Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    CURAHAN HATI

    Indra Pomi : Instruksikan Pegawainya Menyapu Bersih Lubang, Menutupi Lubang di Jalan

    KOPI, Pekanbaru – Seorang warga Pekanbaru, sebut saja namanya Aji Somek mengeluhkan banyak jalan rusak dan berlobang semenjak musim hujan. Jalan rusa…
     

    Waspada !...Modus Penipuan Gerombolan Bandit Tionghoa

    KOPI, Pekanbaru – Zaman semakin canggih bermacam jenis modus penipuan saat ini. Kini penulis (red. didi rinaldo) bertanya kepada Pembaca.

    Zaman kini banyak orang Goblok atau dungu (bodoh pula daripada hewan keledai) percaya saja dengan modus penipuan, tanpa menyelidiki terlebih dahulu.

    Modus Penipuan Gaya Baru

    Telah ditemukan modus penipuan gaya baru, pelakunya Oknum Kelompok/Gerombolan Keluarga Tionghoa bekerjasama dengan oknum Adek Tentara.

    Modus Penipuan Kelopakmatanya ia basahi air

    Kelopak matanya ia basahi dengan air, seolah-olah menangis sambil memperlihatkan rekaman video, foto bahwa anak, adek, istri, bapaknya korban begal.

    Nanti rekaman video, gambar tersebut ia perlihatkan kepada sang korban sambil menangis air matanya menetes dengan derasnya (itulah ilmunya supaya orang kasihan) ia butuh biaya untuk pengobatan. Ia tuduh orang lain pelakunya.

    Maka beberapa orang warga keturunan Tionghoa menjadi korban rugi materi. (red. wajah serupa adek pengusaha roti dan Ibuk yang tingggal Jl. Riau gg Purnama, serta wajah serupa dengan Sarkawi, dll)

    Ia “bawa emak/kakaknya atau orang lain” untuk menyakinkan calon korban penipuan tersebut agar orang itu mau mengeluarkan biaya pengobatan. Maka kagetlah ia jadi korban penipuan.

    "Modus Mengaku sebagai Orang Tua wartawan".

    Modus Penipuan ini agak unik, Logika saja apakah ada orang tua yang ikut campur dengan urusan kerja anaknya.

    Komplotan Mafia Penipuan keluarga Tionghoa Saraf, bekerjasama dengan oknum Adek Tentara ini cukup menyakinkan.

    Bosnya atau anggotanya mengaku sebagai orang tua wartawan( Ortu) Emak atau kakak, adek bapaknya.

    Bapaknya, adek bapaknya mengaku sebagai  mamak/pak De/Paman dari  wartawan dengan memperlihatkan rekaman video, foto "berdiri disamping orang itu"  untuk menyakinkan korban penipuan.

     

    Adeknya mengaku sebagai adek si Dony (red. adek penulis didi). Begitu pula dengan anak adeknya mengaku sebagai keponakan penulis yakni Egi, Panji.

     

    " Nama penulis (red. Didi Rinaldo) ia cantumkan dalam susunan pengurus perusahaanya . Nanti ia sodorkan kepada orang bahwa nama si Didi juga ikut dalam bisnis ini. ini buktinya dalam pengurusan akte pendirian perusahaanya. Penulis bisa membaca alur pikiran orang tersebut" 

    Habis orang wajah serupa/mirip sok pintar, tapi dungu pula dari pada Binatang Keledai kena tipu rugi materi, kendaraan roda empat dan roda dua. Korban selanjutnya orang Jakarta/pusat kena tipu mentah-mentah oleh komplotan ini.

    Modusnya penipuanya Penulis (red. didi rinaldo) dianggapnya sebagai anaknya, adeknya sambil memperlihatkan bukti foto editan, rekaman video, bahkan baju rompi milik saya bertuliskan www.Pewarta-Indonesia.com ia buat atau ia palsukan untuk menyakinkan korban penipuan.

    Dalam  @kun media Sosial (Medsos) miliknya di Facebook, WhatsApps, Istagram, Twitter ia edit gambar saya bergandengan dengan foto keluarganya yakni ( adek bapak, Istrinya, anaknya) . Sudah sinting keluarga oknum Tionghoa ini.

     

    Bahwa penulis betul-betul menulis berita di Pewarta-indonesia.com adalah anaknya, adeknya dengan memperlihatkan print out berita, berita ia emailkan ke @kun milik pribadi atau perusahaan orang . usai itu ia minta uang/proyek sebagai imbalanya.

