Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin Banten

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Statistik
Anggota : 6402
Isi : 10410
Content View Hits : 4761953
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Yang Terpinggirkan Yang Terpinggirkan Pemerintah Tidak Menghargai Prestasi Reporter

Pemerintah Tidak Menghargai Prestasi Reporter

KOPI, Serang - Puluhan reporter Provinsi Banten selama bertugas menjadi reporter belum pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat atas prestasinya dalam mencari berita. Kurangnya penghargaan pemerintah diduga disebabkan oleh kekecewaan pejabat terhadap reporter yang berhasil membongkar berbagai kasus mafia hukum, korupsi, maupun kasus lainnya yang menimpa pejabat.

Hal tersebut diungkapkan oleh reporter Banten pasca perayaan hari Pers Nasional yang bertema 'Kemerdekaan Pers dari dan untuk rakyat'. “kami sudah berupaya mencari berita yang lebih mengarah kepada rakyat untuk menguji keberhasilan pemerintah dalam menjalankan tugasnya, namun yang terjadi banyak kekerasan pejabat terhadap reporter,” ungkap reporter yang enggan disebut namanya ketika bertemu ditempat kediamannya yang tidak jauh dari rumah sakit kota serang Minggu, (13/02/2011).

Pasalnya tugas reporter hanya memberitakan informasi kepada publik tentang kinerja pemerintah agar rakyat tidak ketinggalan informasi dari berbagai media cetak, online, maupun televisi. Ironisnya pemerintah tidak pernah berterima kasih terhadap reporter yang berhasil mengungkapkan berbagai berita kasus korupsi.

“Belakangan ini banyak pejabat yang melakukan kekerasan terhadap reporter atas dasar dendam dari terbongkarnya kasus hukum yang menimpa pejabat yang ketahuan melakukan tindak pidana,” ungkap perwakilan Reporter Banten yang selamat dari tindakan kekerasan.

Para reporter berharap pemerintah harus memberikan penghargaan terhadap para reporter yang berhasil mempublikasikan informasi terhadap rakyat baik kasus hukum, sosial, dan lain sebagainya melalui pemilihan reporter terbaik media cetak, online, dan televisi setahun sekali demi mengetahui kekurangan dan kelebihan Reporter Seluruh Indonesia. (Harrys)

 

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.