Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Iqlimiya, Padi dan Cerita Ibu

oleh : Denni Meilizon

"Pedas sekali, Bu! Tak maulah terusin makannya."

"Pedas sikitpun itu, lauknya kan sudah dibasuh tadi."

"Tak mau lagi, Bu!"

"Ganti nasi baru sajalah!"

Denting piring, aroma gulai, asap dapur dan suara lemari es menjadi latar percakapan Ibu dengan Iqlimiya, anak gadis lima tahun itu. Sambil memasrahkan seluruh bobot tubuhnya di atas ubin dapur, gadis itu masih mengumbar muka jelek karena pikirannya sedang menerka-nerka dan melayang menuju suara kawan-kawannya yang sedang bemain Senggek** di beranda rumah. Tak ada niatnya untuk menuruti ajakan Ibu untuk makan siang walau pagi tadipun sebetulnya Iqlimiya hanya sarapan dengan kerupuk rasa cokelat yang berenang dalam mangkuk penuh susu cair.

"Mia tak mau, Bu!," jeritnya lagi sambil mendorong piring berisi nasi yang baru disalin Ibu menggantikan nasi yang katanya pedas tadi.

"Eeiits...! Engkau belum ada makan nasi sebutirpun hari ini, Nak," bujuk perempuan separuh baya itu.

Ditinggalkannya tungku yang kini sedang menjerang air, lalu duduk di hadapan gadis kecil itu.

"Ayo Ibu suapin ya sayang, anak cantik itu mestilah makan nasi, kalau tidak nasinya bisa marah sama Bapak dan Ibu," ujarnya lembut sambil menyuapkan nasi itu ke mulut Iqlimiya.

"Nasinya bisa marah, Bu?"

"Bisalah."

"Kenapa nasi bisa marah, Bu?"

"Sebab sudah penat dia menunggu untuk Mia makan. Kalau nasinya marah dia akan berdoa kepada Tuhan."

"Berdoa?", tanya gadis itu sambil membuka mulutnya lebar-lebar menerima suapan Ibu.

"Iya, Nak. Doanya bisa membuat Tuhan marah juga kepada Bapak dan Ibu. Karena Tuhan marah, tak dikasihnya kita rezeki, tak jadi nanti Mia punya sepeda baru. Apa Mia mau?," jawab Ibu dengan tersenyum sambil tangannya menyuapi gadis kecil itu. Tangannya berlahan-lahan pindah bergantian antara piring kemudian ke mulut Iqlimiya.

"Nah, ini suapan terakhir. Wah, anak Ibu kiranya lapar ya?"
"Mau tambah?"

"Mau, Bu...!mau. Biar nasinya tak marah ke Bapak dan Ibu," jawab Iqlimiya. Matanya jenaka, dia masih ingin mendengar cerita Ibu tentang nasi yang bisa marah.

Ibu beranjak menuju meja makan, sesendok nasi pindah ke dalam piring. Sambil menunggu Ibu, Iqlimiya memeluk cangkir plastiknya lalu kemudian menghabiskan air yang ada di dalamnya. Suara ribut kawan-kawan yang sedang asyik main Senggek di beranda depan sudah tak dihiraukannya lagi. Pikiran kecilnya kini dibalut penasaran dengan cerita nasi yang bisa marah. Ibu tahu itu. Dia pun tahu watak anak gadisnya, suka dengan cerita dan rasa penasarannya sangat tinggi akan sesuatu hal yang baru.

"Ayo Bu!, cerita lagi..," rengeknya manja.

"Tapi janji ya makanmu mesti habis",jawab Ibu sambil menyuapi gadis kecil itu lagi.

Hanya anggukan pendek, sebab mulut Iqlimiya kini penuh dengan nasi suapan Ibunya. Air di atas tungku berbunyi menggelegak pertanda sudah matang. Ibu beranjak memadamkan api, lalu kembali duduk di hadapan anak gadisnya itu.

"Dahulu kala...," katanya memulai cerita dengan setengah berbisik. Tangannya tangkas memasukkan nasi ke dalam mulut Iqlimiya yang secara otomatis terbuka lebar.

"Ketika bulan masih dekat dengan tanah, manusia belum makan nasi. Tak ada yang mengenal bentuk nasi waktu itu. Mereka merebus daun-daunan atau memakan buah-buahan serta ubi mentah untuk makanan sehari-hari."

Huup! Nasi sesuap masuk ke dalam mulut.

