KTM Terima Bantuan 21 Ekor Sapi Perah dalam Keadaan Hamil

KOPI, PADANGPANJANG - Kelompok Tani Mandiri (KTM) di Kelurahan Koto Katiak Kecamatan Padang Panjang Timur yang dinakhodai Nae Asari dengan 8 orang anggota kini telah mendapat bantuan sapi perah dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang.

Dari 50 ekor sapi perah yang telah dianggarkan APBD Kota Padang Panjang (TA) 2011 itu, baru 21 ekor yang diterimah oleh KTM, "Sapi ini baru satu minggu ditangan kami," kata Dt. Ranngkayo pada KOPI dan wartawan Koran Padang, Rabu (21/12).

Menurut keterangannya, 14 ekor sapi lagi akan datang pada minggu ini, namun katanya berharap, "Bantuan sapi ini memang sangat kami harapkan, tetapi tidak mungkin setalah sapi kami pelihara dan kami perhatikan makannya, justru kami yang tidak makan," katanya.

Memang, untuk menjaga sapi perah ini perlu perawatan khusus terutama makannya, sementara kebutuhan keluarga juga wajib dicarikan untuk itu KTM berharap kepada Dinas Pertanian untuk bisa mencarikan solusinya, terutama kebutuhan harian utuk kelompok mereka sampai sapi perah tersebut menghasilkan.

"Kami sangat berharap kepada Pemko untuk mencarikan danah atau solusi untuk menutupi kebutuhan hidup kami sehari-hari ini, pasalnya, jika kami memakai uang sepuluh dua belas 10-12 (uang rentenir) sama saja tidak menyelesaikan persoalan," kata Agus yang juga KTM.

Lain lagi dengan keluhan Syafrizal yang setiap bulan harus mengeluarkan storan motornya pada awalnya motor tersebut adalah untuk ngojek baginya, dikernakan telah ada bantuan sapi perah untuk kelompoknya ia kini lebih fokus menghadpi keselamatan sapi-sapi ini.

Dikatakanya, "Miskipun sapi ini  baru satu minggu ditangan kami, kini sudah ada yang beranak, karena sapi ini diberikankan kepada kami memang dalam keadaan hamil dan tentu saya harus lebi fokus lagi untuk merawat sapi tersebut, sementara saya juga kuatir motor saya di tarik oleh dialer," katanya.

"Untuk itu kami sangat berharap kepada Pemko mencarikan solusinya, seperti merekomendasikan penjam "kridit lunak" untuk kami, sehinggah kami benar-benar bisa fokus merawat sapi-sapi ini sampai berproduksi. Bahkan, untuk transpor mencari makanan sapi, kami telah beranikan diri mengutang satu unit mobil pic up L 300 seken seharga 30 juta  tidak mungkin sapi makan sementara kami tidak," kata mereka bercanda.

Secara terpisah, Kedis Pertanian Kota Padang Panjang Ir. Chandra membenarkan, kalau APBD Kota Padang Panjang hanya memberikan batuan sapi saja, dan itu pun selama lima Tahun harus dikembalikan lagi berupa dua ekor anak sapi betina yang nantinya akan diserakan kepada kelompok-kelompok yang lain.

"Ini adalah program ekonomi kerakyatan dalam pengentasan kemiskinan terutama bagi pengangguran, jadi setiap kelompok yang produktif kita batu mereka sesuai dengan kebutuhannya," kata Chandra

Tentang keluhan yang telah disampaikan, pihaknya akan memberikan rekomendasi jika memang ada kelompok yang tani mengajukan surat itu, "Sebenarnya bisa saja, sapi yang telah kita serahkan itu kan sudah menjadi milik kelompok, jadi bisa dijadikan untuk anggunan Bank sebagai jaminannya," pungkas Chandara menjelaskan. (ce/217)


Artikel Lainnya: