Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

YANG TERPINGGIRKAN
Ketika Rasisme Dekat dengan Para Punggaw.....
26/06/2015 | Maulana Muhammad

“Il Club Più Titolato Al Mondo” merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang mengandung  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Tiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Yang Terpinggirkan Yang Terpinggirkan Kisah Pengungsi Ahmadiyah yang Merindu Keluarga: Saya Ingin Pulang

Kisah Pengungsi Ahmadiyah yang Merindu Keluarga: Saya Ingin Pulang

 

1 tahun tragedi berdarah Ciekesik yang mengorbankan 3 pemuda, Dimana Agama dijadikan alasan pembenaran untuk membantai. Mungkin ada yang tidak tau siapa mereka dan mungkin cerita-cerita ini bisa memberikan pandangan lebih luas dari sebuah sudut pandang.

Kisah Pengungsi Ahmadiyah Yang Merindu Keluarga

By : Liza Desylanhi

“SAYA INGIN PULANG. Bagaimana caranya?” Itu kalimat pertama yang menyambut saya ketika bertemu Sutarno bin Mattori, akrab dipangil Tarno, muslim Ahmadiyah di Cikeusik, yang menjadi korban serangan 6 Februari 2011.

Hampir delapan bulan Tarno mengungsi di sebuah rumah milik jemaat Ahmadiyah di pinggiran Jakarta, terpisah dari istri dan kedua anaknya; Hendra dan Asrip. Kerinduannya tak tertahankan, terutama pada bungsu yang dilihat terakhir kali ketika baru berusia 40 hari.

“Nggak tahu saya sekarang sudah bisa apa dia. Pasti lagi lucu-lucunya,” ujar Tarno. Matanya menerawang, memandang ke suatu titik di mana ingatannya membayang. Mungkin dengan begitu, pandangannya makin lekat dengan Asrip.

Tarno mendapati dirinya tak bisa pulang dengan bebas setelah sekitar 1,500 orang menyerang, menghancurkan rumah, dan membunuh tiga Ahmadi: Roni Pasaroni, Warsono dan Tubagus Chandra. Pagi, Minggu, awal Februari itu, rumah Ismail Suparman, mubaligh Ahmadiyah Cikeusik, pusat kegiatan 25 Ahmadi di desa Umbulan, jadi sasaran kemarahan dan kebencian.

Para penyerang menyasar 20 Ahmadi, termasuk Tarno, yang berusaha mempertahankan rumah tersebut. Dia diminta Suparman, kakaknya sendiri, untuk jaga rumah dua hari sebelum serangan. Polisi membawa Suparman ke Polres Pandeglang pada 5 Februari dengan alasan “keamanan.”

Tarno tinggal selama lima tahun terakhir di desa Pasir Gebang, kecamatan Wanasalam, berjarak 3 kilometer dari Umbulan. Anak sulungnya, Rosanti, tinggal di rumah Suparman. Belakangan, setelah penyerangan, Rosanti ikut mengungsi bersama dia, lantas dipindahkan ke tempat lain agar bisa meneruskan sekolah.

Pada saat kejadian, Tarno tengah sarapan nasi kuning ketika para penyerang mendatangi pekarangan depan rumah Suparman. Bingung dan panik, dia keluar rumah yang justru disambut lemparan batu diselingi hujatan dan, dalam menit-menit penyerangan, sebagian dari para penyerang mengambil golok dari balik jaket, mengejar-ngejar para Ahmadi.

“Saya berusaha melawan, tapi mana bisa?! Kita cuma segitu,” ucapnya. Kalah jauh dalam jumlah, Tarno memilih menyelamatkan diri.  Semua terpencar. “Saya nggak tahu kondisi saudara yang lain.” Dia sempat bersembunyi dua hari di hutan, sebelum akhirnya ditemukan Nayati, adik iparnya, dan akhirnya ikut bersama korban Cikeusik yang lain.

