Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Save Ekonomi Indonesia, Selamatkan NKRI

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan “ Ekonomi Indonesia ambruk, daya beli masyarakat lesu, pegawai negeri sipil (PNS/ASN) 4-5 bulan belum menerima gaji pada kuartal Januari hingga Mei 2017 kemaren. Belum lagi gaji terhutang tahun 2016 kemaren (red. Kepala Daerah) serta  tunjangan gaji yang belum diterima oleh Pegawai Negeri . Tidak ada prestasi dari Tim Ekonomi Kabinet Kerja , prestasinya menambah pinjaman hutang keluar negeri “ ketus Sugeng Triwardono Pengamat Ekonomi dan Politik Indonesia.


Perekonomian Indonesia kian hari makin tidak menentu, meski berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi.

Tim ekonomi kabinet kerja di  komandoi oleh Sri Mulyani dan Darmin Nasution untuk mengkatrol ekonomi dalam negeri, namun faktanya kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini masih jauh dari harapan dari yang dijanjikan oleh kedua orang tersebut.

Kondisi pertumbuhan yang seolah jalan ditempat bahkan cenderung turun dikarenakan ketidakmampuan Tim Ekonomi kabinet kerja, terutama Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan yang selalu membuat kebijakan dan pernyataan blunder yang justru malah melemahkan kewibawaan Pemerintahan Jokowi.

Pemangkasan Anggaran

Berbagai kebijakan Sri Mulyani semenjak diangkat oleh Jokowi sangatlah jauh dari cita-cita dan agenda besar Jokowi melalui Trisakti dan Nawacita.

Kebijakan pemangkasan anggaran belanja negara sebesar Rp. 133,8 trilyun termasuk pemangkasan anggaran belanja Kementerian dan Lembaga(K/L) serta transfer ke daerah, sungguhlah sangat menikam dan mengkhianati Jokowi . Pada 12 mei 2016 telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) .

Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara Tahun Anggaran tahun 2016 sebesar Rp. 50,016 trilyun. Hal ini mengakibatkan ekonomi dalam negeri menjadi stagnan dan hanya tumbuh 5 persen, padahal seharusnya tumbuh 6-7 persen dari yang diinginkan oleh Jokowi.

Kebijakan Sri Mulyani ini hanya menguntungkan para kapitalis saja, dimana imbas dari stagnannya ekonomi dalam negeri membuat nilai jual aset juga ikut stagnan. Dan ini menguntungkan orang asing kalau aset di Indonesia turun. Juga dengan kebijakan ini, Sri Mulyani malah menambah beban APBN 2017 sebesar Rp. 221 trilyun untuk membayar hutang.

Padahal kebijakan pengetatan anggaran ini sudah pernah dilakukan oleh negara-negara Eropa dalam mengatasi krisis perekonomiannya dan terbukti gagal dan malah makin memperburuk perekonomian. Namun, entah kenapa Sri Mulyani malah memaksakan kebijakannya dan membuat pemerintahan Jokowi makin terperosok ke dalam jurang.

Tidak ada Prestasi menggembirakan Tim Eknomi Kabinet Kerja Hutang Luar negeri bertambah, Daya Beli Masyarakat Turun

Adapun kebijakan lainnya adalah masalah Tax Amnesty menargetkan dana repatriasi sebesar Rp .1000 Trilyun sampai 31 maret 2017, namun realisasinya baru sebesar Rp. 144,71 trilyun (data 2 maret 2017).

Sedangkan target tebusan Tax Amnesty sebesar Rp. 165 Trilyun sampai 2 Maret 2017 baru menyentuh Rp 112 Trilyun. Indikasi ini menunjukan bahwa kebijakan program Tax Amnesty ini terancam gagal dan tidak memenuhi harapan yang selama ini dikumandangkan.

Padahal menurut mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, pada pertengahan Juni 2016 memproyeksikan bahwa pemerintah harus melakukan penghematan belanja kementerian dan lembaga hingga kurang lebih Rp. 250 Trilyun jika target kebijakan Tax Amnesty gagal tercapai.


Bukankah hal ini makin membuat perekonomian kita makin tidak jelas? Miskinnya inovasi Sri Mulyani dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia jelas nyata adanya, lebih melakukan pendekatan-pendekatan perbaikan ekonomi layaknya pendekatan yang dilakukan oleh Bank Dunia, sangat membahayakan bagi ekonomi Indonesia terutama bagi pemerintahan Jokowi yang saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan infrastruktur didaerah-daerah. Ketik di Google.com  " Operasional fee" berita di Pewarta Indonesia.


Terancamnya beberapa proyek-proyek besar diakibatkan ketiadaan dana membuat Presiden Jokowi pusing tujuh keliling. Hal ini harus segera disadari oleh Presiden Jokowi untuk memulihkan perekonomian Indonesia,  yang terancam terpuruk kedalam jurang kehancuran. Solusi yang kongkrit adalah sesegera mungkin untuk merombak Tim Ekonominya terutama Sri Mulyani yang sudah membuat bangsa ini semakin terperosok perekonomiannya.

"Pernyataan Srimulyani Menohok Wibawa Presiden".

Hal ini sangat wajar dilakukan karena Sri Mulyani telah gagal dalam membuat kebijakan-kebijakan, ditambah lagi berbagai pernyataan-pernyataannya yang jauh panggang dari api.

Baru-baru ini pernyataannya jelas sangat menohok kewibawaan Jokowi sebagai Presiden. Pada bulan Maret, hari Selasa  (14/3/2017) “Sri Mulyani membuat pernyataan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang pada intinya mengatakan " Semakin Republik ini diurus main-main, yang untung pasti segelintir orang, yang rugi hampir seluruh masyarakat". Ditambah lagi dengan mengatakan " Kalau negara diurus sekadarnya, ya jangan protes kalau Republik ini jadi Republik sekedarnya".


Dari ucapannya" tersebut seolah-olah Sri Mulyani cuci tangan dalam carut marutnya ekonomi Indonesia saat ini. Sadarkah dia kalau semua ini adalah ulah dari dirinya dan konco-konconya. Jejak-jejak Sri Mulyani dan konco-konconyalah yang membuat bangsa ini kacau perekonomiannya, dari jaman pemerintah SBY sebagai presiden sudah berapa banyak dosa-dosa yang telah diperbuat kepada bangsa ini dengan membuat hutang-hutang luar negeri dan beberapa kasus mega skandal seperti Century Gate.

Jika ucapannya saat itu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bukan untuk dirinya, lalu ditujukan kepada siapa? Apakah kepada Presiden Jokowi?. Jelaslah sudah Sri Mulyani ini hanya bisa menyalahkan orang lain, tingkahnya seperti ekonom amatiran, tidak ada inovasi dan miskin solusi, bicaranya tidak jelas dan malah makin memperburuk perekonomian dengan dosa-dosanya yang telah diperbuat kepada bangsa ini. Bahkan ucapan dan tindakannya malah sering menyudutkan kewibawaan Presiden Jokowi.

Jadi sudah saatnya Presiden Jokowi untuk segera menyelamatkan bangsa ini dengan mengganti Sri Mulyani dan Tim Ekonomi permerintah demi tercapainya Trisakti dan Nawacita selama ini. Selamatkan Perekonomian NKRI. (didi)

Penulis : Kang Iping (Kompasiana)

Teks Foto. Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kepasar. (foto.net)

Teks Foto II. Srimulyani. (foto.net) 

Waspada !!... Sindikat Penipuan. Menjual nama orang lain minta uang/proyek. Mengaku sebagai : Famili Presiden, mantan Presiden, Ketua umum Parpol, family Kepala Daerah/Pejabat, Perwira TNI/Polri, Family /ortu wartawan. Ngaku nulis berita/print out. Anda korban Materi “Lapor Polisi”. Oknum TNI lapor Komandanya/PM.

