Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

YANG TERPINGGIRKAN
Naira Tanggung Jawab Masyarakat Aceh Tim.....
12/04/2015 | Tengku Nasruddin

KOPI, ACEH TIMUR – Bocah perempuan berusia 3 tahun, Naira Azura, semakin menderita ketika divonis  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

 

Yang Terpinggirkan Yang Terpinggirkan Kisah Pengungsi Ahmadiyah yang Merindu Keluarga: Saya Ingin Pulang

Kisah Pengungsi Ahmadiyah yang Merindu Keluarga: Saya Ingin Pulang

 

1 tahun tragedi berdarah Ciekesik yang mengorbankan 3 pemuda, Dimana Agama dijadikan alasan pembenaran untuk membantai. Mungkin ada yang tidak tau siapa mereka dan mungkin cerita-cerita ini bisa memberikan pandangan lebih luas dari sebuah sudut pandang.

Kisah Pengungsi Ahmadiyah Yang Merindu Keluarga

By : Liza Desylanhi

“SAYA INGIN PULANG. Bagaimana caranya?” Itu kalimat pertama yang menyambut saya ketika bertemu Sutarno bin Mattori, akrab dipangil Tarno, muslim Ahmadiyah di Cikeusik, yang menjadi korban serangan 6 Februari 2011.

Hampir delapan bulan Tarno mengungsi di sebuah rumah milik jemaat Ahmadiyah di pinggiran Jakarta, terpisah dari istri dan kedua anaknya; Hendra dan Asrip. Kerinduannya tak tertahankan, terutama pada bungsu yang dilihat terakhir kali ketika baru berusia 40 hari.

“Nggak tahu saya sekarang sudah bisa apa dia. Pasti lagi lucu-lucunya,” ujar Tarno. Matanya menerawang, memandang ke suatu titik di mana ingatannya membayang. Mungkin dengan begitu, pandangannya makin lekat dengan Asrip.

Tarno mendapati dirinya tak bisa pulang dengan bebas setelah sekitar 1,500 orang menyerang, menghancurkan rumah, dan membunuh tiga Ahmadi: Roni Pasaroni, Warsono dan Tubagus Chandra. Pagi, Minggu, awal Februari itu, rumah Ismail Suparman, mubaligh Ahmadiyah Cikeusik, pusat kegiatan 25 Ahmadi di desa Umbulan, jadi sasaran kemarahan dan kebencian.

Para penyerang menyasar 20 Ahmadi, termasuk Tarno, yang berusaha mempertahankan rumah tersebut. Dia diminta Suparman, kakaknya sendiri, untuk jaga rumah dua hari sebelum serangan. Polisi membawa Suparman ke Polres Pandeglang pada 5 Februari dengan alasan “keamanan.”

Tarno tinggal selama lima tahun terakhir di desa Pasir Gebang, kecamatan Wanasalam, berjarak 3 kilometer dari Umbulan. Anak sulungnya, Rosanti, tinggal di rumah Suparman. Belakangan, setelah penyerangan, Rosanti ikut mengungsi bersama dia, lantas dipindahkan ke tempat lain agar bisa meneruskan sekolah.

Pada saat kejadian, Tarno tengah sarapan nasi kuning ketika para penyerang mendatangi pekarangan depan rumah Suparman. Bingung dan panik, dia keluar rumah yang justru disambut lemparan batu diselingi hujatan dan, dalam menit-menit penyerangan, sebagian dari para penyerang mengambil golok dari balik jaket, mengejar-ngejar para Ahmadi.

“Saya berusaha melawan, tapi mana bisa?! Kita cuma segitu,” ucapnya. Kalah jauh dalam jumlah, Tarno memilih menyelamatkan diri.  Semua terpencar. “Saya nggak tahu kondisi saudara yang lain.” Dia sempat bersembunyi dua hari di hutan, sebelum akhirnya ditemukan Nayati, adik iparnya, dan akhirnya ikut bersama korban Cikeusik yang lain.

