Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None
GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Desa Wisata Lubuk Sukon-Aceh

KOPI - Sejak lama masyarakat Aceh sudah memiliki dasar-dasar konsep mengenai pengaturan tata pemerintahan, tata ruang, tata social dan tata lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Namun rangkaian kejadian yang mendera masyarakat Aceh seperti; konflik dan bencana alam (gempa bumi dan Tsunami) ikut andil menggerus tatanan ini.

Berkurangnya keberadaan permukiman tradisional misalnya, berdampak pada keberlangsungan kehidupan budaya Aceh yang semakin terkikis dan dikhawatirkan akan memudar. Berpegang dari keinginan mengembalikan konsep kehidupan berbudaya Aceh dan menjalankan program Kepariwisataan Pemerintah Aceh, kami ingin menyajikan sekelumit informasi dari profil Desa Wisata Lubuk Sukon.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah melaunching pada tanggal 15 Oktober 2012 dengan tujuan mendukung program Visit Aceh 2013. Menempuh jarak 12 km dari ibukota propinsi adalah gampong (Desa) Lubuk Sukon di kecamatan Ingin Jaya kabupaten Aceh Besar yang menjadi satu permukiman tradisional yang masih bertahan dengan segala peninggalan yang ada. Desa ini terletak di dataran rendah yang sebagian besar rumah penduduknya adalah rumah tradisional aceh (rumoh aceh).

Rumoh aceh di Desa Lubuk Sukon ini masih tetap dipertahankan, walau dipadukankan dengan perkembangan dan kebutuhan kekinian. Secara bijak hunian ini dirancang dengan prinsip tahan gempa, karena Orang Aceh, menyadari bahwa letak wilayahnya berada digaris lintasan gempa. Sekitar 70% warga Desa Lubuk Sukon sudah bertempat tinggal sejak dilahirkan yang merupakan penduduk asli yang menempati rumoh peunulang (rumah warisan). Sebagian besar warga pendatang yang menikah dengan wanita Desa Lubuk Sukon juga tinggal menetap di rumoh peunulang tersebut karena adat dan beberapa faktor lain.

Rumah sebagai tempat hunian didominasi oleh rumoh aceh, rumoh santeut (rumah panggung) dan rumoh batee (rumah beton). Rumah berkonstruksi kayu mulai dibangun di antara tahun 1950 hingga tahun 1980, sedangkan rumah berkonstruksi beton mulai dibangun di era tahun 1980-an. Rumoh aceh memiliki unsur-unsur yang dibutuhan dalam berkehidupan di peDesaan.

Kolong rumoh aceh dimanfaatkan untuk aktifitas-aktifitas keseharian. Lumbung padi biasanya terpisah dari rumoh aceh, akan tetapi karena kebutuhan akan ruang, lumbung padi mulai dihilangkan. Sumur dibiarkan terbuka agar dapat dimanfaatkan secara bersama-sama. Kandang ternak ditempatkan dibelakang atau samping rumah berikut tempat penyimpanan kayu sebagai bahan bakar dapur. Jingki (tempat tumbuk padi) pada umumnya berada dikolong rumah atau dibuat terpisah dalam bentuk sebuah balai.

Pekarangan rumah ditumbuhi tanaman buah seperti; jeruk bali, mangga, rambutan dan nangka. Namun rumoh batee tidak lagi memperhatikan unsur-unsur seperti yang ada di rumoh aceh. Rumoh aceh memiliki ruangan-ruangan dimana keberadaannya dibatasi menurut fungsi serta kebutuhan yang telah ditata sebagaimana berikut ini;

1. Seuramoe keue (serambi depan) adalah tempat menerima tamu khususnya laki-laki, tempat mengaji dan belajar, sekaligus tempat tidur buat anak laki-laki dan untuk kepentingan umum lainnya.

2. Seuramoe teungoh (serambi tengah) adalah ruang tertutup, berfungsinya sebagai kamar tidur, berjumlah 2 anjoeng (kamar). Kamar disebelah barat digunakan oleh orangtua dan sedangkan kamar sebelah timur ditempati oleh anak perempuan.

3. Seuramoe likot (serambi belakang) adalah ruang yang berfungsi sebagai dapur, dimana kehadiran laki-laki dibatasi. Pembatasan ruang antara laki-laki dan perempuan, dipengaruhi oleh aturan Islam dan adat peunulang.

