HATI-HATI: PPWI Dicatut Oknum yang Tidak Bertanggung Jawab

0
17

Pewarta-Indonesia, Berdasarkan informasi dari Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia PPWI), saat ini sedang marak pencatutan nama PPWI oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PPWI, Andy Chandra, saat dikonfirmasi tentang berita penggunaan logo dan kop surat PPWI oleh oknum berinisial AM bersama beberapa orang lainnya. Tidak hanya itu, tanda tangan ketua umum PPWI juga ikut disalahgunakan oleh oknum bersangkutan.

”Ya, kita amat menyesalkan pencatutan logo, kop surat, stempel. Dan bahkan tanda tangan ketua umum kami juga ikut dicatut,” kata Andy.

Sementara ditempat terpisah, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke yang sehari-hari bertugas di Sekretariat Jenderal DPD RI membenarkan kejadian tersebut. ”Benar Mas, tanda tangan saya juga dipakai oleh oknum Aldy Madjid, dibubuhkan dalam surat undangan yang dikirimkan ke berbagai instansi pemerintah dan swasta se-Indonesia,” kata Wilson saat ditanyakan hal itu. Nama pengundang, lanjut dia, yang tertera di sana adalah AA Aldy Madjid S.Sos, tapi tanda tangan orang lain (Wilson Lalengke – red) yang dipakai di surat itu. ”Agak aneh memang, soalnya nama penanda-tangan surat adalah AA Aldy Madjid S.Sos tapi tanda tangan yang dipakai adalah tanda tangan saya. Tanda tangan ini didapatkan dari file-file surat PPWI yang di-cropping bersama stempel organisasi PPWI,” imbuh Wilson yang mengaku sangat kaget saat pertama melihat suratnya.

Kejadian bermula dari pengiriman surat-surat tertanggal 26 Oktober 2009 yang diperkirakan berjumlah ratusan ke berbagai pihak. Prihal surat adalah tentang undangan diklat manajemen jurnalistik, fotografi dan kehumasan. Ternyata, belasan surat kembali ke alamat PPWI di Gedung Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat dan jatuh ke tangan Andy Chandra. Ia amat terkejut mengetahui bahwa telah terjadi penyalahgunaan organisasi PPWI untuk kepentingan pribadi oknum yang tidak bertanggung-jawab.

”Hingga hari ini, sudah 12 buah surat yang tidak sampai ke alamat tujuan karena pindah alamat dan sebagainya dan kembali lagi ke alamat kami,” kata Andy Chandra. Bila melihat dari tujuan surat yang kembali, antara lain ke PT. Berkala International di Banjarmasin, PT Eraksa Nofa di Surabaya, PT Garda Tujuh Buana di Jakarta, maka hampir dapat dipastikan bahwa surat yang dikirimkan oleh oknum pencatut PPWI berjumlah mencapai beberapa ratus, dan meliputi berbagai wilayah di nusantara.

Tertulis dalam surat itu bahwa kegiatan dijadwalkan berlangsung 2 hari sebanyak 3 angkatan di hotel Accasia, Jl. Kramat Raya No. 73/81, Jakarta Pusat. Peserta yang berminat diharuskan menyetorkan sejumlah uang (berkisar dari 3,5jt – 4,5jt rupiah untuk biaya hotel, makan siang, dan lain-lainnya).

Pembicara yang akan memberikan materi menurut surat tersebut antara lain Bambang Harimurti, Mung Pujanarko, Ali L. Hamid, dan Rosiana Silalahi. Herannya, beberapa calon pembicara yang sudah sempat dihubungi Sekretariat PPWI untuk mendapatkan konfirmasi, ternyata belum mengetahui rencana diklat tersebut.

”Berkenaan dengan rencana diklat oleh Aldy, hingga saat ini saya tidak tahu,” ujar Mung Pujanarko yang sehari-hari bekerja sebagai dosen jurnalistik di Universitas Djuanda, Bogor.

Ditanya tentang tindakan apa yang akan diambil oleh PPWI, Wilson dan Andy hampir senada mengatakan masih akan didiskusikan jalan terbaik. Apakah akan dipolisikan? ”Alternatif itu bisa saja, namun kita akan cari solusi pemecahan yang lebih bersahabat dululah,” jelas Andy. ”Lagipula, oknum bernama Aldy Madjid itu adalah anggota kita juga, yang selama ini cukup aktif di PPWI,” tambah Wilson. Namun demikian, Pengurus PPWI menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam merespon surat-surat undangan yang mengatasnamakan PPWI.

”Sebaiknya di-konfirmasikan ke Sekretariat Pengurus Nasional PPWI, di nomor 021-5705101 atau langsung ke Sekretaris Jenderal PPWI di nomor 081584021244 (Andy Chandra) dan Ketua Umum 081371549165 (Wilson Lalengke). Apalagi jika surat tersebut meminta sejumlah uang, harus hati-hati benar,” pungkas Andy Chandra.***

Sumber image: google.co.uk

BAGIKAN
Berita sebelumyaKasum TNI Tutup Hanudnas Tutuka XXXIII
Berita berikutnyaPendekatan Musuh-sentris Tidak Efektif di Pakistan
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.