Selayang Pandang

Pewarta-Indonesia, Sejak fasilitas internet menjadi bagian dari kehidupan masyarakat umum, banyak sekali bermunculan penulis berbakat. Mereka dengan sangat bersemangat menuangkan berbagai ide, buah pikiran, pengalaman, informasi, dan lain-lain dalam bentuk tulisan. Tidak sedikit di antara hasil karya mereka yang tergolong berkualitas tinggi dan perlu dibaca oleh orang lain. Namun sayangnya para penulis ini kurang mendapat perhatian dan bahkan tidak diakui oleh kalangan pekerja dan pengelola media massa professional. Bahkan lebih banyak dari mereka harus puas menjadi bahan cibiran sebagai penulis amatiran dan termarginalkan oleh masyarakat pers mainstream.

Derita dan kekalutan para “penulis amatiran” tidak berakhir di situ saja. Mereka pun amat kesulitan untuk mendapatkan media yang mau mengakomodasi kebutuhan publikasi hasil karyanya. Beruntunglah, internet memberi berkah bagi semua orang dalam bentuk penyediaan wadah menulis bagi sesiapa saja yang ingin mengekspresikan segala kreativitas kemanusiaannya. Jadilah fenomena blogger melahirkan berjuta penulis blog, yang telah menjadi pemandangan umum hari ini.

Pada perkembangan lebih lanjut, beberapa kalangan telah menginisiasi pembentukan media massa tanpa batas yang didedikasikan bagi siapa saja yang ingin menulis dan menyampaikan informasi atau berita yang dimilikinya untuk dipublikasikan pada media-media massa yang mereka bangun. Sebutlah beberapa media di Indonesia seperti koran online KabarIndonesia, halamansatu, panyingkul, dan lain-lain. Baru pada saat paling terakhir ini, beberapa media massa utama, seperti Kompas dan Republika mencoba memberi ruang bagi penulis pewarta warga untuk ikut berpartisipasi di media mereka, namun masih terbatas pada media online yang mereka kelola.

Dari pojok lain, keberadaan para “hobi-nulis” tersebut cukup kesulitan menjalankan aktivitas menulis karena terkendala oleh sumber informasi primer yang sukar diakses akibat ketiadaan wadah atau organisasi yang menaungi dan mendukung mereka. Kenyataannya, untuk bisa bergabung di salah satu persatuan penulis (wartawan) profesional, para penulis non-profesional tersebut harus memenuhi berbagai macam persyaratan yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh mereka yang tidak memiliki media tetap ataupun profesi sebagai reporter. Hal ini menimbulkan hambatan bagi setiap penulis untuk mendapatkan akses ke berbagai sumber, terutama yang bersifat protokoler, karena akan dianggap sebagai pengumpul informasi liar, dan lain sebagainya. Hal inilah yang medorong para penulis pewarta warga untuk mendirikan suatu organisasi yang dapat menampung semua penulis pewarta warga dari latarbelakang apapun.

Yang dimaksud dengan Pewarta Warga (citizen reporter) adalah mereka yang memiliki hobi menulis, baik untuk konsumsi media massa online dan offline, maupun menulis di blogger ataupun di milis dan media lainnya. Pewarta warga juga termasuk mereka yang beraktivitas memberitakan informasi dan berita berbentuk berita foto, berita video/film, dan pemberi informasi via telepon ke stasiun radio dan televisi. Pada saat ini siapa saja bisa menjadi reporter tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan jurnalisme atau apapun juga. Setiap pemilik blog ataupun setiap orang yang pernah menulis di milis, dapat dikategorikan sebagai citizen reporter.

Umumnya, pewarta warga menulis bukan untuk konsumsi media mainstream atau media utama seperti majalah atau koran-koran lainnya, melainkan untuk sesama pembaca. Reporter-reporter orang biasa ini lebih dikenal dengan sebutan para Pewarta Warga atau Citizen Reporter. Mereka tidak terikat dengan/oleh media massa elektronik (online) ataupun media massa cetak tertentu. Dengan demikian, mereka bisa jauh lebih bebas mengungkapkan pendapat maupun pikiran mereka masing-masing.

