KOPI, PADANGPANJANG - Meskipun kota Padang Panjang yang selamana ini bangga berlangganan dengan yang namanya penghargaan adipura. Namun 2011 ini Pasukan Kuning kota Padang Panjang terlambat berpacu dengan Pasukan Kuning di kota-kota lain khususnya di Sumatera Barat.
Tentu hal ini tidak bisa kita salahkan kepada mereka (petugas kebersihan - red,) ungkap beberapa kalangan masarakat kota Padang Panjang pada Lintas Media, terutama Ermis, Des, sebagai pedagang di pasar Padang Panjang. "Sebab, lepasnya penghargaan Adipura ini jelas ada sejumlah indikator penilaian dari Tim Pusat yang menilai kota Padang Panjang sudah tidak layak lagi menerima penghargaan Piala Adipura sebagai lambang kota bersi, terutama ketika Tim masuk pasar”, kata Ermis, Des diamini Erna.
Wakil Walikota Padang Panjang H. Edwin pada wartawan akui, kalau sejumlah indikator penilaian dari pemerintah pusat tidak bisa terpenuhi oleh Kota Padang Panjang sehingga gagal meraih penghargaan bidang kebersihan itu. Indikator penilaian itu adalah kebersihan, pasar tradisional, kebersihan sungai, pembedaan sampah organik dan non organik serta limbah rumah sakit umum.
"Tujuan akhir kita dalam membersihkan lingkungan bukanlah piala Adipura, namun hal itu akan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wawako
Menurutnya, untuk menciptakan hidup sehat, berawal dari lingkungan yang bersih, tanpa harus mengedepankan penghargaan Adipura. Meski gagal di Adipura, tapi sebut Edwin, Padang Panjang masih memperoleh penghargaan tingkat nasional di bidang lalulintas, Wahana Tata Nugraha (WTN) dari pemerintah pusat.
Ia berharap, pada tahun depan kota Padang Panjang bisa memperoleh piala Adipura kembali, dengan semangat gotong royong untuk membangun Kota Padang Panjang yang bersih dan sehat. (ce)