganiayaan. Persekusi juga dipahami sebagai penindasan, penyiksaan, dan perburuan (untuk disiksa, dibantai) terhadap seseorang atau sekelompok warga. Dalam makna yang lebih luas, penghambatan (ketika seseorang berusaha menyelamatkan diri) dapat dikatakan juga sebagai tindakan persekusi.

Persekusi umumnya digunakan untuk merujuk kepada sesuatu tindakan yang terkait dengan ras, agama, etnisitas, orientasi seksual, jenis kelamin, atau status sosial. Oleh karena itu, dapat dipahami jika perilaku persekusi tidak dapat ditujukan pada kasus-kasus yang berhubungan dengan politik, ekonomi, dan kejahatan umum. Pada beberapa kasus pemukulan atau penganiayaan oleh polisi terhadap mahasiswa yang berdemo, misalnya, juga penindasan petani pemilik lahan oleh para centeng perusahaan, tidak dimasukan ke dalam kasus persekusi.

Secara faktual, persekusi biasanya melibatkan dua pihak yang berbeda pandangan, pendapat, pemikiran dan/atau opini. Perbedaan, yang awalnya hanya berada dalam ruang pikiran itu, seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman dalam hati para pihak, yang akhirnya muncul dalam bentuk keinginan untuk menggunakan tindakan fisik untuk memaksa pihak lain mengikuti pendapat atau pemikirannya. Untuk melakukan tindakan memaksa secara fisik tersebut, seseorang atau sekelompok orang membutuhkan kekuatan yang lebih besar, meng-atas-i kekuatan pihak lawan. Keadaan superior dari yang lain menjadi mutlak. Harus ada pihak yang lebih kuat, bahkan jauh lebih kuat dari yang lain. Jika tidak, maka upaya memaksa secara fisik akan sia-sia alias persekusi gagal.

Superioritas kelompok sangat dibutuhkan untuk bisa menaklukan lawan melalui tindakan persekusi. Seseorang atau sekelompok warga biasanya akan mencari simbol tertentu sebagai alas legitimasi dalam menggalang kekuatan. Jadilah kesamaan ras, agama, etnisitas, orientasi seksual, jenis kelamin, atau status sosial dipilih sebagai basis mendulang kedigdayaan kelompok. Di sepanjang sejarah peradaban manusia, kesamaan ras dan agama lebih dominan digunakan untuk menggalang superioritas kelompok.

Menjaga eksisentsi ras dan mengembangkannya, agar lebih membesar dari sisi jumlah, menjadi salah satu motivasi utama bagi setiap orang untuk hidup berkelompok. Menjadi bangsa yang besar, yang umumnya diukur dengan angka, juga wilayah kekuasaan yang dimiliki, adalah sebuah kebanggaan. Umumnya, ini akan dipandang juga sebagai sebuah kehormatan. Kesamaan ras menjadikan sejumlah warga menjadi sangat kuat ikatan simpati dan empati-nya, yang kemudian melahirkan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan bersama.

Sama halnya dengan ras, menjaga eksistensi agama dan mengembangkannya agar lebih banyak orang tergabung dalam golongan agamanya, menjadi pemicu semangat berjuang bagi para pemeluk agama tersebut. Kesamaan keyakinan pada agama tertentu menjadi pengikat solidaritas bagi seluruh pengikut agama dimaksud. Miliaran umat manusia saling berbangga hati “memamerkan” agama dan kepercayaannya sebagai yang terbesar, terbaik, terpercaya, dan mungkin terkuat, di depan umat lainnya.

Ras dan agama menjadi alat paling efisien dan efektif dalam menggalang kekuatan kelompok yang dapat sewaktu-waktu digunakan untuk melakukan persekusi. Solidaritas berbasis ikatan emosional karena kesamaan ras dan/atau agama didukung oleh soliditas yang padu, melahirkan energi potensial yang luar biasa, yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk apa saja sesuai keinginan kelompok se-ras dan/atau se-agama. Kekuatan inilah yang kemudian digunakan untuk memaksa pihak lain yang berseberangan pandangan, pendapat, dan pemikiran, untuk takluk kepada kelompoknya.

Dari uraian di atas, kiranya dapat dimengerti bahwa fenomena persekusi muncul karena adanya dua perbedaan utama, yakni: pandangan (pendapat, pemikiran, opini) dan kekuatan (power, superioritas). Oleh karena itu, persekusi sulit terjadi jika kedua prasyarat itu tidak terpenuhi. Jika dua pihak yang berseberangan memiliki pendapat yang sama, mereka akan melebur menjadi satu. Demikian juga, jika kedua pihak berada pada posisi imbang dari sisi kekuatan kelompok, maka proses negosiasi win-win solution biasanya menjadi pilihan.

