Danau Kandih Segera Hilang dari Peta Sawahlunto
KOPI, Sawahlunto - Danau Kandih sepertinya akan tinggal kenangan bagi masyarakat Sawahlunto. Karena dalam waktu dua tahun kedepan danau yang terbentuk secara tidak sengaja pada tahun 2003 ini, akan segera berubah menjadi komplek perkantoran ataupun areal wisata.
Danau dengan luas 29 hektar ini dahulunya adalah bukit yang diexploitasi kandungan batubaranya oleh PT.Pama Persada, sehingga lama kelamaan areal penambangan terbuka ini berubah menjadi cekungan dengan kedalaman 80-120 meter. Tak hanya batubara di dasar cekungan yang diexploitasi, banyaknya kandungan batubara di dinding cekungan sangat menarik bagi penambang batubara illegal sehingga dinding cekungan inipun penuh dengan lobang-lobang tambang yang akhirnya menjadi pemicu masuknya air kedalam cekungan dan terbentuklah danau. Rencana penimbunan Danau Kandih ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindagkop Kota Sawahlunto Ir.Syafriwal di ruang rapat Balaikota (17/3).
“Areal seluas 29 hektar ini nantinya dapat dimanfaatkan bagi kepentingan kota. Disamping ini adalah upaya untuk mencegah jatuhnya korban jiwa” ungkap Syafriwal kepada jendelakita.net. Syafriwal menjelaskan “dalam waktu 6 tahun telah tejadi pendangakalan (sedimentasi) danau 50 % sehingga kedalaman saat ini hanya 15-45 meter. Apabila tidak ditimbun danau ini akan terus mengalami pendangkalan oleh sediment berupa lumpur lunak yang berbahaya karena sifat lumpur ini menghisap jika terpijak,” ungkap Syafriwal.
Lebih lanjut Syafriwal memaparkan dinas lingkungan hidup juga pernah melakukan kajian amdal yang ternyata kadar asam tinggi di dasar danau tidak potensial untuk usaha budidaya ikan di danau ini. Sedangkan usaha pariwisata masyarakat berupa penyewaan perahu juga telah berhenti karena pengunjung rata-rata takut akan kedalaman danau. Syafriwal mengakui pihaknya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat mengenai rencana ini dan menurutnya 70 % tokoh masyarakat menyatakan dukungannya.
edangkan untuk penimbunan danau yang membutuhkan material sejumlah 7 juta m3, Kepala Dinas Perindagkop ini menyatakan telah merintis pembicaraan dengan beberapa perusahaan tambang yaitu PT. Tahiti Coal dan PT. Nal untuk membuang disposal tambang ke dasar danau sehingga upaya penimbunan ini tidak menguras anggaran daerah. “Jika rencana ini berjalan lancar, dalam 2 tahun kedepan danau ini sudah menjadi dataran yang bisa dimanfaatkan untuk perkantoran, arena wisata atapun pengembangan tanaman produktif seperti mahoni” tutur Amran Nur menyetujui rencana penghapusan danau Kandih dari peta Sawahlunto. (Abi/Rni)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|























Danau Kandih Segera Hilang dari Peta Sawahlunto


