Pengantar Refleksi PPWI Menjelang Fajar 2010

0
26
Ilustrasi Kredo Wilson Lalengke (modified)
Ilustrasi Kredo Wilson Lalengke (modified)

Pewarta-Indonesia, “Aku torehkan sepenggal catatan di batu ini sebagai pertanda kehidupan yang seakan tiada khan berakhir di negeri tak bertuan”. Kutipan kalimat itu kiranya mampu menjelaskan sebuah penggambaran sederhana atas suasana bathin para penulis mula-mula di jaman prasejarah beribu bahkan berjuta tahun silam. Coretan di goa-goa, di atas dedaunan, di tiang-tiang pemujaan, dan medium-media lainnya adalah bukti dan saksi bisu sebuah geliat hidup dari mahluk bernama manusia masa silam. Keinginan kuat untuk menceritakan keseharian mereka kepada generasi di kemudian hari tanpa kita sadari telah secara tak terbantahkan menjadikan kebiasaan itu sebagai peretas jalan bagi kemajuan peradaban manusia, sampai kini, bahkan hingga nanti.

Kebiasaan menulis dan mencatat segala yang terjejak dan terjamah oleh indra bangsa-bangsa pada abad-abad ini telah menjadi harapan baru bagi perbaikan terus-menerus hidup dan kehidupan tidak hanya oleh penulis tapi juga oleh pembacanya. Sebagaimana kata orang-orang bijak, “Seutas catatan lebih bermakna dari selaksa ingatan”. Demikianlah manusia di segenap komunitasnya coba rangkai setiap kata dalam cetakan helai-helai surat khabar, berisi aroma suka-duka masa berlalu hingga ke muara harapan yang mestinya jadi pandu hidup di sepanjang jalan yang masih tersisa.

Didorong oleh keinginan maha-luhur agar kerikil yang sempat menyandung sesiapa saja di masa lampau, khususnya di tahun 2009 yang sebentar lagi berakhir, maka karya demi karya dilahirkan untuk jadi renungan bagi pembaca setia Pewarta-Indonesia.com. Rekan-rekan anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dengan bersenang hati membuka tingkap-tingkap ingatan mereka, memutar cawan-cawan memori, menggali setiap sobekan kenangan, dan menuangkannya ke dalam carikan-carikan layar komputer masing-masing untuk jadi teman berjalan bagi kita semua di tahun 2010 mendatang.

Rajutan tulisan-demi-tulisan berikut ini yang akan hadir secara berseri di kolom CURHAT, berisi hasil refleksi dan perenungan setiap penulisnya. Ia adalah bagian dari keseharian setiap kita, dan kiranya layak jadi penyejuk ruang pandang sesiapa saja saat melangkah meniti buih di tahun 2010 mendatang. Dengan iringan kata Selamat Membaca, kami antarkan Anda ke gerbang pergantian tahun 2009 ke 2010.

Redaksi Pewarta Indonesia

Sumber image: google.co.uk

BAGIKAN
Berita sebelumyaMenu Ujian Demokrasi di Tahun 2010
Berita berikutnyaPemuda yang Memerdekakan Rakyat
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.