Mabes TNI Selenggarakan Rakorpers TA 2009

0
19

Pewarta-Indonesia, Markas Besar (Mabes) TNI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Personel (RAKORPERS) TNI TA 2009 di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (02/02/2010) dengan tema melalui rapat koordinasi personel TNI TA 2009 kita tingkatkan kinerja personel guna mendukung tugas pokok TNI”. Rakorpers ini diikuti oleh 164 orang pejabat terkait terdiri dari Mabes TNI (33 orang), TNI AD (44 orang), TNI AL ( 39 orang ) dan TNI AU (36 orang), serta luar struktur TNI (12 orang ). Acara ini dibuka oleh Kepala Staf Umum (KASUM) TNI Laksamana Madya TNI Didik Heru Purnomo.

Agenda rapat meliputi: paparan mengenai hal-hal yang menonjol pada TA 2009 oleh Aspers Angkatan, penjelasan tentang bisnis TNI, remunerasi, jabatan fungsional PNS TNI dan Universitas Pertahanan serta evaluasi program kerja TA 2009 dan rencana program kerja TA 2010.

Dalam sambutannya, Kasum TNI menyatakan bahwa baik buruknya suatu organisasi sangat tergantung kepada kualitas personel yang mengawakinya. The man behind the gun harus selalu menjadi dasar pertimbangan dan pemikiran di dalam melakukan pembinaan personel, sehingga prinsip pembinaan personel the right man on the right place dapat dilaksanakan. Pembinaan personel TNI merupakan bagian terpenting dari pembinaan TNI secara keseluruhan. Pembinaan personel memiliki peran penting bagi visi organisasi TNI, yaitu salah satunya mewujudkan TNI yang profesional.

Pada akhir Rakorpers, Kasum TNI memberikan beberapa penekanan antara lain: pertama, pelihara dan tingkatkan jiwa pengabdian serta etos kerja untuk menyikapi berbagai kendala baik itu keterbatasan dukungan anggaran yang masih jauh dari kebutuhan yang diperlukan maupun tantangan tugas yang tidak semakin ringan dimasa yang akan datang; kedua, terapkan prinsip-prinsip pembinaan personel sesuai dengan norma yang berlaku dan hindarkan praktek-praktek penyinpangan dalam pembinaan personel yang dampaknya akan merugikan institusi secara keseluruhan; dan ketiga, tegakkan “reward and punishment”, pemberian penghargaan kepada setiap prajurit yang berprestasi dan yang telah mengorbankan jiwa raganya bagi tugas dan kejayaan negara. Serta tindakan hukum terhadap para pelanggar disiplin/hukum yang menodai nama baik kesatuan, korp/ angkatan maupun TNI pada umumnya. Keseimbangan penerapan keduanya akan menjaga tegaknya kewibawaan organisasi TNI.