Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Desa Wisata Lubuk Sukon-Aceh

KOPI - Sejak lama masyarakat Aceh sudah memiliki dasar-dasar konsep mengenai pengaturan tata pemerintahan, tata ruang, tata social dan tata lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Namun rangkaian kejadian yang mendera masyarakat Aceh seperti; konflik dan bencana alam (gempa bumi dan Tsunami) ikut andil menggerus tatanan ini.

Berkurangnya keberadaan permukiman tradisional misalnya, berdampak pada keberlangsungan kehidupan budaya Aceh yang semakin terkikis dan dikhawatirkan akan memudar. Berpegang dari keinginan mengembalikan konsep kehidupan berbudaya Aceh dan menjalankan program Kepariwisataan Pemerintah Aceh, kami ingin menyajikan sekelumit informasi dari profil Desa Wisata Lubuk Sukon.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah melaunching pada tanggal 15 Oktober 2012 dengan tujuan mendukung program Visit Aceh 2013. Menempuh jarak 12 km dari ibukota propinsi adalah gampong (Desa) Lubuk Sukon di kecamatan Ingin Jaya kabupaten Aceh Besar yang menjadi satu permukiman tradisional yang masih bertahan dengan segala peninggalan yang ada. Desa ini terletak di dataran rendah yang sebagian besar rumah penduduknya adalah rumah tradisional aceh (rumoh aceh).

Rumoh aceh di Desa Lubuk Sukon ini masih tetap dipertahankan, walau dipadukankan dengan perkembangan dan kebutuhan kekinian. Secara bijak hunian ini dirancang dengan prinsip tahan gempa, karena Orang Aceh, menyadari bahwa letak wilayahnya berada digaris lintasan gempa. Sekitar 70% warga Desa Lubuk Sukon sudah bertempat tinggal sejak dilahirkan yang merupakan penduduk asli yang menempati rumoh peunulang (rumah warisan). Sebagian besar warga pendatang yang menikah dengan wanita Desa Lubuk Sukon juga tinggal menetap di rumoh peunulang tersebut karena adat dan beberapa faktor lain.

Rumah sebagai tempat hunian didominasi oleh rumoh aceh, rumoh santeut (rumah panggung) dan rumoh batee (rumah beton). Rumah berkonstruksi kayu mulai dibangun di antara tahun 1950 hingga tahun 1980, sedangkan rumah berkonstruksi beton mulai dibangun di era tahun 1980-an. Rumoh aceh memiliki unsur-unsur yang dibutuhan dalam berkehidupan di peDesaan.

Kolong rumoh aceh dimanfaatkan untuk aktifitas-aktifitas keseharian. Lumbung padi biasanya terpisah dari rumoh aceh, akan tetapi karena kebutuhan akan ruang, lumbung padi mulai dihilangkan. Sumur dibiarkan terbuka agar dapat dimanfaatkan secara bersama-sama. Kandang ternak ditempatkan dibelakang atau samping rumah berikut tempat penyimpanan kayu sebagai bahan bakar dapur. Jingki (tempat tumbuk padi) pada umumnya berada dikolong rumah atau dibuat terpisah dalam bentuk sebuah balai.

Pekarangan rumah ditumbuhi tanaman buah seperti; jeruk bali, mangga, rambutan dan nangka. Namun rumoh batee tidak lagi memperhatikan unsur-unsur seperti yang ada di rumoh aceh. Rumoh aceh memiliki ruangan-ruangan dimana keberadaannya dibatasi menurut fungsi serta kebutuhan yang telah ditata sebagaimana berikut ini;

1. Seuramoe keue (serambi depan) adalah tempat menerima tamu khususnya laki-laki, tempat mengaji dan belajar, sekaligus tempat tidur buat anak laki-laki dan untuk kepentingan umum lainnya.

2. Seuramoe teungoh (serambi tengah) adalah ruang tertutup, berfungsinya sebagai kamar tidur, berjumlah 2 anjoeng (kamar). Kamar disebelah barat digunakan oleh orangtua dan sedangkan kamar sebelah timur ditempati oleh anak perempuan.

3. Seuramoe likot (serambi belakang) adalah ruang yang berfungsi sebagai dapur, dimana kehadiran laki-laki dibatasi. Pembatasan ruang antara laki-laki dan perempuan, dipengaruhi oleh aturan Islam dan adat peunulang.

