Rumah Budaya Fadli Zon, Gudang Budaya dan Sejarah Minangkabau
KOPI, PADANGPANJANG - Untuk mendukung seluruh kegiatan Rumah Puisi Taufiq Ismail yang terletak diantara kaki gunung Merapi dan Singgalang dan diapit Gunung Tandikek serta didukung oleh pemandangan alam nan indah dan menawan. Kini telah berdiri satu lagi bangunan gedung kokoh serta mewah di Aei Angek, Kab. Tanah Datar itu diatas lahan seluas 4.700 M2, yakni Rumah Budaya Fadli Zon yang telah diresmikan lansung oleh Taufiq Ismail dan Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno, Sabtu (4/6) kemaren.
Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Rumah Budaya Fadli Zon adalah yang pertama di Indonesia. “Semenjak 2008 lalu, Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Rumah Budaya Fadli Zon sudah kita rancang dengan mendatangkan arsistek yang hali,” kata Fadli Zon pada Koran Padang.
Fadli Zon, politisi muda asal Ranah Minang yang juga pengusaha serta pengelolah benda-benda kono, membangun Rumah Budaya ini, selain mendukung kegiatan Rumah Puisi Taufiq Ismail. Berharap, “Rumah Budaya" ini nantinya bisa dijadikan salah satu kantong kebudayaan di Indonesia terutama Sumbar, khususnya pengembangan sektor pariwisata. Karena, kata Fadli Zon, "700 lebih judul buku bersejara yang bertemakan minang, dan barbagai koleksi peninggalan sejara kono, seperti Keris luk Sembilan asal Pagaruyung yang dibuat pada abad 18 songket lama, serta sejumlah lukisan kono. Termasuk fosil kerbau berusia dua juta tahun dan fosil-fosil kayu yang telah menjadi batu sudah kita letakan di Rumah Budaya ini," katanya menjelaskan.
Di kawasan Rumah Budaya itu, juga terdapat Aie Angek Cottage yang menjadi alternatif hunian keluarga dan penginapan eksklusif yang diapit Gunung Marapi, Singgalang dan Tandikek serta sarat dengan nuansa budaya Minangkabau.
Dalam sambutan pidatonya Fadli Zon mengatakan, “Kita sangat bangga atas niat baik Bapak Taufiq Ismail, untuk mengembangkan ilmu membaca dan menulis dengan harapan nantinya lahirlah sastrawan-sastrawan muda di Ranah Minang ini yang bakal mengikuti jejak langka beliau."
Pengelola Rumah Budaya Aei Angek, Edin Hadzalic secara rinci menjelaskan, konsep Rumah Budaya "Fadli Zon" selain untuk menyimpan koleksi benda kuno, juga akan dijadikan tempat pementasan yang menampilkan kesenian-kesenian Minangkabau, seperti saluang, rabab, randai dan tari-tari tradisional Minangkabau. Dengan semakin seringnya digelar pementasan tersebut hanya untuk melestarikan kebudayaan dan kesenian Minangakabau.
Bahkan, 22 Juni 2011, Rumah Budaya akan mengadakan Konser semalam bersama Dubes Kroasia yang menampilkan seniman berkaliber Internasional yakni, Zeljko Cimbur. Konser ini hanya digelar didua tempat saja satu di Jakarta dan satunya lagi di Rumah Budaya Aei Angek yang telah dibangun Fadli Zon ini, ujar Edin menjelaskan. (ce)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Wako Suir Syam Lantik Pejabat Baru di Lingkungan Pemko Padangpanjang
- Bahas 8 Ranperda, 14 SKPD Dipanggil DPRD
- PT. Askes Hibahkan Gedung Askes Center di RSUD Padang Panjang
- Dua Nama Tercoret dari Calon Pimpinan Muhammadiyah
- Muhammadiyah akan Macetkan Padang Panjang
- Dinilai Tidak Patuh Pada Perintah Walikota, SKPD Disuruh Pulang oleh Pansus DPRD
- Temu Nasional Alumni KMM, Wujudkan Marwah Hamka
- Kadis Capil Padang Pajang Siapkan Program e-KTP Berbasis NIK Nasional Secara Matang
- Wako Suir Syam Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD
- Syahrial Pimpin Forum Jurnalis Pariwisata
- Wawako Edwin: Wartawan agar Bekerja Profesional
- Perda Nomor 6 Tahun 2009 Butuh Perwako Padang Panjang
- Suir Syam: Penanggulangan Kemiskinan Prioritas Pembangunan Padang Panjang
- 60 Wanita Padang Panjang Ikuti Diklat Kewirausahaan
- Penyaluran Beras Raskin di Padang Panjang Sebulan Lebih Maju























Rumah Budaya Fadli Zon, Gudang Budaya dan Sejarah Minangkabau