Rumah merupakan milik perempuan, sedangkan laki-laki dianggap sebagai tamu yang harus dihormati.Peraturan ini sangat berkaitan dengan syara’ Islam yang memisahkan ruang antar laki-laki dan perempuan. Rumoh Aceh di dirancang demi melindungi perempuan sehingga aurat tetap terjaga dari laki-laki yang bukan muhrimnya, dari tindak kriminal dan sebagainya.

Rumoh Aceh memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi perempuan aceh dalam beraktifitas. Sistem permukiman di Desa Lubuk Sukon memiliki makna dan tujuan tertentu berdasarkan prinsip lokal yang dapat diterima oleh masyarakat. Kebijakan mengenai aspek adat dan kehidupan Desa dirancang dan ditetapkan dalam reusam gampong (tata krama) untuk mengatur kehidupan warganya.

WILAYAH

Desa Lubuk Sukon merupakan bagian dari sebuah Desa di Kemukiman Lubuk, berada dalam Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Desa ini sangat mudah dicapai dengan menggunakan moda transportasi darat dari ibukota provinsi (Banda Aceh) dengan jarak tempuh 12 km. Memiliki luas 112 Ha, terdiri dari 4 (empat) dusun yaitu: Dusun Darusshalihin, Dusun Darul Makmur, Dusun Darul Ulum, Dusun Darussalam dengan jumlah bangunan hunian lebih kurang 191 unit.

Desa Lubuk Sukon berbatasan dengan Desa Lambarieh di sebelah Selatan, dibelah oleh sungai Krueng Aceh; Desa Lubuk Gapuy di sebelah timur; Desa Dham Pulo di sebelah utara, dan Desa Pasie Lubuk disebelah barat. Wilayah selatan merupakan kawasan bantaran sungai Krueng Aceh yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa sebagai areal pertanian dan peternakan, khususnya dibidang penggemukan sapi, budidaya tanaman hortikultura (buah-buahan dan sayuran) semusim.

Wilayah timur Desa terdapat juga krueng cut (sungai kecil) yang melintasi persawahan dan ladang. Krueng cut merupakan aliran air yang difungsikan untuk irigasi persawahan. Sungai kecil ini dijaga keasriannya sehingga ditanami tanaman penyangga di sepanjang sisinya. Beberapa warga juga memanfaatkan sungai krueng cut ini sebagai lahan budidaya ikan air tawar.

Wilayah tengah Desa adalah tumpok (tempat hunian penduduk), meunasah, Taman Kanak-kanak dan Kantor Desa Wilayah utara berbatasan dengan Desa Dham Pulo, terdapat pula fasilitas-fasilitas umum skala kecamatan, kabupaten bahkan propinsi, seperti; lapangan bola kaki, bangunan untuk fasilitas olahraga, SMU Negeri 1 Ingin Jaya, Balai Pelatihan Pendidikan (BPKB), Mesjid Jami’ Al Ikhlas Lubuk serta Tempat Pemakaman Umum di depan Mesjid Jami’.

Wilayah barat mulai berkembang juga permukiman baru, terdapat pula sebuah dayah (pesantren) yang dibangun oleh seorang ulama setempat. Dayah Darul Aman adalah sebuah lembaga pendidikan agama yang menerima santri (murid) yang ingin mempelajari Al Qur’an dan Kitab-kitab Islam lainnya.

PEMERINTAHAN DESA

Struktur kepemerintahan di Desa Lubuk Sukon terdiri dari Keuchik selaku kepala pemerintahan yang bertanggungjawab terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Desa. Keuchik juga sebagai pengambil keputusan terhadap sesuatu yang telah disepakati sebelumnya. Keuchik dalam melaksanakan tugasnya dapat meminta bantuan dan pertimbangan dari tuha peut (para dewan desa) dan imum meunasah. Imeum meunasah adalah sebagai pimpinan dalam kegiataan keagamaan sedangkan tuha peut adalah sebuah dewan yang terdiri dari 4 (empat) orang ditambah seorang sekretaris. Mereka adalah individu-individu yang memiliki pengetahuan dan paham mengenai adat istiadat, pendidikan, syariah agama serta kepemudaan. Berkaitan dengan kegiatan pertanian, untuk pengelolaan akan irigasi khususnya tanaman padi, ditangani oleh seorang keujruen blang. Lembaga sosial kemasyarakatan telah terbentuk, seperti; kelompok pengajian, organisasi kewanitaan, sanggar kesenian, organisasi kepemudaan, klub olah raga, dan kelompok-kelompok tani dan Koperasi.

