Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

SILAHKAN KLIK BANNER DI BAWAH INI DAN IKUTI SEMINAR MAHA PENTING YANG AKAN DISELENGGARAKAN DI GEDUNG NUSANTARA V, KANTOR MPR/DPR/DPD RI, SABTU 11 NOVEMBER 2017... AYOOO BURUAN DAFTAR, KETIK HADIR#NAMA-LENGKAP#KAB/KOTA DOMISILI/NOMOR-HP, KIRIM KE NOMOR HP/WA: 081371549165 (SHONY)

Save Ekonomi Indonesia, Selamatkan NKRI

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan “ Ekonomi Indonesia ambruk, daya beli masyarakat lesu, pegawai negeri sipil (PNS/ASN) 4-5 bulan belum menerima gaji pada kuartal Januari hingga Mei 2017 kemaren. Belum lagi gaji terhutang tahun 2016 kemaren (red. Kepala Daerah) serta  tunjangan gaji yang belum diterima oleh Pegawai Negeri . Tidak ada prestasi dari Tim Ekonomi Kabinet Kerja , prestasinya menambah pinjaman hutang keluar negeri “ ketus Sugeng Triwardono Pengamat Ekonomi dan Politik Indonesia.


Perekonomian Indonesia kian hari makin tidak menentu, meski berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi.

Tim ekonomi kabinet kerja di  komandoi oleh Sri Mulyani dan Darmin Nasution untuk mengkatrol ekonomi dalam negeri, namun faktanya kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini masih jauh dari harapan dari yang dijanjikan oleh kedua orang tersebut.

Kondisi pertumbuhan yang seolah jalan ditempat bahkan cenderung turun dikarenakan ketidakmampuan Tim Ekonomi kabinet kerja, terutama Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan yang selalu membuat kebijakan dan pernyataan blunder yang justru malah melemahkan kewibawaan Pemerintahan Jokowi.

Pemangkasan Anggaran

Berbagai kebijakan Sri Mulyani semenjak diangkat oleh Jokowi sangatlah jauh dari cita-cita dan agenda besar Jokowi melalui Trisakti dan Nawacita.

Kebijakan pemangkasan anggaran belanja negara sebesar Rp. 133,8 trilyun termasuk pemangkasan anggaran belanja Kementerian dan Lembaga(K/L) serta transfer ke daerah, sungguhlah sangat menikam dan mengkhianati Jokowi . Pada 12 mei 2016 telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) .

Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara Tahun Anggaran tahun 2016 sebesar Rp. 50,016 trilyun. Hal ini mengakibatkan ekonomi dalam negeri menjadi stagnan dan hanya tumbuh 5 persen, padahal seharusnya tumbuh 6-7 persen dari yang diinginkan oleh Jokowi.

Kebijakan Sri Mulyani ini hanya menguntungkan para kapitalis saja, dimana imbas dari stagnannya ekonomi dalam negeri membuat nilai jual aset juga ikut stagnan. Dan ini menguntungkan orang asing kalau aset di Indonesia turun. Juga dengan kebijakan ini, Sri Mulyani malah menambah beban APBN 2017 sebesar Rp. 221 trilyun untuk membayar hutang.

Padahal kebijakan pengetatan anggaran ini sudah pernah dilakukan oleh negara-negara Eropa dalam mengatasi krisis perekonomiannya dan terbukti gagal dan malah makin memperburuk perekonomian. Namun, entah kenapa Sri Mulyani malah memaksakan kebijakannya dan membuat pemerintahan Jokowi makin terperosok ke dalam jurang.

Tidak ada Prestasi menggembirakan Tim Eknomi Kabinet Kerja Hutang Luar negeri bertambah, Daya Beli Masyarakat Turun

Adapun kebijakan lainnya adalah masalah Tax Amnesty menargetkan dana repatriasi sebesar Rp .1000 Trilyun sampai 31 maret 2017, namun realisasinya baru sebesar Rp. 144,71 trilyun (data 2 maret 2017).

Sedangkan target tebusan Tax Amnesty sebesar Rp. 165 Trilyun sampai 2 Maret 2017 baru menyentuh Rp 112 Trilyun. Indikasi ini menunjukan bahwa kebijakan program Tax Amnesty ini terancam gagal dan tidak memenuhi harapan yang selama ini dikumandangkan.

