Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None
GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Utama CERPEN & CERBUNG Seorang Anak Kecil dan Ibunya

Seorang Anak Kecil dan Ibunya

Pewarta-Indonesia, Rumah kardus itu terlihat sangat gelap dan pengap. Disekeliling mereka hanya tercium bau yang tidak sedap. Seorang anak kecil ceking dan dekil yang berumur 11 tahun tengah memilih-milih kertas dan botol yang layak jual. Wajah corang-coreng itu terlihat lebih dewasa dari umur aslinya. Sementara itu seorang wanita muda yang juga ceking dan dekil tidur di tanah yang hanya beralas kardus. Mulut wanita itu mendesis pelan karena menahan lapar. Anak kecil itupun menoleh kepadanya dengan wajah sedih.

“Ibu pasti lapar karena sudah 3 hari tidak makan nasi. Sabar dulu ya bu, tinggal sedikit lagi.”

Lalu secepat kilat anak kecil itupun melanjutkan pekerjaannya. Dan tidak sampai 5 menit, anak lelaki itu memasukkan kertas-kertas dan botol-botol yang hendak dijualnya kedalam keranjang lalu dipanggulnya dengan gagah.

“ Komang pergi dulu Bu. Komang akan membawakan nasi bungkus buat Ibu.“

“ Hati-hati Mang. Jangan ikutan nyopet ya nak…” mulut wanita itu bergetar.

Anak kecil itu mengangguk sebelum akhirnya meninggalkan rumah kardusnya untuk menjual hasil pulungannya. Anak kecil itu sangat tangguh dan gagah memanggul keranjangnya. Tekadnya yang kuat untuk membawakan sang ibu sebungkus nasi telah membuatnya bersemangat. Tak dihiraukannya panas ibukota yang menyengat kulitnya.

Sebetulnya dulu, anak kecil itu sempat merasakan bangku sekolah meskipun hanya sampai kelas 3 SD. Tapi sejak ibunya mengalami kecelakaan ketika menjual barang asongan dilampu merah dan si penabrak lari tidak bertanggung jawab, maka cita-citanya musnah seketika. Sebetulnya anak kecil itu sangat kecewa karena tidak dapat melanjutkan sekolah. Tapi rasa sayangnya terhadap sang ibu telah membuatnya tidak ingin menampakkan kesedihan didepan sang ibu. Lalu sejak saat itu, anak kecil itupun berubah menjadi seorang anak kecil yang dingin dan sinis dalam menghadapi hidup. Tidak ada keinginan lain dalam hidupnya selain hanya ingin membahagiakan sang ibu.

Dua jam kemudian, wajah kecil yang tadi kelihatan payah dan dingin itu sedikit menggariskan senyuman ketika berhasil menjual barangnya dan membelikan 2 bungkus nasi untuk ibunya. Dia sendiri cukup hanya dengan dua potong bakwan karena uangnya tidak cukup untuk membeli nasi satu bungkus lagi. Dengan berlari kencang anak kecil itu mendekap plastik hitam yang berisi 2 bungkus nasi itu tepat didadanya. Suara ibunya yang menangis kesakitan dan meminta tolong membuat anak kecil itu ketakutan.

Anak kecil itu langsung menyingkap plastik penutup rumah kardusnya. Dan wajahnya langsung berubah pias penuh kebencian. Seorang lelaki hitam yang botak yang diketahuinya sebagai penguasa daerah kumuh itu tengah memperkosa ibunya. Anak kecil itu menjatuhkan nasi bungkusnya dan langsung menerjang lelaki itu dengan kalap. Tapi seorang lelaki lain yang bertubuh lebih besar dan gelap dengan rambut gondrong menangkap dan membekapnya kuat-kuat. Anak kecil itu meronta dan melawan habis-habisan, tetapi apalah daya tubuh kecil ceking dan kelaparan menghadapi tubuh besar yang sudah banyak melakukan kejahatan itu. Anak kecil itu hanya bisa meraung-raung kalap menatap ibunya. Rasa dendam menyerbu dengan kuat kedalam hatinya.