Demi alasan keamanan, Tarno terpaksa menitipkan istri dan kedua anak ke rumah mertua di desa Sumur Batu, sekitar 2,5 kilometer dari Umbulan. Kata Tarno, kelompok penyerang masih mencari-cari dia dan keluarga.

“Istri sebetulnya pingin nyusul saya ke sini. Biar kami bisa kumpul lagi. Tapi nggak bisa. Istri dan keluarga istri saya ditekan sama warga dan kyai di sana. Katanya kalau nyusul saya, berarti ikut jadi jemaat Ahmadiyah, kalau gitu jangan berharap bisa pulang lagi.” Istri Tarno bukanlah anggota jemaat Ahmadiyah, namun strinya bersikap wajar atas pilihan keyakinan Tarno.

Pengikut Ahmadiyah menyebut dirinya “Muslim” dan percaya Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahamdiyah dari Qadian, sebagai Imam Mahdi, yang melaksanakan ajaran atau syariat Nabi Muhammad—nabi terakhir umat Muslim. Sebagian besar mazhab Islam, terutama kalangan Wahabi,  menganggap Ahmadiyah “kafir.”

Organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia diakui pemerintahan Sukarno pada 1953. Pada 2005, Majelis Ulama Indonesia, sebuah badan semi-pemerintah yang dibentuk rezim Soeharto, mengeluarkan fatwa anti-Ahmadiyah pada 2005, meneruskan fatwa serupa pada 1980.

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan surat keputusan bersama tiga menteri pada 2008, yang melarang kegiatan Ahmadiyah di depan publik, dengan ancaman lima tahun penjara. Banyak peristiwa kekerasan anti-Ahmadiyah di daerah-daerah, termasuk pembunuhan di Cikeusik, didorong oleh keputusan bersama tiga menteri tersebut.

Muslim Ahmadiyah merasa tak ada yang salah dan keliru dengan keyakinannya—jika pun alasan itu yang dipakai untuk penyerangan, pengusiran, dan pembunuhan. “Mereka sebetulnya nggak punya alasan nyerang keluarga saya. Apa dasarnya? Keluarga saya selalu baik pergaulannya dengan tetangga,” kata Tarno dengan raut muka muram.

Delapan bulan di pengungsian, tanpa anak-istri, tanpa pekerjaan tetap, “cukup sudah,”  kata Tarno. Dia ingin pulang. Kerinduannya mengalir deras. Dinding itu runtuh.

“Sebagai suami tugas saya melindungi istri saya. Sebagai bapak, saya harus ada buat melindungi anak-anak saya. Gimana nasib mereka kalau bapaknya di sini terus?! Saya juga mesti menyelamatkan aset keluarga saya. Rumah, sawah, dan kebun.”

Kekhawatiran Tarno memuncak saat saudaranya, Maryani dan Miun, menelpon. Mereka bilang rumah keluarga di desa Umbulan dijarah, perabot rumah tangga hilang, kusen-kusen dipreteli.

Kisah warga Ahmadiyah di Lombok jadi cermin Tarno. Hingga enam tahun berlalu, muslim Ahmadiyah di Lombok terasingkan di tempat penampungan Transito, sebuah bangunan pemerintah di Mataram. Hidup mereka terberai dari sanak keluarga. Mereka sudah tak bisa pulang ! Setiap upaya pulang selalu diganjar penyerangan oleh kelompok anti-Ahmadiyah. "Pemerintah abai !"

Keinginan melindungi anak-istri dan menjaga aset keluarga jadi pendorong kuat bagi Tarno untuk segera pulang. Apalagi Hendra, anak keduanya, sering bertanya “Kapan bapak pulang?"  tutur Tarno setiap anaknya itu menelpon dirinya. Saya cuma bisa bilang, “sabar ya, nanti bapak pulang.”