    B). Ia cari orang serupa/mirip dengan wajah wartawan (Red. In Detakriau.com ) yang rajin menulis berita di media online Detak Riau.com. Nanti ia bawa ketempat korban penipuan tersebut. Bahwa wajah serupa ini betul-betul adek wartawan yang nulis berita itu. Ia bawa bapak si Man China komplotan mafia penipuan Tionghoa itu mengaku sebagai ortu si In.

     

    Saya pernah lihat beberapa kali wajah serupa dengan si In detakriau.com itu saat selisih jalan dalam mobil.

    C). Komplotan Mafia penipuan Keluarga Tionghoa bekerjasama dengan adek Tentara Mengaku sebagai Bapak si Ratna Pegawai (red. Goriau.com).

    Saya bertemu dengan Ratna meliput di BPS Pekanbaru, saya tanyakan Ratna ada orang mengaku sebagai bapakmu. Tangkaplah China/Tionghoa tuh.

    D). Komplotan Mafia penipuan Keluarga Tionghoa bekerjasama dengan adek Tentara Mengaku sebagai Bapak si Rino Pegawai (red. Koran TribunPekanbaru). serta banyak lagi ia suka mengaku-ngaku ortu wartawan.

    E). Komplotan Mafia penipuan Keluarga Tionghoa bekerjasama dengan adek Tentara Memabawa wajah serupa dengan Bapak Ketua umum Pewarta-indonesia.com yakni Wilson Lalengke. atau mengaku sebagai emaknya si Wina istri dari Pak Wilson. Bahkan ia bawa ke  Komplek Perkantoran PT. Rapp dan PT. Indah Kiat serta perusahaan swasta lainya minta-minta proyek atau uang.

    Catatan Empat orang Gaek-gaek komplotan Keluarga Tionghoa ini sudah bau tanah masih kerja 3MJ (Maling, Merampok, Menipu) Jambret. Begitu juga dengan anak-anaknya saling kerjasama.

    Wahai pembaca setia Pewarta-Indonesia.com, Kami tolong masukan Keluarga Tionghoa itu adek, anaknya dulu supir truk, kerja jadi Polisi / Tentara eh malah kerjanya membekingi bisnis keluarganya 3MJ. Emak, kakaknya ia suruh antar sabu-sabu. Kakaknya mengaku istri orang. Begitu juga anaknya yang mahasiswa itu kerja pecah kaca mobil.

    Kini Kakaknya ia sedang menjalani tes Jaksa. Besok lagi anaknya ia masukan Jadi Hakim dari istri yang sekian.  Hanya orang yang memilik ketrampilan intelijen khusus yang tahu. Komplit membekingi bisnis keluarga 3mj, antar sabu-sabu, tanah milik orang ia buatkan sertifikat ia jual.

    Masih ingatkah Anda muswil HMI di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) beberapa tahun lalu. Ada Ketua KUD mengambil uang Rp. 1 Milyar kena rampok pecah kaca mobil, pelakunya anaknya. Ciri-ciri kulit putih, tinggi 160 -165 cm, mata bulat tak sipit, rambut ikal. Dulu memakai kendaraan matic scoopy cat biru langit/ cat partai PAN.

    Abang Bapaknya lain pula modus penipuannya ia nikahi janda tajir, usai itu harta peninggalan suami janda itu ia jual murah kepada temanya.(red. konspirasi). Ia berbisnis barang-barang smokel/selundupan seperti rokok, minuman alcohol, dll.

    Adek Bapaknya lain pula kelakuanya suka kawin cerai, istri pertama memiliki lima orang anak laki-laki ( 2 orang sudah parah gilanya, satu orang bisu kerja maling, 1 orang mau gila kini kerja TNI Kulitnya ia hitamkan, alis mata ia cukur, sudah lari-lari dari dinas) serta (satu orang lagi kerja di Brimobda Polda Riau).

    Keluarga Gaek-gaek yang sudah bau tanah ini suka kawin cerai, memiliki beberapa orang istri serta beberapa orang anak dari hasil pernikahannya. Agamanya Tiga dugaan Krislam (Kadang Kristen, Kadang Islam).  Agama Budha, bakar hio untuk sembahyang pernah saya lihat.