Padahal menurut mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, pada pertengahan Juni 2016 memproyeksikan bahwa pemerintah harus melakukan penghematan belanja kementerian dan lembaga hingga kurang lebih Rp. 250 Trilyun jika target kebijakan Tax Amnesty gagal tercapai.


Bukankah hal ini makin membuat perekonomian kita makin tidak jelas? Miskinnya inovasi Sri Mulyani dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia jelas nyata adanya, lebih melakukan pendekatan-pendekatan perbaikan ekonomi layaknya pendekatan yang dilakukan oleh Bank Dunia, sangat membahayakan bagi ekonomi Indonesia terutama bagi pemerintahan Jokowi yang saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan infrastruktur didaerah-daerah. Ketik di Google.com  " Operasional fee" berita di Pewarta Indonesia.


Terancamnya beberapa proyek-proyek besar diakibatkan ketiadaan dana membuat Presiden Jokowi pusing tujuh keliling. Hal ini harus segera disadari oleh Presiden Jokowi untuk memulihkan perekonomian Indonesia,  yang terancam terpuruk kedalam jurang kehancuran. Solusi yang kongkrit adalah sesegera mungkin untuk merombak Tim Ekonominya terutama Sri Mulyani yang sudah membuat bangsa ini semakin terperosok perekonomiannya.

"Pernyataan Srimulyani Menohok Wibawa Presiden".

Hal ini sangat wajar dilakukan karena Sri Mulyani telah gagal dalam membuat kebijakan-kebijakan, ditambah lagi berbagai pernyataan-pernyataannya yang jauh panggang dari api.

Baru-baru ini pernyataannya jelas sangat menohok kewibawaan Jokowi sebagai Presiden. Pada bulan Maret, hari Selasa  (14/3/2017) “Sri Mulyani membuat pernyataan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang pada intinya mengatakan " Semakin Republik ini diurus main-main, yang untung pasti segelintir orang, yang rugi hampir seluruh masyarakat". Ditambah lagi dengan mengatakan " Kalau negara diurus sekadarnya, ya jangan protes kalau Republik ini jadi Republik sekedarnya".


Dari ucapannya" tersebut seolah-olah Sri Mulyani cuci tangan dalam carut marutnya ekonomi Indonesia saat ini. Sadarkah dia kalau semua ini adalah ulah dari dirinya dan konco-konconya. Jejak-jejak Sri Mulyani dan konco-konconyalah yang membuat bangsa ini kacau perekonomiannya, dari jaman pemerintah SBY sebagai presiden sudah berapa banyak dosa-dosa yang telah diperbuat kepada bangsa ini dengan membuat hutang-hutang luar negeri dan beberapa kasus mega skandal seperti Century Gate.

Jika ucapannya saat itu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bukan untuk dirinya, lalu ditujukan kepada siapa? Apakah kepada Presiden Jokowi?. Jelaslah sudah Sri Mulyani ini hanya bisa menyalahkan orang lain, tingkahnya seperti ekonom amatiran, tidak ada inovasi dan miskin solusi, bicaranya tidak jelas dan malah makin memperburuk perekonomian dengan dosa-dosanya yang telah diperbuat kepada bangsa ini. Bahkan ucapan dan tindakannya malah sering menyudutkan kewibawaan Presiden Jokowi.

Jadi sudah saatnya Presiden Jokowi untuk segera menyelamatkan bangsa ini dengan mengganti Sri Mulyani dan Tim Ekonomi permerintah demi tercapainya Trisakti dan Nawacita selama ini. Selamatkan Perekonomian NKRI. (didi)

Penulis : Kang Iping (Kompasiana)

Teks Foto. Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kepasar. (foto.net)

Teks Foto II. Srimulyani. (foto.net) 

Waspada !!... Sindikat Penipuan. Menjual nama orang lain minta uang/proyek. Mengaku sebagai : Famili Presiden, mantan Presiden, Ketua umum Parpol, family Kepala Daerah/Pejabat, Perwira TNI/Polri, Family /ortu wartawan. Ngaku nulis berita/print out. Anda korban Materi “Lapor Polisi”. Oknum TNI lapor Komandanya/PM.

Anda ada berita tolong emailkan ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it .