Hendra sempat bertanya kepada ibunya, kenapa bapak tak kunjung pulang? “Istri saya nggak cerita kejadian sebenarnya. Dia cuma bilang, “bapak takut”. Anak saya tanya, “takut kenapa?” Ibunya bilang, “bapak takut pulang soalnya dikejar-kejar orang,” cerita Tarno. Senyum tipis tersungging di bibirnya.

“Terus anak saya nelpon, dia bilang, kalau pulang lewat hutan aja pak, kalau takut ketemu orang mah. Kan di hutan nggak ada orang,” ujar Tarno…kali ini sambil tertawa lebar teringat celoteh polos Hendra. Telpon ditutup dengan janji yang tak kunjung dipenuhi Tarno, “nanti bapak pulang lebaran.”

Nyatanya lebaran dilewati Tarno di sebuah rumah milik jemaat Ahmadiyah di pinggiran Jakarta. Ini lebaran pertamanya tanpa keutuhan keluarga. “Saya pingin pulang. Saya minta perlindungan biar aman, minta jaminan kalau saya pulang ke Umbulan, nggak akan ada lagi demo-demo, nggak ada serangan. Saya mau minta ke Mabes Polri. Kalau perlu saya dianter, supaya yakin aman.”

Meski hanya sekitar 6 jam dengan mobil menuju kampungnya dari Jakarta, tetapi, bagi Tarno, kata pulang seolah membentang jarak dan waktu tanpa perhentian; terlipat dalam ingatannya. Dia mengenang ucapan Hendra, “bapak, kapan pulang? Kalau pulang beli kurma, sepeda, beli jeruk ya, Pak…” ***

http://mirzaisme.posterous.com/saya-ingin-pulang-tag-sospol

Sumber : Mirza Ahmad

 

 

Kinerja Kejagung Melempem, Hanya Mampu mengembalikan Kerugian Negara Rp. 15, 09 T
Rabu, 05 Agustus 2015

Tahukah Anda Uang hasil Koruptor Rp.168 T Mengambang, Kejaksaan hanya bisa menyelamatkan keuangan negara Rp 15,09 triliun saja atau sekitar 8,97 persen .bisa mengakibatkan dobel koruptor. KOPI, Jakarta –Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dalam kurun 2004-2014,  piutang uang pengganti kerugian negara yang belum disetorkan kejaksaan terus terakumulasi dari tahun ke tahun. Pada akhir tahun 2004, total piutang uang pengganti yang belum... Baca selengkapnya...

GPI Persoalkan Anggaran KPU Kabupaten Blitar
Selasa, 04 Agustus 2015

Joko Prasetyo : Kalau apabila nanti  ada penyerapan anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan ya harus kita laporkan kepada aparat penegak hukum Blitar, KOPI - Pasca Penutupan Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar tahab II dan batalnya pelaksanaan Pemilu Kada Kabupaten Blitar 9 Desember mendatang, LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) melalui ketuanya, Joko Prasetyo mempersoalkan penggunaan anggaran Pemilu Kada yang... Baca selengkapnya...

Eksekusi Rumah di Jalan Majapahit Digagalkan Warga
Selasa, 04 Agustus 2015

KOPI, Blitar - Senin (4/8) pagi, puluhan warga gagalkan eksekusi rumah di jalan Mojopahit Nomor 22, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar yang dilakukan pihak Pengadilan Agama Blitar. Dalam ekskusi tesebut Pihak Pengadilan Agama, tidak berani datang ke lokasi, pasalnya pendukung pihak ter-eksekusi bersiap di depan rumah yang akan dieksekusi.   Dari pantauan di lapangan, sejak pukul 9 pagi nampak nuluhan warga pendukung pihak ter-eksekusi... Baca selengkapnya...

