175 Prajurit TNI Dianugerahi Medali PBB di Kongo

0
26

Pewarta-Indonesia, Kongo – Medali MONUC telah dibuat dan ditetapkan pada tanggal 2 Mei 2000. Pita yang ada terdapat 2 (dua) garis-garis luar berwarna biru, melambangkan kehadiran PBB di Negara Republik Demokratik Kongo. Di dalamnya terdapat dua bagian, yang terdapat dua garis kecil berwarna kuning, yang melambangkan suatu awal dari perdamaian dan harapan masa depan yang cemerlang. Untuk warna biru gelap yang berada ditengah-tengah warna kuning melambangkan sungai Kongo, yang mengartikan bahwa Negara ini dilewati sungai besar yang bernama sungai Kongo.

Awal mula adanya medali PBB, Sekretaris Jenderal PBB sebagai seorang pemimpin telah menetapkan Medali Dag Hammarskjold untuk diberikan kepada orang-orang yang telah berjasa menjadi pekerja PBB dalam misi Operasi Perdamaian dan telah mengorbankan kehidupan normalnya dibawah pengawasan operasi. Sekjen PBB telah menetapkan pemberlakuan medali sebagai penghargaan terhadap personel yang diberlakukan secara terus menerus sesuai dengan keputusan PBB nomor : ST/SGB/119/REV.1, tanggal 1 Februari 1966, untuk diberikan kepada personel Militer dan Polisi sipil yang telah melaksanakan tugas dalam misi PBB.

175 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G yang sudah menjalani tugas selama tujuh bulan di negara DRC (Democratic Republic Congo) dalam misi MONUC (Mission de I’Organisation de Nations Unies en Republique Democratique du Congo) mendapat penganugerahan berupa medali dari PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa).

Upacara penyematan medali berlangsung di Bumi Siliwangi Camp Dungu Kongo dan bertindak selaku inspektur upacara adalah Komandan Itury Brigade – Brigjen ATM Ziaul Hasan, juga dihadiri oleh para Komandan Kontingen negara dan pegawai sipil PBB yang ikut tergabung dalam operasi pemeliharaan PBB di Kongo.

Dalam amanatnya Jenderal Zia menyampaikan, bahwa penganugerahan medali PBB merupakan suatu penghormatan yang sangat tinggi dan merupakan kebanggaan bagi yang menerimanya. Tidak semua orang bisa mendapatkan medali PBB tersebut, karena hanya orang yang berkesempatan bertugas dalam misi perdamaian sekurang-kurangnya enam bulanlah yang berhak menerima medali tersebut. Pada kesempatan itu juga, Jenderal Zia mengatakan bahwa medali diberikan kepada setiap prajurit tidak hanya sebagai bentuk kebiasaan terhadap seluruh kontingen setelah enam bulan melaksanakan tugas kemanusiaan, tetapi yang terpenting adalah sebagai suatu penghargaan terhadap dedikasi bagi seluruh prajurit MONUC yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

Adalah suatu hal yang wajib, apabila negara atau badan organisasi yang dibantu akan memberikan suatu penghargaan atas jasa yang telah diberikan, yang merupakan wujud terimakasih. Demikian juga halnya dengan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) suatu badan organisasi tertinggi di dunia memberikan wujud penghargaannya kepada setiap personel yang telah membantu atau pun bekerja di suatu misi/tugas PBB, dengan memberikan wujud penghargaannya berupa medali.

Dalam acara Medal Parade yang dihadiri lebih dari sepuluh negara tersebut diantaranya dari negara Ukraina, Spanyol, Sinegal, Bangladesh, Pakistan, Guatemala, Nepal, Maroko, Nigeria, Afrika Selatan, Kontingen Garuda XX-G menampilkan beberapa atraksi diantaranya beladiri militer, merpati putih, bongkar pasang senjata, tari sisingaan, kesenian arumba dan rampak gendang. Penampilan yang ditunjukkan oleh prajurit TNI ini membuat para hadirin terkagum kagum dan memuji kehebatan Kontingen Garuda XX-G dalam mendemonstrasikan kepiawaiannya, baik dibidang kesenian, beladiri militer dan merpati putih serta menunjukkan dasar-dasar militer yang sangat sempurna.

Banyak para pejabat MONUC yang hadir mengatakan, bahwa belum pernah ada dalam sejarah selama berdirinya MONUC pada saat acara Medal Parade yang diberikan kepada setiap kontingen ditampilkan beberapa atraksi selengkap dan sehebat ini, sehingga tidak aneh apabila para tamu undangan merasa terkagum kagum akan penampilan dari para prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas misi perdamaian di Kongo ini.