Prajurit TNI di Lebanon Gelar Latihan Pasukan Anti Huru Hara

0
27

Pewarta-Indonesia, Naqoura (23/1) – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TNI Kontingen Garuda XXVI-B2 INDO Force Protection Company (FPC) misi perdamaian PBB di Lebanon, dibawah pimpinan Letkol Inf Fulad selaku Komandan Satgas, melaksanakan latihan CRC Platoon (Crowd and Riot Control) / Pasukan Penanggulangan Terhadap Massa dan Kekerasan atau yang dikenal dengan Pasukan Anti Huru Hara (PHH), bertempat di Sudirman Camp, Naqoura-Lebanon Selatan.

Pelaksanaan latihan Pasukan Anti Huru Hara (PHH) tersebut berlangsung selama dua hari (21 – 22 Januari 2010), dipimpin oleh Kapten Psk Yoshafat (Perwira Seksi Operasi), Letda Inf Muhammad Rifqi (Wakil Komandan Tim) dan Serka Suprayitno (Bintara Seksi Operasi) Satgas Force Protection Company. Latihan ini terbagi dalam dua tahap. Pertama, pemberian materi tentang teori CRC di ruang kelas meliputi Organisasi Platoon CRC, Alat Perlengkapan, Formasi dan Tindakan Keamanan. Kedua, pelaksanaan praktek latihan CRC di lapangan hitam Sudirman Camp.

Menurut Dansatgas Konga XXVI-B2 Letkol Inf Fulad, pelatihan pasukan anti huru hara merupakan salah satu bagian dari tugas pokok Satgas FPC Konga XXVI-B2. Diantaranya : Mengendalikan keadaan atau keamanan di wilayah timur Markas Unifil ; Mengatasi apabila ada kendala mengenai ancaman terhadap Markas Unifil; Menyiapkan pengawalan terhadap seluruh aset milik Komandan tertinggi Unifil (Force Commander) selama perjalanan melalui atau ke daerah operasi dengan melakukan koordinasi atas perintah Force Commander; Mendukung kekuatan Unifil lainnya di luar markas didalam hal mengatasi kesulitan yang dialami seperti mendapatkan serangan serta Melaksanakan tugas lainnya terkait pengamanan berdasarkan perintah Force Commander.

Latihan Pasukan Anti Huru Hara (PHH) yang direncanakan sebulan sekali ini dimaksudkan untuk membantu serta mengasah kemampuan yang telah dimiliki personel Satgas Force Protection Company dalam mendukung pelaksanaan tugasnya di Lebanon. Disamping itu, untuk mengasah maupun memelihara kemampuan personel Satgas FPC dalam hal mengendalikan kerusuhan massa, khususnya mengatasi ancaman jarak dekat terhadap Markas Unifil. Demikian, tambah Dansatgas.