Kenaikan TDL Diduga Miliki Agenda Tersembunyi

0
35

Pewarta-Indonesia, Terkait dengan rencana pemerintah dan PLN untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL), Serikat Pekerja PT. PLN (Persero) meminta kepada pemerintah untuk mengurungkan niatnya. Dengan keuntungan PLN pada tahun 2009 yang mencapai Rp. 10,355 Triliun, tidak sepantasnya PLN menaikkan TDL pada tahun ini, mengingat tidak ada kondisi moneter yang signifikan sebagai alasan kenaikan TDL tersebut. Pernyataan ini  disampaikan Ketua Umum SP PLN dari kubu pimpinan Ir. Ahmad Daryoko dalam pembukaan Rakernas II SP PLN di Kantor Pusat PLN Jakarta, Rabu (14/7) pagi.

Bahkan Ahmad Daryoko menilai adanya agenda tersembunyi dari pihak-pihak tertentu yang tetap ngotot menjual PLN Jawa-Bali pasca batalnya UU No. 20 tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan, kini muncul lagi UU No. 30 tahun 2009 dengan essensi yang sama, ditambah adanya keinginan TDL dinaikkan tanpa alasan yang jelas.

Alasan pemerintah menaikkan TDL, tambah Ahmad, tidak relevan dengan kondisi riil yang ada. Menurut informasi, TDL akan terus dinaikkan hingga mencapai tarif keekonomian Rp. 1.500 per kwh yang kini masih berada pada besaran Rp600-Rp700/kwh.

Isu privatisasi yang selama ini dikhawatirkan oleh SP PLN, menambah semangat perjuangan anggotanya untuk mempertahankan eksistensi  PLN sebagai perusahaan BUMN. Kecurigaan adanya keterlibatan Negara kapitalis untuk memperbudak Negara berkembang seperti Indonesia, diperkuat dengan pengakuan mantan Ketua Ekonom World Bank dan mantan Ketua Penasehat Bill Clinton, Prof. Joseph Stiglitz. Ia mengakui bahwa ada empat strategi untuk memperbudak Negara demi keuntungan bankir, yaitu Privatisi, Liberalisasi Pasar Modal, Penentuan harga pasar, dan Perdagangan bebas. (muhyi)

Sumber image di sini