Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Pendekatan Diskriptif Perkebunan Kelapa Sawit versus Hak Ulayat Masyarakat

    KOPI, Minyak sawit adalah minyak serbaguna yang digunakan dalam industri makanan, kosmetik dan makanan hewan. Pesatnya permintaan pasar atas minyak sawit berdampak pada pengembangan areal perkebunan skala besar di berbagai daerah di tanah air. Indonesia sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, telah mengembangkan perkebunan sawit seluas 7,3 Ha. Dan secara ambisius berencana mengembangkannya menjadi 20 juta Ha.

    Dampaknya, terjadi pengundulan hutan yang berdampak komplek di mana-mana. Rakyat yang selama ini menggantungkan hidupnya pada hasil-hasil hutan dan mengolah tanah tersebut secara turun-temurun, menanam tanaman pangan dan mmperoleh bahan-bahan bangunan dari hutan, sehingga hutan lindung milik masyarakat menjadi hilang harapan dan masa depan mereka. Dengan hadirnya perkebunan kelapa sawit maka hilanglah fungsi lahan dan hutan yang selama ini dinikmati masyarakat menjadi perkebunan monokultur sawit yang sangat merugikan masyarakat. Untuk itu sangat mendesak penanggulangan potensi dampak negatif aktifitas konversi lahan masyarakat menjadi lahan wilayah perkebunan sawit.

    Penetapan Wilayah Areal Perkebunan Sawit

    Klain pemilikan wilayah hak-hak ulayat desa adalah bukan pada tersedianya setifikat tanah tetapi pada terolahnya sebuah lahan terus-menerus atau sesuai dengan siklus tanam; batas-batas wilayah penggembalaan ternak dan perburuan binatang liar hutan; wilayah-wilayah penangkapan ikan di situ-situ yang tersebar dalam radius jangkauan ekonomis desa; terdapatnya tanaman-tanaman keras, seperti sagu, durian, mangga, kelapa dan lainnya; terdapatnya wilayah-wilayah yang disucikan (dikeramatkan) oleh masyarakat desa seperti kuburan-kuburan nenek moyang, situs-situs kuno/tradisional, situs adat, situs bersejarah, dan lain-lain. Penghormatan terhadap hak-hak ulayat masyarakat adalah kebutuhan mendasar dalam hubungan membangun kelapa sawit.

    Prinsip dasar dalam meningkatkan standar industri perkebunan kelapa sawit adalah wajib menerapkan dan mendapatkan “keputusan bebas” pada saat penetapan wilayah areal perkebunan kepada masyarakat yang memiliki tanah ulayat dimana perkebunan tersebut dilakukan. Keputusan bebas dimaksud bahwa rencana areal tersebut wajib diinformasikan sehingga masyarakat berpartisipasi secara bermakana dalam proses pengambilan keputusan.

    Keputusan tidak boleh diambil di bawah tekanan atau dipengaruhi oleh pola negosiasi gaya makelar alias korupsi. Masyarakat mempunyai hak untuk menolak atau menarik persetujuan sebelumnya, bahkan menolak pembangunan perkebunan kelapa sawit di tanah mereka.

    Amat penting juga bahwa aturan hukum mewajibkan setiap perusahaan manakala ingin membangun harus melaksanakan konsultasi public yang melibatkan masyarkat adat yang akan terkena pembangunan tersebut. Salah satu agenda yang wajib dibahas dalam konsultasi public tersebut adalah perundingan kompensasi yang diberikan serta rekomendasi AMDAL sebelum izin pemanfaatan lahan diberikan.

    Fakta di lapangan menunjukan bahwa proses tersebut jarang dan/atau tidak ditaati oleh pihak-pihak berkepentingan dalam mendapatkan izin pemanfaatan lahan. Kemungkinan yang terjadi masyarkat adat/lokal tidak dilibatkan dalam konsultasi public tersebut. Sebuah catatan mengindikasikan bahwa beberapa orang/tokoh masyarakat menyatakan diundang ke pertemuan hanya untuk diberi tahu bahwa perkebunan sawit akan di kembangkan di wilayah mereka.