Ketika akhirnya kedua lelaki itu meninggalkan mereka dengan tawa kepuasan, anak kecil itupun dengan mulut gemetar mendekati ibunya dan membereskan pakaian ibunya yang terkoyak. Sang ibu hanya menangis tak berani menatap anak kecilnya.

“Sudah berapa kali mereka menyakiti Ibu ?” suara anak kecil itu pahit. Ibunya hanya menggeleng dan memeluk anak kecil itu erat-erat. “ Katakan Bu! Apa mereka sering melakukan ini pada Ibu ?!” teriak anak kecil itu marah.

“Ini kedua kalinya mereka memperkosa ibu…” suara serak itu tak berdaya.

“Kenapa Ibu tidak cerita sama saya?!” suara anak kecil itu penuh kepedihan. Tangisnya langsung terumbar tak kuasa. Rasa sakit di dadanya karena dia merasa tidak bisa menjaga sang ibu dengan baik. Anak kecil itu terus menarik-narik rambutnya menahan amarah yang membuncah didadanya.

“Ibu tidak ingin kamu sedih nak, biar Tuhan yang membalasnya… maafkan ibu nak, ibu tidak berdaya…”

Anak kecil itu menatap ibunya dengan wajah penuh air mata dan nafas yang memburu. Sang ibu nampak memukuli kedua kakinya yang patah permanen dengan sedih, lalu anak kecil itu memeluk ibunya erat-erat seolah menenangkan “ Ibu tidak bersalah. Ibu tidak bersalah…”

Bisikan penuh rasa sakit dan kebencian itu terus keluar dari mulut dingin anak kecil itu. Lelaki-lelaki itu yang bersalah karena telah menyakiti ibuku. Dan yang salah harus dihukum. Bagaimanapun caranya, meskipun nyawa taruhannya. Tidak ada yang boleh menyakiti ibuku, batin anak kecil itu penuh dendam.

Malam harinya, suasananya sangat gelap karena mendung menyelimuti ibukota. Terlihat 2 orang lelaki betubuh besar sedang berjalan dengan terhuyung-huyung karena mabuk. Tawa dan nyanyian sinting mereka menggema di seantero lingkungan rumah kardus itu. Kedua lelaki itu adalah dua lelaki yang tadi siang memperkosa ibu anak kecil itu. Kedua lelaki mabuk itu lalu duduk di pinggir sungai yang juga berbau tak sedap untuk melanjutkan pesta minumnya.

Gelap. Hanya nampak bayangan dua lelaki yang bergantian meminum air maksiat itu dari botol. Tetapi, meski tak nampak oleh mata, sebetulnya ada sosok kecil di balik dinding tempat sampah itu yang sedang mengintai. Di tangan kurus itu tercekam sebilah pisau dapur yang siap menerkam perut buncit kedua lelaki itu.

Dan kemudian, saat itupun tiba. Dengan penuh kebencian pisau itupun dihujamkan berkali-kali ke perut kedua lelaki mabuk itu. Hingga akhirnya kedua lelaki itupun tak berdaya dan jatuh ke dalam sungai. Lalu tubuh ceking itupun meninggalkan tempat itu dengan wajah penuh kepuasan. Yang bersalah memang pantas dihukum, batinnya lega penuh dendam.

Besoknya daerah kumuh itu heboh karena penemuan 2 mayat lelaki preman yang selama ini sangat ditakuti di daerah kumuh itu. Tidak ada orang yang sedih atas musibah itu. Malah nampak wajah-wajah kepuasan dan penuh kelegaan di antara mereka.

Meskipun begitu pembunuhan tetap bukanlah perbuatan yang patut dipuji. Pembunuhan tetaplah perbuatan yang dilaknat oleh Tuhan. Sebesar apapun keburukan dari si terbunuh, tetap saja pembunuhan itu adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Tetapi semua itu seolah tidak diperdulikan oleh semua orang yang ada di kampung kardus itu. Bagi mereka yang penting adalah bahwa si pembuat onar sudah tidak ada lagi. Mereka tidak perduli siapa yang melakukan pembunuhan itu. Karena bagi mereka kematian dua orang preman itu sangatlah menggembirakan mereka.