Rumah merupakan milik perempuan, sedangkan laki-laki dianggap sebagai tamu yang harus dihormati.Peraturan ini sangat berkaitan dengan syara’ Islam yang memisahkan ruang antar laki-laki dan perempuan. Rumoh Aceh di dirancang demi melindungi perempuan sehingga aurat tetap terjaga dari laki-laki yang bukan muhrimnya, dari tindak kriminal dan sebagainya.

Rumoh Aceh memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi perempuan aceh dalam beraktifitas. Sistem permukiman di Desa Lubuk Sukon memiliki makna dan tujuan tertentu berdasarkan prinsip lokal yang dapat diterima oleh masyarakat. Kebijakan mengenai aspek adat dan kehidupan Desa dirancang dan ditetapkan dalam reusam gampong (tata krama) untuk mengatur kehidupan warganya.

WILAYAH

Desa Lubuk Sukon merupakan bagian dari sebuah Desa di Kemukiman Lubuk, berada dalam Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Desa ini sangat mudah dicapai dengan menggunakan moda transportasi darat dari ibukota provinsi (Banda Aceh) dengan jarak tempuh 12 km. Memiliki luas 112 Ha, terdiri dari 4 (empat) dusun yaitu: Dusun Darusshalihin, Dusun Darul Makmur, Dusun Darul Ulum, Dusun Darussalam dengan jumlah bangunan hunian lebih kurang 191 unit.

Desa Lubuk Sukon berbatasan dengan Desa Lambarieh di sebelah Selatan, dibelah oleh sungai Krueng Aceh; Desa Lubuk Gapuy di sebelah timur; Desa Dham Pulo di sebelah utara, dan Desa Pasie Lubuk disebelah barat. Wilayah selatan merupakan kawasan bantaran sungai Krueng Aceh yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa sebagai areal pertanian dan peternakan, khususnya dibidang penggemukan sapi, budidaya tanaman hortikultura (buah-buahan dan sayuran) semusim.

Wilayah timur Desa terdapat juga krueng cut (sungai kecil) yang melintasi persawahan dan ladang. Krueng cut merupakan aliran air yang difungsikan untuk irigasi persawahan. Sungai kecil ini dijaga keasriannya sehingga ditanami tanaman penyangga di sepanjang sisinya. Beberapa warga juga memanfaatkan sungai krueng cut ini sebagai lahan budidaya ikan air tawar.

Wilayah tengah Desa adalah tumpok (tempat hunian penduduk), meunasah, Taman Kanak-kanak dan Kantor Desa Wilayah utara berbatasan dengan Desa Dham Pulo, terdapat pula fasilitas-fasilitas umum skala kecamatan, kabupaten bahkan propinsi, seperti; lapangan bola kaki, bangunan untuk fasilitas olahraga, SMU Negeri 1 Ingin Jaya, Balai Pelatihan Pendidikan (BPKB), Mesjid Jami’ Al Ikhlas Lubuk serta Tempat Pemakaman Umum di depan Mesjid Jami’.

Wilayah barat mulai berkembang juga permukiman baru, terdapat pula sebuah dayah (pesantren) yang dibangun oleh seorang ulama setempat. Dayah Darul Aman adalah sebuah lembaga pendidikan agama yang menerima santri (murid) yang ingin mempelajari Al Qur’an dan Kitab-kitab Islam lainnya.

PEMERINTAHAN DESA

Struktur kepemerintahan di Desa Lubuk Sukon terdiri dari Keuchik selaku kepala pemerintahan yang bertanggungjawab terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Desa. Keuchik juga sebagai pengambil keputusan terhadap sesuatu yang telah disepakati sebelumnya. Keuchik dalam melaksanakan tugasnya dapat meminta bantuan dan pertimbangan dari tuha peut (para dewan desa) dan imum meunasah. Imeum meunasah adalah sebagai pimpinan dalam kegiataan keagamaan sedangkan tuha peut adalah sebuah dewan yang terdiri dari 4 (empat) orang ditambah seorang sekretaris. Mereka adalah individu-individu yang memiliki pengetahuan dan paham mengenai adat istiadat, pendidikan, syariah agama serta kepemudaan. Berkaitan dengan kegiatan pertanian, untuk pengelolaan akan irigasi khususnya tanaman padi, ditangani oleh seorang keujruen blang. Lembaga sosial kemasyarakatan telah terbentuk, seperti; kelompok pengajian, organisasi kewanitaan, sanggar kesenian, organisasi kepemudaan, klub olah raga, dan kelompok-kelompok tani dan Koperasi.

