

Pewarta-Indonesia, Tepat pukul 02.00 wita, saat pagi masih buta, duduk membentuk segitiga, memori itu perlahan kembali dibuka. Memoar perjalanan yang sudah lama terpendam, tapi masih tetap eksis dikepala di angkat kembali kepermukaan. Salah satu komunitas di Makassar, digagas oleh orang-orang yang memiliki kecintaan yang sama terhadap ilmu pengetahuan. Perlahan, satu persatu menemukan karakternya masing-masing tanpa harus saling memaksakan kehendak satu sama lain. Komunitas, dengan kesetaraan sebagai pondasi bangunannya, dengan berbagai dinamikanya terbukti kokoh hingga kini. Dan terus membagikan pengetahuan yang mereka temukan.
Satu persatu, penghuni rumah yang juga sebagai kantor dari tiga komunitas lainnya, perlahan mulai terlelap. Tinggal kami bertiga, serta seorang lagi yang sedang menikmati permainan online di lantai bawah. Saya harus jadi pendengar malam itu. Mendengarkan bagian-bagian perjalanan, serta bagaiamana komunitas Ininnawa ini bermula.



Halaman 1 dari 8
29 August 2008|6:20:04AM
| Assimilated but Stateless 26/09/2009 | Redaksi Pewarta-Indonesia Di tanah Udik orang-orang kami beranak pinak |
| Jalan Kaki Jinakan 9 Penyakit 20/01/2010 | Surya Pewarta-Indonesia, Studi dalam beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan bahwa berjalan tergopoh- [ ... ] |
| Rokok Bisa Tingkatkan Resiko Katarak 20/01/2010 | Surya Pewarta-Indonesia, Kondisi lensa mata sangat berpengaruh pada tajamnya penglihatan. Jika lensa mata keruh, gambar yang tertangkap tidak jelas. Katar [ ... ] |
Yang saya heran, tahu nggak ya,kalau ...
duh jadi kangen makan ni ....
wow its a amazing
PAK SBY TOLONG DIPERHATIKAN KABUPATEN...
AKU BERKARYA