 


Artikel Lainnya:

 

Heboh Buku “ Saudagar di Kuil Suci “ Ungkap Korupsi, Gaya Hidup Mewah Para Kardinal
Rabu, 22 November 2017

KOPI, Vatikan – Dikutip dari Amazon.com , Selasa (3/11/2015), Pihak Vatikan geram dan mengecam publikasi dua dokumen rahasia yang diperoleh dengan cara meretas laptop milik Kepala Kantor Keuangan Vatikan. Dua orang wartawan Italia membeberkan skandal keserakahan, persekongkolan, penyalahgunaan keuangan dan tindak korupsi di Gereja Katolik dalam buku "Merchants in the Temple" atau "Saudagar di Kuil Suci" karya Gianluigi Nuzzi dan... Baca selengkapnya...

Pengukuhan Jenderal Polisi Tito Karnavian Raih Gelar Profesor, Guru Besar di Kampus PTIK
Kamis, 16 November 2017

KOPI, Jakarta - Pengukuhan dilakukan dalam sidang Senat Terbuka dipimpin Gubernur selaku Ketua STIK-PTIK Irjen Pol Dr Remigius Sigid Tri Harjanto, SH, MSi. Pernyataan pengukuhan dilakukanIrjen Pol Prof Dr Iza Fadri, SH, MH, perwakilan guru besar pada senat akademik, yang juga dihadiri oleh Menteri Ristek Dikti Prof Dr Mohammad Nasir.   Jenderal (Pol) Drs H Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph D yang saat ini menjabat sebagai Kapolri,... Baca selengkapnya...

Polda Riau Rilis Data Perbandingan Operasi Zebra Tahun 2016 dengan 2017
Selasa, 14 November 2017

KOPI, Pekanbaru - Polda Riau Perbandingkan Operasi Zebra Siak Tahun Lalu dengan Operasi Zebra Siak 2017. A). Perbandingan pelanggaran lalu lintas selama 12 hari pelaksanaan Ops Zebra Siak 2017 dengan Ops Zebra Siak 2016, sbb : 1. Tilang Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 5.370 kasus, sedangkan untuk Ops Zebra Siak 2017 pelanggaran tilang sebanyak 10.463 kasus. Trend 5.093. 95 %. 2. Teguran Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 2.469 kasus, sedangkan untuk... Baca selengkapnya...

Tokoh Nasional Bakal Getarkan Munas PPWI ke-2 dan Seminar Nasional
Kamis, 02 November 2017

KOPI, JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Nasional (DPN PPWI) akan menggelar hajatan besar Kongres Nasional ke-2 tahun 2017 sekaligus Seminar Nasional dengan tema: "Mari Wujudkan Komunitas Masyarakat Indonesia yang Cerdas Informasi Melalui Peningkatan Kualitas dan Moralitas Pewarta Warga". Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 November 2017, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai, dipusatkan di Ruang... Baca selengkapnya...

Yuk Sukseskan Kongres ke-2 PPWI Tahun 2017 dan Seminar Nasional
Kamis, 02 November 2017

KOPI, JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Nasional (DPN PPWI) akan menggelar hajatan besar Kongres Nasional ke-2 tahun 2017 sekaligus Seminar Nasional dengan tema: "Mari Wujudkan Komunitas Masyarakat Indonesia yang Cerdas Informasi Melalui Peningkatan Kualitas dan Moralitas Pewarta Warga". Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 November 2017, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai, dipusatkan di Ruang... Baca selengkapnya...

Pemuda/i Adalah Ujung Tombak Pembangunan NKRI
Sabtu, 28 Oktober 2017

KOPI, JAKARTA - Sumpah pemuda merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah bangsa ini, yang membuktikan bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia sudah ada dan bersatu. Hal ini tentunya masih segar dalam ingatan kita bersama, walau sudah 89 tahun silam, sumpah ini takkan pernah usang dimakan oleh waktu dan selalu dikumandangkan para pemuda Indonesia disentero negri yang berlambangkan Pancasila, kata tokoh muda Sumbar Ahmad Bram... Baca selengkapnya...