Demi alasan keamanan, Tarno terpaksa menitipkan istri dan kedua anak ke rumah mertua di desa Sumur Batu, sekitar 2,5 kilometer dari Umbulan. Kata Tarno, kelompok penyerang masih mencari-cari dia dan keluarga.

“Istri sebetulnya pingin nyusul saya ke sini. Biar kami bisa kumpul lagi. Tapi nggak bisa. Istri dan keluarga istri saya ditekan sama warga dan kyai di sana. Katanya kalau nyusul saya, berarti ikut jadi jemaat Ahmadiyah, kalau gitu jangan berharap bisa pulang lagi.” Istri Tarno bukanlah anggota jemaat Ahmadiyah, namun strinya bersikap wajar atas pilihan keyakinan Tarno.

Pengikut Ahmadiyah menyebut dirinya “Muslim” dan percaya Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahamdiyah dari Qadian, sebagai Imam Mahdi, yang melaksanakan ajaran atau syariat Nabi Muhammad—nabi terakhir umat Muslim. Sebagian besar mazhab Islam, terutama kalangan Wahabi,  menganggap Ahmadiyah “kafir.”

Organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia diakui pemerintahan Sukarno pada 1953. Pada 2005, Majelis Ulama Indonesia, sebuah badan semi-pemerintah yang dibentuk rezim Soeharto, mengeluarkan fatwa anti-Ahmadiyah pada 2005, meneruskan fatwa serupa pada 1980.

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan surat keputusan bersama tiga menteri pada 2008, yang melarang kegiatan Ahmadiyah di depan publik, dengan ancaman lima tahun penjara. Banyak peristiwa kekerasan anti-Ahmadiyah di daerah-daerah, termasuk pembunuhan di Cikeusik, didorong oleh keputusan bersama tiga menteri tersebut.

Muslim Ahmadiyah merasa tak ada yang salah dan keliru dengan keyakinannya—jika pun alasan itu yang dipakai untuk penyerangan, pengusiran, dan pembunuhan. “Mereka sebetulnya nggak punya alasan nyerang keluarga saya. Apa dasarnya? Keluarga saya selalu baik pergaulannya dengan tetangga,” kata Tarno dengan raut muka muram.

Delapan bulan di pengungsian, tanpa anak-istri, tanpa pekerjaan tetap, “cukup sudah,”  kata Tarno. Dia ingin pulang. Kerinduannya mengalir deras. Dinding itu runtuh.

“Sebagai suami tugas saya melindungi istri saya. Sebagai bapak, saya harus ada buat melindungi anak-anak saya. Gimana nasib mereka kalau bapaknya di sini terus?! Saya juga mesti menyelamatkan aset keluarga saya. Rumah, sawah, dan kebun.”

Kekhawatiran Tarno memuncak saat saudaranya, Maryani dan Miun, menelpon. Mereka bilang rumah keluarga di desa Umbulan dijarah, perabot rumah tangga hilang, kusen-kusen dipreteli.

Kisah warga Ahmadiyah di Lombok jadi cermin Tarno. Hingga enam tahun berlalu, muslim Ahmadiyah di Lombok terasingkan di tempat penampungan Transito, sebuah bangunan pemerintah di Mataram. Hidup mereka terberai dari sanak keluarga. Mereka sudah tak bisa pulang ! Setiap upaya pulang selalu diganjar penyerangan oleh kelompok anti-Ahmadiyah. "Pemerintah abai !"

Keinginan melindungi anak-istri dan menjaga aset keluarga jadi pendorong kuat bagi Tarno untuk segera pulang. Apalagi Hendra, anak keduanya, sering bertanya “Kapan bapak pulang?"  tutur Tarno setiap anaknya itu menelpon dirinya. Saya cuma bisa bilang, “sabar ya, nanti bapak pulang.”

