DANSATGAS FPC Kunjungi Kapal Perang Jerman

0
18

Pewarta-Indonesia, Naqoura, Lebanon Selatan – Komandan Satgas (Dansatgas) INDO Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-B2 – Letnan Kolonel Inf Fulad melaksanakan kunjungan kerja ke Kapal Perang Jerman FGS Mosel A 512 yang tengah melaksanakan misi United Nations di wilayah perairan laut Lebanon Selatan. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk membina hubungan baik serta kerjasama antar dua kontingen yakni Jerman dan Indonesia yang sama-sama sedang bertugas di Negara Lebanon di bawah bendera United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL).

Dalam kunjungannya ke Kapal Perang FGS Mosel A 512, Dansatgas INDO FPC didampingi oleh tiga Perwira dari Satgas FHQSU dan FPC yakni Mayor Laut Koko Komaruddin (Pasilog FHQSU), Kapten Mar R Saragih (Plh Pasiops FPC) dan Lettu Laut Rully Ramadhiansyah (Papen FHQSU). Setibanya di Kapal Perang Jerman, rombongan disambut oleh Komandan Satgas Maritim Jerman Letkol Christian Teichert dan Komandan Kapal Perang FGS A512 Mosel Kapten Gierahn.

Selanjutnya, Dansatgas beserta rombongan menerima penjelasan dari perwira Kapal Perang FGS Mosel A 512 tentang tugas pokok Satgas Maritim Jerman, asal dan tahun pembuatan serta fungsi dari kapal perang itu sendiri. Disamping itu, dijelaskan pula tentang misi dan tugas dari Kapal Perang Jerman serta fungsi peralatan yang ada di dalam kapal seperti persenjataan, alat-alat navigasi pelayaran dan perlengkapan komunikasi.

Dansatgas dan rombongan juga berkesempatan melihat-lihat ruang Pusat Informasi Tempur (PIT), ruang kemudi serta mengoperasikan alat navigasi kapal untuk mendeteksi kapal-kapal yang berada di sekitar wilayah perairan laut Lebanon Selatan. Dalam kesempatan itu, Komandan Satgas INDO FP Coy melaksanakan pendeteksian kapal perang dan kapal-kapal sipil yang sedang berada di sekitar Kapal Perang FGS Mosel A 512 dengan menggunakan alat navigasi yang berada di ruangan PIT.

Menurut Komandan FGS Kapten Gierahn, Kapal Perang FGS Mosel A 512  milik Angkatan Laut Jerman yang diawaki oleh 61 personel merupakan kapal jenis bantu yang bertugas sebagai pendukung untuk mensuplai logistik bagi kapal-kapal kecil yang membutuhkan bahan bakar saat melakukan operasi MTF (Maritime Task Force) di wilayah perairan laut Lebanon Selatan, sehingga kapal FGS Mosel A 512 dilengkapi kemampuan untuk mengisi bahan bakar ke kapal lain tanpa berhenti melakukan sailling. Sedangkan untuk pengisian ulang bahan bakar di kapal, kapal FGS Mosel A 512 melakukan refuell di negara Cyprus yang menyediakan logistik cair bagi kapal-kapal MTF. Kapal Perang Jerman jenis Kapal bantu tersebut menjalani penugasan bersama UNIFIL selama 6 bulan sampai kapal pengganti berikutnya tiba.

FGS A 512 Mosel adalah kapal perang yang dibuat pada 12 Juli 1993 di Kiel Naval Base Bremen berukuran 100,58 x 15,40 x 4,2 meter, memiliki kecepatan maksimum 15 knot dan dilengkapi dengan persenjataan diantaranya 2 Senjata utama Rheinmetall MLG kaliber 27 milimeter, Senjata jenis Stinger dengan kaliber 12,5 mm dan 7,62 mm, juga dilengkapi landasan Helikopter.