MATA PENCAHARIAN

Saat ini, mata pencaharian penduduk Desa Lubuk Sukon cukup beragam. Sebagian besar warga Lubuk Sukon bermata pencaharian sebagai petani, walaupun sebagian dari mereka adalah juga PNS. Hal ini dikarenakan oleh topografi wilayah yang berupa dataran rendah dan faktor tanah yang sangat potensial untuk daerah persawahan. Populasi mencapai 1.200 jiwa, berdasarkan persentase mata pencaharian dapat dirincikan; profesi petani 32%, sebagai PNS 28% dan wirausaha/wiraswasta 27% sedangkan sisanya 13% belum memiliki pekerjaaan tetap.

BUDAYA, RELIGI dan PENDIDIKAN

Budaya yang berlaku dan yang dipertahankan dalam sendi-sendi berkehidupan masyarakat adalah reusam (kebiasaan) adat yang jroh (baik) selama tidak memiliki unsur-unsur bertentangan atau bertolak belakang dengan kaidah-kaidah syara’. Penjabarannya tidak menuntut dan mengikat secara materi, bahkan lebih bersifat kegotong-royongan dan kepedulian.

Kehidupan berbudaya adalah budaya positif, budaya kearifan, budaya islami. Nilai dan kepercayaan yang berkembang di kehidupan masyarakat Desa Lubuk Sukon bersendikan ke-Islami-man. Adat dalam tradisi dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan perihal kelahiran, pernikahan, kematian dan acara keagamaan seperti: peusijuk (menepung tawari), perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W dan majelis-majelis pengajian kitab Al Quran. Kegiatan ritual ini dilakukan melalui tahapan-tahapan, menggunakan prinsip musyawarah untuk mencapai kesepakatan sehingga hasilnya dapat diterima oleh segenap lapisan masyarakat. Pelaksanaannya dengan bergotong royong dan saling melengkapi. Pendidikan memegang peran penting terhadap pola pikir serta pembentukan watak/karakter individu.

Desa Lubuk Sukon memiliki tempat pendidikan yamg sangat reprensentatif sesuai usia dan tingkat pendidikan. Para pemuka dan tokoh masyarakat sangat memperhatikan hal ini sehingga keinginan tersebut diwujudkan dengan semangat kegotongroyongan membangun sarana-sarana pendidikan. Mereka sangat memikirkan masa depan yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

SUNGAI

Desa Lubuk Sukon dilewati Sungai Krueng Aceh dengan rentang 30 sampai 50 meter. Memiliki Jembatan beton untuk penghubung Desa dengan jalan raya nasional (Banda Aceh-Medan) dan Desa-Desa di sekitarnya.

Keberadaan sungai mempengaruhi mata pencaharian penduduk di bidang pertanian. Kesepakatan keuchik dan para tokoh Desa bahwa tidak diizinkan membangunan rumah di sekitar sungai karena volume air cukup tinggi jika datang banjir tahunan. Bahkan masyarakat sempat membangun tanggul untuk menghadang banjir secara swadaya sebelum Proyek Krueng Aceh tahun 1989. Sungai menyediakan alternatif lahan untuk usaha pertanian dan kegiatan lainnya yang member keuntungkan secara ekonomi.

Sungai juga menjadi sumber bagii ketersediaan debit air bagi sumur-sumur penduduk. Lahan pertanian hortikultura juga menggantungkan kebutuhan air dari sungai begitupula dengan usaha ternak sapi, domba dan kambing. Faktor ini menjadikan kawasan sepanjang bantaran sungai banyak dilaksanakan kegiatan agribisnis.

MEUNASAH

Awal permukiman di Desa Lubuk Sukon dimulai dengan mendirikan beberapa rumoh aceh (rumah hunian) dan sebuah meunasah (surau). Sebuah Desa di Aceh sangat identik dengan keberadaan meunasah. Selain digunakan sebagai tempat peribadatan, meunasah juga difungsikan sebagai:

(1)pusat pemerintahan Desa;

(2)tempat bermusyawarah;

(3)tempat melaksanakan kegiatan keagaman dan

(4) tempat melaksanakan acara-acara massal seperti kenduri dan gotong royong.