MATA PENCAHARIAN

Saat ini, mata pencaharian penduduk Desa Lubuk Sukon cukup beragam. Sebagian besar warga Lubuk Sukon bermata pencaharian sebagai petani, walaupun sebagian dari mereka adalah juga PNS. Hal ini dikarenakan oleh topografi wilayah yang berupa dataran rendah dan faktor tanah yang sangat potensial untuk daerah persawahan. Populasi mencapai 1.200 jiwa, berdasarkan persentase mata pencaharian dapat dirincikan; profesi petani 32%, sebagai PNS 28% dan wirausaha/wiraswasta 27% sedangkan sisanya 13% belum memiliki pekerjaaan tetap.

BUDAYA, RELIGI dan PENDIDIKAN

Budaya yang berlaku dan yang dipertahankan dalam sendi-sendi berkehidupan masyarakat adalah reusam (kebiasaan) adat yang jroh (baik) selama tidak memiliki unsur-unsur bertentangan atau bertolak belakang dengan kaidah-kaidah syara’. Penjabarannya tidak menuntut dan mengikat secara materi, bahkan lebih bersifat kegotong-royongan dan kepedulian.

Kehidupan berbudaya adalah budaya positif, budaya kearifan, budaya islami. Nilai dan kepercayaan yang berkembang di kehidupan masyarakat Desa Lubuk Sukon bersendikan ke-Islami-man. Adat dalam tradisi dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan perihal kelahiran, pernikahan, kematian dan acara keagamaan seperti: peusijuk (menepung tawari), perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W dan majelis-majelis pengajian kitab Al Quran. Kegiatan ritual ini dilakukan melalui tahapan-tahapan, menggunakan prinsip musyawarah untuk mencapai kesepakatan sehingga hasilnya dapat diterima oleh segenap lapisan masyarakat. Pelaksanaannya dengan bergotong royong dan saling melengkapi. Pendidikan memegang peran penting terhadap pola pikir serta pembentukan watak/karakter individu.

Desa Lubuk Sukon memiliki tempat pendidikan yamg sangat reprensentatif sesuai usia dan tingkat pendidikan. Para pemuka dan tokoh masyarakat sangat memperhatikan hal ini sehingga keinginan tersebut diwujudkan dengan semangat kegotongroyongan membangun sarana-sarana pendidikan. Mereka sangat memikirkan masa depan yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

SUNGAI

Desa Lubuk Sukon dilewati Sungai Krueng Aceh dengan rentang 30 sampai 50 meter. Memiliki Jembatan beton untuk penghubung Desa dengan jalan raya nasional (Banda Aceh-Medan) dan Desa-Desa di sekitarnya.

Keberadaan sungai mempengaruhi mata pencaharian penduduk di bidang pertanian. Kesepakatan keuchik dan para tokoh Desa bahwa tidak diizinkan membangunan rumah di sekitar sungai karena volume air cukup tinggi jika datang banjir tahunan. Bahkan masyarakat sempat membangun tanggul untuk menghadang banjir secara swadaya sebelum Proyek Krueng Aceh tahun 1989. Sungai menyediakan alternatif lahan untuk usaha pertanian dan kegiatan lainnya yang member keuntungkan secara ekonomi.

Sungai juga menjadi sumber bagii ketersediaan debit air bagi sumur-sumur penduduk. Lahan pertanian hortikultura juga menggantungkan kebutuhan air dari sungai begitupula dengan usaha ternak sapi, domba dan kambing. Faktor ini menjadikan kawasan sepanjang bantaran sungai banyak dilaksanakan kegiatan agribisnis.

MEUNASAH

Awal permukiman di Desa Lubuk Sukon dimulai dengan mendirikan beberapa rumoh aceh (rumah hunian) dan sebuah meunasah (surau). Sebuah Desa di Aceh sangat identik dengan keberadaan meunasah. Selain digunakan sebagai tempat peribadatan, meunasah juga difungsikan sebagai:

(1)pusat pemerintahan Desa;

(2)tempat bermusyawarah;

(3)tempat melaksanakan kegiatan keagaman dan

(4) tempat melaksanakan acara-acara massal seperti kenduri dan gotong royong.