Pengamat: Segera Usut Pemberi Izin Lahan Gambut Masa Pemerintahan Terdahulu
Senin, 23 Oktober 2017

KOPI, Jakarta – Di tempat kerjanya, Goh Pheng Pek menuturkan, “Izin konsensi penanaman di tanah gambut yang dimiliki oleh perusahaan RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) pada masa sebelum pemerintahan Joko Widodo dengan Jusuf Kalla. Kami meminta kepada institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk segera menangkap dan mengusut segera siapa-siapa saja oknum yang terlibat dalam pemberian izin lahan gambut kepada perusahaan APRIL Group... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALBocorkan Skandal Keuangan Gereja Kato.....
22/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Vatikan – Dikutip dari News.com.au, Selasa (3/11/2015), Pihak Vatikan geram dan mengecam publikasi dua dokumen rahasia yang diperoleh dengan [ ... ]



NASIONALKapolri Rilis Sketsa Wajah Pelaku Penyi.....
25/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Polda Metro Jaya merilis sketsa dua wajah orang yang diduga pelaku penyiraman penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sketsa tersebut di [ ... ]



DAERAHTelegram Kapolri, Kapolrestabes Medan Di.....
22/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Medan - Berdasarkan surat telegram Kapolri No ST/2754/XI/2017 per tanggal 16 November 2017, pergantian terjadi pada jabatan Kapolrestasbes Medan [ ... ]



PENDIDIKANTim Dream Menanam Nilai Antikorupsi Seda.....
23/11/2017 | Redaksi KOPI

KOPI - Absensi adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seorang mahasiswa sebagai penanda awal perjalanan menuju sebuah niat suci bernama “skripsi [ ... ]



EKONOMIIPO PT Campina Ice Cream Industry Tawark.....
23/11/2017 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - PT Campina Ice cream Industry Tbk berencana untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebanyak-banyaknya 885.000.000 (delapan [ ... ]



HANKAMSemarak Peringatan Hari Pahlawan 2017 di.....
17/11/2017 | Rachmad Yuliadi
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh - Sebagai bangsa yang besar tentu saja kita harus mengingat jasa para pahlawan. Pada tanggal 10 November 2017, rakyat Aceh memperinga [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAKomunitas EO Aceh dalam Peningkatan Prom.....
23/11/2017 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, JAKARTA - Salah satu sumber pendapatan daerah adalah melalui pemasukan dibidang pariwisata. Untuk itulah segenap EO (Even Organizer) Aceh ditunt [ ... ]



HUKUM & KRIMINALWanted … Dua Orang Napi Sangat Berba.....
23/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya, Geng Suang mengatakan “Yang membuat malu kinerja Kemenkumham melainkan oknum anggotanya sendiri . ini buktiny [ ... ]



POLITIKTercium Aroma Korupsi Pengadaan Sapi B.....
24/11/2017 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya, Ajisulung menuturkan “ Propinsi Riau memecahkan Rekor Nasional,  tiga orang mantan Gubernurnya tersandung kas [ ... ]



OPINI“Jangan Ambil Uangku, Ibu!” Refleksi.....
18/11/2017 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si
article thumbnail

KOPI - Pak Ahmad sudah 2 tahun ini menjadi peserta asuransi. Saat menjadi peserta asuransi, ia sengaja merahasiakan keanggotaannya kepada istrinya, ka [ ... ]



PROFILDulu Anak Tukang Kayu, Kini Polisi Kand.....
16/11/2017 | Didi Rinaldo

  KOPI, Bangka Belitung - Seorang polisi berseragam lengkap tampak memacu sepeda motornya ke dalam kebun yang berjarak dua jam perjalanan dari Pan [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPameran Seni “Run For Manhattan” by .....
24/11/2017 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - Ciptadana Art Program kembali digelar dengan tujuan untuk berbagi dengan klien, dengan mengapresiasi seni kontemporer unik Indonesia. [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATILBH APDESI (Asosiasi Perangkat Desa S.....
22/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Senen (20/11-17), LBH (Lembaga Bantuan Hukum) APDESI (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) besutan Gusti Randa, SH. MH men [ ... ]



SERBA-SERBIKoleksi Model Tas Anak Sekolah Perempuan.....
21/11/2017 | Taufiq Iqbal
article thumbnail

KOPI - Tahun ajaran baru di sekolah, identik dengan perlengkapan sekolah yang baru pula. Anak-anak biasanya akan meminta dibelikan perlengkapan sekola [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.