    Anaknya yang oknum TNI itu lain pula prilakunya, Saya (red.Didi Rinaldo) dengan wartawan lain nulis berita tentang kinerja TNI . Ia print berita tersebut ia berikan kepada komandanya mengaku bahwa yang nulis berita itu adek, abang, bapak, emaknya . atau berita itu ia emailkan ke @kun pribadi milik temanya. Biasa cari nama kekomandan, ternyata ketahuan menipu komandan.

    Anda membiarkan keluargamu bekerja 3 MJ (Maling, Menipu, Merampok) Jambret . Anda ikut terlibat, komandan tolong proses anggota Anda itu. trims

    Anaknya yang bekerja sebagai Oknum Brimobda Polda Riau sama kerjanya menipu orang . Wartawan (red.didi rinaldo) nulis berita di Koran Mitra Polda atau di beberapa media online www.pewarta-indonesia.com dengan teman wartawan.

    Berita orang ia print out ia serahkan kepada komandanya atau temanya. Ia emailkan berita itu kepada oknum Humas Polda Riau, Polres, Kapolsek yang nulis berita adalah adek, abang,emaknya. Usai itu ia minta uang.

    Anda membiarkan keluargamu bekerja 3 MJ (Maling, Menipu, Merampok) Jambret . Anda ikut terlibat, komandan tolong proses anggota anda itu. trims

    Banyak orang rugi materi yakni uang, kendaraan roda empat 10 unit jenis : Karimun, Avanza, Innova, Alpard, Jazz, Truk , Pick Up, dll. Bus ia ambil. Kini kendaraan itu ada yang ia jual, ada ia rental ke orang lain. Kendaraan itu ia tumpangi di gudang, bengkel, showroom mobil milik temanya.

    Kendaraan operasional selalu berganti-ganti Kadang kala Granmax, hitam BM 1407 xx cat hitam, APV cat keemasan abu-abu BM 1407 xx plat selalu ia gonta-ganti. Kendaraan Operasional sering gonta-ganti nomor plat mobil. Superbend, APV cat hitam, Grandmax, Jazz BM 1708 xx, Rush, Alpard, mobil Pick up, Innova, CRV coklat, dll

    Tempat Tinggal yakni menginap di rumah orang, panti asuhan, panti jompo, pondok pesantren, rumah kosong, gudang, bengkel, kebun sawit, asrama polisi, asrama Tentara,dll.

    Kau edit Gambar, video saya (red. Didi Rinaldo) di medsos saya tuntut kau Rp. 100 Milyar. Kau edit Gambar saya ( red. Didi) serta Kau Efit Foto kedua orang tua kandung saya , ia gandengkan kedalam foto keluarganya. usai itu ia perlihatkan ke orang bahwa saya adalah anaknya, adeknya saya Gugat Rp. 300 milyar kepengadilan. (Red.Orangtua saya saudaranya/famili. kami tak mau orang Tionghoa mengaku sebagai keluarga kami. Tolon pembaca laporkan,  foto , rekam ada orang  yg mengaku sebagai Ortu, famili penulis yakni Didi Rinaldo).

    Kami gugat ke Pengadilan Rp. 100 milyar.


    Kau Edit Rekening Tabungan saya Bank Mandiri (kode Bank 008) Rekening nomor 108-00-0762272-4 nama Didi Rinaldo . Kau tayangkan ke Media Sosial atau kau blokir . Saya Gugat kau Rp. 600 Milyar ke Pengadilan.

    Video, foto anaknya ia edit seakan-akan korban begal ia perlihatkan ke orang. Usai itu ia minta uang ke orang untuk pengobatan.


    Video , foto hoaks itu ia emailkan ke lembaga Kepresidenan, orang Jakarta. Mengaku anaknya korban Begal. Untuk menutupi prilaku yang jelek suka kerja 3mj. Tanah orang ia rampas lalu ia buatkan sertifikatnya. Empat orang keluarga Gaek ini kerja begitu. Termasuk oknum anak2nya .



    Anaknya mengaku sebagai adek si Donny Erwindo atau mengaku sebagai keponakan saya Egi, Panji (red. adek penulis didi rinaldo).

    Ia Suap orang dengan uang, usai itu ia jelek-jelekan orang lain . Penulis (red. Didi Rinaldo) ia bilang Jaksa, Polisi, Tentara, KPK kepada orang lain.

    Ia suap dengan uang Komandanya untuk memindahka temanya atau komandanya oleh bapaknya atau emak, kakakanya.