PERTANIAN

Lahan pertanian padi terdapat disepanjang krueng cut di bagian timur Desa. Perkembangan areal persawahan ditandai dengan dibangunnya sarana drainase irigasi diawal tahun 1980. Hal ini memungkinkan bagi petani dapat bercocok tanam sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun.Kegiatan usaha tani terus digalakkan melalui pembinaan/ penyuluhan dari instansi pertanian

SARANA dan INFRASTRUKTUR

Era 1920-an hanya hanya ada jalan setapak melaui bantaran sungai Krueng Aceh sebagai akses menuju Desa Lubuk Sukon. Jalan ini menjadi jalan utama yang menyambung dengan Desa lain di wilayah Kemukiman Lubuk. Tahun 1972 dibangun sebuah Jembatan Gantung (suspension bridge) yang kemudian diganti dengan Jembatan Beton pada tahun 1989.

Tetapi hingga kini masih banyak warga dan masyarakat luar yang lebih mengenal pintu masuk ke Lubuk Sukon dengan sebutan simpang titi ayoen (Simpang Jembatan Gantung). Periode ini pula dibangun jalan-jalan baru kebutuhkan masyarakat, diikuti dengan berdirinya fasilitas umum, seperti: klinik kesehatan, sekolah-sekolah, lapangan olah raga, tempat pemakaman umum (TPU) dan infrastruktur lainnya.

Demikian gambaran umum Desa Lubuk Sukon dengan segala potensi yang (masih) dimilikinya, telah ditunjuk untuk menjadi Desa Wisata Pertama di Provinsi Aceh. Desa Wisata Lubuk Sukon akan selalu menyempurnakan segala aspek-aspek yang menyangkut kebutuhan sebagai destinasi wisata sesuai dengan semboyan BESTARI (Bersih, Sahaja, Tertib, Aman, dan Religi).. www.visitlubutsukon.id


Artikel Lainnya:

 

Mantan Ajudan Presiden Megawati, Budi Gunawan Kembali Jabat Ka BIN
Minggu, 07 Januari 2018

KOPI, Jakarta - Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/15/I/2018. Dalam surat tersebut BG dimutasikan menjadi Perwira Tinggi (Pati) Baintelkam Polri dalam rangka pensiun, diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal. "Pak BG pensiun dari Polri, tetapi tetap jadi kepala BIN karena BIN tidak berdasar dari Polri. Sebagai Polisi beliau pensiun karena usia sudah 58 tahun,... Baca selengkapnya...

Kapolri Mengakui : Ada Pungli Bidokkes , Oknum Perwira Tinggi “Wong Kito Galo” Terlibat Bro
Sabtu, 30 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Bukan rahasia umum lagi diduga penerimaan siswa calon Sekolah Kepolisian Negara (SPN) menggunakan rumus 2 F . Para orang tua yang ingin anak menjadi anggota Polri harus mempersiapkan 2 F (Fulus, Fisik). Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya pun mengakui adanya perilaku koruptif di lingkungan Biddokkes Polri. Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Yang herannya masyarakat kenapa Kapolri baru mengetahui... Baca selengkapnya...

Putin Mencalonkan Kembali Sebagai Capres Rusia
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Kremlin – Pria kelahiran 7 Oktober 1952 di daerah Leningrad atau St Petersburg awalnya adalah  Ia kuliah hukum dan bergabung dengan KGB setelah lulus. Putin menyamar sebagai Turis serta bertemu dengan Presiden Ronal Reagen . Saat itu Putin bertugas di Jerman timur . Sejumlah rekannya sesama agen rahasia beberapa kali menempati posisi penting di era Putin berkuasa sebagai Presiden maupun Perdana Mentri. N Kini ribuan jumlah media... Baca selengkapnya...

Paradise Paper Ungkap Kelicikan Bisnis Taipan Sukanto Tanoto
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Dulu heboh Panama Paper, melibatkan para oknum petinggi negara Asia pasifik memiliki harta   dari hasil korupsi disimpan suatu bank. Serta mendirikan perusahaan fiktif untuk menghindari pajak. Kini heboh Paradise Paper , pengungkapan bisnis Taipan Sukantotanoto oleh ICJI (Jejaring Jurnalis Investigas Internasional). Nama April Group, perusahaan bubur kayu dan kertas (pulp andpaper) milik Sukanto Tanoto, disebut dalam... Baca selengkapnya...