    Kemungkinan konsultasi public dilakukan tetapi proses konsultasi tersebut dilakukan terbatas, tertutup dan tidak transparan. Pihak perusahaan menyampaikan janji-janji bahkan mereka menjanjikan insentif financial dan paket wisata bagi para kepala desa. Banyak masyarakat yang tidak memahami hak-hak mereka secara hukum. Kita perlu mencermati bahwa kompensasi uang dan lahan untuk plasma sangat beragam dan cenderung tidak transparan dan tidak adil.

    Diperkirakan pihak perkebunan telah mendapatkan izin dari pemerintah daerah tanpa melewati proses AMDAL yang lengkap dan akurat. Mengapa timbul konplik? Telaahan pengamatan adalah : bahwa penetapan izin lahan dengan kerangka hukum yang diskiminatif dan proses konsultasi yang cacat. Itulah sebabnya banyak pihak yang merasa tidak senang dengan pembangunan perkebunan sawit yang berwujud protes dengan menggelar demontrasi. Data tahun 2008, terdapat 513 konflik antara masyarakat dengan pihak manajemen perkebunan sawit.

    Di samping masalah pengakuan hak-hak ulayat atas tanah yang menjadi penyebab konflik, tercatat penyebab lain adalah perselisihan jumlah kompensasi yang diterima masyarakat karena janji-janji perusahaan yang tidak dipenuhi dan ketidaksepakatan pengelolaan plasma. Kehadiran Kebun Kelapa Sawit, Siapa Diuntungkan?

    Perdebatan kehadiran kelapa sawit hendaknya jangan hanya difokuskan pada kerusakan lingkungan semata tetapi perlu juga kita dekati apakah penduduk lokal/masyarakat diuntungkan oleh kehadiran perkebunan ini. Pihak perusahaan membuka perkebunan sawit yag luas berpotensi menghasilkan keuntungan uang yang besar bagi perusahaan/investor yang diharapkan berimbas kepada masyarakat pemilik lahan, juga menguntungkan negara. Tetapi kalau dicermati perolehan pendapatan masyarakat (yang telah menyerahkan tanahnya) relatif tidak mendorong bertambahnya pendapatan dan kesejahteraan mereka.

    Jatah plasma setiap KK seluas 2 Ha, ternyata luasan tersebut tidak cukup untuk mendapatkan penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Petani plasma dikontrak oleh perusahaan dan diwajibkan membayar biaya pengembangan plasma termasuk biaya pestisida pupuk dan keahlian teknis. Kebanyakan petani-petani plasma tidak memahami biaya-biaya tersebut dihitung, atau mengapa utang mereka tidak kunjung lunas. Untuk petani yang tidak terlibat/tidak memperoleh kebun plasma peluang pekerjaan hanya sebagai buruh dengan upah yang sangat minim dengan status buruh lepas.

    Petani yang menggantungkan pendapatannya pada satu komoditas saja (sawit) sangat rentan terhadap fluktuasi harga sawit dunia yang selalu tidak menentu. Jadi pengelolaan tanah ayng dimiliki oleh pemilik tanah (kaplingan 2 ha) yang sanfat terbatas itu sangat perlu pembinaan yang intensif.

    Dampak Negatif Lainnya: Kehancuran Budaya

    Kedatangan perkebunan kelapa sawit merobah tatanan kehidupan masyarakat lokal dan dapat menghancurkan budaya serta nilai-nilai kearifan lokal. Besar kemungkinan beberapa situs-situs peninggalan kebudayaan yang cukup penting seperti makam-makam dihancurkan dan ditanami sawit. Demikian juga berbagai tradisi ritual yang telah menjadi bagian dari praktek pertanian juga ikut hilang. Akibatnya tradisi dan bahasa juga berangsur-angsur dilupakan. Kita tahu bahwa kebudayaan masyarakat adat jarang sekali didokumentasikan secara tertulis dan apabila praktek kebudayaan tersebut telah hilang maka semua unsur kebudayaan dalam masyarakat tersebut juga musnah.