Para polisi yang menyelidiki kejadian itu benar-benar tidak dapat menemukan adanya kejanggalan dari tempat terjadinya perkara. Selain tidak adanya saksi juga tidak ada bukti-bukti lain seperti sidik jari atau hal-hal lain yang mencurigakan. Akhirnya polisipun menyimpulkan bahwa kedua lelaki itu saling membunuh karena memperebutkan hasil jarahan mereka yang dipicu karena sama-sama mabuk. Kasus itupun ditutup dengan meninggalkan kelegaan pada setiap orang di kampung kumuh itu.

Beberapa saat kemudian, wanita itu menatap senyuman kepuasan di mata anak kecilnya yang dingin. Keduanya saling memahami apa yang telah terjadi. Meski tanpa diberitahu, wanita itu tahu bahwa mungkin saja sang anak kecil kesayangannya yang bertanggung jawab tentang rahasia pembunuhan itu, tetapi wanita itu hanya tersenyum sedih, tak mampu menanyakan apalagi menegur anaknya. Anak kecil itu membelai rambut ibunya yang kumal seperti seorang ayah terhadap anak gadisnya.

“Ibu harus tenang sekarang. Tidak ada lagi yang akan menyakiti Ibu. Saya akan melindungi Ibu dan menjaga Ibu sampai kapanpun.” Wanita itu hanya terisak perlahan. “Kalau saya sudah mempunyai uang yang banyak, saya akan membuatkan rumah untuk Ibu, saya akan membelikan makanan-makanan yang enak buat Ibu. Percayalah Bu, saya akan menjaga Ibu selamanya.” Wajah dingin itu sedetik lamanya berubah menjadi lembut. Expresi yang hanya bisa dia berikan kepada sang ibu.

Dua puluh tahun kemudian, di sebuah rumah di pinggiran ibukota. Rumah itu tidak terlalu besar, tetapi halamannya luas dan penuh dengan anak-anak kecil penjual koran dan asongan. Wajah-wajah kecil itu nampak ceria karena meskipun mereka anak jalanan, tetapi ada seorang lelaki yang menampung dan melindungi mereka meskipun hanya di sebuah aula besar seperti barak-barak prajurit yang berjajar kasur-kasur kecil dan tipis. Lelaki baik hati itu juga menyediakan barang-barang untuk mereka jual serta memberikan makanan dan pakaian kepada anak-anak itu. Dan selesai sholat maghrib, lelaki itu juga mendatangkan beberapa orang guru untuk mengajar mereka. Mungkin tidak sama dengan anak-anak rumahan, namun itu sudah lebih dari cukup buat anak-anak itu.

Lelaki yang dermawan itu tak lain adalah anak kecil ceking yang dulu pernah membunuh dua orang preman demi kehormatan ibunya. Masa lalu yang kelam dan pahit telah menjadi pelajaran berharga buatnya, sehingga lelaki itu tidak ingin nasib yang sama dirasakan anak-anak jalanan itu. Meski di balik itu tersimpan rahasia hitam hidupnya sebagai seorang pembunuh di usia kecil.

Nampak lelaki itu berdiri di teras rumahnya yang penuh bunga sambil memperhatikan kegiatan anak-anak asuhnya yang asyik bercanda dan menghitung hasil jualan mereka. Ada senyum kepuasan di balik wajah dingin lelaki itu. Lelaki itu menoleh ketika seorang wanita muda mendatanginya sambil mendorong seorang wanita tua di atas kursi roda. Wanita muda itu tengah mengandung anaknya yang baru berusia 8 bulan. Setelah mencium kening wanita muda itu, lelaki itu berjongkok di samping kursi roda dan tersenyum sangat lembut kepada wanita tua itu. Expresi yang hanya bisa dia berikan kepada sang ibu. Lalu lelaki itupun mengusap tangan ibunya yang telah keriput dan menciumnya dengan penuh rasa sayang dan tekad yang masih membara seperti dulu. Percayalah bu, saya akan menjaga ibu selamanya.***
 

