Profesionalisme Prajurit Kunci Utama Peacekeeping Operations

0
26

Pewarta-Indonesia, Bint Jubayl (18/01) – Puncak kebahagiaan seorang prajurit militer dalam melaksanakan tugas operasi pemeliharaan perdamaian (peacekeeping operation) akan didapatkan pada saat penyematan medali PBB dalam suatu upacara kemiliteran yang disebut dengan The United Nations (UN) Medal Parade. Hal inilah yang dialami oleh seluruh personel kontingen Negara Perancis yang tergabung di bawah komando UNIFIL (United Nations Interim Forces in Lebanon) pada saat kegiatan French Contingent Medal Parade (Upacara Penyematan Medali PBB bagi Kontingen Perancis), bertempat di Markas Batalyon Perancis (Frenchbatt) UN POSN 2–45, Bint Jubayl beberapa waktu lalu. Komandan Satgas Yon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL, Letkol Inf Andi Perdana Kahar dengan didampingi 4 (empat) orang Perwira, menghadiri kegiatan upacara yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf UNIFIL, Brigjen Vincent Lafontaine (Perancis).

Rangkaian upacara penyematan medali PBB tersebut diawali dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara (Danup) kepada Irup yang dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan dan pengibaran bendera meliputi Bendera PBB, Bendera Lebanon dan Bendera Perancis. Setelah itu, memasuki acara pokok berupa penyematan medali PBB kepada seluruh personel Kontingen Perancis yang berperan sebagai peserta upacara. Penyematan medali dilaksanakan serempak oleh Irup beserta perwakilan tamu VIP dari Markas Besar UNIFIL dan jajaran Sektor Barat UNIFIL. Selesai penyematan medali, acara dilanjutkan dengan sambutan UNIFIL Force Commander (Panglima UNIFIL) yang dibacakan oleh Irup.

Dalam sambutan tertulisnya, Panglima UNIFIL menyatakan bahwa kunci utama dalam pelaksanaan peacekeeping operations (tugas operasi pemeliharaan perdamaian) adalah profesionalisme prajurit dan komitmen secara komprehensif dari seluruh komponen dalam satuan yang bertugas di lapangan. Terkait dengan keberadaan kontingen Negara Perancis di bawah komando UNIFIL sejak awal penugasan pada tahun 1978 dengan rotasi 4 (empat) bulan untuk satu kali penugasan, telah menunjukkan eksistensi profesionalisme prajurit yang cukup signifikan. Hal ini diwujudkan dalam pelaksanaan tugas pokok pemeliharaan situasi dan kondisi daerah operasi yang relatif aman dan kondusif. Profesionalisme prajurit ini juga didukung dengan komitmen secara komprehensif melalui upaya kerjasama dan koordinasi secara intensif oleh kontingen Perancis dengan masyarakat setempat dan Lebanon Armed Forces (Angkatan Bersenjata Libanon) dalam rangka mendukung terciptanya perdamaian di wilayah Lebanon Selatan.

Lebih lanjut dikatakan oleh Panglima UNIFIL, bahwa keberhasilan yang telah dicapai oleh kontingen Perancis tersebut sepatutnya dijadikan contoh dan teladan bagi seluruh kontingen yang berada di bawah komando UNIFIL saat ini. Keanekaragaman asal negara dan budaya yang dimiliki oleh setiap kontingen diharapkan menjadi seni penugasan yang bernilai positif dalam mewujudkan keberhasilan dari pelaksanaan tugas seluruh kontingen UNIFIL sesuai mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB nomer 1701.

Selesai rangkaian acara seremonial, kegiatan French Contingent Medal Parade diakhiri dengan pelaksanaan resepsi dan ramah tamah di Ruang French Battalion Dining Room.