PERTANIAN

Lahan pertanian padi terdapat disepanjang krueng cut di bagian timur Desa. Perkembangan areal persawahan ditandai dengan dibangunnya sarana drainase irigasi diawal tahun 1980. Hal ini memungkinkan bagi petani dapat bercocok tanam sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun.Kegiatan usaha tani terus digalakkan melalui pembinaan/ penyuluhan dari instansi pertanian

SARANA dan INFRASTRUKTUR

Era 1920-an hanya hanya ada jalan setapak melaui bantaran sungai Krueng Aceh sebagai akses menuju Desa Lubuk Sukon. Jalan ini menjadi jalan utama yang menyambung dengan Desa lain di wilayah Kemukiman Lubuk. Tahun 1972 dibangun sebuah Jembatan Gantung (suspension bridge) yang kemudian diganti dengan Jembatan Beton pada tahun 1989.

Tetapi hingga kini masih banyak warga dan masyarakat luar yang lebih mengenal pintu masuk ke Lubuk Sukon dengan sebutan simpang titi ayoen (Simpang Jembatan Gantung). Periode ini pula dibangun jalan-jalan baru kebutuhkan masyarakat, diikuti dengan berdirinya fasilitas umum, seperti: klinik kesehatan, sekolah-sekolah, lapangan olah raga, tempat pemakaman umum (TPU) dan infrastruktur lainnya.

Demikian gambaran umum Desa Lubuk Sukon dengan segala potensi yang (masih) dimilikinya, telah ditunjuk untuk menjadi Desa Wisata Pertama di Provinsi Aceh. Desa Wisata Lubuk Sukon akan selalu menyempurnakan segala aspek-aspek yang menyangkut kebutuhan sebagai destinasi wisata sesuai dengan semboyan BESTARI (Bersih, Sahaja, Tertib, Aman, dan Religi).. www.visitlubutsukon.id


Artikel Lainnya:

 

Perintah Kapolri : Tembak Mati Oknum Personel Polri sebagai Bandar Narkoba
Senin, 23 April 2018

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian kepulau Sumatera berawal dari propinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Palembang. Dalam rangka meningkatkan Solidaritas dan sinergiritas antar dua lembaga institusi Polri dengan TNI mengamankan terselenggaranya Pemilu serentak 2018 serta Pilpres 2019. Kunjungan dua Jendral bintang empat ini ke Propinsi Riau, hari Jum’at (20/4-17). Kedatanganya disambut oleh Kapolda Riau,... Baca selengkapnya...

Cucu Pahlawan Nasional Bra Koosmariam Tersiram Air Panas oleh Pramugari Garuda
Minggu, 15 April 2018

KOPI, Jakarta – Cucu pahlawan nasional Pakubuwono X yakni B.R.A Koosmariam Djatikusumo (69) mengalami cacat payudara akibat tersiram air panas di kabin pesawat oleh oknum pramugari. Insiden terjadi saat penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Banyuwangi pada 29 Desember 2017 lalu. Saat itu, pramugari Garuda sedang melayani para penumpang atau serving. Tak disangka, teh panas tumpah dan mengenai tubuh korban. Cucu pahlawan nasional... Baca selengkapnya...

Wartawan Dimeja-hijaukan, Dewan Pers Mutlak Dibubarkan
Sabtu, 14 April 2018

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kembali bersuara keras atas tindakan kriminalisasi terhadap wartawan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini, Wilson merasa sangat prihatin atas perlakuan sewenang-wenang aparat kepolisian di Polda Sumatera Barat yang menyeret Ismail Novendra, pimpinan redaksi Koran Jejak News yang terbit di Padang, Sumatera Barat, ke meja hijau. Laporan terkini yang... Baca selengkapnya...

Ada Apa Dengan KPK ? Tak Berani Mengusut Kasus Izin Kehutanan Melibatkan Zulkifli Hasan
Jumat, 13 April 2018

KOPI, Jakarta - Keterlibatan mantan Mentri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan izin pembebasan lahan hutan di Propinsi Riau dan Banten. Hampir semua kasus korupsi alih fungsi lahan berawal dari keputusan menteri yang berwenang dan saat itu Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan melalui SK No. 673/ 2014 menyetujui alih lahan sebesar 30.000 ha yang berujung pada pemberian suap oleh mantan Gubernur Annas Makmun . Dalam persidangan terdakwa... Baca selengkapnya...