Jurnalisme Warga

Pemberitaan menggunakan system pewarta warga biasanya disebut Citizen Journalism atau disebut Jurnalisme Warga. Citizen Journalism adalah jurnalisme akar rumput yang muncul dan tumbuh dari bawah ke atas, dari masyarakat di level bawah, dan bukan dari atas ke bawah. Citizen jurnalism dapat disebut juga sebagai jurnalisme advokasi, karena melalui sistem jurnalisme warga setiap penulis dapat memberitakan atau menceritakan perjuangan mereka, misalnya memberitakan tentang pencemaran lingkungan hidup mulai dari pembakaran hutan sampai dengan semburan lumpur panas. Mereka bisa menuturkan secara detil, faktual, dan menyeluruh peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Bahkan, pola ini bukan sekedar dalam bentuk berita ”kering” belaka, tapi mereka menghayati dan menjiwai apa yang mereka ceritakan, sebab hal itu adalah hasil pengamatan ataupun pengalaman mereka sendiri. Bukan hanya sekedar berita yang tawar melainkan berita yang ditulis, digambar, dan disampaikan dengan penuh perasaan.

Berangkat dari gairah untuk berjuang dan bercerita inilah timbul jurnalisme orang biasa yang akhirnya menciptakan jutaan Pewarta Warga. Untuk mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan para Pewarta Warga Indonesia, baik dalam maupun di luar negeri, didirikanlah organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia disingkat PPWI. Salah satu keunikan organisasi ini dibandingkan dengan organisasi wartawan professional adalah bahwa PPWI bersifat global, tanpa sekat batas-batas negara, umur, pendidikan, latar belakang ekonomi dan pekerjaan, dan lain-lain. Semua Pewarta Warga Indonesia di pelosok dunia mana pun dapat turut bergabung menjadi anggota.

PPWI dideklarasikan oleh para Pewarta Warga pada tgl. 11 November 2007, bertempat di Aula SMA Regina Pacis, Slipi, Jakarta Barat. Sebagai Ketua Umum PPWI dijabat oleh Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA dan Sekretaris Jenderal Ruslan Andy Chandra, Dipl.PR(Aust). Saat ini PPWI telah memiliki cabang di Yogyakarta dan Palembang. Dalam beberapa waktu mendatang akan dibentuk pengurus cabang di Manado, Makassar, Padang, Semarang, Siak, dan tempat lainnya. Juga terdapat beberapa cabang di luar negeri, yakni di New Zealand, India, USA dan Belanda.***

Sekretariat PPWI Nasional (2007-2010):

1. Gedung Dewan Pers (Jakarta Media Center) Lantai 5, Jl. Kebon Sirih Raya No. 32 – 34 Menteng, Jakarta Pusat 10110, Indonesia;

2. Sekretariat Utama : Jl. Danau Diatas GIII No. 94 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat 10210, Indonesia
Phone: +62-21- 5705101, 5708725; Fax: +62-21-5745224
Mobile: +62-81371549165 (Shony), +62-81584021244 (Andy)
Email: [email protected], [email protected]
Homepage: www.pewarta-indonesia.com
Blog: http://pewarta-indonesia.blogspot.com

3. Sekretariat PPWI Nasional (2011 s/d sekarang):
Jl. Anggrek Cendrawasih X Blok K No. 29
Kel. Kemanggisan, Kec. Palmerah, Slipi
Jakarta Barat 11480 – Indonesia
Phone: +62-21-53668243; Call/SMS Center: 08137101875 (Mbak Wina)
Email: [email protected]
Homepage: www.pewarta-indonesia.com

Visi dan Misi

A. Visi dan Misi PPWI

KOPI, Sejalan dengan kehendak luhur untuk membantu usaha-usaha pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam rangka meningkatkan kehidupan bangsa yang cerdas, sejahtera dan berkebudayaan tinggi, serta mengembangkan peradaban yang sesuai dengan kehendak masyarakatnya melalui program dan kegiatan ke-media-massa-an, PPWI konsisten untuk mendorong terciptanya sistim publikasi yang jujur, benar, dan beretika, dan memberi manfaat bagi masyarakat banyak. Untuk itu PPWI menetapkan visi dan misinya sebagai berikut:

Visi: Mewujudkan komunitas warga masyarakat Indonesia yang cakap-media, yakni yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam berbagi informasi melalui media massa serta mampu merespon dengan benar setiap informasi yang diperoleh dari media massa.

