Gizi Sebelum dan Sesudah Kehamilan Pengaruhi Kesehatan Anak Hingga Dewasa

KOPI - Pemenuhan gizi sangat penting dilakukan oleh para ibu dan calon ibu dalam mempersiapkan bayinya untuk dapat hidup sehat dan terhindar dari penyakit di kemudian hari; seperti obesitas dan alergi serta resiko-resiko kesehatan jangka panjang seperti penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi. Pemenuhan gizi ibu dan bayi ditekankan untuk dilakukan sejak 1.000 hari pertama kehidupan bayi sejak dalam kandungan untuk mencegah potensi berbagai penyakit.
Mengingat besarnya pengaruh gizi sebelum dan sesudah kehamilan dalam menentukan kesehatan anak hingga dewasa, POGI dan PT. Nutricia mengadakan Simposium bertemakan “The Importance of Early Life Nutrition: Blue Print of Legacy of Long Term Health”, pada 9 September 2012 di Hotel Grand Hyatt Jakarta.
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan PT. Nutricia Indonesia Sejahtera (NIS) dalam symposium sehari tersebut membahas tentang pentingnya Early Life Nutrition - Sebagai Blue Print Kesehatan Jangka Panjang, yang dihadiri oleh sekitar150 praktisi Ob/Gyn yang bernaung di bawah POGI.
Hadir sebagai pembicara antara lain Dr. Noroyono Wibowo, SpOG(K) dari POGI, Swissanto Soerojo selaku Medical Director PT Nutricia Indonesia Sejahtera, dan Dr. dr. Damar Prasmusinto, Dr. Wijaja Lukito Phd SpGK, serta Dr. Yoga Devavera.

(Kiri ke kanan) Dr. Widjaja Lukito, PhD, SpGK, Dr. Yoga Devaera, Swissanto Soerojo (Medical Director PT Nutricia Indonesia Sejahtera), Dr. dr. Noroyono Wibowo SpOG, dan Dr. dr. Dama Prasmusinto ketika membicarakan topik "The Importance of Earliy Life Nutrition" di depan media, Minggu (9 September 2012).
“Optimalkan pemenuhan gizi pada masa sebelum dan selama kehamilan Anda”
Menurut Dr. Noroyono Wibowo, pakar dari Divisi Fetomaternal Dept. Obstetri Ginekologi FKUI – RSCM, fase pemenuhan gizi ibu dan bayi yang paling efektif harus dimulai sebelum masa kehamilan dan kemudian berfokus pada 12 minggu pertama masa kehamilan. Inilah masa terpenting dalam pembentukkan “cetak biru genetik” yang menentukan kesehatan anak hingga dewasa.
“Pasangan biasanya merencanakan lebih dari setahun dan menabung seumur hidup untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Hari kelahiran bayi sama pentingnya dengan hari pernikahan, namun sayangnya masih jarang keluarga yang melakukan perencanaan dan berinvestasi untuk pemenuhan gizi ibu dan anak. Padahal, hal ini justru sangat penting untuk memastikan anak lahir dengan sehat,” ujar Dr. Wibowo di depan sekitar 150 orang dokter ahli kandungan.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2010, jumlah anak yang mengalami berat kurang (wasting) dan anak pendek (stunting) mengalami penurunan dibandingkan dengan data tahun 2007. Sebaliknya, terdapat tren kenaikan pada jumlah anak yang menderita kelebihan berat badan, yaitu dari 12,2% di 2007 menjadi 14% di 2010.
Dalam symposium ini, Dr. Wibowo menyebutkan berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan mikronutrien memiliki kaitan erat dengan risiko reproduktif, mulai dari kemandulan, kerusakan struktur janin, sampai penyakit tidak menular berbahaya jangka panjang. Penelitian – penelitian tersebut melihat masa sebelum pembuahan dan masa awal kehamilan dengan diet merupakan factor utama yang berpengaruh terhadap pertumbuhan embrio dan janin. Mikronutrien utama yang sangat penting untuk dikonsumsi pada masa sebelum dan tahap awal kehamilan antara lain adalah asam folat, Vitamin B12, Vitamin B6, Vitamin A, antioksidan, zat besi, zinc dan tembaga.