Erasmus Huis Hadirkan Konser Alexander Ullman di Jakarta
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Lembaga Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, mengadakan acara konser tunggal menghadirkan Alexander Ullman, bertempat di The Erasmus Huis, Kedubes Belanda, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018. Alexander Ullman adalah pemenang pertama Franz Liszt Piano Competition ke-11 yang berlangsung di Utrecht, Belanda, tahun 2017 lalu. Tidak kurang dari 300 penonton menyaksikan konser anak muda berkebangsaan Inggris... Baca selengkapnya...

Mendes PDTT Eko Putro Ingatkan Kades Tak Selewengkan Dana Desa , Telpon Satgas Bila Ada Kendala
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Jusuf Kalla, Selama Tiga tahun ini dana desa mampu membangun lebih dari 121.000 kilometer jalan desa. Ini belum pernah ada dalam sejarah Indonesia. Desa mampu membangun 1.960 kilometer jembatan, tambatan perahu, embung air (sumur resapan air), sarana olahraga, irigasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro... Baca selengkapnya...

Inilah Puisi “Ibu Indonesia” Dibacakan oleh Sukmawati Bikin Heboh Umat Islam
Sabtu, 07 April 2018

KOPI, Jakarta - Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno yakni Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul “Ibu Indonesia” di acara Pagelaran peragaan busana “Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week ke 29” bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Maret 2018. Ibu Indonesia Aku tak tahu Syariat Islam Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALNew European Report Points Fingers at Po.....
25/04/2018 | Redaksi KOPI

KOPI, Maroko - The involvement of the polisario in terrorist acts in the Sahelo-Saharan region has once again been singled out in a report funded by t [ ... ]



NASIONALIni 10 Jurus Andalan Pemerintah, Hadapi.....
27/04/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta - Pemerintah telah menetapkan 10 langkah prioritas nasional dalam upaya mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0. Dari st [ ... ]



DAERAHRatusan Kepala Kampung SeKabupaten Jayaw.....
24/04/2018 | Wawan Setiawan

KOPI-Wamena, Plt. Bupati Kab. Jayawijaya Doren Wakerkwa, SH menerima lebih kurang 100 Orang Kepala Kampung se Kab. Jayawijaya dalam sebuah aksi demo d [ ... ]



PENDIDIKANSMK Telkom Pekanbaru Siapkan 100 unit K.....
25/04/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Telkom Pekanbaru, tahun ajaran 2017-2018 meny [ ... ]



HANKAMTNI Memasak untuk Pengungsi Gempa Kalibe.....
23/04/2018 | Marsono Rh

KOPI - Banyaknya jumlah warga Kalibening Banjarnegara mengungsi membuat dapur umum yang didirikan di sejumlah lokasi harus bekerja ekstra keras untuk  [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAAston Luncurkan Minuman Anyar “Cocore.....
27/03/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung – Trend “nongkrong” atau berkumpul sudah menjadi gaya hidup anak muda maupun dewasa saat ini, mulai dari makan dan minum hingga  [ ... ]



OPINIMemperkuat Peran Tiga Pilar Utama Pendid.....
21/04/2018 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si

KOPI - “Pendidikan merupakan alat yang memiliki tenaga untuk mengubah dunia” ini salah satu mutiara terkait dengan pentingnya pendidikan. Dari ka [ ... ]



PROFILBrigjen Pol. Drs. H. Faisal Abdul Naser,.....
02/03/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Bila Kita perhatikan bahwa Bumi Aceh sangat subur sekali. Bahkan tanaman ganja tumbuh seperti rumput hijau di tanah. Bumi Aceh sangat sub [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAIkuti FLS2N Lampung Barat, SMPN 2 Bandar.....
22/04/2018 | Jamsi Martien

KOPI, Lampung Barat - Siswa/i SMP N Bandar Negeri Suoh juara 1 (satu) FLS2N Musik Tradisional di kabupaten Lampung Barat. Festival Lomba Seni Siswa Na [ ... ]



ROHANIGerakan Belajar dan Mengajar Al-Qur'an.....
04/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Sebagai daerah yang menganut sistem syariat Islam maka daerah Aceh banyak sekali terdapat tempat-tempat pendidikan belajar Alquran. U [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIAnggota DPRD Riau Suhardiman Amby Di-OTT.....
09/04/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan milik Institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja. Para istripun melakukan aksi serupa,  [ ... ]



SERBA-SERBIKonsul Amerika Serikat Tertarik Lingkun.....
12/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Kawasan lingkungan alam perlu dilestarikan. Apalagi kawasan lingkungan hidup seperti di Gunung Leuser merupakan paru-paru dunia. Pad [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.