PPWI Bali Beraudiensi ke Kapolda Bali
Selasa, 04 Agustus 2015

KOPI, Denpasar - Tiga orang penggiat jurnalisme warga yang tergabung dalam organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) wilayah Propinsi Bali (PPWI Bali) melakukan kunjungan audiensi kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Senin, 3 Agustus 2015. Ketiganya adalah Eka Juni Artawan, Sudarmawan Putra, dan I Made Richy Ardhana Yasa. Para aktivis citizen journalist tersebut didampingi Ketua Umum PPWI Nasional Wilson Lalengke, diterima... Baca selengkapnya...

Cuitan Tommy Soeharto di Medsos "Menceramahi" Jokowi
Selasa, 04 Agustus 2015

KOPI, Jakarta – Cuitan putra bungsu mantan presiden Republic Indonesia (alm) Soeharto yakni Hutomo Mandala Putra nama panggilan beken Tommy Soeharto di jejaring social atau Media social (Medsos) yakni Twitter mengatakan. Pemimpin negara yang mudah diatur pihak kedua karena keterikatan tertentu bukanlah pemimpin tapi petugas. Pernyataan itu disampaikan putera mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), melalui akun... Baca selengkapnya...

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan KPN Tanjungpinang dan KPN Batam
Sabtu, 01 Agustus 2015

KOPI, Pekanbaru- Usai sholat Jum’at (31/7-15) bertempat di aula kantor Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Pekanbaru Yohannes Ether, SH. M.Hum melantik dan pengambilan sumpah Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Pinang dari Parulian Lumban Toruan kepada Jufriyadi SH, M.Hum. Serta Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Pulau Batam dari KHairul Fuad SH.M.Hum kepada Aroziduhu Waruwu, SH. M.Hum. Dalam kata sambutanya Ketua... Baca selengkapnya...

Pengamat : Kerjasama PT.Telkom dengan Sing Tel = Membocorkan Rahasia Negara
Jumat, 31 Juli 2015

KOPI, Jakarta – Ajisutisyoso mengatakan Menteri BUMN Rini Soemarno menyerahkan proyek E-Budgeting Telekomunikasi kepada Singapura melalui kerjasama Telkom dan Singtel (Temasek), sama sekali tidak bisa disebut sebagai langkah korporasi, namun merupakan tindakan membantu intelijen asing dalam menguasai, memata matai, dan memporak porandakan negeri ini, Dunia Intelijen barat hanya mengandalkan perangkat elektronik canggih , alat komunikasi... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Diskriminasi Tarif Disneyland Paris.....
30/07/2015 | Ramses Rajagukguk

KOPI - Disneyland Paris tengah menghadapi penyelidikan harga menyusul adanya tuduhan bahwa pengunjung dari Inggris dan Jerman diberikan harga paket ku [ ... ]



NASIONAL

Pemasangan Jaringan Listrik Disambut Ant.....
04/08/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Warga Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) dan Kecamatan Batang Asai menyambut antusias atas Pembangunan Jaringan Listrik sepanjang  [ ... ]



DAERAH

Konser White Shoes & The Couples Company.....
04/08/2015 | Zohiri Kadir
article thumbnail

    Kopi, Jakarta. White Shoes & The Couples Company (WSATCC)berencana akan mengelar Konser di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta. [ ... ]



PENDIDIKAN

MOS Makan Korban, Apa Kata Menteri Anies.....
03/08/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta - Setiap tahun ajaran baru, umumnya panitia MOS (Masa Orientasi Siswa) disekolah sibuk mengadakan perploncoan terhadap adik kelasnya yan [ ... ]



EKONOMI

Buruknya Kinerja Dirut Pelindo II Disoro.....
04/08/2015 | Hari Soeprijanto

KOPI - Buruknya kinerja Direktur Pelindo II, RJ Lino, makin menjadi sorotan tidak hanya di kalangan pemerintahan dan parlemen, namun juga oleh Serikat [ ... ]



HANKAM

Sekilas tentang Media Center Kodam Jaya.....
31/07/2015 | Hartoyoindrajaya Panggabean