Misi:

1. Memperjuangkan dan memasyarakatkan kebebasan dan kemerdekaan memperoleh dan memberi informasi yang benar, bebas dari kepentingan kekuatan tertentu dan bertanggung jawab;

2. Meningkatkan kemampuan mengemukakan informasi, pendapat, aspirasi, keinginan dan buah pikiran dalam bentuk lisan maupun tulisan kepada semua anggotanya dan seluruh lapisan masyarakat;

3. Melakukan upaya pembelaan/advokasi kepada pewarta warga Indonesia dan masyarakat;

4. Menegakkan Kode Etik Pewarta Warga Indonesia dan mempertahankan integritas Pewarta Warga Indonesia;

5. Menjalin dan memajukan kerjasama dengan semua pihak (pemerintah maupun swasta) serta dengan jejaring pewarta warga internasional.

Sekretariat PPWI Nasional

B. Lima Pedoman Dasar Program Kerja PPWI

KOPI, Dalam rangka mewujudkan visi dan misinya, PPWI mengembangkan beberapa konsep pemikiran yang menjadi pedoman dasar dalam menjalankan fungsinya melalui penentuan dan implementasi program strategisnya, yaitu:

1. Perubahan paradigma publik terhadap media massa; merubah mind-set atau pola berpikir bahwa pers dan publikasi media-massa hanya merupakan ranah para profesional atau bidang kerjanya para wartawan saja, kita robah menjadi pola pikir bahwa seluruh rakyat tanpa kecuali berhak dan wajib mengambil bagian dalam proses publikasi, pers, dan media massa.

2. Pengembangan kemampuan dan ketrampilan jurnalisme warga; yakni membantu dan mendorong percepatan melek media bagi setiap warga melalui berbagai usaha meningkatkan ketrampilan dan kemampuan jurnalistik sesuai potensi kemanusiaan yang dimiliki oleh masing-masing anggota masyarakat.

3. Pembangunan dan pengembangan media massa yang berpegang pada prinsip demokrasi: dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat; proses ini tidak hanya terbatas pada sisi penyediaan informasi-publikasi, tetapi juga menyangkut sumber pembiyaan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di masyarakat secara mandiri.

4. Pengembangan kultur publikasi jurnalisme warga yang berbudaya, beradab, dan beretika; karena aksi penyebaran informasi ibarat pedang bermata dua yang selamanya akan menghasilkan dampak positif dan negatif walaupun dengan kadar prosentase yang berbeda.

5. Penumbuhan daya-cipta kekaryaan manusia berbasis budaya masyarakat dan potensi sumber daya lokal; hal ini penting untuk menghasilkan berbagai produk dan hasil karya dengan memanfaatkan daya-kreativitas kemanusiaan setiap orang yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan oleh komunitasnya baik dalam skala kecil, daerah, regional, maupun pada tingkat nasional dan internasional. Produk dan hasil karya yang banyak dan beragam dari masyarakat ini akan menjadi sumber informasi dan data empiris tiada habis-habisnya bagi dunia media massa dan publikasi.

Sekretariat PPWI Nasional

Kode Etik

Demi tegaknya harkat dan martabat maupun mutu dari hasil karya para Pewarta Warga, maka PPWI menetapkan Kode Etik Pewarta Warga yang harus ditaati dan dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh anggota PPWI, yang secara rinci seperti tertuang di bawah ini.

  1. PEWARTA WARGA tidak menyiarkan berita yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara maupun kesatuan dan persatuan bangsa.
  2. PEWARTA WARGA tidak diperkenankan menyiarkan karya jurnalistik melalui media massa apapun yang bersifat cabul, menyesatkan, bersifat fitnah ataupun memutarbalikkan fakta.
  3. PEWARTA WARGA tidak diperkenankan menerima imbalan yang dapat mempengaruhi obyektivitas beritanya.
  4. PEWARTA WARGA menjaga dan menghormati kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan berita-berita yang dapat merugikan nama baik seseorang atau pihak tertentu.
  5. PEWARTA WARGA dilarang melakukan tindakan plagiat atau mengutip hasil karya pihak lain dengan tanpa menyebutkan sumbernya. Apabila kenyataannya nama maupun identitas sumber berita tidak dicantumkan, maka segala tanggung jawab ada pada PEWARTA WARGA yang bersangkutan.
  6. PEWARTA WARGA diwajibkan menempuh cara yang sopan dan terhormat dalam memperoleh bahan karya jurnalistik, tanpa paksaan ataupun menyadap berita dengan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.
  7. PEWARTA WARGA diwajibkan mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang ternyata tidak akurat, dan memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk memberikan kesempatan hak jawab.
  8. Dalam memberitakan peristiwa yang berkaitan dengan proses hukum atau diduga menyangkut pelanggaran hukum, PEWARTA WARGA harus selalu menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, dengan prinsip jujur, dan menyajikan berita secara berimbang.
  9. PEWARTA WARGA harus berusaha semaksimal mungkin dalam pemberitaan kejahatan susila (asusila) agar tidak merugikan pihak korban.
  10. PEWARTA WARGA menghormati dan menjunjung tinggi ketentuan embargo untuk tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita telah dinyatakan sebagai bahan berita yang “Off The Record”.

