Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Polres Sambas Amankan 631 Senpi Milik WargaDemo para Awak Kru BusFunbike Wall's Selection Family Ride
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5015
Isi : 8261
Content View Hits : 1864308
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini709
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4310

Warga Online : 64
IP Kamu : 38.107.179.219













Sawahlunto Danau Kandih Segera Hilang dari Peta Sawahlunto
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Danau Kandih Segera Hilang dari Peta Sawahlunto

KOPI, Sawahlunto - Danau Kandih sepertinya akan tinggal kenangan bagi masyarakat Sawahlunto. Karena dalam waktu dua tahun kedepan danau yang terbentuk secara tidak sengaja pada tahun 2003 ini, akan segera berubah menjadi komplek perkantoran ataupun areal wisata.

 

Danau dengan luas 29 hektar ini dahulunya adalah bukit yang diexploitasi kandungan batubaranya oleh PT.Pama Persada, sehingga lama kelamaan areal penambangan terbuka ini berubah menjadi cekungan dengan kedalaman 80-120 meter. Tak hanya batubara di dasar cekungan yang diexploitasi, banyaknya kandungan batubara di dinding cekungan sangat menarik bagi penambang batubara illegal sehingga dinding cekungan inipun penuh dengan lobang-lobang tambang yang akhirnya menjadi pemicu masuknya air kedalam cekungan dan terbentuklah danau. Rencana penimbunan Danau Kandih ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindagkop Kota Sawahlunto Ir.Syafriwal di ruang rapat Balaikota (17/3).

 

“Areal seluas 29 hektar ini nantinya dapat dimanfaatkan bagi kepentingan kota. Disamping ini adalah upaya untuk mencegah jatuhnya korban jiwa” ungkap Syafriwal kepada jendelakita.net.  Syafriwal menjelaskan “dalam waktu 6 tahun telah tejadi pendangakalan (sedimentasi) danau 50 % sehingga kedalaman saat ini hanya 15-45 meter. Apabila tidak ditimbun danau ini akan terus mengalami pendangkalan oleh sediment berupa lumpur lunak yang berbahaya karena sifat lumpur ini menghisap jika terpijak,” ungkap Syafriwal.

Lebih lanjut Syafriwal memaparkan dinas lingkungan hidup juga pernah melakukan kajian amdal yang ternyata kadar asam tinggi di dasar danau tidak potensial untuk usaha budidaya ikan di danau ini. Sedangkan usaha pariwisata masyarakat berupa penyewaan perahu juga telah berhenti karena pengunjung rata-rata takut akan kedalaman danau. Syafriwal mengakui pihaknya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat mengenai rencana ini dan menurutnya 70 % tokoh masyarakat menyatakan dukungannya.

edangkan untuk penimbunan danau yang membutuhkan material sejumlah 7 juta m3, Kepala Dinas Perindagkop ini menyatakan telah merintis pembicaraan dengan beberapa perusahaan tambang yaitu PT. Tahiti Coal dan PT. Nal untuk membuang disposal tambang ke dasar danau sehingga upaya penimbunan ini tidak menguras anggaran daerah. “Jika rencana ini berjalan lancar, dalam 2 tahun kedepan danau ini sudah menjadi dataran yang bisa dimanfaatkan untuk perkantoran, arena wisata atapun pengembangan tanaman produktif seperti mahoni” tutur Amran Nur menyetujui rencana penghapusan danau Kandih dari peta Sawahlunto. (Abi/Rni)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."