"Beberapa waktu berlalu, tanpa ada yang menyadari, bulan rupanya semakin berjarak dengan tanah. Semakin tinggi, tinggi dan berlahan semakin meninggi."

Iqlimiya terdiam. Ruang dapur pun terdiam. Ada sunyi tercipta. Seakan-akan ikut mendengarkan cerita dari Ibu.

"Ketika manusia akhirnya sadar kalau bulan sudah bertengger sangat tinggi, mereka ketakutan, cemas dan kemudian berdoa. Semua orang menengadahkan tangan untuk berdoa."

Sesaat Ibu menghentikan ceritanya untuk menyodorkan cangkir minum ke mulut Iqlimiya.

"Doa mereka adalah agar bulan tidak pergi. Sebab bila bulan pergi, malam tiada cantik lagi, tak ada hiasan. Jangan sampai bulan seperti bintang, yang hanya titik-titik kecil di langit malam."

"Tiba-tiba ada suara terdengar dari puncak gunung di belakang kerumunan manusia yang sedang khusyuk berdoa."

"Suara apa, Bu?"

Ibu tidak menjawab. Melainkan tangannya kembali menjejalkan nasi ke mulut Iqlimiya. Suapan terakhir rupanya.

"Nah, engkau minumlah dahulu," ujarnya masih tidak menghiraukan tanya penasaran anaknya.

Dengan bersigegas Iqlimiya menghabiskan air minum dalam cangkir. Tak sabar dia menanti kelanjutan cerita Ibu.

"Itu suara gunung, Nak"

Ibu lalu berdiri sambil mengangkat kedua tangannya.

"Hei, manusia. Biarlah bulan itu naik menuju singgasananya agar sebuah biji tanaman dari kebun surga bisa turun ke bumi. Nanti biji itu mesti kalian tanam mulai dari badanku sampai ke tepian sungai," ujar suara itu bertalu-talu.

"Makanlah hasil panen tumbuhan surga itu. Jadikanlah pengobat lapar perut kalian, sebab ia adalah tumbuhan yang disemaikan di kebun-kebun surga!"

"Jangan sesekali kalian bikinia menangis dan marah. Sebab ia akan bisa berdoa kepada Tuhan untuk menghilangkan rezeki Bapak dan Ibu kalian, namun ia juga akan berdoa untuk kebaikan kalian, bila ia kalian makan dengan senang hati dan penuh rasa syukur!"

"Bu, kenapa Tuhan mendengar doanya?," tanya Iqlimiya.

"Sebab ia disemaikan oleh Tuhan sendiri, anakku", jawab Ibu sambil duduk mengemasi piring bekas makan di hadapan anaknya, lalu meletakkannya ke dalam baskom besar berisi perkakas dapur yang juga sudah kotor.

"Nak, tumbuhan itu adalah padi. kalau sudah kita masak, ia akan menjadi nasi seperti yang selalu kita makan," jelas Ibu.

Hening. Iqlimiya diam. Sementara Ibu kini menyalin air yang dijerang di atas tungku ke dalam termos.

"Bu, Mia tak mau makan nasi lagi, sebab nasi itu jahat, Bu!," kata anak gadis itu sambil menangis.

"Lho, kok nasinya jahat, Nak," tanya ibu tak percaya dengan kalimat Iqlimiya yang diluar perkiraan itu.

"Iya, lah Bu. Nasinya jahat. Suka marah kepada Bapak dan ibu."

"Mia benci pada nasi itu...!"

Setelah berkata demikian, Iqlimiya berdiri, lalu beranjak meninggalkan remah-remah nasi yang luluh dari pakaiannya.Tinggallah Ibu dalam diam dan termangu dengan seribu tanya di benaknya. Menyadari watak anak gadisnya itu, Ibu kemudian geleng-geleng kepala.

Ruang dapur pun terdiam, Ada sunyi tercipta. Seakan benar-benar takut jikalau remah-remah nasi di atas ubin betul-betul marah.

Padang, Januari 2014
DENNI MEILIZON

**Senggek (Permainan anak di Pasaman Barat) : sebuah permainan dengan mempergunakan batu-batu kecil beberapa buah dan satu batu yang besar sedikit dari batu yang lainnya. Batu besar itu dianggap sebagi induk dan batu yang kecil dianggap anak-anaknya. Dimainkan secara berkelompok, biasanya oleh anak perempuan.

