Ocehan Nasib
di diriku tersiar kabar
setetes embun yang terkurung pada awan
jatuh pada sehelai daun mati
jatuhnya di hari yang baru saja terbungkuk
di senja panas sore yang bersayap mentari
datang yang mencumbu kerinduan
pergi tak pernah diharapkan
lalu sebuah halaman tanpa taman, basah jadi telaga
aku tak tahu kenapa jadi begitu
semakin lama tetap saja semakin basah
dedaunan tumbuh berkecambah jadi tunas muda
akar-akar menyembur jadi ruh dan raga
angin jadi aroma dangau di sawah-sawah kering
ketika kutanya dalam diriku
kenapa harus begitu––dari sehelai daun dan setetes embun
diriku tak menjawab
tapi dia menoleh ke dalam hatiku yang merah
zikirkan saja hatimu katanya
Padang, Maret 2009
Air Mata Ibu
aku tak tahu tiba-tiba ibu menghapus air mata
serupa menghapus awan dalam kaca
tinggal bulir air yang mengabur
lalu semuanya serupa uap nasi di perapian tungku
menguap dan terus menguap
lalu mata ibu sembab yang jadi sungai nil dalam diri
sesudahnya terdengar isakkan
dan kata ibu yang ngungu
“nguuu nguuu nguuu”
aku gak mau menanya ibu
ibu pasti kan bertambah keras tangisnya
sebab aku selalu saja menanyakan ayah
maka aku lebih sering di halaman saja
anjing hitam di halaman menggonggong
menarikku ke dalam permainan lingkaran kabut
memisahkan aku dan ibu
aku berburu ke dasar hutan, ke dasar tak berhilir
tapi sehabis bermain
aku masih melihat ibu menangis, kini dalam kaca
pinggiran gelas
air mata ibu mengkristal bening
aku tanya ibu tak menjawab
ibu lantas menjelma jadi uap yang menguap ke langit
aku pandang ibu dengan seekor anjing hitam
ibu berbisik dari angin
“anakku, aku salah melahirkanmu.”
Padang, Maret 2009
Yesi Pergi
tiba-tiba ia datang di belakangku dan bertanya
sedang apa dek
kukatakan sedang mengetik kehidupan
yang tercecer di persimpangan jalan, dalam hati
tapi kukatakan saja sedang mengetik proposal
perjalanan menuju sebuah ketenangan yang tak berdasar
dimana aku bisa melahirkan sungai-sungai kata
dan lautan-lautan kalimat panjang
lalu aku balik bertanya
sedang apa kak yesi
ia jawab sedang mengurus surat pindah
aku tak tahu apa itu
kutanya lagi, surat pindah apa kak
surat pindah kuliah, katanya
tapi matanya melahirkan telaga yang terpendam
di balik kristal bening, dari sebuah sungai
yang lahir di kota ini
air mukanya jadi pelangi yang muram
di tengah siang mentari
dan sudut mata yang mengembun
dia katakan, sudah dulu ya dek
aku sempat baca bahasanya yang berair
mau pindah ke mana kak,
kukatakan dalam hati
kata pindah dalam hidupku hanya pindah dunia
ku kan pindah ke bengkulu, katanya
tapi kata hatinya dalam tafsir hatiku
dia tidak sedang ke mana-mana
kenapa mesti pindah, kataku
kata hatiku, pindahku belum sampai waktunya
ia katakan, orang tua kak kini tinggal sendirian
tapi diriku juga sendiri, setunggal sunyi yang menyepi
dan aku utarakan saja aku juga sedang perjalanan ke purwokerto
perjalanan sastra
tapi dalam hatiku aku berkata,
perjalanan kehidupan di persimpangan tercecer
perjalanan yang paling sastra sebenarnya
lalu kuukir saja yesi tak pernah pindah di diriku
kuteruskan mengetik,
aku masih terus mengetik kehidupan
yang tercecer si sebuah jeda kata bengkulu.
Padang, 12 Maret 2009
Biodata
Alizar Tanjung adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam, IAIN Imam Bonjol Padang. Dilahirkan di dusun Karang Sadah, di Danau Bawah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat 10 April 1987. Menetap Kota Padang, Kec Pauh, Komplek Cimpago Permai, RW/RT 04/03, Masjid Darul Falah. Bergiat Di FLP Sumbar. Hp. (081374281460). Email; This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it dan This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it . Blog; alizartanjung.wordpress.com/ peneal.blogpsot.com
Karya-karya dipublikasikan di media nasional dan lokal. Puisi-puisinya dipublikasikan: Harian Sindo, Berita Pagi (Palembang), Singgalang, Haluan. Cerpen-cerpennya di publikasikan: Harian Tempo, Berita Pagi (Palembang), Singgalang, Majalah Tasbih. Opini dan artikel dipublikasikan di Singgalang, Wawasan, Majalah Tasbih (sumbar). Cerpennya diantologikan pada antologi bersama Rendezvous di Tepi Serayu (Obsesi Press kerjasama dengan Grafindo, 2009). Juara tiga lomba cerpen Islam sekampus IAIN IB Padang 2008. Sekarang lagi diamanahkan sebagai ketua FLP IAIN Imam Bonjol Padang (2008-sekarang). Redaktur sastra Majalah Tasbih (2009). Tim redaksi jurnal Cerdas Fakultas Tarbiyah, IAIN IB Padang (2009)
Sumber image: google.co.uk
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|






















Mohon info dimana bisa Beli Regulator...
AWAS MUN TEU LULUS SIAH KEHED!!!!!!!
Up. Bapak Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc...
haaiii........ w dah penah liad mrek...
siapapun pemimpinnya selain mempunyai...