    Komplotan/Gerombolan Keluarga Gaek Tionghoa bekerjasama dengan oknum adek, Tentara/Polisi itu menyamar sebagai supir Pribadi keluarga Polisi, Tentara, Jaksa, Pejabat, perusahaan pers, dll untuk menghindari kejaran aparat intelijen atau Dinas Rahasia Indonesia.

    Hati-hati kepada orang Dungu alias Goblok bodoh pula daripada Hewan Keledai lagi. Masih juga kena tipu berkali-kali.

    Sudah capek saya memberitahu awas modus Penipuan . Maksud penulis untuk meminimalisir kerugian materi.

    Kami mohon kepada aparat keamanan menangkap Gerombolan Komplotan Keluarga Tionghoa itu kerjasama dengan oknum adek Tentara (Perwira AU, adek Brimobda Polri).

    Apakah Anda percaya ada orang yang memperlihatkan rekaman video live streaming saat berdekatan dengan orang lain atau berdiri disamping orang tersebut yakni : Kepala Daerah, Pejabat, Perwira TNI/Polri, Jaksa, atau dengan orang lain nanti mengaku sebagai family ?. Pasti jawaban tidak. ( Didi Rinaldo).

    Tulisan ini untuk menimalisir kerugian materi dari oknum keluarga Tionghoa yang kena tipu, warga Melayu Riau, Orang Jawa, Minang, Batak, orang Jakarta, asing, arab, Jepang , dll. ( Didi Rinaldo)

     

     

    Erin Taulany Istri Komedian Andre, Hina Prabowo di @kun Instagram Story

    KOPI, Jakarta – Menggunakan akun Instagram @erintaulany, perempuan berusia 33 tahun itu diduga menyebut Prabowo sakit jiwa, sinting, hingga gila karena ambisinya menjadi presiden tak tercapai.

    Imbasnya, netizen menghujani akun Instagram @erintaulany dengan berbagai ungkapan kekecewaan hingga hujatan. Tak hanya itu, ancaman penjara juga menantinya lantaran M. Firdaus Oiwobo melaporkan akun tersebut ke polisi pada Minggu (21/4).

    Kepada kumparan, Firdaus mengaku yang dilaporkannya ialah akun Instagram @erintaulany, bukan istri Andre Taulany. Sebagai Ketua Umum Relawan Militan Prabowo, ia merasa harus melaporkan hal itu demi menjaga harkat dan martabat Prabowo.

    "Saya lihat, ini sudah terlalu keterlaluan, menghina terang-terangan, bahkan seperti menelanjangi, tanpa melihat kredibilitas Bapak Prabowo Subianto," ujar Firdaus.

    Ia punya alasan juga mengapa hanya melaporkan akun @erintaulany, sementara tak sedikit netizen yang berlaku serupa di media sosial.

    "Akun ini diduga milik public figure. Ini sekaligus teguran bagi masyarakat supaya tidak  melakukan ini. Kepada masyarakat, janganlah kita saling menghina. Ini message agar setop menghina, mem-bully," tuturnya.

    Firdaus melapor menggunakan Pasal 28 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) atau Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang ITE. Alhasil, jika penyelidikan telah dinaikkan menjadi penyidikan, ia berharap agar tersangka segera diamankan, mengingat ancaman hukumannya mencapai enam tahun pidana penjara.

    Kini ribuan jumlah media online di Indonesia, Pewarta Indonesia.com merupakan Media online Standar Internasional (World Class) ketik  “ Operasional Fee” enter. Baca juga supaya Anda tidak kena tipu ketik “Waspada!.. Modus penipuan wajah Palsu, Kw ” pada Google.com enter.

    Media online Pewarta–Indonesia.com interkoneksi kejaringan sistim internet Internasional. , Website kami bisa dibaca antar benua (Bisa dibaca diluar negeri).

     

    BPN Tanggapi Dugaan Istri Andre Taulany Unggah Ujaran Kebencian di @kun Medsos Miliknya

    Aksi yang diduga dilakukan oleh istri komedian Andre Taulany tersebut juga ditanggapi oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

    "Saya rasa, ya, tentu penyataan beliau sebagai public figure tentu patut disayangkan. Beliau melakukan penghinaan, penistaan kepada Pak Prabowo secara terbuka di Instagram Story-nya," ujar Juru Bicara BPN Andre Rosiade ketika ditemui di sekitaran Jalan Kertanegara, Minggu (21/4).

