Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin Banten

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Statistik
Anggota : 6420
Isi : 10433
Content View Hits : 4785971
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Utama Bupati Blitar Diperiksa Kejari Blitar
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Merayakan Paskah bagi semua saudara sebangsa Indonesia yang merayakannya. Semoga keselamatan dan kedamaian di antara sesama sebangsa-senegara Indonesia akan senantiasa dicurahkan ke segenap penjuru nusantara dan dunia... Amin...

Bupati Blitar Diperiksa Kejari Blitar

KOPI, BLITAR – Kasus tukar guling Tanah Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar dan kasus penerbitan SK 173, tentang pengalihan tanah Perkebunan Suwarubuluroto, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar menjadi perhatihan serius Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Blitar. Hal tersebut dibuktikan dengan pemanggilan Bupati Blitar, Herry Noegroho, SE pada hari Jum’at, (23/11/2012).

Pemeriksaan orang nomer satu di Kabupaten Blitar ini, hanya sebagai saksi terkait kasus tukar guling tanah Jatilengger dan SK 173 tahun 2005, tentang pengalihan tanah Perkebunan Suwarubuluroto, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar seluas 200 hektare yang menyalahi aturan.

Herry Noegroho menjalani pemeriksaan secara tertutup di ruang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Blitar kurang lebih hampir 4 jam, mulai jam 14.00 oleh Tim Penyidik Kejari yang terdiri dari 5 jaksa yang dipimpin Kasi Pidsus, Dody Saputra, SH. Pemeriksaan terhadap Bupati yang diusung PDIP ini mundur 2 hari dari jadwal pemeriksaan yang sudah ditetapkan oleh pihak Kejari.

Saat dikonfirmasi Kajari Blitar, TR. Silalahi, SH dikantornya membenarkan telah memeriksa Bupati Blitar, Herry Noegroho, terkait kasus tukar guling Tanah Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar dan kasus penerbitan SK 173, tentang pengalihan tanah Perkebunan Suwarubuluroto.

“Memang benar bupati Blitar telah kita periksa sebagai saksi, terkait kasus tukar guling Tanah Jatilengger, dan kasus penerbitan SK 173, tentang pengalihan tanah Perkebunan Suwarubuluroto,”jelas TR. Silalahi kepada wartawan.

Lebih lanjut dia menyatakan, pemeriksaan pertama kali Herry Noegroho, telah selesai. Kajari tidak berani memastikan, apakah akan ada pemeriksaan lanjutan terhadap Herry atau tidak. Yang jelas masih menunggu hasil penyidikan dan pengembangannya.

Menurut Silalahi, perkembangan terakhir terkait dugaan kesalahan dalam tukar guling tanah Jatilengger, pihak Kejaksaan Negeri Blitar telah menetapkan dua tersangka. Diantaranya pihak pengembang CV. Bumi Permai Makmur dengan inisial M, yang saat ini sudah meninggal dunia, dan ABH, 50 tahun yang saat ini masih menjabat sebagai salah satu Kepala SKPD dilingkup Pemeritahan Kabupaten Blitar.

Lebih jauh, dia menjelaskan, mereka dijadikan tersangka, karena dalam melaksanakan tukar guling aset tidak sesuai prosedur, yakni melanggar PP nomor 6 Tahun 2006, tentang Pengelolaan Bidang Milik Negara atau Daerah. Selain itu juga melanggar Permendagri Nomor 6 Tahun 2006, tentang Pedoman Teknik Pelaksanaan Pengelolaan Aset Daerah.

Dalam kasus tukar gling tanah Jatilengger, sejumlah Pejabat Pemkab Blitar, termasuk Bupati Blitar Herry Noegroho diduga terlibat dalam pelepasan aset negara yang menyebabkan kerugian Keuangan Negara senilai Rp 1,3 Milyar.

Sementara terkait kasus penerbitan SK 173 tahun 2005, tentang pengalihan tanah bekas Perkebunan Suwarubuluroto, desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, seluas 200 hektare kepada pemilik modal, CV. Barokoh diduga tidak ada sepeserpun bagi hasil keuntungan sebesar 20 % yang disepakati berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil nomor : 188/269/409.011/2005, 11 Agustus 2005 yang masuk ke kas daerah.

Usai menjalani pemeriksaan, Herry Noegroho, melalui pintu samping langsung berlalu tanpa mengeluarkan sepatah katapun kepada sejumlah wartawan yang sengaja mencegatnya. Ia langsung menuju mobil sedan warna biru bernopol AG 1568 KA yang telah menunggunya dengan kawalan ajudan. (FJR)


Artikel Lainnya:

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.