Transaksi Money Politik Sulit Tertangkap, Serangan Fajar Sulit Terdeteksi

0
26
Pewarta-Indonesia, Tinggal 3 hari lagi, 23 Juni 2010, masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar yang telah mendapat undangan untuk melakukan pencoblosan dalam pemilukada Selayar 2010 akan tiba. Sejumlah aktivitas tim sukses terpantau cukup sibuk. Di sejumlah wilayah pedesaan dan wilayah dusun mereka terlihat mengunjungi kembali orang-orang yang dipasang menggalang dukungan warga setempat.

Dari hasil perbincangan dengan pewarta, sejumlah tim sukses mengakui bahwa sebagian warga yang dihubungi untuk memberikan suaranya, rata-rata bertanya sambil bercanda menanyakan “apakah adaji pembeli rokoknya” diucapkan dengan dialeg lokal yang cukup kental. Begitupun bila yang dihubungi kebetulan ibu-ibu, “apa riekja pamalli gollana”, artinya apakah cukup untuk membeli gula? “Dalam artian bahwa harus ada pembeli gula sebagai pengganti suara,” ujar salah seorang Tim Sukses salah satu pasangan di Kelurahan Batangmata, Kecamatan Bontomatene Kabupaten Selayar yang sempat berbincang dengan Pewarta Indonesia.

Hal yang sama juga ditemui di Ibukota Kabupaten Selayar, dimana sejumlah Tim kabupaten oleh salah satu pasangan calon mengaku kewalahan karena tidak cukup amunisi dalam melayani tim dari kecamatan yang mengaku punya banyak pesanan suara di sejumlah desa dalam kecamatannya. Malah salah seorang legislator aktif di DPRD Selayar yang merupakan tim andalan salah seorang calon bupati mengakui, bahwa hal semacam ini sudah lumrah, dan baginya adalah sebuah kenyataan yang harus di tempuh. Dari penuturannya sangat jelas bahwa keberhasilannya menduduki kursi legislatif merupakan hasil kerja keras dalam mengumpulkan suara warga dari jalur money politik.

Sementara itu ketua Partai Gerindra Selayar, Suharmadji, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pemilukada Selayar tahun 2010 ini, tim pemantau partai Gerindra telah mencium adanya bau-bau tak sedap yang dinilainya akan mencederai pelaksanaan pesta demokrasi Selayar ini. “Sinyalemen akan ada ‘serangan Fajar’ masih sangat kuat. Hal ini saya katakan karena sejumlah warga Selayar yang merupakan kolega dan sahabat saya saat bertemu beberapa waktu lalu, mengeluh karena belum dapat ‘peluru’, maksudnya dana segar untuk timnya, kebetulan teman saya itu adalah tim sukses salah satu kandidat,” tutur Suharmadji.

Kendati demikian, pergerakan untuk melakukan transaksi sangat sulit didapatkan dan dibuktikan. Dari sebuah media terbitan Makassar, menulis pernyataan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ir. Agus Arifin Nukman,  bahwa pelaksanaan pilkada di wilayah Sulawesi Selatan ini sangat rawan money politik, sehingga perlu mewaspadai serangan fajar. Wagub Sul-Sel ini menghimbau kepada semua kandidat, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk siap menerima kemenangan maupun kekalahan.  KPU sebagai penyelenggara diharapkan tetap menjaga kenetralan dan bisa bekerja dengan baik agar bisa menghasilkan kepala daerah sesuai dengan keinginan masyarakat. Demikian mengutip pernyataan Wagub Sul-Sel di sejumlah media makassar yang beredar. (Arsil Ihsan)

Sumber image di sini