Refleksi Menjelang Fajar 2010: Geliat PPWI di Masa-masa Sulit

0
64

Pewarta-Indonesia, Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) memang baru menginjakkan kakinya di umur yang ke-3. Lahir pada bulan November 2007 lalu dan coba jalani masa-masa balita-nya di tengah banyaknya goncangan dari berbagai segi kehidupan bangsa Indonesia. Hal yang lumrah jika akhirnya PPWI kecil harus bertumbuh relatif perlahan sebab harus kerja ekstra keras untuk menuntaskan dua hal: bertumbuh memperkuat eksistensi dan berusaha mengatasi kesulitan yang menghimpitnya.

Namun, dalam kondisi serbah susah itu semangat dan prestasi yang telah dibuatnya dan sedang dilaksanakan telah mengisi rasa kebanggaan pewarta warga dan masyarakat Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri. Bagaimana tidak, di tengah berbagai krisis ekonomi dan sosial-politik yang silih berganti menghantam negeri ini, PPWI mampu tetap bertahan bahkan secara pasti kita dapat menghasilkan karya bagi masyarakat, kendatipun masih dalam jumlah yang relatif kecil.

Seperti halnya dalam sebuah organisasi non profit, cukup banyak anggota PPWI telah mencurahkan pemikirannya, baik melalui lisan maupun tulisan, sebagai sumbangsih sosialnya bagi masyarakat. Bagi anggota PPWI, adalah suatu kehormatan bagi kita pada saat banyak menghadapi tekanan dan kesulitan materi yang harus diselesaikan, kala itu pula harus berbuat kebajikan melalui kegiatan berbagi informasi melalui tulisan, SMS, audio-visual, internet, dan media telekomunikasi lainnya. PPWI secara tak diragukan lagi telah menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan kekuatan bagi segenap anggotanya maupun masyarakat umum untuk menjadi bagian dari media-massa dan pilar demokrasi yang kokoh di Negara Indonesia tercinta.

Beberapa karya yang sempat dihasilkan PPWI di tahun 2009 antara lain adalah peluncuran buku yang ditulis oleh Sdr. Supadiyanto, pada Juni 2009, berjudul BOOMING Profesi Pewarta Warga, Wartawan & Penulis. (Mantra Pereguk Pundi-Pundi Rupiah), yang diterbitkan oleh PPWI Intramedia Pers. Selain itu anggota PPWI yakni Sdri. Rizka Moeslichan telah sukses me-merilis buku pertamanya yang berjudul Single, Sex and Survival, pada bulan terbit November 2009.

PPWI juga telah dipercaya oleh banyak pihak bekerjasama melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan, serta penyelenggaraan even budaya. Juli 2009, Departemen Pendidikan Nasioanl – Jakarta bersama PPWI melaksanakan diklat Citizen Journalist bagi pegawai humas di lingkungan Depdiknas. PPWI Yogyakarta tidak mau ketinggalan, berkolaborasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan workshop jurnalistik bagi mahasiswa dan penulis pemula dari kalangan masyarakat umum. Di bulan puasa, September 2009, PPWI juga menggelar diklat jurnalistik bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Gombong, Kebumen, Jawa Tengah bagi mahasiswa barunya.

Dalam rangka turut berpartisipasi menyukseskan Pemilu Presiden 2009, sekaligus sebagai ajang memberikan masukan bagi Pemerintahan baru 2009-2014, PPWI mengadakan kegiatan Lomba Menulis Surat untuk Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014. Tidak kurang dari 600 surat diterima oleh Panitia Lomba, yang bisa diartikan bahwa animo asyarakat dalam mencurahkan isi hatinya dan pernyataannya serara terbuka kepada Presiden dan Wakil Presiden ternyata amat besar.

Salah seorang anggota PPWI yakni Sdr. Dodi Mawardi yang juga dosen di Universitas Indonesia telah melaksanakan kegiatan sosialnya dengan memberikan Kursus Menulis Gratis untuk pengangguran, anak yatim piatu, dan korban bencana alam. Dodi bahkan saat ini telah mendirikan Sekolah Menulis [email protected] (SMK) Indonesia yang betujuan melatih siswanya menjadi penulis buku.

Dalam bidang kesenian dan budaya, PPWI bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia (Depdagri). akan menggelar kegiatan seni budaya daerah, yakni Festival Sisingaan Mini di Subang, Jawa Barat pada awal Januari 2010. Kegiatan harian di kesekjenan PPWI adalah menerima dan meproses permohonan pembuatan Kartu Tanda anggota PPWI (ID Card Citizen Journalist) yang berlaku selama lima tahun. Pihak sekretariat juga rajin mensosialisasikan PPWI dan menghadiri berbagai undangan seminar serta melakukan kunjungan ke daerah-daerah.

Sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi (IT) serta pengalaman pengurus PPWI di bidang tranportasi. PPWI telah menggagas dan mengundang beberapa pihak untuk mendukung dan menerapkan Sistem Integrasi Kendaraan dan Alat Pembayaran (SIKAP). Semula gagasan nasional ini bernama BARCODE RANMOR. Sistem ini diharapkan mampu memodernisasi pendataan dan pelaksanaan kewajiban pemilik kendaraan bermotor secara online serta lebih akurat untuk pembayaran: (1) Pajak Kendaraan Bermotor, (2) Jalan Tol, (3) BBM, (4).Bengkel, (5) Parkir, dan keamanan lainnya. Program nasional ini diharapkan akan meningkatkan jumlah nasabah bank dan sekaligus meningkatnya pajak kendaraan untuk pendapatan daerah. Hal ini disebabkan setiap kendaraan akan mempunyai rekening bank.

Program SIKAP menggunakan teknologi Barcode yang sangat praktis (scan and paid). Program ini telah berkembang sangat populer di masyarakat. Di lapangan, terutama di supermarket, petugas kasir dan masyarakat tidak asing lagi dalam penggunaannya. Sebagai contoh; pengguna jalan Tol tidak perlu lagi antri membayar tol. Cukup di-scan dan dipotong pembayarannya melalui rekening pemilik kendaraan. Dalam rangka pengembangan sistem ini secara nasional di Indonesia, PPWI mengharapkan dukungan semua pihak untuk membantu kegiatan pengembangannya. Kepada calon mitra kerja PPWI, telah disiapkan proposalnya.

Penutup kata dari semua ini, PPWI menyampaikan terima kasih atas dukungan, bantuan, simpati, dan sumbang saran-nasehat bernas dari semua pihak. Hanya dengan tutur-sapa arif bijaksana serta motivasi tulus dari khalayak semua, PPWI mampu bertahan dan tetap kuasa untuk bertumbuh berkembang menuju PPWI yang dewasa dan mandiri, berdaya guna bagi semua warga. Dengan kerendahan hati, seluruh anggota PPWI di seantero jagad serta pengurus nasional dan daerah-daerah (Yogyakarta, Sumsel, dan Sultra), kami menyampaikan Selamat Menyambut Tahun Baru 2010, sukses kiranya menyertai Indonesia dan kita semua.

Salam hormat PPWI,

Penulis adalah Sekretaris Jenderal PPWI

Sumber image: google.co.uk