Anda ada berita tolong emailkan ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it .

 


Artikel Lainnya:

 

Pengamat Pilkada Jawa Timur : Ramalan, Prediksi Kofifah Terpilih sebagai Gubernur Jatim
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawa Timur – Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada) propinsi Jatim pertarungan dua partai besar yaitu PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dengan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) . Teks Foto. Peserta Pilkada Jawa Timur. (foto.net) Khofifah Indar Parawangsa kader PKB, Emil Dardak (Bupati Trenggalek) merupakan kader PDI-P. Begitu pula Saefullah Yusuf yang kerap disapa Gus Ipul politisi PKB serta Puti Soekarno (PDI-P) cucu presiden NKRI... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Jawa Barat : Ridwan Kamil Terpilih sebagai Gubernur
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawabarat - Pencabutan nomor urut peserta calon Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018 Propinsi Jawa Barat . KPU (Komisi Pemilihan Umum) Propinsi Jawa barat akan menggelar rapat pleno pengundian nomor urut calon gubernur Jabar malam ini pukul 19.00 di Gedung Youth Centre Sport Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda nomor 140, Kota Bandung, pada Selasa malam (13/2). Teknis pengundian kali ini berbeda dengan Pilgub sebelumnya, karena... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Riau: Incumbent Terpilih Kembali
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Usai sudah penetapan nomor urut pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2018-2023. Berlangsung pada hari Selasa (13/2/2018) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Rapat Pleno pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, DR. H. Nurhamin, S.Pt. MH. 1). Nomor urut Satu Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar - Edy... Baca selengkapnya...

Surat Terbuka for Dewan Pers II: Ada Saweran Berita Tayang
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Salam anak negeri Merdeka…merdeka 33x , Selamat Hari Pers Nasional (HPN) . Pers Indonesia belum bebas masih terkekang. Saat ini organisasi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers hanya Tiga organisasi Pers yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia, IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Yang heranya Organisasi wartawan yang lain tidak diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

“Nyanyian” Setnov Seret Nama SBY, Ibas Terkait Proyek KTP Elektronik
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso menuturkan “ Diluar negeri mantan Presiden masuk penjara seperti Presiden Korea Selatan Roh Tehwu, negara Maladewa. Apakah di NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia) ingin mengikuti jejak negara lain bro. Tanyakan kepada rumput yang bergoyang” cakap Pengamat Ekonomi dan Politik Indonesia singkatan Pepi. Jangan lupa bro bagi-bagilah komisi duit dari proyek KTP-El tersebut. Setelah... Baca selengkapnya...

Prof Dedi, Promotori Fatia hingga raih predikat Cum Laude pada bidang Ilmu Matematika
Kamis, 08 Pebruari 2018

  KOPI, Yogyakarta - Mendengar kata matematika,  sebagian  orang langsung mengurangi volume untuk meneruskan keingintahuannya  mengenai ilmu eksak yang terpersepsikan hal yang  rumit dan rumus-rumus yang sulit pula.  Namun itu tidak berlaku dengan Fatia Fatimah, ketertarikannya pada ilmu Matematika sedari Sekolah Dasar (SD) dan dilanjutkan mengambil program doktoral pada jurusan matematika.   Alhasil ilmu matematika mengantarkanya... Baca selengkapnya...

Jumpa Pers Aliansi Mahasiswa, Pemuda Dan Rakyat Papua
Jumat, 02 Pebruari 2018

KOPI, Waena - Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua melaksanakan kegiatan Jumpa Pers di Primagarden Waena Kelurahan Waena, Distrik Heram terkait dengan dinamika yang berkembang di Indonesia dan Papua khususnya Fenomena Kejadian Luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Papua, Jumat (2/2). Kegiatan Jumpa Pers tersebut dikoordinir oleh Stenly Salamhu Sayuri (Ketua Umum) di dampingi oleh Edowardo Rumatrai (Anggota), Kornelius Mandenas... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALBuku Sejarah dari Seorang Sahabat Turki.....
15/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Hubungan harmonis antara Aceh dan Turki sudah ada sejak dahulu. Pada zaman Sultan AlQahar kerajaan Aceh secara resmi menjalin persahab [ ... ]