Demi Tegaknya NKRI, Jangan Mudah Terprovokasi
Rabu, 17 Mei 2017

KOPI, Pulau Sebatik - Bertempat di aula pertemuan Desa Bukit Aru Indah Kec. Sebatik Timur Koramil 0911-02/SEBATIK menggelar kegiatan Komunikasi Sosial untuk triwulan ke - II, kegiatan yang mengambil tema " Dengan Kegiatan KOMSOS Dengan Komponen Masyarakat Kita Tingkatkan Kemanunggalan TNI Rakyat dan Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa " dihadiri komponen masyarakat yang terdiri dari para ketua RT, kepala... Baca selengkapnya...

Atasi Spekulan, Monopoli Harga, Jelang Ramadan Kapolri Bentuk Satgas Pangan
Minggu, 14 Mei 2017

KOPI, Jakarta – Melalui video conference langsung di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017). Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian membentuk Tim Satgas Pangan untuk membantu menstabilkan harga pangan dan sembako menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Satgas akan dipimpin Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. Pembentukan  tingkat Polda, Satgas Pangan dipimpin langsung Direktur Kriminal Khusus... Baca selengkapnya...

Trumph Akan Mengunjungi Raja Salman , Tersiar Ada Transaksi Penjualan Peluru Kendali
Minggu, 14 Mei 2017

KOPI, Washington DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menghadiri pertemuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussel pada 25 Mei 2017. Usai itu, Ia akan menghadiri pertemuan puncak negara-negara anggota Kelompok Tujuh di Sisilia, pada 26 Mei, ungkap pejabat Kemenlu AS. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menuturkan “pada Bulan Mei ini Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berkunjung ke Arab Saudi.... Baca selengkapnya...

Menteri Agama: Pemerintah Tidak Anti Ormas Keagamaan Terkait Pembubaran HTI
Rabu, 10 Mei 2017

KOPI, Jakarta - Pemerintah akan menindaklanjuti langkah pembubaran Hizbut Tahir Indonesia (HTI) melalui jalur hukum sesuai UU No 17 Tahun 2013, tentang Organisasi Kemasyarakatan. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, langkah hukum tempuh sebagai bukti bahwa pemerintah tak sedang bertindak represif. Untuk itu, Menag Lukman mengimbau semua pihak untuk menghormati langkah hukum pemerintah sekaligus memastikan bahwa HTI tetap dapat... Baca selengkapnya...

Pos Lintas Batas Negara Skouw Diresmikan oleh Presiden Jokowi
Rabu, 10 Mei 2017

KOPI, Jayapura - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sejak hari pertama dilantik, dirinya telah menyampaikan sikap pemerintahan bahwa daerah-daerah perbatasan tidak boleh dilupakan. Karena merupakan beranda-beranda terdepan Indonesia. “Seperti di mana kita berada sekarang ini yaitu Skouw (PLBN), harus menjadi kebanggaan kita semuanya, kebanggaan masyarakat Papua, kebanggaan Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat Pos Lintas Batas... Baca selengkapnya...

Penobatan Gelar Adat “Kapiteng Lau Pulo” Kepada Presiden Joko Widodo
Senin, 08 Mei 2017

KOPI, Tanah Bumbu- Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo  menghadiri “Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi” di Pantai Pagatan, kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, propinsi Kalimantan Selatan, pada hari Minggu (7 /5/17) Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam rilisnya, dari Pantai Pagatan, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan menuju Kecamatan... Baca selengkapnya...