    Win-Win Solution

    Hakekatnya bahwa perkebunan adalah usaha mengejar keuntungan perlu diapresiasi dan diberi ruang untuk melakukan usaha tersebut. Tetapi hendaknya pendekatan perusahaan dengan masyarakat lokal haruslah win-win solution. Maksudnya, perusahaan jangan mencari untung sendiri tetapi sejahterakan masyarakat sekitar dengan membangun berbagai pasilitas sarana dan prasarana seperti : penyediaan air bersih, sekolah dan puskesmas.

    Dengan demikian manajeman perkebunan sawit hendaknya menerapkan prisip keputusan bebas dan tidak memaksakan untuk beroperasi di wilayah di mana masyarakat lokal menolak; menyiapkan AMDAL yang disosialisasikan secara transparan serta membayar kompensasi atas rusaknya tanah dan sumber daya alam yang disepakati bersama dengan masyarakat lokal; menghormati hak ulayat dan kebudayaan masyarakat desa di wilayah lokasi; memberikan peluang untuk verifikasi dan pemantauan kalangan indenpenden atas praktek-praktek perusahaan untuk memastikan bahwa seluruh praktek tersebut telah memenuhi standar prosedur sesuai dengan perundang-undangan.

    Di dalam hukum internasional kontenporer, masyarakat adat berhak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan mengizinkan atau tidak mengizinkan aktivitas yang berpengaruh pada tanah wilayah dan sumber daya mereka atau hak-hak mereka secara umum. Izin harus diberikan secara bebas, didapatkan sebelum aktivitas dilakukan dan diberikan berdasarkan pemaham menyeluruh mengenai isu-isu yang terkait dengan dampak aktivitas yang akan dilakukan atau keputusan yang akan diambil. Oleh karena itu izin tersebut disebut keputusan bebas yang harus di dahulukan dan disosialisasikan. Pengelolaan perkebunan sesuai undang-undang no 18 tahun 2004 tentang perkebunan bahwa izin pemanfaatan lahan diberikan selama 35 tahun dan dapat di perpanjang 3 kali sehingga menjadi 120 tahun. Ketentuan undang-undang ini telah diganti dengan undang-undang no 25 tahun 2007 tentang investasi menjadi HGU awal 60 tahun dan bias di perpanjang lagi selama 35 tahun.

    Penulis adalah Ketua Umum LSM TOMORI


    Artikel Lainnya:

     

    Tingkatkan Pelayanan Kantor Ombudsman Aceh Tempati Gedung Baru
    Jumat, 17 Mei 2019

    KOPI-Jakarta, Ombudsman RI Perwakilan Aceh adalah suatu lembaga yang mengurusi segala tindakan maladministrasi dalam hal pelayanan publik. Saat ini terhitung 1 Mei 2019 maka Ombudsman Aceh telah menempati kantor baru dikawasan jembatan layang Pango. Bila sebelumnya sejak 2012 Kantor Ombudsman Aceh berada di Jalan T. Lamgugob Nomor 17, Syiah Kuala, Banda Aceh. Sekarang Kantor Ombudsman Aceh pindah dengan alamat Jalan Banda Aceh - Medan km 4... Baca selengkapnya...

    Sahurlah Sebelum Menunaikan Ibadah Puasa
    Jumat, 17 Mei 2019

    KOPI-Jakarta, Syukur Alhamdullilah, umat Islam di Indonesia sudah dapat menjalankan ibadah puasa sejak hari Senin, 6 Mei 2019. Sahur merupakan awal yang penting untuk berpuasa karena memberi cadangan tenaga dari makanan yang dikonsumsi. Memilih menu makanan sahur sangat penting bagi mereka yang menjalani puasa. Memilih makanan yang tepat adalah kunci agar puasa Anda lancar. Menjelang waktu imsak tentu saja Kita dianjurkan untuk menikmati makan... Baca selengkapnya...

