Seminar tentang Pembinaan Teritorial TNI di Wilayah Perbatasan

0
32

Pewarta-Indonesia, Sejengkal tanahpun tidak akan kita serahkan kepada lawan, tapi akan kita pertahankan habis-habisan……….., meskipun kita tidak gentar akan gertakan lawan itu, tetapi kitapun harus selalu siap sedia. Sepenggal kalimat inilah yang pernah di ucapkan Panglima Besar Jenderal Sudirman kepada para pimpinan tentara. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso sebagai Keynote Speech pada seminar nasional Kuliah Kerja Nyata Universitas Indonesia yang bertema Mengawal NKRI di Perbatasan, yang diselenggarakan Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat. Selasa, (12/01/2010).

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki 17.504 pulau, dimana terdapat 92 pulau terluar dan 12 diantaranya adalah pulau terdepan, harus memperhatikan masalah hukum kelautan maupun hukum wilayah perbatasan. Adanya pulau-pulau dan wilayah daratan yang berbatasan langsung dengan negara lain sepatutnya tidak hanya dipandang sebagai bagian dari keamanan dan pengamanan nasional demi menjaga keutuhan NKRI, namun harus diperhatikan keadaan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat yang tinggal diwilayah perbatasan.

Sesuai dengan Perpres 78 tahun 2005 tentang pengelolaan pulau-pulau kecil terluar, 92 pulau terluar yang dimiliki Indonesia tersebut digunakan sebagai titik dasar dalam menetapkan garis batas wilayah NKRI. Dan dari 92 pulau terluar itu terdapat 12 pulau yang dimiliki potensi konflik dengan negara lain yaitu Pulau Rondo, Sekatung, Berhala, Nipa, Marore, Miangas, Marampit, Fani, Fanildo, Brass, Batek dan Dana.

Dengan menyadari karakteristik wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar, serta adanya potensi konflik dan kerawanan maka diperlukan adanya upaya pengelolaan wilayah tersebut dengan baik dan benar. Dalam konteks ini TNI bekerjasama dengan semua instansi secara vertikal dan horisontal, baik pusat maupun daerah melakukan pengelolaan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar dengan cara melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan guna mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan ketahanan nasional.

TNI hanyalah salah satu komponen dari sekian banyak komponen bangsa yang memiliki wewenang dan tanggung jawab serta peduli terhadap pengelolaan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar NKRI. Peran serta Universitas Indonesia yang telah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (K2N) di pulau Miangas yang berbatasan dengan Filiphina pada bulan Juli-Agustus tahun 2009 dinilai sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam pemberdayaan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

Turut hadir dalam seminar ini antara lain : Menteri Pertahanan RI Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Gumilar R Sumantri, Prof. Dr. Hikmahanto Juwana, SH, LLM, Ph.D dan beberapa mahasiswa Universitas Indonesia.