NASIONALKetum PPWI Apresiasi Kehadiran Portal Be.....
23/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - Portal berita anak bangsa; Indonesia Media Center (IMC) merayakan hari jadinya yang pertama, Jumat (23/02/2018) di kantor biro DKI Jak [ ... ]



DAERAHPaguyuban Ojek Mimika Berikrar Terkait P.....
24/02/2018 | Wawan Setiawan

KOPI-Mimika, Ratusan tukang ojek mengikuti kegiatan apel akbar ojek se Kab. Mimika dalam rangka Pilkada damai yang dipimpin langsung oleh AKBP Indra H [ ... ]



PENDIDIKANAlumni ITB dan Al Azhar Kukuhkan Aliansi.....
22/02/2018 | Abdullah/YM

KOPI, Jakarta - Alumni Al Azhar dan Institute Teknologi Bandung (ITB) bersinergi membentuk Aliansi Strategis untuk  “Bangun Bangsa”, Rabu (21/0 [ ... ]



EKONOMIWamenlu Bahas Kerjasama Bilateral Dengan.....
13/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, Selasa (13/02) menerima kunjungan bilateral dari Wakil Menteri Luar Negeri Maroko, Mounia B [ ... ]



HANKAMOknum TNI AL Koptu AB Berpakaian Loren.....
13/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Surabaya - Ditempat kerjanya Geng Suang menuturkan “ Yang merusak nama korp TNI (Tentara Nasional Indonesia) yakni oknum personel tersebut. S [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAValentine’s Gala Dinner Imlek 2569 di .....
21/02/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Program acara Valentine’s Day Gala Dinner IMLEK 2569, prosesi makan malam, serta berkumpul dengan keluarga besar, sambil menikmati [ ... ]



POLITIKKubu PPP Aceh Kembali Bersatu.....
23/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, Jakarta-Beberapa waktu yang lalu PPP (Partai Persatuan Pembangunan) terjadi konflik antar pengurus. Hal ini juga berimbas hingga ke seluruh Indo [ ... ]



OPINIKetika Para Guru Mengungkapkan dengan Ju.....
19/02/2018 | Mustajib Sumba
article thumbnail

KOPI, Nusa Tenggara Timur - Sumba, “Saya belum mampu mengelola kelas dengan baik ketika anak-anak ribut. Saya jarang membuat media sendiri yang bisa [ ... ]



PROFILKilas Balik 14 Tahun Usia Facebook, Dul.....
14/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dulu The Facebook awalnya tampilan layar biru putih untuk kalangan mahasiswa Harvard saling berkomunikasi dan bertemu den [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAAnak diberi Nama “Fastpay” Pasangan .....
15/02/2018 | Fariz Ragil Ramadhani
article thumbnail

KOPI - Apalah arti sebuah nama, begitu kata pujangga. Hal ini tidak berlaku bagi keluarga Soebarno (43) Warga Sumberjaya Majalengka Jawa Barat. Baginy [ ... ]



ROHANIDengan Shalat Masalah Mudah Terselesaika.....
23/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Namanya juga hidup di dunia fana. Pastilah selalu saja ada masalah. Baik itu masalah ringan maupun masalah berat. Aneh juga ada orang tem [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATICuitan @kun Susi Juliana Tentang Pernik.....
18/02/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Duri – Cuitan @ akun Facebook milik Susi Juliana Simanjuntak alias Dek Yuli S, viral di medsos dan sudah dibagikan oleh ribuan orang. Isi cur [ ... ]



SERBA-SERBIBupati Kampar Azis Zainal : Skala Prior.....
22/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) wilayah Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang, [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.