    Andre Rosiade berharap agar yang bersangkutan segera meminta maaf, mengingat unggahan akun yang diduga milik Erin tersebut sudah menjadi polemik.

    "Tentu patut disayangkan juga media sosialnya digeruduk pendukung Pak Prabowo karena pernyataan yang dibuat istrinya Mas Andre. Harapan kami, segera ini diakhiri dengan cara yang bersangkutan minta maaf secara terbuka dan mem-posting permintaan maafnya. Saya rasa itu," tuturnya.

    Hanya saja, menurut Andre Rosiade, pihaknya tak akan membawa masalah itu ke ranah hukum.  Ia menegaskan saat ini BPN tengah disibukkan dengan aktivitas mengawal hasil Pemilu 2019.

    "Saya rasa, tidak perlu kami lakukan langkah hukum karena ngapain ditanggapi orang-orang, saya rasa enggak perlu kami tanggapi, biar pendukung kami yang tanggapi. Hal-hal yang penting soal kecurangan, itu yang fokus kami," ucap Andre Rosiade.

    "Saya kira, publik bisa menilai. Silakan polisi menindak, tapi kami tidak akan laporkan. Saya kira, Mbak Erin tinggal minta maaf, akui kesalahannya. Saya rasa, Pak Prabowo tidak pendendam dan, saya rasa, Pak Prabowo sudah memaafkan," pungkasnya.

    Sementara itu, Andre Taulany hingga saat ini belum dapat dihubungi terkait tindakan istrinya yang dianggap menghina Prabowo Subianto tersebut.

    Kini Reinwartia Trygina alias Erin Taulany, istri komedian Andre Taulany, tengah menjadi sorotan publik. Ia dianggap menghina calon presiden Prabowo Subianto melalui sejumlah unggahan Instagram Story. (Didi Rinaldo)

     

     

    Oknum Pejabat Kab Morotai Edit Penggabungan Bendera Indonesia dengan Amerika di Facebook

    KOPI, Morotai - Oknum pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Pulau Morotai diduga melakukan pelecehan terhadap lambang negara Republik Indonesia (RI).

    Dugaan pelecehan terhadap lambang negara dilakukan oleh oknum pejabat Pemda Morotai dengan cara merubah serta menggabungkan warna bendera merah putih dengan bendera negara Amerika Serikat (Amrik) yakni The Stars and Stripes yang kemudian diposting melalui akun Facebook mereka.

    Oknum pejabat yang diduga itu diantaranya Kepala Bagian Humas Pemda Morotai Arafik M Rahman, staf khusus Bupati bagian hubungan kerjasama antar lembaga ditingkat Nasional maupun Internasional Firman Laduane, serta Zulham, yang berkapasitas sebagai staf khusus dibidang sosial budaya dan revolusi mental.

    Berdasarkan data yang dihimpun media ini, kabag humas memposting foto diakun FB-nya. Terlihat dalam postingan itu, terdapat foto Bupati Benny Laos, wakil Bupati Asrun Padoma dan Sekda Muhammad M Kharie, sementara dilatar foto tersebut terpampang foto bendera merah putih yang digabungkan dengan bendera kebangsaan negara Amerika Serikat.

    Akibat dari postingan itu membuat Lembaga Investigasi Nasional (LIN) Pulau Morotai angkat Bicara. Melalui ketuanya Sarman Sibua kepada awak media mengaku kaget sekaligus mempertanyakan maksud dari postingan sejumlah pejabat yang telah diangkat oleh Bupati Benny tersebut. Sebab, lambang negara RI itu digabungkan dengan bendera negara lain yakni AS. Bahkan, hal yang sama juga di posting oleh Zulham Ube dengan @kun Zulham Zulham serta Firman Laduane melalui @kunnya.


    Kini ribuan jumlah media online di Indonesia, Pewarta Indonesia.com merupakan Media online Standar Internasional (World Class) ketik  “ Operasional Fee” enter. Baca juga supaya Anda tidak kena tipu ketik “Waspada!.. Modus penipuan wajah Palsu, Kw ” pada Google.com enter.

    Media online Pewarta–Indonesia.com interkoneksi kejaringan sistim internet Internasional , website kami bisa dibaca antar benua. (Bisa dibaca diluar negeri)

     

    Kedatangan Duta Besar Amerika ke Morotai.