Hendra sempat bertanya kepada ibunya, kenapa bapak tak kunjung pulang? “Istri saya nggak cerita kejadian sebenarnya. Dia cuma bilang, “bapak takut”. Anak saya tanya, “takut kenapa?” Ibunya bilang, “bapak takut pulang soalnya dikejar-kejar orang,” cerita Tarno. Senyum tipis tersungging di bibirnya.

“Terus anak saya nelpon, dia bilang, kalau pulang lewat hutan aja pak, kalau takut ketemu orang mah. Kan di hutan nggak ada orang,” ujar Tarno…kali ini sambil tertawa lebar teringat celoteh polos Hendra. Telpon ditutup dengan janji yang tak kunjung dipenuhi Tarno, “nanti bapak pulang lebaran.”

Nyatanya lebaran dilewati Tarno di sebuah rumah milik jemaat Ahmadiyah di pinggiran Jakarta. Ini lebaran pertamanya tanpa keutuhan keluarga. “Saya pingin pulang. Saya minta perlindungan biar aman, minta jaminan kalau saya pulang ke Umbulan, nggak akan ada lagi demo-demo, nggak ada serangan. Saya mau minta ke Mabes Polri. Kalau perlu saya dianter, supaya yakin aman.”

Meski hanya sekitar 6 jam dengan mobil menuju kampungnya dari Jakarta, tetapi, bagi Tarno, kata pulang seolah membentang jarak dan waktu tanpa perhentian; terlipat dalam ingatannya. Dia mengenang ucapan Hendra, “bapak, kapan pulang? Kalau pulang beli kurma, sepeda, beli jeruk ya, Pak…” ***

http://mirzaisme.posterous.com/saya-ingin-pulang-tag-sospol

Sumber : Mirza Ahmad

 

 

Pengamat Minta Mabes Polri Evaluasi Kinerja Kapolda Riau Brigjend Dolly Bambang Hermawan (I)
Rabu, 27 Mei 2015

Kopi, Pekanbaru- Lapor Komandan . Zaman sudah edan, aparat kepolisian dapat menangkap pelaku perampokan ,bandar narkoba dan teroris. Belum dapat menangkap Jamal dari tahun kemaren suami Nurazmi korban penganiayaan oleh istri bupati Kampar dulu  Eva  wakil ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kabupaten Kampar dari Partai Demokrat yakni Eva Yuliana aparat . Kedua , kasus dugaan Ijazah palsu wakil bupati Rokan Hilir Erianda anak dari... Baca selengkapnya...

ICW dan KRPK Blitar Berkomitmen Dukung KPK
Selasa, 26 Mei 2015

  Blitar, KOPI - Ribuan massa antusias menghadiri diskusi publik yang digelar oleh LSM KRPK Blitar bersama Fakultas Hukum UIB Blitar. Diskusi yang digelar di Aula Kampus III Universitas Negeri Malang, di Kota Blitar tersebut, mengambil tema Rakyat Bersama KPK Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bebas KKN.     Menurut M.Triyanto, koordinator pelaksana, bahwa diskusi tersebut digelar dalam rangka memberikan dukungan terhadap kinerja KPK... Baca selengkapnya...

Kombes Aries Syarief Hidayat Resmi Jabat Kapolresta Pekanbaru
Selasa, 26 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru - Sertijab Kapolresta Pekanbaru dari Kombes Robert Haryanto Watratan S.Sos ke Kombes Aries Syarief Hidayat dilaksanakan di halaman Mapolresta Pekanbaru , Senen (25/5-15). Penyambutan Kapolresta Pekanbaru Kombes Aries Syarief Hidayat dihadiri oleh 12 orang Kapolsek se kecamatan Pekanbaru, serta beberapa orang Kasat , PNS dan aparat kepolisian di jajaran Polresta Pekanbaru. Pengalungan bunga dilakukan oleh Polisi cilik kepada... Baca selengkapnya...