Swissanto Soerojo, Medical Director Nutricia Indonesia mengatakan, “Kita tidak bias tinggal diam dan mengorbankan masa depan Indonesia. Kita harus menomorsatukan kesehatan anak-anak kita. Kami bekerjasama dengan POGI, praktisi kesehatan, pemerintah dan akademisi sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemenuhan gizi pada tahap awal kehidupan bagi kesehatan anak di masa mendatang. Kerjasama ini juga merupakan bagian dari komitmen Nutricia dalam mendukung gerakan Scaling Up Nutrition (SUN) pemerintah Indonesia.
Selanjutnya Dr. Yoga Devaera, Staf divisi Nutrisi dan penyakit Metabolisme Departemen Anak Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, menyampaikan bahwa 24 bulan pertama setelah kelahiran merupakan masa yang harus dijaga karena masa ini merupakan periode penting untuk tumbuh kembang anak yang optimal. Jika masalah gizi maupun kesehatan tidak diatasi dalam rentang usia ini, maka akan dapat berdampak negatif pada usia selanjutnya.
Hal senada juga ditegaskan oleh Dr. Widjaja Lukito, pengajar dan peneliti di Program Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Gizi FKUI, yang menyampaikan bahwa status gizi anak pada awal kehidupan dipengaruhi oleh status gizi ibu selama kehamilan, dan sekaligus akan menentukan status kesehatannya pada kehidupan selanjutnya. Anak dengan gizi buruk memiliki risiko penyakit degeneratif seperti diabetes saat memasuki usia dewasa dan lansia. Dengan demikian, masalah gizi yang terjadi pada saat ini bukan merupakan masalah pada saat ini saja, tetapi juga berpotensi menjadi akar masalah kesehatan masyarakat di masa yang akan datang.
“Misi kami adalah membantu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada tahap awal kehidupan dengan bekerja sama dengan dokter, ahli diet dan ahli nutrisi di Indonesia. Nutricia telah melakukan dukungan edukasi ini sejak tahun 2011 dengan bekerjasama dengan beberapa universitas dalam melakukan penelitian serta mengadakan simposium yang melibatkan dokter, ahli diet dan ahli nutrisi, tidak hanya di Jakarta namun juga di beberapa kota besar di Indonesia.
Melalui studi NutriPlanet dan berbagai penelitian yang kami lakukan, Nutricia juga berusaha untuk memahami kebutuhan ibu dan anak di Indonesia, sebagai bentuk dukungan terhadap program-program kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah,” tutup Swissanto.
Profil Pembicara
Soerojo, Medical Director PT Nutricia Indonesia Sejahtera
Swissanto Soerojo bergabung dengan PT Nutricia Indonesia Sejahtera di tahun 2007 sebagai Sales Director sebelum kemudian dipercaya menjabat sebagai Medical Director. Swiss memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai Eksekutif Senior di sejumlah produsen produk-produk konsumer di perusahaan multinasional, baik lokal maupun asing (Inggris dan Singapura).
Dr. dr. Noroyono Wibowo, SpOG (K)
Dr. dr. Noroyono Wibowo, SpOG (K) telah aktif di PB Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) sejak 2003 dan menjabat sebagai Presiden POGI periode 2009 - 2012. Dokter yang biasa disapa Dr Bowo tersebut saat ini juga bekerja di Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSCM Jakarta. Beliau juga mendalami mengenai Fetomaternal, Biomolekuler, dan Fetal Cardiology serta banyak memiliki publikasi jurnal di dalam maupun luar negeri.
Dr. dr. Damar Prasmusinto
Dr. Damar Prasmusinto saat ini menjabat sebagai Koordinator Penelitian dan Pengembangan Obgin di Perkumpulan Obgyn Indonesia (POGI). Meraih gelar doktornya dari Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universitat Bonn pada tahun 2003, Dr. Damar aktif dalam mempublikasikan berbagai penelitian terkait studi genetis. Dalam lima tahun terakhir beliau telah menerbitkan enam judul makalah.