KOPI - Mendukung pelaksanaan tugas untuk Kodam Jaya khususnya Penerangan, maka dibangunlah Media Center yang diresmikan oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Ma [ ... ]



OLAHRAGA

Polres Meranti Gelar Turnament Badminton.....
14/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, SELATPANJANG - Polisi Resort (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Open Turnamen Badminton perdana, turnamen ini diselenggarakan di Gedung Ocean  [ ... ]



PARIWISATA

Disbudparpora Bengkalis Adakan Festival .....
27/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Bengkalis – Ribuan orang wisatawan dan masyarakat pulau Rupat berbaur menyaksikan Festival Pantai Rupat tahun 2015 berlangsung selama dua  [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Dor.. Tohap Parulian Spesialis Pecah Ka.....
05/08/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru- Tohap Parulian alias Tambak (30) spesialis maling pecah kaca mobil harus merasakan panasnya peluru polisi.
Pria yang sehari-sehari [ ... ]



POLITIK

Pilkada Kabupaten Blitar Batal Digelar .....
03/08/2015 | Fajar Agustyono

Diduga anggaran yang sudah terserap mencapai hingga 30 % atau sekitar Rp. 10.5 miliar Blitar, KOPI - Pasangan Rijanto – Marhainis Urip Widodo (R [ ... ]



OPINI

Seputar Pengisian dan Peresmian Waduk Ja.....
04/08/2015 | Subagyo

  KOPI-Sekarang ini lagi rame ramenya dan diramaikan juga oleh siaran TV One, kekeringan yang melanda Jawa Kalimantan Sulawesi Sumatra  oleh el Nin [ ... ]



PROFIL

Mengenal Lebih Dekat Tri Erri Astoety, D.....
28/07/2015 | Arifin

KOPI - Prof. Drg. Tri Erri Astoety, MKes dikenal dengan keahliannya di bidang kedokteran gigi. Memahami pentingnya meningkatkan kesadaran akan masalah [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Jelang PILKADA baliho mulai di pasang di.....
04/08/2015 | Agus Siroj Hudi

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE  [ ... ]



ROHANI

Halal Bihalal Perkebunan Gunung Nyamil, .....
03/08/2015 | Thresia Eva

KOPI, Blitar - Sekitar puluhan warga menghadiri acara Halal Bihalal yang diadakan oleh pimpinan Perkebunan Gunung Nyamil pada Rabu (29/7). Warga yang  [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | Ug Dani
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Mbah Sarlan dan Gerojokan Sewu.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Bendosari adalah satu di antara Desa yang berada di Kecamatan Pujon Malang Barat dan telah di tetapkan sebagai salah satu Desa Wisata u [ ... ]



PUISI

Bermimpi Terjaga.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi
article thumbnail

  Di ranah sendiri aku bisu aku tuli... Aku sendiri  tak mengerti.... dalam kebekuan ku coba mendekati... dalam keangkuhan ku coba mengerti..... [ ... ]



CURAHAN HATI

Dipermainkan dalam Penyelesaian Kasus Ta.....
04/08/2015 | Redaksi Pewarta-Indonesia
article thumbnail

KOPI, Denpasar - I Made Richy Ardhana Yasa (34) warga Jl. Merta Sari No. 9 A Belanjong, Desa Sanura Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali terlihat le [ ... ]



HIBURAN

Rr Eka Aslyhatin Saudiyah Putri : Pili.....
30/07/2015 | Edo Jaya

    Jakarta, 30 Juli 2015- Faika Puteri salah satu penyanyi yang sedang booming lewat lagu “masih nmencintai’ memberikan pernyataan, dia lebih [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA: “Hai orang-orang beriman d [ ... ]



SERBA-SERBI

LMR-RI Berbagi Keceriaan dengan Memberik.....
01/08/2015 | M. Samasi

LMR-RI Berbagi Keceriaan dengan Memberikan Santunan Media: Bengkalis, 10 Juli 2015: LMR-RI (Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia) adalah sal [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.