Partai Oposisi Israel, Gotong Royong Memasukan Netayahu Kedalam Penjara
Kamis, 21 Desember 2017

KOPI, Yerusalem – Para Ketua, pengurus Partai Oposisi Israel gotong royong memasukan PM Israel Benyamin Netayahu kedalam penjara. ini buktinya pembaca setia Pewarta Indonesia dikutif dari kantor berita Ap, BBC, Media Israel. Media Israel heboh memberitakan penyidik tiba di kediaman Netanyahu sebelum 9.00, Jumat waktu setempat (15/12). Dia ditanya soal kesaksian milyuner Australia James Packer yang memperkuat kemungkinan Sang Perdana... Baca selengkapnya...

Pertemuan Prabowo dengan Pengurus Teras DPD Gerindra Jabar, Menentukan Cagub dan Wagub
Sabtu, 09 Desember 2017

KOPI, Bandung – Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menuturkan hingga saat ini Prabowo masih terus menggodok 5 nama sambil terus berkomunikasi dengan sejumlah partai yang akan menjadi mitra koalisi. "Belum ditetapkan. Hari-hari ini masih digodok di internal untuk kemudian dibicarakan dengan mitra PKS, PAN," ujar Sodik kepada kumparan.com , Jumat (8/12). Adapun nama-nama yang digodok itu antara lain mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah,... Baca selengkapnya...

Pengamat : Percepat Pergantian Panglima TNI “Hak” Presiden Bro
Jumat, 08 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Percepat pergantian Panglima TNI merupakan “Hak Presiden “ sebagai Panglima Tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Media Sosial (red. Facebook, Twitter, Istagram, WA/ What’s App, Youtube, dan lain-lain ) merespons cepat keputusan Presiden Joko Widodo terkait dengan pergantian Panglima TNI. Pergantian Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) Jendral... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALTiongkok Islam Phobia Larang Kegiatan K.....
20/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI- RRC - Ditempat kerjanya , Goh Peng Peck  menuturkan " Ketakutan Islam berkembang pesat di negara Tiongkok. Pemerintah membatasi kegiatan keaga [ ... ]



NASIONALAnak Anda Mau Jadi Anggota Polri Sia.....
29/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Sumatera Selatan – Anak Anda ingin jadi anggota Polri, siapkan 2 F (Fulus, Fisik). Netizenpun berkomentar, Akun Wesly Sneijder Ambarita menul [ ... ]



DAERAHMenteri Lingkungan Hidup Apresiasi Penge.....
22/01/2018 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di Kota Bandu [ ... ]



EKONOMIKOMPAK Gagas Optimalisasi Pelaksanaan OT.....
22/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Berbicara tentang Otsus pastilah bicara tentang dana yang khusus dikeluarkan untuk Provinsi Aceh, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Ba [ ... ]



HANKAMDanlanal Berterima Kasih Atas Bantuan Pi.....
23/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Bandung, Letkol Laut (P) Sunar Solehuddin menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bandung yang  [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Manca negara ke Indones.....
03/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancanegara [ ... ]



HUKUM & KRIMINALSerangkaian Kegiatan Budi Waseso Kepala .....
19/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Masalah narkoba tentu merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Aceh yang terkenal dengan ganja nomor sat [ ... ]



OPINIKali Ini Enak Ditonton.....
15/01/2018 | Siti Khumaira

KOPI - PILWAKO kali ini enak ditonton, karena semua petarungnya sama-sama sudah pernah menang dan dua diantaranya pernah pula kalah karena dicoret. "A [ ... ]



PROFILBripka Ralon Manurung Tulus Berbagi untu.....
21/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Gunung Sahilan - Ditempat kerjanya, Ucu Rosyid mengatakan “ Selama ini kami lihat Dinas Pendidikan propinsi rela menghabiskan dana puluhan mil [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPuluhan Penyair Siap Meriahkan HUT ke-9 .....
08/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung–Di Hari Ulang Tahunnya yang ke-9, Majelis Satra Bandung (MSB) kembali menggelar acara. Jika tahun-tahun sebelumnya ada pentas dangdu [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATILSM KPK Laporkan Polresta Pekanbaru ke.....
27/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Kasus dugaan salah tangkap oleh anggota Polresta Pekanbaru, yang dialami oleh Syamsi Ramed (21) yang diduga pelaku perampokan Teras  [ ... ]



SERBA-SERBIDipicu Facebook Blokir Akun FPI, Ratus.....
13/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Dalam rilisnya Facebook Indonesia menyatakan laman webnya  ingin menjadi tempat yang aman untuk berbagi cerita dengan teman atau [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.