Dr. Widjaja Lukito, PhD, SpGK
Dr. Widjaja Lukito, PhD, SpGK meraih gelar PhD di bidang Ilmu Kedokteran dari Monash University Melbourne Australia lewat disertasi berjudul Training in Clinical Nutrition and Metabolism. Pada1998 hingga 2004, beliau juga menjadi Clinical Associate Professor bidang Ilmu Kedokteran di Monash. Setelah menuntaskan pendidikannya di Australia, pada 2004, beliau menjabat sebagai Direktur di SEAMEO TROPMED (South East Asian Ministries of Education - Tropical Medicine Community Nutrition (sekarang menjadi SEAMEO RECFON) di Universitas Indonesia hingga 2008. Saat ini Dr. Widjaja mengajar sekaligus menjadi peneliti di Program Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Gizi FKUI.
Dr. Yoga Devaera
Dr. Devaera adalah Staff of Nutrion and Metabolic Diseases Division of Departement of Pediatric di Rumah Sakit dr.Ciptomangunkusumo. Dr. Devaera menempuh pendidikan kedokteran umum dari tahun 1990 hingga 1996 dan kedokteran anak pada tahun 2002 hingga 2006 di Universitas Indonesia. Artikel yang ditulisnya untuk Sari Pediatri, jurnal berbahasa Indonesia tentang kesehatan anak, mendapatkan penghargaan Artikel Terbaik pada tahun 2008.
Tentang PT Nutricia Indonesia Sejahtera
PT Nutricia Indonesia Sejahtera berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik untuk generasi sekarang dan akan datang melalui pemenuhan gizi pada tahap awal kehidupan. Nutricia percaya bahwa pemenuhan nutrisi sehat selama 1.000 hari pertama sejak kandungan hingga tahun ke enam akan berdampak seumur hidup. Nutricia secara aktif bekerja sama dengan ibu, dokter dan praktisi kesehatan untuk memberikan edukasi, dukungan konseling serta program pengembangan anak yang berfokus pada stimulasi kesehatan fisik dan pengembangan karakter untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus di Indonesia.
PT Nutricia Indonesia Sejahtera adalah spesialis di bidang pemenuhan gizi pada tahap awal kehidupan sejak tahun 1987. Nutricia adalah bagian dari Grup Danone dan memiliki sejarah panjang di bidang nutrisi sejak tahun 1896 di Belanda. Nutricia berinvestasi pada berbagai program riset dan pengembangan melalui kemitraan dengan para orangtua, praktisi kesehatan, universitas dan lembaga pemerintah di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), didirikan pada tanggal 5 Juli 1954 di Jakarta, memiliki visi untuk menjadi organisasi pelopor dalam memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi untuk mencapai taraf kesehatan yang optimal di Indonesia.
Info Lebih Lanjut:
http://www.nutricia.co.id/
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Bebaskan Anak Anda dari Konstipasi dengan Probiotik Lactobacillus Reuteri
- Hasanuddin Murad Kunjungi Warga Terserang Tumor
- Tingkatkan Pelayanan, 282 Bidan Dibekali Bimtek
- Roadshow PPWI Banten dan Roemah Herbal Berkah
- 10 Mitos dan Fakta Tentang Rokok
- Anda Ingin Berhenti Merokok? Pfizer Punya Solusinya
- Wujudkan Pola Hidup Sehat
- Waspada, Kegemukan Bisa Berakibat Fatal
- Penata-laksanaan Obesitas Holistik Cegah Resiko Penyakit Kronis
- Hidup Sehat dengan Pijat
- Viagra dalam Buah Semangka
- Rokok Bisa Tingkatkan Resiko Katarak
- Khasiat Brokoli bagi Tubuh
- Teh Kemangi, Harum dan Menyembuhkan
- Gaya Hidup Sehat Mampu Kurangi Risiko Hipertensi



