Kode Etik Pewarta Warga pada hakekatnya dimaksudkan sebagai rambu-panduan bagi setiap aktivis jurnalisme warga. Ia tidak dimaksudkan untuk memberikan pembatasan atas hak-hak individu anggota PPWI dan masyarakat umum dalam menyampaikan aspirasi dan informasi ke ruang publik.

Oleh karena itu, pengawasan pelaksanaan Kode Etik ini seyogyanya dilaksanakan oleh masing-masing anggota pewarta warga, dan masyarakat di lingkungan sosial masing-masing. Demikian juga, sanksi atas pelanggaran Kode Etik ini juga lebih diserahkan kepada sistem sosial (nilai dan norma) yang berlaku di masyarakat. Untuk pelanggaran yang bersifat normatif, penyelesaiannya diserahkan kepada aparat penegak hukum; dan untuk hal-hal yang berkenaan dengan nilai sosial, diharapkan peran sanksi dan kontrol sosial masyarakat yang menyelesaikan.

Walaupun demikian, PPWI melalui Biro Hukum akan senantiasa memberikan advokasi atas segala kegiatan pewarta warga, termasuk perlindungan hukum dan sosial. Informasi dan pengaduan dapat dialamatkan ke Sekretariat PPWI, di :

Sekretariat Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)
Rumah Juku PPWI
Jl. Anggrek Cenderawasih X No. 29 Kemanggisan, Palmerah
Slipi, Jakarta Barat 11480, Indonesia
Phone: +62-21-53668243, SMS/Call Center: 081371549165 (Shony)
Email: [email protected], [email protected]
Homepage: www.pewarta-indonesia.com

Update: 01 Januari 2015

Program Kerja

A. Program Kerja Jangka Panjang

1. Mendorong dan mendukung aktivitas jurnalisme warga setiap pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum di berbagai media publikasi yang tersedia baik media konvensional maupun non-konvensional;

2. Mengembangkan organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) hingga ke seluruh daerah provinsi, kabupaten/kota, Kecamatan, dan desa/dusun/kampung, termasuk juga di luar negeri;

3. Memperkuat kemampuan menyediakan layanan kepada semua pewarta warga Indonesia dan masyarakat dalam hal kemudahan memperoleh akses informasi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, antara lain berdasarkan UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;

4. Membangun dan mengembangkan sistim perlindungan dan advokasi berbasis masyarakat bagi setiap anggota pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum dalam melakukan kegiatan jurnalisme warga;

5. Mendorong peningkatan wawasan dan ketrampilan jurnalistik bagi setiap pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum;

6. Meningkatkan kepekaan sosial pewarta warga Indonesia dan masyarakat terhadap lingkungan sosialnya melalui pengembangan sistim jurnalisme dan publikasi yang berorientasi kepada pembangunan komunitas dan bangsa dengan mengutamakan pola berbagi informasi yang positif dan bernilai guna bagi komunitas dan bangsa secara keseluruhan;

7. Membangun dan mengembangkan budaya jurnalisme yang beradab, beretika, dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, di kalangan pewarta warga Indonesia, jurnalis profesional, dan masyarakat umum;

8. Mengembangkan dan mengelola media publikasi online www.pewarta-indonesia.com dan media derivatifnya secara profesional yang diperuntukan bagi setiap pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum;

9. Mengembangkan kemampuan daya cipta pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum sehingga kreatif menginisiasi dan/atau berpartisipasi dalam setiap bentuk kegiatan masyarakat di segala bidang (seni-budaya, pendidikan, ekonomi, pembangunan, lingkungan hidup, kerjasama internasional, dan lain-lain);

10. Meningkatkan semangat, motivasi, dan ketrampilan sosial pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti penanggulangan bencana, perlindungan lingkungan, hutan dan satwa, peningkatan taraf kesehatan masyarakat, dan lain-lain.

