250 Personel INDOBATT Melaksanakan Tugas Cuti

0
21

Pewarta-Indonesia, Faktor keamanan merupakan satu hal penting yang selalu digaungkan berulang-ulang kali bagi seluruh personel Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt). Hal ini nampak pada kegiatan pemeriksaan barang bawaan terhadap 250 personel Indobatt yang akan melaksanakan tugas cuti, Jum’at (18/06/2010) di lapangan upacara Soekarno Base Markas Batalyon UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Pelaksanaan cuti bagi prajurit Indobatt setiap gelombangnya terdiri dari 250 personel atau maksimal seperempat dari jumlah kekuatan pasukan, dengan tujuan cuti berbeda-beda. Melaksanakan ibadah Umroh di Mekkah ataupun pulang ke Tanah Air Indonesia menemui keluarga tercinta yang selama ini selalu dirindukan. Kegiatan cuti merupakan hak yang wajib dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon).

Menurut Perwira Polisi Militer Indobatt 23-D/UNIFIL Mayor PM Budi Kuncoro, pemeriksaan terhadap barang bawaan cuti ini merupakan tindakan preventif bagi seluruh personel Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt), sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama melaksanakan cuti.

“Kegiatan ini dilakukan dengan memeriksa kembali secara seksama barang bawaannya, dimana hal tersebut perlu diingatkan kembali secara terus-menerus. Alat pemotong kuku saja dapat menimbulkan permasalahan dan ini tidak boleh terjadi ketika berada di bandara Internasional Rafiq Hariri Lebanon”, kata Perwira Polisi Militer ini yang pernah bergabung dalam acara pemecahan record dunia, bersama 2700 lebih penyelam dari berbagai negara lainnya dengan mengibarkan bendera Merah Putih dibawah dasar laut pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-64 tahun 2009 di Manado, Sulawesi Utara.

“Kami memiliki ketentuan daftar barang-barang apa saja yang dilarang dan dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Dan ini juga sudah menjadi ketentuan penerbangan Internasional, yang berlaku di seluruh dunia. Pada kegiatan pemeriksaan ini sasaran utamanya adalah segala bentuk dan jenis senjata api, amunisi, senjata tajam, obat-obatan terlarang serta barang-barang yang memiliki nilai sejarah yang tinggi juga tidak diperbolehkan kecuali dengan prosedur dan ijin yang sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Perwira PM Indobatt.

Disisi lain pasukan Garuda Indonesia mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan pada cuti periode pertama, yaitu saat mendarat untuk transit di bandara Internasional Kuwait dengan pesawat Kuwait Airlines. Sesaat sebelum boarding, seluruh penumpang harus melewati proses pemeriksaan X-Ray serta menanggalkan alas kaki (sepatu PDL) dan seluruh jenis logam yang ada di badan penumpang sebelum memasuki pesawat. Kejadian unik ini tentunya menambah pengalaman dan pemahaman prajurit Indobatt betapa pentingnya pemeriksaan standar keselamatan sebelum terbang. Hal ini dibenarkan pula oleh rombongan turis dari Canada yang saat itu pula akan menuju Jakarta dan selanjutnya akan meneruskan perjalanannya ke D.I Aceh Darussalam. Pemeriksaan dengan menanggalkan alas kaki juga mereka alami saat transit di bandara Internasional New York. Dan ini merupakan ketentuan penerbangan Internasional, tambah Mayor PM Budi Kuncoro.