Ditreskrimum Polda Riau Ringkus Empat Orang Perampok Sadis di Beberapa Propinsi
Selasa, 26 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru – Jajaran anggota Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau, Kombes Arif Rahman Hakim, berhasil menangkap empat orang pelaku perampokan sadis Minggu (24/5/2015) yakni Tedi Kunyuk ditangkap Asahan propinsi Sumatera utara , AY alias Bagong, Eka dan Budi yang diringkus di Bandung, Propinsi Jawa Barat . Mereka ini adalah pemain antar kabupaten, dan provinsi. Keempat orang komplotan rampok tersebut beraksi dari... Baca selengkapnya...

Rahasia Dewi Soekarno Amak Tiri Megawati SP Merawat Kulit dan Wajah Tetap Kinclong
Senin, 25 Mei 2015

KOPI, Tokyo – Salut buat mendiang Presiden Republik Indonesia (RI) pertama yakni (alm) Ir Haji Soekarno. Memiliki beberapa orang istri dan satu-satunya presiden Indonesia pertama resmi memiliki istri orang asing berasal dari negara Matahari Terbit yakni Jepang. Mantab bro. Entalah mana tahu generasi Presiden yang akan datang  mewarisi dan memiliki istri resmi wanita asing untuk meneruskan jejak mantan presiden RI (red. jangan kalah Ji... Baca selengkapnya...

Oknum Perwira Menengah TNI AL Terlibat Kasus Pencucian Uang dari Bisnis Minyak
Jumat, 22 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru- Pengamat Ajisutisyoso menyatakan  yang merusak nama institusi TNI (Tentara Nasional Indonesia) bukan berasal dari eksternal /luar, melainkan dari internal oknum anggota TNI tersebut. Kami meminta kepada Panglima TNI oknum anggota yang terlibat bisnis terlarang, pembeking , terlibat Bandar narkoba, pemakai narkoba, criminal, disersi, bisnis pengoplosan gas elpiji, pembeking bisnis minyak CPO/ minyak mentah,dll . Tangkap dan... Baca selengkapnya...

KPK Telusuri Surat Pengaduan Sengketa Pilkada Kuansing
Kamis, 21 Mei 2015

KOPI, Jakarta – Carut marut sengketa Pilkada semasa Akil Mochtar memimpin Makamah Konstitusi (MK) dulu. Berimbas kepada pasangan calon Kepala Daerah kabupaten Kuansing yakni Mursini-Gumpita. Mantan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuansing Mursini-Gumpita, melaporkan pengusaha berinisial IP ke KPK. Kasus ini terkait dugaan suap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang pernah ditangani Akil Mochtar, sewaktu masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Mulai Rabu, Raja Maroko Kunjungi Senegal.....
21/05/2015 | Anggi Pratama Lalengke
article thumbnail

KOPI, Rabat - Raja Maroko HM Raja Mohammed VI akan memulai kunjungan kerja dan persahabatan ke Republik Senegal, Republik Pantai Gading dan Republik G [ ... ]



NASIONAL

DPR Meminta BPOM Tingkatkan Pengawasan.....
29/05/2015 | Muhyi

KOPI, Jakarta – Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah melalui BPOM untuk mengawasi peredaran makanan di tengah masyarakat agar bisa dijadikan k [ ... ]



DAERAH

Kembali,WTP Tersandung.....
28/05/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun, - Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Jambi. Kabupaten sarolangun kembali tersandung. Pasalnya tahun ini han [ ... ]



PENDIDIKAN

Jamran Dongkrak Kemandirian Cikal Bakal .....
25/05/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Jambore ranting (Jamran) Tingkat Penggalang yang diadakan di halaman Pasantren Sarolangun, Senin (25/05), bertujuan mendongkrak ke [ ... ]



EKONOMI

Ueforia Batu Akik, Anggota DIM/0715 Kend.....
27/05/2015 | Bastomi
article thumbnail

KOPI, Kendal - Demam batu permata sepertinya sudah melanda berbagai kalangan. Ada yang menganggapnya hal biasa ada juga yang mengambil keuntungan dari [ ... ]



