TNI Lanjutkan Pembangunan Jalan di Kongo

0
23

Pewarta-Indonesia, Kongo, Afrika (9/3) – Setelah hampir dua bulan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan Dungu – Faradje di Kongo berhenti karena faktor gangguan keamanan yang dilakukan oleh LRA, Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G/Monuc kembali melanjutkan pembangunan jalan Dungu – Faradje sepanjang 155 Km. Walaupun kondisi keamanan saat ini sudah cukup membaik setelah MONUC (Mission de I’Organisation des Nations Unies en Republique Democratique du Congo) melakukan operasi Rudia II (Operasi Gabungan antara MONUC dengan Batalyon Marocco, Bangladesh Air dan FARDC (Force army Republic Democratic Congo) untuk melindungi masyarakat terhadap gangguan milisi LRA Lord’s Resistance Army) yang melakukan penculikan dan teror serta pembunuhan terhadap masyarakat Dungu dan sekitarnya, namun Kompi Zeni TNI tetap waspada dan hati-hati dengan mengikuti semua prosedur yang telah ditentukan oleh PBB.

 

Sebelum melanjutkan pembangunan jalan Dungu – Faradje di mulai, Komandan Kontingen Garuda XX-G Letkol Czi Arnold AP Ritiauw melaksanakan Recce (Survey) kembali terhadap jalan yang akan di bangun dengan mendapat pengawalan/Escort dari tentara Batalyon Marocco dan FARDC (Force Army Democratic Republic Congo). Pengawalan ini untuk mencegah dari hal-hal yang tidak di inginkan  dan salah satu prosedur dari MONUC/PBB yang harus dijalankan oleh Kompi Zeni TNI dalam setiap pergerakan atau dalam melaksanakan pekerjaan.

Recce atau survey yang dilaksanakan selama satu hari ini (Senin, 8 Maret 2010) menitik beratkan kepada daerah atau tempat yang akan menjadi base camp baru dan juga pada perpindahan pasukan/personel dan materil /alat berat yang sudah di tarik dua bulan yang lalu, karena perintah dari Force Commander Letnan Jenderal Babacar Gaye.

Sementara itu, dalam kesibukannya mempersiapkan pembangunan jalan Dungu – Faradje Komandan Kontingen Garuda XX-G menyempatkan diri untuk melihat dan meninjau perbaikan Gedung kantor Walikota yang dikerjakan oleh anggota Kompi Zeni TNI yang sebagian atapnya rusak dan terbawa oleh angin ribut, sehingga aktifitas kegiatan dalam perkantoran tersebut menjadi terganggu.

Pada akhirnya Kompi Zeni TNI harus selalu siap dalam mengemban tugas misi perdamaian dan berusaha keras agar setiap hasil pekerjaannya dapat bermanfaat bagi masyarakat Dungu Kongo, sehingga rakyat Kongo selalu mengenang Bangsa dan Negara Indonesia.