BMKG Lakukan Penelitian Sejarah Iklim di Puncak Jaya

0
20

Pewarta-Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika bekerjasama dengan Ohio State University, Columbia University, dan PT Freeport Indonesia, akhir Mei 2010 ini akan memulai proyek penelitian guna mengungkap sejarah iklim dari sisa gletser di dekat Puncak Jaya, diantaranya adalah Gunung Carstensz. Tujuannya adalah mengebor enam inti es sampai dengan dasar es dan menyimpannya dalam freezer di BPRC-OSU untuk berbagai analisis rekonstruksi variabilitas iklim dan lingkungan.

Penelitian ini akan dipimpin oleh Professor Lonnie Thompson yang pernah memimpin ekspedisi serupa di Antartika, Cina dan puncak-puncak salju di Peru, Amerika Latin. Lonnie merupakan seorang peneliti terkemuka dalam bidan riset gletser. Sistem pengeboran meliputi 700 meter kabel dan unit pengendali untuk memperoleh bagian inti es sepanjang sekitar 1.0 m dengan diameter 100 mm. Sistem dibangkitkan oleh generator yang ringan dan hemat bahan baker untuk meminimalkan dampak lingkungan di atas es.

Sebuah tenda geodesic digunakan sebagai pusat kegiatan pengeboran dan pengolahan inti es. Inti es kemudian akan disimpan dalam kotak yang terisolasi secara termal dan dikirim kembali ke fasilitas penyimpanan inti es di BPRC-OSU.

Sementara untuk bantuan logistik, PT Freeport Indonesia akan memberikan bantuan berupa peralatan pengeboran dan personil akan diangkut ke dan dari situs pengeboran es dengan menggunakan helicopter, truk dan berjalan kaki, tergantung pada aksesibilitas transportasi. Dukungan ini merupakan komitmen jangka panjang PT Freeport Indonesia untuk berkontribusi secara nyata terhadap ilmu pengetahuan, antara lain menyangkut penelitian di bidang lingkungan hidup.

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Dr. Edvin Aldrian, kepada wartawan mengungkapkan, proyek tersebut akan berjalan selama tiga tahun dengan menelan biaya sebesar $ 5 milyar US. (muhyi)

Sumber image di sini