Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
LSM Lintah Laporkan Kepsek SMKN 2 BatulicinMushala di Atas AirFunbike Wall's Selection Family Ride
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5015
Isi : 8261
Content View Hits : 1864184
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini576
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4310

Warga Online : 49
IP Kamu : 38.107.179.220













Nusantara Soal Busana Islami, Pemko Perlu Konsisten
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Soal Busana Islami, Pemko Perlu Konsisten

KOPI, Padang Panjang -- Ketua Forum Muballigh Kota Padang Panjang, H. Nasrullah Nukman, berpandangan, Pemerintah Kota Padang Panjang perlu konsisten dan tegas dalam menegakkan aturan berbusana islami, baik untuk kalangan pegawai dan pelajar maupun masyarakat.

“Ketika Walikota Yohanis Tamim dahulu mengeluarkan edaran tentang penggunaan busana islami di Kota Padang Panjang, sudah ada pola dan modelnya. Busana untuk pelajar putri jelas polanya. Pola busana pegawai negeri perempuan sudah ada pula. Tapi kini, pola itu sudah ditinggalkan, sehingga timbullah persoalan berbusana yang tak islami di kota berjuluk Serambi Mekah ini,” ujar Nasrullah kepada Singgalang dan pewarta-indonesia.com, Ahad (12/2), di Padang Panjang.

Pimpinan Markas Dakwah Padang Panjang itu melihat, maraknya kalangan perempuan yang berbusana ketat dan mengabaikan pola berbusana islami, terutama di lingkungan pelajar seusai sekolah dan pegawai negeri sipil, tidak terlepas dari pengaruh para desainer yang ingin menjual dagangannya tanpa mereferensi ketentuan berbusana Islam sedikit pun.

Kita amat prihatin, tegasnya, sebagai perintis dan barometer penerapan busana islami di Sumbar, kini pola berbusana kalangan perempuan di Padang Panjang malah sudah banyak yang meniru gaya-gaya kalangan yang tidak Islam. Kendati tetap mengenakan jilbab, tuturnya, tapi karena modelnya yang sempit dan tidak memenuhi kaidah, maka tetap saja tidak dapat dikatakan islami.

Seirama dengan Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Panjang, H. Alizar Chan, Buya Nasrullah pun mendesak Pemko Padang Panjang untuk kembali melakukan penertiban terhadap pola, model dan desain busana islami yang dikenakan warga kota, terutama di lingkungan pelajar, pegawai negeri dan pengunjung tempat-tempat umum.

“Rokok saja bisa ditertibkan oleh Pemko Padang Panjang, kok busana yang sangat urgen dan memiliki kaitan langsung dengan kepatuhan terhadap aturan Allah SWT itu tidak bisa? Di sinilah dibutuhkan sikap konsisten dan tegas dari seorang pemimpin,” tambahnya.

Pantuan Singgalang di beberapa tempat umum, kalangan perempuan memang sudah banyak yang tidak lagi mengindahkan tuntunan berbusana menurut Islam. Selain banyak yang mengenakan celana ketat, mereka juga mengenakan baju kaos oblong ukuran mini, kendati tetap mengenakan jilbab dan ‘manset’.

Busana resmi di lingkungan pegawai dan anggota Satpol PP yang perempuan di Kota Padang Panjang, kini juga terkesan sudah tidak sesuai lagi dengan norma-norma Islam. Jilbab tidak lagi menutupi dada mereka, tapi sudah dililitkan di leher. Sementara bajunya sudah pendek, sedikit saja di bawah pinggang. Demikian pula dengan bagian bawahnya yang dituntunkan untuk mengenakan rok hingga ke batas mata kaki, kini sudah banyak yang berganti dengan celana panjang yang menyerupai celana lelaki.(*)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."