HANKAM

Mabes Polri Mutasi Jajaran Perwira Ting.....
15/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru- Berdasarkan telegram rahasia (TR) dari Trunojoyo I (red. Kapolri) beberapa perwira diantaranya berpangkat Komisaris Besar Polisi ( [ ... ]



OLAHRAGA

TVOne Siarkan Pertarungan Akbar Tinju Ma.....
28/04/2015 | Zohiri Kadir

KOPI, Jakarta - Penantian dan rasa penasaran panjang penggemar tinju dunia, kini mendapatkan jawaban, sebentar lagi dua pendekar kelas welter akan ber [ ... ]



PARIWISATA

Jelang Ramadhan, Disbudpar Gelar Bandun.....
28/05/2015 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung – Menjelang bulan suci Ramadhan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menggelar event ‘Bandung Ramadhan festiv [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Polsek Bangko Pusako Tangkap Empat Oran.....
26/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Rokan Hilir – Jajaran aparat kepolisian Polsek Bangko Pusako menangkap beberapa orang Bajing loncat alias perampok Tempat kejadia Perkara (TKP [ ... ]



POLITIK

Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Yuliantini.....
21/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Tembilahan Carut marut dunia pendidikan di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum juga mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) I [ ... ]



OPINI

Pengamat Minta Mabes Polri Evaluasi Kine.....
27/05/2015 | Didi Ronaldo

Lawyer Nurazmi Suharmansyah Minta Dialog Terbuka dengan Kapolda Riau     KOPI, Pekanbaru Pengamat Lapor Komandan, yang kami laporkan Penguasa [ ... ]



PROFIL

Oknum Perwira Polda Riau Bertindak Berin.....
07/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Oknum aparat keamanan harusnya memberikan contoh tauladan kepada masyarakat, tidak boleh bertindak beringas dan main hakim sendiri. [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Lomba Gerak Jalan Cepat Perempuan Berkeb.....
24/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Menyambut hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, Majalah Puan Pertiwi menggelar lomba “Gerak Jalan Cepat” menggu [ ... ]



ROHANI

Sambut Trisuci Waisak 2559, Sangha Thera.....
11/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Menyambut Tri Suci Wesak 2559, Sangha Theravada Indonesia menggelar tradisi “Pindapata Gema Wesak Nasional 2559”, bertempat di Taman Museum [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | UG DANI
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Impian yang Luruh.....
26/05/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Sebut saja namaku Iren 21 tahun. Aku berkulit kuning, berbadan tinggi di atas rata-rata cewek, rambut panjang sebahu. Aku asli kelahira [ ... ]



PUISI

Namun.....
18/05/2015 | Ratu Sintanggu
article thumbnail

Aku ingin bebas, namun banyak hal yang harus kujaga
Aku ingin lepas, namun ada titik yang harus kupelihara
Aku ingin bahagia, namun ada koma yang berm [ ... ]



CURAHAN HATI

Beras Miskin bagi Warga di Kendal Tak La.....
22/05/2015 | Bastomi
article thumbnail

KOPI, Kendal - Keberhasilan Program Raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T, yaitu: tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat  [ ... ]



HIBURAN

Takut Tertangkap Totil dengan Pacar Okn.....
25/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kisaran – Nonton film gratis nih gue he..he.. seorang oknum mahasiswi AA (22) kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta kota Kisaran, Kabup [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Inovasi “LIFESAVER® Bottle”, Ciptak.....
27/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - ARS-Indonesia, distributor eksklusif LIFESAVER®Systems, hari ini memperkenalkan salah satu produk inovatif LIFESAVER®Bottle, produk botol  [ ... ]



SERBA-SERBI

Setahun Tidak Ngantor, PNS Ini Malah Jua.....
28/05/2015 | M. Faridz Ragil Ramdhani

KOPI, SITARO, SULUT - Kendati sudah mem­punyai penghasilan tetap setiap bulannya, na­mun rupanya tidak mem­­buat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabu [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.