Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

 

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Utama Desain Baru Uang Kertas Rupiah Pecahan 100000 Bertuliskan “DEWAN PERWAKILAN DAERAH”
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Desain Baru Uang Kertas Rupiah Pecahan 100000 Bertuliskan “DEWAN PERWAKILAN DAERAH”

KOPI, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menghadiri pengeluaran perdana (launching) uang kertas rupiah desain baru (up-grading) pecahan 20000, 50000, dan 100000. Khusus uang kertas rupiah desain baru pecahan 100000 mengalami penambahan penulisan DEWAN PERWAKILAN DAERAH di gambar utama bagian belakang.

 

Darmin menjelaskan, elemen desain utama tidak berubah atau tetap seperti warna dominan, bahan uang, gambar utama, dan ukuran uang. Resminya, BI mengeluarkan dan mengedarkan ketiga pecahan hari Senin tanggal 31 Oktober 2011. “Khusus pecahan 100000 di gambar utama bagian belakang terdapat perubahan berupa penambahan penulisan DEWAN PERWAKILAN DAERAH,” dalam sambutannya di Ruangan Serbaguna lantai 3 Menara Sjaruddin Prawiranegara Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/10).

“Gambar gedung yang semula bertulis MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT menjadi MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH. Perubahan dilakukan karena kami ingin menampilkan simbol lembaga-lembaga negara yang benar.”

Jadi, pecahan 100000 tahun emisi 2004 tersebut mengalami penambahan penulisan DEWAN PERWAKILAN DAERAH di gambar utama bagian belakangnya yang semula bertulis MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT menjadi MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH.

Darmin menegaskan, “Uang rupiah media pelestarian nilai-nilai kepahlawanan sekaligus media sosialisasi lembaga-lembaga perwakilan rakyat yang berperan penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Penerbitannya agak lama dan bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama menyangkut pemilihan gambar utama dan hak cipta, penetapan bahan, dan unsur pengaman, selain teknis pencetakan.”

Kepada pers seusai launching, Irman juga menegaskan bahwa uang kertas rupiah desain baru pecahan 100000 merupakan media sosialisasi lembaga-lembaga perwakilan rakyat, khususnya DPD. BI memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2011 untuk launching. “Media sosialisasi yang mudah dan murah, bahwa selain ada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga ada Dewan Perwakilan Daerah (DPD).”

Di bagian lain, Darmin menjelaskan, tugas BI di bidang pengedaran uang adalah menyediakan jumlah uang yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kualitas yang baik. “Tugas BI di bidang pengedaran uang sangat penting, karena ketersediaan jumlah uang yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kualitas yang baik akan memperlancar transaksi tunai dan mendukung perekonomian nasional.”

Transaksi Tunai

Darmin menambahkan, sekalipun banyak melakukan transaksi e-payment atau non-tunai, masyarakat negara-negara maju tetap memerlukan uang kertas dan uang logam untuk transaksi tunai. “Masyarakat Indonesia pun masih menggunakan banyak uang kertas dan uang logam untuk transaksi tunai yang jumlahnya bertambah meskipun transaksi non-tunainya juga meningkat dari waktu ke waktu.”

Diharapkan, pengeluaran dan pengedaran ketiga uang kertas desain baru tersebut mempermudah masyarakat mengenali keasliannya tanpa alat bantu karena penambahan unsur pengaman. Diharapkan pula, meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap pemalsuan uang karena trend teknik pemalsuan dan kemajuan teknologi cetak.

Kendati kualitas dan kuantitas pemalsuan uang belum mengancam, penanggulangannya menjadi perhatian BI. Saat ini di Indonesia ditemukan tujuh lembar uang palsu dari satu juta lembar uang rupiah yang diedarkan. “Jumlah yang relatif kecil dibanding di negara-negara lain,” Darmin menambahkan. Di Inggris ditemukan 293 lembar uang palsu dari satu juta lembar uang yang diedarkan, di Amerika Serikat 99 lembar, dan di Uni Eropa 55 lembar.

Membuka acara, Direktur Direktorat Peredaran Uang BI Mohammad Dahlan menyatakan, pengeluaran perdana bertujuan untuk meningkatkan keandalan pengamanan uang dan perlindungan masyarakat terhadap pemalsuan uang. Up-grading kali ini lanjutan up-grading uang kertas rupiah pecahan 10000 bulan Juli 2010 yang lalu. “Desain baru ini tersedia di seluruh kantor BI, baik di pusat maupun di daerah.”

Penyempurnaan desainnya secara visual bersifat minor karena elemen desain utamanya tidak berubah atau tetap seperti warna dominan, bahan uang, gambar utama, dan ukuran uang. Perubahan elemen desain antara lain penambahan unsur pengaman rainbow printing yang berefek pelangi jika melihatnya dari sudut pandang tertentu serta perubahan kode tuna netra (blind code) yang semula tidak kasat mata (invisible) menjadi kasat mata dan teraba kasar (cetak intaglio).

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.