    LSM TOPAN- AD Laporkan Dugaan Penyalagunaan Wewenang dan Anggaran Pengadaan Sapi Distanak Riau
    Jumat, 17 Mei 2019

    Teks Foto. Kajati Riau Uung Abdul Syakur (kemeja putih) saat HUT Adyaksa ke 58 . (foto .Didi Rinaldo) KOPI, Pekanbaru – Ketua LSM TOPAN-AD ( Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) Propinsi Riau , Maruar Sianturi SE di kantor Kejaksaan Tinggi Riau tanggal (2/5-2019) memakai baju seragam jas berwarna hijau mengatakan “ Kami melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan dalam pengadaan hewan ternak dalam hal... Baca selengkapnya...

    Rumah Zulkifli AS Walikota Dumai, Digeledah oleh KPK
    Senin, 06 Mei 2019

    KOPI, Dumai – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Propinsi Riau terkenal dengan negeri Petro Dollar. Dikarunia oleh SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah ruah. Tetapi masyarakata banyak yang miskin. Termasuk penulis yang kurang duit. SDAnya menikmati segelintir orang, penduduknya hanya sebagai penonton di negeri sendiri. Hasil alamnya Bawah tanah minyak bumi, diatas tanah minyak Kelapa Sawit (CPO) , diatas kepala... Baca selengkapnya...

    Dirut ”Habis Token Gelap Gulitalah” Ditahan KPK Terlibat Korupsi
    Rabu, 24 April 2019

    KOPI, Jakarta- Di tempat kerjanya “Kangmas Sutisyoso mengatakan” Buku RA. Kartini terkenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang. Dirut PLN (Perusahaan Listrik Negara) "Habis Token Gelap Gulitalah” di tahan KPK, terlibat korupsi pembangunan pembangkit Listrik Riau I. Kadangkala Petugas PLN di lapangan sebulan menunggak listrik lansung meteran ia bongkar, tega amat sih. Terpaksa kami memakai meteren listrik prabayar yakni TOKEN listrik.... Baca selengkapnya...

    Heboh Tentang Cucu Jokowi
    Rabu, 30 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Cuitan Hidayat Nur Wahid dalam postingan @kun Twitter miliknya, ia menuding cucu Joko Widodo Jan Ethes menjadi alat kampanye. Dalam cuitannya tersebut, ia menuliskan bahwa Jokowi sengaja menjadikan Ethes sebagai alat kampanye. "Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg “Artis” ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?" tulisnya. Ditempat... Baca selengkapnya...

    PK Diajukan Tiga Kali Di Kasus Yang Sama, MA Tabrak Aturan?
    Rabu, 23 Januari 2019

      Foto: (ki-ka) Danny Siagian, Manahan Sihombing, Mangalaban Silaban, Sugiono KOPI, JAKARTA - Menurut pasal 66 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 menyebutkan, permohonan Peninjauan Kembali (PK), diajukan hanya satu kali. Namun kenapa dalam kasus tanah Grant Sultan Deli, Medan milik ahli waris Datuk Muhamad Cheer (Dt. M. Cheer) di Mahkamah Agung (MA) bisa hingga 3 (tiga) kali? “Kenapa PK bisa sampai 3 (tiga) kali untuk kasus yang sama di... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALGary Gravelle Ancam Bunuh Presiden Donal.....
    15/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Amerika Serikat – Diluar negeri mengancam membunuh Kepala Negara mendapat respon dari pihak keamanan Anda lansung di tangkap. Hukuman Penjara  [ ... ]



    NASIONAL24 Tahun Tenggelamnya Kapal Fery KMP Gur.....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Waktu terus berlalu dan tidak terasa hari Jumat ini sudah 24 tahun, kapal fery KMP Gurita tenggelam. Kapal tua yang melayari rute pelabu [ ... ]



    DAERAHAceh Darurat Listrik, Perlu Interkoneksi.....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja listrik di Aceh mati. Keadaan menjadi gelap. Sungguh kacau, ada apa dengan PLN. Mau b [ ... ]



    PENDIDIKANMeriah, Karnaval Jelang Ramadan SD Muham.....
    05/05/2019 | Supadiyanto, M.I.Kom.

