Refleksi Menjelang Fajar 2010: Geliat Jejaring Sosial, Geliat Pewarta Warga

0
86

Pewarta-Indonesia, Berita meninggalnya mantan Presiden RI, diterima hanya dalam hitungan menit setelah sang guru bangsa dinyatakan oleh tim dokter telah berpulang ke Rahmatullah, melalui situs jejaring sosial yang diterima di ponsel, dengan pengirim yang juga menggunakan ponsel (karena dalam status singkat itu jelas tertera dari server mana status itu dikirim). Demikian juga peristiwa lainya seperti bencana Jabar dan Sumbar yang menggelayuti bumi pertiwi di sepanjang tahun ini.

Fenomena lain adalah hadirnya dukungan dari komunitas dunia maya secara masif dan menasional terhadap kasus Pita Mulyasari melawan RS Omni Internasional serta kasus Bibit-Chandra ketika ditahan pihak kepolisian dalam kasus yang dikenal dengan nama cicak versus buaya. Dalam dua kasus tadi kita meihat adanya resistensi warga terhadap opini yang dibuat oleh pihak penguasa dan kelompok yang dianggap kuat, seperti kekuatan finansial yang dimiliki oleh pihak rumah sakit yang seringkali berkolaborasi dengan kekuasaan, termasuk penegak hukum.

Dua fenomena tadi, percepatan penyebaran informasi dan kesadaran dan solidaritas warga yang terbangun dalam jejaring dunia maya menandai perjalanan tahun 2009 yang sebentar lagi berakhir. Dalam hal ini Indonesia tentu tidak sendirian, karena penyebaran fenomena tadi menjadi sesuatu yang mengglobal. Kita melihat fenomena menarik dari kepenangan presiden terpilih Barack Obama di Amerika serikat menyertai kehadiran dan penggunaan jejaring sosial dan penguatan politik warga dala pemilu Amerika lalu menumbangkan dominasi presiden kulit putih sejak negara para imigran itu berdiri.

Perkembangan nasional dan internasional menunjukan adanya penguatan jejaring sosial di dunia maya di satu sisi dan peningkatan kesadaran warga tentang kehidupan bersama, dalam hal ini kehidupan bernegara dan kehidupan sosial. Dalam hal ini juga kita menyaksikan pola-pola lama dalam bidang sosial politik dan gejala sosial lainya mengalami pergeseran dan perubahan drastis. Jika dilihat dari percepatanya menunjukan perubahan revolusioner, tetapi dilihat dari permukaan yakni kedaan politik lebih menunjukan perubahan evolusioner, sehingga postulat dan penjelesan sosial yang lama tidak lagi memadai untuk memberikan eksplanasi atas perkembangan ini.

Jika kita jernih mengamati maka kita akan menemukan akar dari fenomena sosial yang sangat dahsyat tadi, yakni proses chemistry dari penguatan pertukaran informasi antar warga dan perkjembangan industri informasi yang sudah menyentuk level warga, sehingga kepemilikan dan akses teknologi informasi telah sampai kepada level warga di pelosok sekalipun. Pertukaran informasi antara warga tidak lain adalah hadirnya pewarta warga, sehingga setiap individu hampir dapat dipastikan adalah pemesok sekaligus penerima informasi dalam posisi yang hampir equal. Hal ini mendekati fenomena keadilan informasi untuk warga, sebagai prasarat demokratisasi di semua bidang, baik politik maupun sosial ekonomi.

Bagi kita yang telah mengenal, bahkan bergabung dengan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) jauh lebih awal dari fenomena percepatan informasi antar warga yang mewarnai tahun 2009 ini, sebenarnya hal tersebut tidak terlalu mengejutkan. Sejak awal kita sudah memprediksi apa yang akan terjadi berkaitan dengan pemanfaatan media internet sebagai wadah berbagi informasi antar warga secara massif. Amat disadari bahwa setiap warga akan terlibatkan diri sebagai pemain utama dalam setiap interaksi media-massa depan sebagaimana fenomena yang kita saksikan saat ini. Oleh karenanya, PPWI selalu mendorong dan mendukung terbentuknya ruang seluas-luasnya bagi berkembangnya system penyebaran informasi antar warga dengan prinsip setiap warga adalah reporter atau pewarta. PPWI senantiasa berdiri sebagai penyokong revolusi informasi dan mengawalnya sejak awal.