Sekretariat PPWI Nasional

B. Program Kerja Jangka Pendek

1. Mengembangkan dan mengelola media publikasi online www.pewarta-indonesia.com bagi setiap pewarta warga dan masyarakat umum;

2. Mendukung dan membantu setiap anggota pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum dalam beraktivitas di dunia jurnalistik;

3. Mengembangkan organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di beberapa daerah provinsi dan kabupaten/kota;

4. Menerbitkan kartu anggota PPWI yang sekaligus berfungsi sebagai Citizen Reporter ID Card bagi pewarta warga Indonesia dan masyarakat yang membutuhkannya;

5. Memberikan perlindungan dan advokasi bagi setiap anggota pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum dalam setiap kegiatan jurnalisme warga yang dilaksanakannya;

6. Mengadakan pendidikan dan latihan jurnalisme warga secara berkala kepada anggotanya dan masyarakat umum;

7. Mengadakan kegiatan temu pewarta warga baik skala lokal, regional, nasional, maupun internasional;

8. Menginisiasi dan/atau berpartisipasi dalam setiap bentuk kegiatan masyarakat di segala bidang (seni-budaya, pendidikan, ekonomi, pembangunan, lingkungan hidup, kerjasama internasional, dan lain-lain);

9. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti penanggulangan bencana, perlindungan lingkungan, hutan dan satwa, peningkatan taraf kesehatan masyarakat, dan lain-lain.

Sekretariat PPWI Nasional

C. Rencana Kegiatan Tahunan

1. Meningkatkan kemampuan layanan media publikasi online www.pewarta-indonesia.com bagi setiap pewarta warga dan masyarakat umum;

2. Mendirikan dan mengesahkan 5 DPD PPWI dan 20 DPC PPWI di berbagai daerah;

3. Mengadakan kegiatan sosialisasi jurnalisme warga melalui program citizen journalist masuk sekolah (PPWI Go2 School);

4. Mengadakan kegiatan pendidikan dan latihan jurnalistik bagi pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum, baik secara swadaya maupun melalui kerjasama dengan pihak lain;

5. Menerbitan kartu anggota PPWI yang sekaligus berfungsi sebagai Citizen Reporter ID Card bagi 500 orang anggota baru;

6. Mengadakan atribut PPWI berupa uniform dan kelengkapan beraktivitas lainya;

7. Membenahi administrasi dan kelengkapan kantor sekretariat PPWI;

8. Membuka dan mengembangkan (operasional) institusi pendidikan jurnalistik profesional, bekerjasama dengan insitusi jurnalistik lain baik dalam maupun ;uar negeri;

9. Menginventarisir masalah/kasus perlakuan yang menghambat kegiatan jurnalisme warga di kalangan masyarakat;

10. Memberikan perlindungan dan pembelaan bagi pewarta warga Indonesia dan masyarakat dalam melakukan kegiatan jurnalisme warga melalui berbagai cara, antara lain: mengeluarkan pernyataan sikap, himbauan, publikasi kasus, mediasi, hingga ke penyediaan penasehat hukum;

11. Mengadakan kegiatan temu pewarta warga Indonesia dan masyarakat umum di 3 wilayah Indonesia, yakni Indonesia Bagian Barat, Indonesia Bagian Tengah, Indonesia Bagian Timur;

12. Mengadakan Silahturahmi Nasional PPWI di Jakarta pada bulan November (Milad/HUT PPWI);

13. Berpartisipasi dalam kegiatan instansi pemerintah, yakni melalui kerjasama dengan Kesbangpol Depdagri, Kementrian Pendidikan, dan Kementrian Kominfo, dan lain-lain;

14. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan insidental, seperti penanggulangan bencana dan perlindungan lingkungan, hutan dan satwa;

15. Mengadakan donor darah, sunatan massal, dan program kesehatan lainnya bekerjasama dengan pihak lain.

PPWI juga menerima usulan dan masukan berkenaan dengan program-program yang dipandang perlu oleh anggota maupun masyarakat umum. Untuk itu, mohon kerelaannya menyampaikan kepada pengurus melalui email :[email protected].

