GMPP Berjuang untuk Pendidikan Nasional

0
24
Image: anak sekolah (google.com)
Image: anak sekolah (google.com)

Pewarta-Indonesia, PINRANG, SULSEL – Kompleksitas permasalahan pendidikan dewasa ini, tidak saja menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Daerah Cq. Departemen Pendidikan Nasional di pusat atau Dinas Pendidikan & Kebudayaan di tingkat daerah, tapi melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur dan komponen masyarakat yang peduli terhadap dunia pendidikan dalam rangka membangun pencitraan pembangunan pendidikan yang cerdas dan kompetitif dengan segala aspeknya.

Dengan menyadari bahwa pembangunan pendidikan adalah tugas dan tanggung jawab bersama, maka di Kabupaten Pinrang lahirlah sebuah kelompok masyarakat yang peduli terhadap pendidikan. Kelompok ini kemudian melahirkan sebuah komitmen yang sebut dengan Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan, atau lebih gampang disingkat GMPP.

Gerakan ini lahir dari pencetusnya, Mandacini Yundu, SH. Putra Pinrang lulusan Fakultas Hukum Jurusan Tata Negara Universitas Hasanuddin Makasaar tahun 1986 ini, mengaplikasikan ilmu hukumnya pada bidang pendidikan, lewat gerakannya dikukuhkan pada tahun 2005 dengan akte notaris pendirian sebagai wujud komitmen ikut terjun sebagai pemerhati pendidikan di daerahnya. Andang, begitu panggilan kesehariannya, adalah juga Ketua Cabang Partai Hanura Pinrang yang meyakini bahwa gerakan peduli pendidikan adalah gerakan hati nurani rakyat, sangat perlu terus digalakkan dengan satu tekad, bahwa permasalahan pendidikan dengan segala kompleksitasnya itu khususnya di Kabupaten Pinrang harus dapat diselesaikan.  Lewat GMPP ini, Mandacini bersama rekan-rekannya seperjuangan yang sudah tersebar di seluruh Kecamatan Di Kabupaten Pinrang, secara terprogram melaksanakan kegiatan bidang pendidikan.

“GMPP ini adalah mitra kerja pemerintah dibidang pendidikan atau mitra pendidi kan. GMPP lahir didasari dengan komitmen untuk membantu pemerintah daerah guna memajukan pendidikan. Lewat gerakan ini, kami tampil tidak saja melakukan kritik tentang mutu pendidikan, tapi lewat lembaga GMPP ini, kami tampil sebagai fasilitator permasalahan yang dihadapi oleh para guru dan orang tua atau komitenya, begitu pula dengan permasalahan guru dengan institusinya. Permasalahan tersebut di mediasi lewat advokasi hukum yang juga merupakan salah satu bagian tujuan dibentuknya GMPP termasuk peduli terhadap pengembangan Pendidikan Luar Sekolah, desa tertinggal, dan lain sebagainya,” ungkap Andang yang juga berencana akan membentuk Forum yang memperjuangkan nasib guru Bantu dan mebentuk sebuah lembaga yang melibatkan khusus para Sarjana Hukum.

“Forum ini akan mem fasilitasi permasalahan para guru Bantu. Sedangkan Lembaga yang anggota nya adalah para Sarjana Hukum itu akan membantu pemerintah daerah dalam hal yang berkaitan dengan penegakan hukum dan sosialisasi perundang-undangan termasuk Peraturan Daerah (Perda),” jelas Andang. Yang pasti keberadaan GMPP ini sejak dimulainya gerakan sesuai program kerjanya, telah banyak memberikan bantuan mediasi, seperti menyelesaikan sengketa yang menyangkut permasalahan guru yang dilapor ke DPRD hingga, kritik permasalahan pendidikan ke Pemkab Pinrang. Wajar saja, kalau Andang yang juga adalah Bos GMPP itu, disalut oleh Bupati dan pejabat teras di Pemkab Pinrang. Pasalnya, diakui dalam setiap kritikannya yang pedas itu, mengandung umpan yakni solusi atau jalan keluar yang tentunya juga membangun.

“Itulah ciri saya, dalam melakukan kritik terhadap pemerintah. Saya orangnya keras. Tapi dalam melakukan kritik itu, saya memberikan solusinya,” ungkap Mandacini. Kritik dengan memberikan solusi, merupakan hal yang harus dibudayakan. Dengan kritikan membangun itu akan tercipta satu visi dan misi yang bermuara pada satu titik.