Pengamat: Dunia Perpolitikan Indonesia Butuh Deal-deal Jitu
Sabtu, 06 Mei 2017

KOPI, Jakarta – Di tempat kerjanya, Sugeng Triwardono mengatakan, “Anda ingin menjadi pemimpin (red. Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati) di negara tercinta ini, harus memiliki deal-deal politik dengan penguasa atau ketua umum partai politik (parpol). Bagaimanapun parpol merupakan sarana untuk meraih kedudukan tersebut." Tanpa parpol bila ingin Anda mencalonkan sebagai Kepala Daerah tipis kemungkinan untuk menang. Walaupun Anda terpilih... Baca selengkapnya...

NASIONALPPWI Gandeng Staf Ahli BNN Selenggarakan.....
23/05/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Tanah Datar – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) semakin memprihatinkan. Perkembangan narkoba tidak hanya dar [ ... ]



DAERAHPemko dan Polres Padang Panjang Jamu Ket.....
19/05/2017 | Rifnaldi
article thumbnail

Dr. Viktor Pudjiadi; Musuh bangsa kita 'Narkoba' KOPI, PADANG PANJANG - Miskipun agenda khusus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Pewarta Warg [ ... ]



PENDIDIKANAnak Langkat Harap Kuala Menjadi Kecamat.....
22/05/2017 | Sulaiman Zuhdi Manik

KOPI - Sebanyak 60 orang anak dari berbagai sekolah dan desa di Kabupaten Langkat, Minggu, 21/05/2017, menyerukan agar Kecamatan Kuala, diprogramkan m [ ... ]



EKONOMIKadin Riau Sosialisasi UU No.2 th 2017 T.....
18/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya, Aji Sulung mengatakan " Pak Ngah/paman, Datuk, Datinya terpilih sebagai kepala daerah, maka oknum AMPI (Anak, Men [ ... ]



HANKAMLawan Paham Radikalisme, Perkokoh 4 Pila.....
21/05/2017 | Sahar

KOPI, Pulau Sebatik - Meskipun tinggal diperbatasan, rasa nasionalisme tidak boleh terbatas dan wajib di jaga, demikian juga upaya – upaya untuk m [ ... ]



OLAHRAGAKetua KONI Riau Emrizal Pakis: Lepas Li.....
08/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Sebanyak lima orang atlet Riau dipercayai mengikuti Islamic Solidarity Games (ISG) 12-22 Mei 2017 mendatang di Baku, Azerbaijan.
kel [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara 1.02 Juta o.....
03/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancanegara [ ... ]



POLITIKRakorda DPD PKS Mamuju Tengah, Optimis R.....
21/05/2017 | Anto Zulyanto

KOPI, Mamuju Tengah, Sulbar - Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Parta Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten  [ ... ]



OPINIKwalitas Berpolitik I.....
16/05/2017 | Jay Wardana

KOPI, Jakarta - Jika Anda menyimak film biografi berjudul "The Iron Lady", seorang kader partai politik di Inggris direkrut dari lulusan terbaik di se [ ... ]



PROFILBrigadir David Gusmanto Bhabinkamtibmas .....
30/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Taratakbuluh- Brigadir David Gusmanto , Bhabinkamtibmas desa Teratak buluh, Polsek Siak Hulu, kabupaten Kampar, propinsi Riau berdayakan pemuda [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIKhatam Al-Qur'an dn Wisud Iqr'a PDTA Nur.....
15/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Kampar - Sebanyak empat puluh orang siswa-siswi PDTA (Pendidikan Diniyah Takmaliyah Al-qur'an) Nurul Iman, Desa Pandau Jaya mengadakan Khatam Al [ ... ]



RESENSIMARS, Film Kisah Perjuangan Meraih Mimpi.....
03/05/2016 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Bertempat di XXI, Palaza Senayan, Jakara, Senin 92/5/2016) dan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan 2 Mei 2016 , Multi Buana K [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



SERBA-SERBILomba Kontes Burung Merpati.....
08/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Lomba Kontes Burung Merpati kolongan merupakan suata kegiatan hiburan rakyat. Perlombaan ini diikuti oleh beberapa club pecinta buru [ ... ]


Other Articles

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.