BIODATA PENULIS

Denni Meilizon, Lahir di Silaping Pasaman Barat, 6 Mei 1983. Kumpulan puisinya sudah diterbitkan dalam bentuk buku puisi berjudul “Kidung Pengelana Hujan” (2012), “Siluet Tarian Indang” (2013) dan “Rembang Dendang”(2013). Tulisannya berupa puisi dan cerpen juga di muat pada media massa cetak dan online serta terkumpul dalam beberapa buku antologi puisi antara lain : Simponi Secangkir Cinta, Puisi Menolak Korupsi, Bukittinggi Ambo di Siko, Tersembunyi, Terpenjara di Negeri Sendiri, 135 Puisi Romantis : “Cinta Dalam Empat Dimensi”, Airmata di Bumi Syuhada, dll. Berdomisi di Kota Padang, Sumatera Barat.

 

Seluruh Kepala Daerah di Riau Deklarasikan Dukung Pasangan Capres dan Wapres Jokowi- Maruf Amin
Kamis, 11 Oktober 2018

KOPI, Pekanbaru- Dua belas orang Kepala daerah dari Gubernur, Walikota, Bupati se Riau Deklarasikan dukung Relawan Projo. Sembilan Kepala Daerah hadir saat deklarasi bertempat di hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu 10 Oktober 2018 untuk mendukung relawan Projo pasangan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin. Bupati yang hadir saat itu Bupati kepulauan Meranti Irwan Nasir, Walikota  Zulkifli, Mursini Bupati... Baca selengkapnya...

Heboh.. Ratna Sarumpaet Ngarang Berita Hoaks ke Kandidat Capres Prabowo Subianto
Kamis, 04 Oktober 2018

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan” Ini buktinya Ratna Sarumpaet mengarang berita Hoaks kepada Kandidat Calon Presiden Prabowo Subianto. Seakan-akan ia korban dari kezoliman dari kandidat Timses (Tim Sukses) capres dan wapres yang lain. Ini akibatnya fatal, bisa menimbulkan gejolak politik, walaupun sepele. Ia melapor lansung kepada Prabowo. Prabowopun merespon beserta dengan Timsesnya. Kebiadapan oknum pelaku... Baca selengkapnya...

Inilah Isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II dengan Capres Prabowo
Minggu, 16 September 2018

KOPI, Jakarta - Ada tujuh belas isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II , penandatangani di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). Penandatanganan dilakukan oleh Prabowo Subianto dengan Ketua GNPF Ulama yakni Yusuf Martak. Hadir saat itu Ketum PAN (Partai Amanat Nasional) Zulkifli Hasan dan Waketum Gerindra Fadli Zon. Inilah 17 poin isi Pakta Integritas tersebut. 1. Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD... Baca selengkapnya...

Ilmu "Kaca Mata Kuda"
Minggu, 16 September 2018

  KOPI, Jakarta – Hidup ini harus pandai-pandai membawakan diri. Lihat Timing, Situasi, ekonomi kalau ingin berubah. Pandai/pintar sendirilah Anda. Ada orang tidak tamat sekolah hanya SD (Sekolah Dasar)  jadi pengusaha sukses. Orang ada memiliki kemampuan akademik, kemampuan diluar akademi yakni motorik. ialah kemampuan berpikir otak kiri dan kanan harus seimbang. Ada orang yang betah kerja kantoran, pergi pagi pulang sore/malam. ... Baca selengkapnya...

Kasad Singapura Goh Si Hou Kunjungi Panglima TNI
Senin, 27 Agustus 2018

KOPI, Jakarta - Kerjasama militer kedua negara terus dilanjutkan dan ditingkatkan ke arah yang lebih baik dengan tetap melaksanakan latihan bersama dan pertemuan antar Perwira TNI dengan Perwira Singapore Armed Forces (SAF). Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P saat menerima kunjungan kehormatan Kasad Singapura Brigadier General Goh Si Hou di ruang tamu Panglima TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat... Baca selengkapnya...

Jubir BIN: Keterlibatan Kabinda Riau Soal Pemulangan Neno Warisan ke Jakarta for Menghindari Bentrok
Senin, 27 Agustus 2018

KOPI, Jakarta – Juru bicara (Jubir) Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto, mengatakan BIN Daerah (Binda) Riau hanya menjalankan tugas agar tidak terjadi bentrokan massa. Terlebih acara yang dihadiri Neno tidak mendapat izin. ''Imbauan untuk kembali ke Jakarta terhadap Neno Warisman adalah jalan terbaik dari pada terjadi bentrokan dan menghindari jatuhnya korban dan tentu akan muncul masalah baru atas legalitas acara tersebut,'' kata... Baca selengkapnya...

