Mendiknas Kunjungi SLB Taruna Mandiri, Kuningan

0
62

Pewarta-Indonesia, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh melakukan kunjungan kerjanya ke SLB (Sekolah Luar Biasa) Taruna Mandiri yang berada di Desa Sampora Kecamatan Cilimus di Kabupaten Kuningan pada hari Senin (22/2) yang lalu. Dalam kunjungan tersebut, Mendiknas ingin menekankan perhatian yang lebih besar kepada lembaga pendidikan dan staf pengajar di sekolah bagi anak-anak penyandang cacat. Dalam sambutannya Muhammad Nuh mengatakan; “SLB harus dilihat dan dikelola dengan hati. Mereka pasti punya potensi yang luar biasa. Sehingga menangani mereka juga harus luar biasa, gurunya juga harus luar biasa.”

Mendiknas menyatakan bahwa penyandang cacat adalah salah satu kelompok yang termarjinalkan, yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Maka setiap daerah perlu memberikan perlakuan khusus kepada kelompok tersebut dengan menyediakan dan mengoptimalkan lembaga pendidikan yang diperuntukkan bagi penyandang cacat. Oleh karena itu pendidikan yang diberikan kepada anak-anak dengan keterbatasan itu harus dilihat dengan mata hati. Mereka berhak mendapatkan pendidikan seperti anak-anak yang normal. Tidak hanya sampai tingkat sekolah menengah atas tetapi juga sampai ke tingkat perguruan tinggi.

Selain itu, rencana Kementerian Pendidikan Nasional yang akan meningkatkan gaji guru SLB mulai tahun 2011 mendatang menjadi sebesar Rp. 4 juta. Namun jumlah tersebut kemungkinan adalah angka minimal karena belum termasuk dana insentif dan tunjangan kesejahteraan lainnya. Peningkatan kesejahteraan untuk guru SLB ini diberikan karena menjadi guru SLB memerlukan keahlian khusus.

Lebih lanjut, Mendiknas menambahkan; bahwa saat ini jumlah guru SLB di Indonesia masih mengalami kekurangan, perbandingannya masih 1:4 (satu guru berbanding empat guru biasa), padahal perbandingan idealnya adalah 1:2 atau 1:3. Mengenai Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Mendiknas menegaskan bahwa siswa di SLB dipastikan akan menerima BOS yang lebih besar dibandingkan dengan siswa normal, tidak hanya jumlah uangnya saja namun jumlah penerimanya akan meningkat.

Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos dalam sambutannya menyatakan tentang keberhasilannya dalam melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan penyandang cacat, diantaranya; pembentukan KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang sampai saat ini telah meresmikan beberapa KUBE (bidang barang bekas, ternak, tanaman hias, konveksi, buah-buahan dan lain sebagainya). Tentang prestasi yang diraih SLB Taruna Mandiri, salah satunya adalah juara I Kejuaraan Sepakbola Tuna Daksa Manurung Cup yang diikuti oleh 12 propinsi tahun 2005.

Sementara itu, H. Qomar anggota DPR RI saat mengunjungi stand-stand hasil karya SLB menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama dan tidak malu membawa anak-anak khususnya penyandang cacat ke SLB. Karena sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk memberikan pelayanan pendidikan secara merata tanpa pandang bulu. Ketika disinggung mengenai kebijakan pemerintah, dalam hal perekrutan pegawai juga melibatkan para penyandang cacat, H. Qomar pun menjawab; “Setiap Pemerintah Daerah diwajibkan menerima pegawai minimal 1 persen dari penyandang cacat. Saya melihat untuk di Kabupaten Kuningan sudah menerapkan peraturan ini. Sebuah langkah nyata sebagai wujud kepedulian permerintah untuk penyandang cacat.”

Dalam kunjungan Mendiknas tersebut, dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Ketua DPRD Kab. Kuningan H. Acep Purnama, Kapolres AKBP Dra. Yoyoh Indayah, Dandim Mulyono, Ketua Pengadilan Negeri, Wakil Bupati Kuningan H. Momon Rochmana, MM, Ketua PKK Hj. Utje Ch Suganda, para Kepala UPTD Pendidikan, para Kepala Sekolah. (Willy)