Nah, apa yang mesti dilakukan dalam mengeliminir tindakan persekusi di masyarakat, terutama di lingkungan kita masing-masing? Menyamakan ras dan agama, termasuk etnisitas, orientasi seksual, jenis kelamin, atau status sosial, mustahil dapat kita lakukan. Ini berarti, tindakan persekusi setiap saat sangat mungkin dapat terjadi. Namun sebagai manusia berakal dan beradab, kita diberi kecerdasan untuk mampu mengatasi “nafsu persekusi” itu melalui beragam cara. Salah satunya adalah menihilkan kedua faktor utama pemicu terjadinya persekusi, yakni meminimalisir perbedaan pandangan dan perbedaan posisi kekuatan masing-masing kelompok yang berseberangan. (WL)

 

 

Bali Tuan Rumah Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan IMF
Senin, 16 Oktober 2017

KOPI, Bali - Indonesia tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia (World Bank) di Bali , bulan Oktober 2018. Semua mata mata tertuju ke Indonesia akan menjadi pusat perhatian utama dunia.   Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menuturkan kepada wartawan “Indonesia juga bisa mendapatkan nilai plus dari penyelenggaraan acara ini karena ajang tahunan tersebut, bisa meningkatkan kegiatan bisnis. Semua mata di dunia ekonomi akan melihat... Baca selengkapnya...

Kunjungan Delegasi Bisnis Maroko Hasilkan Tiga Nota Kesepahaman
Senin, 16 Oktober 2017

KOPI, Jakarta - Delegasi bisnis dari Kerajaan Maroko berkunjung ke Republik Indonesia dari tanggal 11 hingga 15 Oktober 2017 dalam rangka Trade Expo Indonesia ke-32. Delegasi yang terdiri atas 30 pengusaha ternama itu mewakili tiga wilayah/kota di Kerajaan Maroko, yaitu Wilayah Fez-Meknes, Souss-Massa dan Kota Casablanca.   Salah satu tujuan utama kunjungan para pengusaha dari Negeri Matahari Terbenam itu adalah untuk meningkatkan... Baca selengkapnya...

Pengamat : PDIP Riau Sudah Digadaikan, Pilgubri Usung Kader Partai Lain
Minggu, 08 Oktober 2017

KOPI, Pekanbaru – Hiruk pikuk Pilgubri (Pemilihan Gubernur Riau)  akan diadakan pada Pemilu serentak tahun 2018 mendatang. Suasana politik di daerah Riau mulai memanas, masing-masing ketua Parpol (partai Politik) wilayah Riau mencari koalisi dengan partai lain. Bagi Parpol yang memenuhi kuota electoral threshold 20 % atau 13 kursi di DPRD Riau masih bisa mengusung kandidat pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Riau sendiri Periode... Baca selengkapnya...

Sambut Hari Batik Nasional, Pasaraya Blok M Gelar "Tribute to Batik 2017"
Senin, 02 Oktober 2017

KOPI, Jakarta – Dalam rangka memperingati hari Batik nasional 2 oktober 2017, Pasaraya menyuguhkan sebuah acara dengan tema "Tribute to Batik". Acara ini berlangsung pada 2 -8 oktober 2017, yang dibuka sesuai jam operasional Mall, yaitu pada pukul 10.00 - 22.00 WIB. "Tribute to Batik 2017" merupakan pameran Bazar batik kontemporer dan diisi dengan beragam kegiatan guna memupuk cinta batik pada generasi muda.   Pasaraya selaku salah satu... Baca selengkapnya...

Rektor Universitas Mpu Tatular Akan Perkuat Implementasi Pancasila, Sesuai Komitmen Deklarasi Bali
Senin, 02 Oktober 2017

Foto: Rektor UMT di Deklarasi Pimpinan Perguruan Tinggi se Indonesia di Bali   KOPI, JAKARTA Sejumlah 3.000-an Pimpinan Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia, hadir di Bali, untuk melakukan ikrar bersama dan bersatu padu melawan radikalisme.   Para Rektor, Ketua, Direktur Perguruan Tinggi tersebut menggelar aksi kebangsaan dalam bentuk Deklarasi, di Nusa Dua Bali Convention Center, Bali, Senin (25/09/2017). Acara bertema Aksi Kebangsaan... Baca selengkapnya...

