Doktor HC Kemanusiaan untuk Sultan HB X
KOPI, Yogyakarta - Untuk kedua kalinya, Sultan Hamengkubuwono X mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (DHC) dalam bidang kemanusiaan dari UGM pada Senin (19/12) pagi tadi. Sebelumnya mendapatkan gelar yang sama dalam bidang ilmu politik dari Hankuk University of Foreign Studies Korea Selatan pada 11 September 2009 lalu. Hebatnya lagi, beliau pada tanggal 27 Desember besok akan memperoleh gelar DHC dalam bidang seni pertunjukan dari ISI Yogyakarta.
Dalam pidato penganugerahan gelar DHC tersebut, Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan HB X membacakan makalah ilmiah berjudul "Menggugah Hati, Mengetuk Nurani, Membangun Peradaban Berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan" dihadapan ratusan tamu undangan.
"Sekarang ini, sebelum terjadi disintegrasi dan keruntuhan peradaban bangsa, tiba saatnya kita berupaya membangkitkan kembali kekhasan dan kesejatian kebudayan Indonesia di tengah tarikan budaya global," urai penyadang bintang Groot Kruis In De Orde Van Oranje Nassau dari Belanda dan bintang Grand Cross/Grosse Goldene Ehren Zeichen Em Band dari Republik Austria di Grha Sabha Pramana UGM, pagi tadi.
Sultan HB X melanjutkan, kenyataannya hari ini peradaban itulah yang terpuruk dan bangsa Indonesia sekarang seperti kepayahan untuk bangkit kembali. Memang, tegas alumnus Fakultas Hukum UGM lebih lanjut, selama ini masalah peradaban kurang menjadi perhatian, sampai saatnya kita terbentur dan merasakan bahwa ada sesuatu yang sedang mengancam. Sultan HB X yang pernah meraih Bintang Maha Putra Utama dan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI, merisaukan dengan terjadinya ancaman disintegrasi nilai-nilai dasar yang menjadi tumpuan peradaban bangsa.
"Kita patut risau karena disintegrasi peradaban pada dasarnya awal perjalanan menuju disintegrasi bangsa itu sendiri. Di tengah ancaman gelombang globalisasi dan ancaman disintegrasi bangsa serta kehancuran peradaban, Sultan HB X menekankan pentingnya membangkitkan budaya-budaya etnik Nusantara.
"Kebangkitan budaya-budaya etnik Nusantara yang kita rancang, hendaknya dapat memanfaatkan situasi yang kondusif itu, dengan cara berselancar di atas gelombang renaisans Asia tersebut," tegas tokoh nasional Partai Golkar yang bersama taifan media massa Surya Paloh mendeklarasikan berdirinya Ormas Nasdem.
Dalam kesempatan tersebut, suami GKR Hemas ini mengutarakan urgentifnya gerakan restorasi Indonesia. Bahwasannya melalui gerakan tersebut, akan membangkitkan energi kejayaan bangsa.
"Jangan berkhayal, Pancasila dapat menjadi tameng sakti yang akan menghalau badai globalisasi, kecuali ada ikhtiar, kerja keras, usaha bersama dan didahului oleh penalaran yang jernih dan cerdas," katanya di depan para guru besar dan ratusan hadirin.
Sultan HB X megharapkan, restorasi Indonesia dapat mengadaptasi kombinasi renasisans Asia dan Restorasi Meiji di Jepang. Khusus kepada para cendekiawan Sultan HB X berpesan, agar mereka dapat melaksanakan tugasnya sebagai pendidik generasi bangsa.
"Tugas utama seorang cendekiawan , menurt banyak pemikir postmodern, adalah melakukan redeskripsi atas tradisi, diskursus, paradigma, conversation, language game yang selama ini membentuk dirinya. Karena itu tugas pendidik harus menangani sekaligus dua pekerjaan rumah.
"Melakukan konservasi dan pelestarian tanpa harus menjadi konservatif dengan membuat tradisinya tetap relevan dengan semangat zaman serta merajut dialog antara tradisi sendiri dengan tradisi-tradisi lain, menjalin saling pemahaman akan kesamaan dan perbedaan, dengan begitu menghindarkan diri dari benturan antartradisi. Di samping itu, tugas seorang cendekiawan yakni melakukan deskripsi ulang atas tradisi yang melahirkan Wedatana dan Wulangreh," paparn Sultan HB X yang dinobatkan menjadi Raja Kraton Yogyakarta sejak 7 Maret 1989 tersebut.
Di tengah acara penganugerahan gelar DHC bidang kemanusiaan kepada Sultan HB X, puluhan aktivis mahasiswa kampus setempat melancarkan aksi unjuk rasa menggugat status kampus UGM yang dinilai tidak merakyat lagi. Salah satu orator menyatakan bahwa kampus UGM tidak lagi berpihak pada rakyat. Karena berbagai kebijakan yang digulirkan tidak lagi mewujudkan nilainya sebagai kampus prorakyat. Mereka berorasi secara marathon di Bundaran Kampus UGM, yang hanya berjarak tak lebih 400 meter dari lokasi perhelatan akbar tersebut. (**)
Foto: Sri Sultan HB X tengah memberikan orasi ilmiah dalam Penganugerahan Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari UGM
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Honor Rp 1 Juta Per Artikel, Maukah Anda?
- Dahlan Iskan Capres, Jokowi Gubernur
- Subhan dan Obsesi Menjelajah Dunia
- PPWI DIY Helat Seminar Jurnalistik (Gratis) untuk Umum
- PT Infomedia Nusantara dan SID Dukung Cabang Olah Raga Sepakbola
- Lomba Menulis “Seandainya Aku Menjadi Anggota DPD RI”
- Temu Nasional PPWI: 7 Langkah Strategis PPWI
- Lukisan Lafads Allah Pada Irisan Daging Sapi
- Dicari Pers Peduli Lingkungan Hidup
- DIKPIM dan BELA NEGARA: Bentuk Karakter Mental Anggota PPWI
- REFLEKSI HUT IV PPWI: Diklat (Jurnalistik) Prioritas PPWI
- Refleksi HUT PPWI 11-11-11
- Politeknik CWE dan PT. Sawit Permai Lestari Tandatangani MoU
- Pengiriman Piagam Lomba Menulis RI-Maroko Tertunda
- Pengurus PPWI Cabang Kolaka Selesai Dilantik























Doktor HC Kemanusiaan untuk Sultan HB X