    Ia juga mempermasalahkan, jika pemasangan ucapan selamat datang duta Besar AS ke Morotai itu seharusnya juga dipasang foto Kedubes di benderanya.”Seharusnya pasang foto kedubes AS juga, yang terlihat itu hanya foto pejabat Pemda, masalahnya bendera Amerika yang sudah tersambung dengan bendera Indonesia, lalu posisi foto Sekda dan wakil bupati ada di bendera Amerika,” cetusnya.

    Dengan demikian, Sarman menduga penggabungan bendera AS ke bendera Indonesia itu bagian dari pelecehan terhadap lambang negara, Hal itu bisa terlihat pada UU Nomor 24 Tahun 2009 pasal 57 terkait larangan terhadap perlakuan bendera Pasal 57 yakni, Setiap orang dilarang: a. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara. Pasal 24 b atau c atau d atau 3 jo Pasal 67, Setiap orang dilarang: (b) memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial; (c) mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam; (d) mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan (e) memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00.

    Pasal 66, Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

    Sementara Kabag Humas Arafik ketika dikonfirmasi membantah jika desain gambar itu adalah bagian dari pelecehan terhadap lambang negara. Sebab, apa yang dilaksanakannya itu sebagai bentuk penghormatan terhadap kedutaan besar AS.

    “Sebenarnya design itu sebagai bentuk penghormatan kepada duta besar dan wujud komitmen kita. Karena memang yang namanya pemerintah kita butuh satu suara dalam hal apapun.

    Jadi Humas mengantikan latar, menghindari perbedaan pendapat. Padahal dalam UU 24 tahun 2009 tentang bendera itu perwujudan persatuan dan penghargaan terhadap negaranya,”terang Arafik.( Didi Rinaldo)

    Berita ini juga Tayang di www.Detikperistiwa.com, www. kongkrit.com

     

     

    Waspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, KW

      KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai interne…
     

    Nikki Haley : Negara Arab Hanya Bisa Berkoar- koar , Pelit Memberi Bantuan Finansial ke Palestina

    KOPI, New York - Adapun dalam Daftar Donatur Anrwa ( yayasan mengurus Pengungsi Palestina) terdapat 11 negara mayoritas Muslim yakni : Arab Saudi, K…
     

    Pengamat : Pecat Ndan Perwira Polri yang Arogan Nendang Ibu dengan Anaknya Nyolong di Swalayan

    KOPI, Pangkal Pinang – Beredar rekaman Video viral berdurasi 30 detik , di Media Sosial Grup WhatsApp di daerah Pangkal Pinang. Oknum Polisi Per…
     

    Ketum PPWI Wilson Lalengke : Tolong Audit Dewan Pers Terkait Penggunaan APBN

    KOPI, Jakarta Ditempat kerjanya, Pengamat Kinerja Dewan Pers sebut saja namanya Aji Harmoko menuturkan “ Saat jayanya media cetak / Koran zaman dulu, Pemerintah orde baru membentuk Dewan Pers untuk memantau pemberitaan di media cetak seperti: Koran harian, Koran Tabloid, Majalah , majalah dwi mingguan, dan lain-lain. Apakah ada pemberitaan menyinggung penguasa zaman orde baru. Bahkan beberapa media cetak/Koran/ majalah kena Bredel oleh penguasa orede baru dulu.

    Kini zaman Now, zaman internet atau digital masyarakat bisa menayangkan berita lansung tentang kegiatannya di media sosial (red. Istagram, WhatsApp, You tube, Facebook, BBM, dan Twitter) dan lain-lain.

    Dulu saat ada kegiatan, konferensi pers maka staf humas kalang kabut mengundang wartawan. Kini tugas pokok wartawan sudah diambil alih oleh warga masyarakat. Tanpa datang kelapangan yang jauhnya minta ampun dengan medan yang cukup sulit , berita sudah tayang di media sosial beserta fotonya tinggal teman-teman wartawan mengkopi pastenya saja ke media cyber” Cakap Aji Harmoko pengamat Tersohor, Jenius ini.

    Ratusan Orang Wartawan Demo ke kantor Dewan Pers

    Ratusan orang wartawan Geruduk kantor Dewan Pers di Jakarta, Rabu (04/6-2018). Aksi masa wartawan "TOLAK KRIMINALISASI PERS INDONESIA" ini dihadiri langsung oleh sejumlah Ketua Umum (Ketum) organisasi pers yakni : Ketum JMN Helmy Romdhoni, Ketum IPJI Taufiq Rahman, Ketum FPII Kasihhati, Ketum KWRI Ozzy Sulaiman, Ketum IMO Marlon Brando, Ketum KOWAPPI Hans Kawengian, Ketua PWRI Rinaldo, Sekjen AWDI Budi, Sekjen SPRI Edi Anwar, dan Ketum PWRI Suryanto, serta Sekjen LIIP Syaefudin.