Begini Kronologis Dugaan Psikopat Oleh Ketum PPWI, Hingga Akan Dipolisikan Oleh Sang Walikota
Sabtu, 30 September 2017

KOPI, Langsa (Aceh) - Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke sangat menyayangkan perilaku oknum Walikota Langsa yang ceroboh telah menyebarkan informasi berbentuk video yang amat tidak layak kepada warga masyarakatnya.   Menurutnya, video berisi penyiksaan dan pemenggalan leher manusia oleh sekelompok orang berpakaian ala militer itu sangat tidak pantas disebarluaskan oleh seseorang kepada orang lain, apalagi seseorang itu adalah kepala daerah... Baca selengkapnya...

Usai Pelantikan DPC-PPWI Sijunjung, Ketum PPWI Beri Pelatihan Jurnalisme Warga.
Kamis, 28 September 2017

KOPI, Sumatera Barat - Satu kesempatan berharga yang didapatkan oleh anggota dan pengurus DPC-PPWI Kabupaten Sijunjung, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke berkenan memberikan pelatihan singkat “Workshop Jurnalisme Warga”, yang bertempat di sekretariat Jl. Lintas Sumatera, Rabu, 27 september 2017.   Hadir pada kesempatan itu ketua DPC-PPWI Kabupaten Sijunjung, Syafrimal Tanjung dengan didampingi sekretaris Hendri Payan, dan juga dihadiri... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALKadin Jajaki Peluang Bisnis Lewat “Qat.....
19/10/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Timur Tengah mengadakan Indonesia - Qatar Business Forum untuk menjajaki peluang bi [ ... ]



DAERAHDipo Kontainer SPIL Meledak dan Terbakar.....
17/10/2017 | Eko Subroto

KOPI, Surabaya, Sabtu (13/10) - Telaah terjadi ledakan yang cukup keras di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, hingga terdengar mencapai ra [ ... ]



PENDIDIKANIPELMAJA Latih Mahasiswa Jadi Kritis.....
17/10/2017 | Rahmat Hidayat, Lbs

KOPIAceh Barat - Bertujuan untuk menjadikan mahasiswa Kritis dan bukan hanya tukang kritik, tidak pula apatis, serta tidak anarkis. Ikatan Pelajar  [ ... ]



EKONOMIArea Baru ACE Ke-9 Resmi Dibuka.....
19/10/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Menempati area seluas lebih dari dari 1.200 M2, ACE baru Bandung Electronic Center (BEC) secara resmi dibuka dengan menghadirkan rib [ ... ]



HANKAMMasyallah… Memalukan, Minta Parkir Gra.....
14/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Setiap upacara selalu membaca Sumpah Prajurit, Sapta Marga, Pancasila. Tetapi tidak ada yang menerapkan dalam kehidupan bermasya [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAPelabuhan Ulee Lheu Sudah Dangkal, Kapal.....
05/10/2017 | Rachmad Yuliadi
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh- Dalam beberapa minggu terakhir ini aktivitas pelayaran dari pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh menuju pelabuhan Balohan Sabang terjadi k [ ... ]



POLITIK100 Hari Jalannya Roda Gubernur Aceh Per.....
18/10/2017 | Rachmad Yuliadi

KOPI, Banda Aceh - Tidak terasa waktu sudah berjalan selama 100 Hari. Pada tanggal 5 Juli 2017, pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Irwandi-Nova sec [ ... ]



OPINIAyah Sangat Berperan dalam Membentuk Seo.....
04/10/2017 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh - Dalam suatu keluarga pastilah terdiri atas ayah, ibu dan anak-anaknya. Bila sang ibu bertungas sebagai pengasuh anak maka sang ayah [ ... ]



PROFILDesa Langkan Wakili Lomba PHBS Tingkat P.....
28/09/2017 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Pelalawan - Terpilihnya Desa Langkan mewakili lomba PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) serta lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (P [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAJelang Usia 9 Tahun Majelis Sastra Bandu.....
02/10/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Majelis Sastra Bandung (MSB) merupakan komunitas sastra nirlaba, berdiri 25 Janurai 2009. didirikan oleh penggiat sastra seperti Ded [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATITernyata Kur BRI Aceh Barat Bukan untuk .....
11/10/2017 | Syamsul Kamal

KOPI - Hendra (31) petani asal Krueng Tinggai kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat, mengaku sulit sekali bagi petani kecil untuk meningkatkan taraf [ ... ]



SERBA-SERBIMatrix Indonesia Gelar Hairdresser Idol .....
19/10/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Matrix Indonesia selalu ingin meningkatkan kreativitas serta inovasi darl para hairdressers Indonesiai melanjuti kesuksesan acara Ha [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.