Dalam refleksi inilah kita ingin kembali menegaskan posisi PPWI dalam perkembangan ini, karena kita meyakini bahwa ini adalah awal dari perkembangan yang akan terus terjadi sepanjang awal milenium ketiga dalam takwin Masehi ini, sebuah milenium yang melahirkan harapan sebagaimana fenomena jejaring warga dan revolisi informasi di atas. Tetapi juga menghadirkan kekhawatiran yang belum pernah dirasakan pada abad-abad sebelumnya, seperti hadirnya kerusakan lingkungan dalam taraf yang sulit dibendung percepatanya, perkembangan populasi umat manusia yang dibarengi dengan musnahnya populasi spesies lain yang semula menjadi sebuah keseimbangan ekosistem. Belum lagi hadirnya kemiskinan, keterbelakangan dan pemerintahan yang tidak berkembang sesuai dengan tuntutan dan perubahan sosial politik dan sosial ekonomi yang terjadi.

Di antara harapan dan kekhawatiran tadi pewarta warga hadir dengan sebuah kesadaran yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk membangun rasa nyaman dan harapan bagi kehidupan. Dalam beberapa momen pewarta warga telah membuktikan bahwa dengan kebersamaan kita mampu untuk membangun kesadaran dan solidaritas yang menumbangkan upaya penutupan dan pembelokan informasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang tidak memahami perubahan sosial politik yang terjadi. Tetapi kita juga menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dihadapi, setidaknya di tingkat nasoinal dan di tingkat lokal.

Tampaknya kita tidak memiliki pilihan lain selain terus mengawal fenomena ini dengan sebuah kesadaran bersama untuk kepentingan seluruh warga, baik secara nasional maupun di tingkat lokal masing-masing. PPWI ke depan harus mampu mengkonsolidasikan diri jika ingin tetap memainkan peran mengawal perkembangan ini. Kita perlu melakukan penyegaran di internal PPWI sekaligus membangun jaringan dengan semua komponen masyarakat dan kelembagaan, termasuk pemerintah untuk mengawal perkembangan tadi agar berpihak pada kepentingan warga.

Tahun 2009 akan berganti segera berganti, tantangan dan harapan juga kekhawatiran tentu akan menyertai hadirnya fajar pertama tahun 2010 dasa warsa pertama milenium ketiga. Kita telah bersama-sama dalam tahun-tahun yang berlalu, sebagai sebuah keluarga pawarta warga, yang dalam kamus internasional dikenal dengan Citizen Journalism. Kebersamaan kita dibarengi dengan kesadaran bahwa kehadiran PPWI adalah untuk kepentingan warga. Demikian juga kita telah memahami apa yang seharusnya kita lakukan di tahun 2010 ini, semuanya hanya bisa kita laksanakan dalam kebersamaan, kekeluargaan dan kesadaran akan kepentingan warga atau pulbik di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Ucapan selamat tahun baru akan menjadi ucapan yang indah manakala kita dengan kesadaran tadi kita saling mengucapkanya dalam doa ada harapan, agar lebih bisa memaknai tahun baru ini sebagai tahun yang akan diisi dengan upaya untuk semakin meningkatkan penghormatan dan junjungan terhadap kemanusiaan dengan penguatan lingkungan sebagai bagian utuh dari upaya itu. Pewarta Warga hadir menawarkan ruang untuk mewujudkan semua itu.

Penulis adalah Anggota dan Tokoh PPWI
http://www.bengkelpena.com

Jl. Kartini Gg. Kutilang No 2 Soklat Subang.
Phone/fax 0260 420 707
HP:0852 222 771 22

Sumber image: google.co.uk