    KabarIndonesia - Seluruh guru, karyawan, murid, dan kepala sekolah SD Muhammadiyah Sragan mengadakan Karnaval menyambut Ramadan pada Jumat, 3 Mei 2019 [ ... ]



    EKONOMIALMISBAT Laporkan Kementan, Kemendag ke.....
    16/05/2019 | Didi Rinaldo
    article thumbnail

    KOPI, Jakarta - Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), organisasi relawan pendukung Presiden Jokowi yang berdiri sejak 2014, membe [ ... ]



    HANKAMMoeldoko : Tiada Maaf Buat HS, Ancam Pen.....
    16/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Kangmas Roy Kusnen mengatakan “ Kepada masyarakat mengupload (unggah) video, foto di Media  [ ... ]



    OLAHRAGAMahasiswa Yang Petinju Ini, Menangkan Pe.....
    06/04/2019 | Danny Pantas Siagian

    KOPI, JAKARTA - Sulistyono, petinju yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta ini, menangkan pertarungan partai kelas [ ... ]



    PARIWISATARamadhan Berkah di Festival Ramadhan 201.....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Selamat datang bulan suci Ramadhan 1440 H. Tahun ini bulan puasa atau bulan Ramadhan 1440 H, jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019. Sege [ ... ]



    HUKUM & KRIMINAL1 Kg Shabu Berhasil Diamankan oleh BNNK .....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bulan suci Ramadhan 1440 H seharusnya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bukan dengan pekerjaan yang membawa celaka bagi orang lain.  [ ... ]



    POLITIKProses Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 ol.....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Proses demokrasi di Indonesia pasca pemilu Rabu, 17 April 2019, sedang memasuki tahapan rekapitulasi suara seluruh provinsi. Di Aceh [ ... ]



    OPINIViral di Medsos , Minurlin Istri Mantan .....
    13/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Bekasi – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Sugeng Triwardono mengatakan” Sontoloyo, kampret Ada “oknum" Perempuan Suaminya Tentara  [ ... ]



    PROFILViral di Medsos, Dua Jendral Acungkan S.....
    11/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan “ Sontoloyo, dua orang Jendral (Pol) Salam Dua Jari kedua jenderal polisi itu ada [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAPlt Bupati Kampar Catur Sugeng Hadiri Pe.....
    21/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Sei Kijang Tapung Hilir - Rasa senang dan bahagia berada di tengah orang tua kami, Ninik mamak dan para pemangku adat yang ada di Kenagarian Tap [ ... ]



    ROHANIMasyarakat Rohul Hadiri Buka Puasa Bersa.....
    19/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Ratusan orang masyarakat kabupaten Rokan Hulu (Rohul)berdomisili di Pekanbaru menghadiri buka Puasa bersama yang ditaja oleh Pemkab R [ ... ]



    RESENSIGratis..!!! Buku Karya Mualaf Zaman Now,.....
    03/04/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri buku ini merupakan sebuah karya fenomenal yang sangat menghebohkan di awal tahun 2019 dan belum pernah Anda ju [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIModus Penipuan Gerombolan Bandit Oknum .....
    27/04/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Zaman semakin canggih bermacam jenis modus penipuan saat ini. Kini penulis (red. didi rinaldo) bertanya kepada Pembaca. Zaman kin [ ... ]



    SERBA-SERBIRenungan 14 Tahun Tsunami Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak terasa sekarang telah memasuki waktu 14 tahun terjadinya gempa bumi dan tsunami Aceh. Peristiwa hebat itu terjadi pada 26 Desember [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.