Sekretariat PPWI Nasional

Konsern dan Kegiatan PPWI

 

Perhatian dan program jangka pendek dan menengah PPWI antara lain sebagai berikut:

  1. Mendorong dan mendukung aktivitas menulis setiap anggotanya dan masyarakat umum;
  2. Mengadvokasi dan memberikan perlindungan bagi setiap anggota PPWI dan masyarakat umum dalam setiap kegiatan jurnalisme warga yang dilaksanakannya;
  3. Mengadakan pendidikan dan latihan jurnalisme warga bagi anggotanya dan masyarakat umum, baik warta tulis, warta foto, maupun warta video;
  4. Mengadakan kegiatan temu pewarta warga baik skala lokal, regional, nasional, maupun internasional;
  5. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti penanggulangan bencana, perlindungan lingkungan, hutan dan satwa, peningkatan taraf kesehatan masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan, dan lain-lain;
  6. Menyediakan wadah berbagi informasi dan berita di antara sesama warga masyarakat berbentuk portal berita nasional dengan situs berita resmi di www.pewarta-indonesia.com;
  7. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan elemen di masyarakat, baik formal maupun informal, baik kelembagaan maupun personal;
  8. Menerbitkan kartu anggota yang sekaligus berfungsi sebagai Citizen Reporter ID Card.

Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain:

  1. Penanaman pohon (Penghijauan) bersama warga Jl. Jaksa, Jakarta Pusat;
  2. Seminar Mengembangkan Potensi Menulis di Universitas Maranatha Bandung;
  3. Temu Pewarta Warga Bandung dan sekitarnya di Universitas Negeri Sunan Gunung Jati, Bandung;
  4. Seminar Jurnalistik Warga di Universitas Jayabaya Jakarta;
  5. Pendidikan dan Latihan Citizen Reporter di Gedung Dewan Pers, Jakarta;
  6. Seminar Jurnalistik di Univeristas Negeri Yogyakarta, di Yogyakarta;
  7. Pendidikan dan Latihan Citizen Reporter bagi Anggota Perwira dan Bintara TNI Angkatan Darat, 13-14 Agustus 2008 di Jakarta;
  8. Seminar Sehari “Becoming Extraordinary” kerjasama dengan The Youngs Spirit, 20 September 2008, di Gedung Dewan Pers, Jakarta;
  9. Sosialisasi UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik) dan UU ITE (Informasi Teknologi dan Elektronika) kerjasama dengan Departemen Kominfo RI;
  10. Penerbitan hampir 500 ID Card Citizen Reporter bagi anggota PPWI, termasuk bagi lebih 200 Pewarta Warga dari kalangan TNI.

Jakarta, 31 Desember 2008

 

Pengurus Nasional

Berdasarkan Deklarasi Pewarta Warga Indonesia pada tanggal 11 November 2007 di Jakarta, yang kemudian dituangkan dalam Akte Notaris organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nomor 17, tertanggal 19 Novermber 2007, susunan Dewan Pengurus Nasional PPWI adalah sebagai berikut:

DEWAN PENDIRI:

1. Supriyanto, SH
2. Wendi Razif Soetikno
DEWAN PEMBINA/PENASEHAT:

1. Dr. Ir. Rizal Ramli, MA
2. Ir. Ricardo MH. Siagian, M.T.
3. Ir. Sarwono Kusumaatmaja
4. Supani, SH
5. Ir. Marwan Batubara, M.Sc
6. Edy Mulyadi
DEWAN PENGURUS:

1. Ketua Umum: Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA
2. Ketua I: Mung Pujanarko, S.Sos, M.I.Kom
3. Ketua II: Aldy Madjid (demisioner sejak 2010)

4. Sekretaris Jenderal: Ruslan Andy Chandra, Dipl.PR (demisioner sejak 1 Januari 2012)
5. Sekretaris I: Fredy A. Tewu
6. Sekretaris II: Yanti Sugiyanti

7. Bendahara Umum: Krisna Yudha Caraka
8. Bendahara I: Ernia Sari
9. Bendahara II: Winarsih, S.Pd

10. Biro Hukum & Advokasi: Muspani, SH
11. Biro Organisasi: Hilda Perbatasari
12. Biro Litbang & Diklat: Dodi Mawardi, Candra Kirana, SH
13. Biro Usaha & Keuangan: Deisy Wong
14. Biro Humas & Publikasi: Rio Bembo Setiawan
15. Biro Sekretariat: Yosef Ferdiyana
16. Biro Data & Informasi: Irwanto

Sekretariat PPWI Nasional

Jl. Anggrek Cendrawasih X No. 29, Kemanggisan
Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat 11480, Indonesia
Telepon: +62-21-53668243
Call/SMS Center: +62-81371051875 (Wina), +62-81371549165 (Shony)
Email: [email protected], [email protected]
Homepage: www.pewarta-indonesia.com
Facebook: Sekretariat PPWI ( [email protected])

Close
I came from a poor family in Central Celebes, Indonesia. “Shony” - that’s what my family and friends...