TPNPB/OPM Tembak TNI Yang Bawa Bahan Makanan Untuk Anak-anak Tingginambut
Minggu, 19 Agustus 2018

KOPI, Puncak Jaya – Kembali 2 orang prajurit TNI atas nama Alm. Letda Inf Amran Blegur (Dan Pos) dan Alm. Pratu Fredi anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Pos Tingginambut, Puncak Jaya gugur menjadi korban keganasan kelompok TPNPB/OPM wilayah Tingginambut, Minggu (19/8).   Pada hari Sabtu (18/8), Letda Inf Amran Blegur bersama anggota Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut merencanakan untuk memberi sumbangan bahan makanan kepada... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALAnggota Parlemen Timor Leste Memutarbali.....
08/09/2018 | Mohamad Nur Arifin

KOPI, NTT - Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M di Kupang, Jumat ( 07/09) menjelaskan bahwa apa yang di tuduhkan pada tan [ ... ]



NASIONALDeklarasi Kampanye Damai Pemilu Tahun 20.....
15/10/2018 | Wawan Setiawan
article thumbnail

KOPI,Jayapura - 16 (Enam Belas Partai) Partai Politik di Kab. Jayapura mengikuti pelaksanakan Konvoi Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Tahun 2019 di Lap [ ... ]



DAERAHPemerintah Aceh Siapkan Bantuan Kemanusi.....
05/10/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Saudara kita yang berada di kota Palu dan sekitarnya baru saja menderita akibat gempa bumi dan tsunami pada tanggal 28 September 2018. S [ ... ]



PENDIDIKANUndangan Temu Alumni SMA N 1 Minggir Lul.....
15/10/2018 | EspedE Ainun Nadjib

KOPI - Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (Lustrum) XXV SMA Negeri 1 Minggir “SMAKER” Sleman Yogyakarta menyelenggarakan Temu Alumni Lintas A [ ... ]



EKONOMIBuruh Pabrik Karet PT. Ricry Empat Bula.....
10/10/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Pengusaha pabrik karet pengolahan  bahan mentah PT Riau Crumb Rubber Factory (RICRY) tidak kasihan melihat buruh pabriknya selama [ ... ]



HANKAMDanlanud RHF Pecat Prajurit TNI AU Pra.....
01/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pulau Batam - Ditempat kerjanya , sebut saja namanya Sugeng Triwardono mengatakan “ Jangan ada pula oknum Tentara “ Separoh Tentara Sepa [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
04/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



HUKUM & KRIMINALPelintas Batas Negara RI - PNG Tertangka.....
13/10/2018 | Wawan Setiawan
article thumbnail

KOPI,Skouw -  Seorang pelintas batas Negara an. Deminikus Woisiri kelahiran Jayapura 13 Maret 1981,Kristen Protestan, Swasta, alamat tempat tinggal J [ ... ]



POLITIKHeboh Lagu Potong Bebek Angsa Postingan .....
22/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Beberapa orang ibuk-ibuk memakai topeng Pinguin menyayikan lagu Potong Bebek Angsa . Syair lagu tersebut menghebohkan percaturan polit [ ... ]



OPINIEfek Sayap Kupu-Kupu dari Pertemuan IMF-.....
27/08/2018 | Harjoni Desky

KOPI - Dua bulan ke depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meeti [ ... ]



PROFILKepala BPOM Penny Lukito Apresiasi P.....
30/08/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pusat Penny Lukito memberikan apresiasi kepada produk kosmetik local  mengembangka [ ... ]



ROHANIKanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Mut.....
10/10/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari, Jumat (05/10) melantik M Nur kholis Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Pedal Becak, Istri Genjot T.....
08/10/2018 | Didi Rinaldo

KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATINikki Haley : Negara Arab Hanya Bisa B.....
22/08/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, New York - Adapun dalam Daftar Donatur Anrwa ( yayasan mengurus Pengungsi Palestina) terdapat 11 negara mayoritas Muslim yakni : Arab Saudi, K [ ... ]



SERBA-SERBIBupati Kuansing Mursini jadi Inspektur .....
08/10/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi - Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 TNI di Lapangan Limuno Telukkuantan, Jumat (5/10/2018) pagi berlangsung d [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.