Praktek Money Politik Rawan di Pemilukada Selayar 2010

0
17

FPS himbau agar para kandidat saling nasehati, jangan mendidik wajib pilih Selayar dengan pelajaran money politic

Pewarta-Indonesia
, Praktik money politics (politik uang) dalam proses pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Juni mendatang mulai menyebar dan menjadi perbincangan masyarakat Selayar. Malah telah ada yang berani melakukan promosi jumlah keluarganya dengan tawaran rupiah siap mencoblos peserta pemilukada Kabupaten Kepulauan Selayar 2010.

Sementara itu dari pengamatan FPS di seluruh daerah pemilihan se-Kabupaten Selayar, sepertinya hal ini tidak mendapat prioritas khusus dalam pencegahannya misalnya dalam hal pendidikan pemilih yang hanya dilakukan sangat minim pelaksanaan dan event terkait hal ini. Padahal program pendidikan pemilih dan sosialisasi terhadap wajib pilih bukanlah hal enteng. Perlu diingat bahwa waktu pelaksanaan tinggal beberapa hari lagi, bagaimana bila sebagian besar wajib pilih khususnya wajib pilih pemula kemudian tidak mengerti hal ini, siapakah yang bertanggungjawab bila kemudian banyak terjadi kesalahan dan penyimpangan hingga pemilukada ini harus di ulang?

“Bukankah ini sebuah kebodohan menuju pemborosan? Atau mungkin disengaja agar banyak untung?” ungkap Sigit Sugiman dalam sebuah coffee morning di kantor FPS jalan Sultan Hasanudin No 77 Benteng Selayar.

Forum Peduli Selayar sangat memiriskan jika praktik money politics ini betul-betul terjadi karena pikiran kotor para kandidat yang hanya mementingkan kemenangan dengan banyaknya perolehan suara saja tanpa memikirkan bahwa hal itu telah merusak pemilik suara yang harus memilih tidak sesuai nurani, tapi memilih karena pendapatan. Ketua FPS didampingi Andi Erwin Litbang FPS mengatakan bahwa pelaksanaan pemilukada Selayar 2010 harus berlangsung sehat dan beradab sesuai aturan undang undang. Kemenangan diraih bukan dengan praktek jual beli suara yang saat ini telah banyak diakui oleh apara anggota legislatif.

“Mereka dalam pelaksanaan pemilu lalu terpaksa mengikuti arus mengeluarkan lembaran rupiah kepada audiencenya. Saat ini, dalam program pemilukada Selayar sebagian besar anggota dewan kemudian menjadi pilar-pilar tim sukses calon dan mengakui dan memastikan masih akan tetap seperti itu prakteknya, hanya memikirkan strategi dan cara yang aman. Kendati demikian ada seorang legislator yang kemudian meremehkan tentang kata aman tersebut karena menurutnya panwas selayar tidak ada apa-apanya,” terang ketua FPS.

Di akhir coffee morning FPS yang dihadiri kebanyakan wartawan elektronika menyebutkan pesan pesan moral kepada para kandidat calon bupati dan calon Wakil Bupati Selayar agar saling mengingatkan dan saling memperingati agar tidak mencederai pesta demokrasi rakyat Selayar dan tidak usah takut kalah karena kalah bukanlah sebuah kegagalan tapi menjadi Bupati adalah terpilih menjadi pembawa amanah yang harus dilaksanakan. ( lolo Silajara)

Sumber image di sini