    Gabungan Organisasi Pers Gugat Dewan Pers ke Pengadilan

    Lembaga Dewan Pers kini menjadi sasaran melampiaskan rasa kecewa bagi ribuan wartawan di Indonesia, atas kiprahnya selama ini sebagai sebuah lembaga yang seharusnya membina serta memberikan advokasi kepada para wartwan, tetapi justru dalam prakteknya bertentangan  dengan kewenangan yang diamanatkan UU Pers No 40 Tahun 1999.

    Dalam kiprahnya yang dinilai telah melanggar kewenangannya itu, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) didukung puluhan pimpinan organisasi wartawan dari seluruh Indonesia membawa persoalan ini ke Pengadilan Negeri.

    Dewan Pers digugat sebagai sebuah lembaga yang telah melakukan Perbuatan Melanggar Hukum (PMH) yang berimplikasi kepada maraknya kasus kriminalisasi terhadap sejumlah wartawan di Tanah Air.

    Di saat gugatan itu tengah berproses, muncul kasus tewasnya seorang wartawan di Kota Baru, Kalimantan Selatan,  M Yusuf. Tewan sejawat ini meninggal saat berstatus sebagai tahanan di Lapas Klas IIB, Kota Baru dalam kasus pemberitaan.

    Peristiwa kematian wartawan M Yusuf semakin memperkuat komitmen para pengurus organisasi wartawan di seantero negeri, menuntut Dewan Pers dibubarkan.

    Tuntutan itu tidak hanya melalui proses sidang di pengadilan, tetapi juga dibarengi aksi damai. Ratusan jurnalis dari berbagai daerah telah mengadakan aksi unjuk rasa damai di Dewan Pers dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

    Beda dengan lembaga lainnya yang ada di Indonesia, sebagai sebuah lembaga yang masih bisa dipercaya (menurut Mahfud MD), pers memang tak pernah "Tibo diparuik bakampihkan, tibo dimato dipiciangkan". Artinya, insan pers adalah orang-orang yang tak pernah mau menutup sebuah kesalahan yang dilakukan, walaupun oleh temannya sendiri.

    Ketum PPWI Tolong Audit Penggunaan APBN oleh Dewan Pers

    Coba kita lihat aksi damai para kuli tinta ini, yang mendemo dan yang didemo adalah anggota pers atau wartawan, dan yang memberitakan juga dari kelompok mereka sendiri, para wartawan itu. Keterbukaan atau transparansi di kalangan wartawan menjadi sesuatu hal yang harus diimplementasikan.

    Dalam rangka transparansi ini, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke minta aparat terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengunaan dana APBN yang diberikan kepada Dewan Pers. "Saya sebagai Ketua Umum (Ketum) PPWI Nasional, bersama pengurus organisasi wartawan lainnya di Indonesia, mendesak aparat terkait, dari jajaran tertinggi, Presiden RI, BPK, dan KPK serta lembaga terkait dan jajarannya melakukan pemeriksaan dan evaluasi kinerja Dewan Pers, terutama terhadap penggunaan APBN oleh Dewan Pers," kata Wilson Lalengke berbicara dalam rekaman video yang telah diunggah di YouTube.

    Menurut Wilson, Dewan Pers sebagai lembaga pengguna dana APBN, sewajarkan memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan. "Selama ini tidak pernah kami ketahui untuk hal apa saja uang rakyat itu digunakan," imbuhnya.

    Uang Penyewaan Aula Serbaguna Kemana Perginya.

    Begitu juga terkait pemanfaatan Gedung Dewan Pers dan fasilitasnya selama ini, yang disewakan kepada  publik. "Gedung Dewan Pers itu disewakan melalui Yayasan Dewan Pers. Harus ada pertanggungjawaban dana yang mereka tarik dari masyarakat," pungkas pentolan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

    Sebagai lembaga berkumpulnya orang orang yang akan mengurus kepentingan wartawan, seyogyanya transparansi di tubuh Dewan Pers ini menjadi perhatian.

    Oknum Dewan Pers ini Sok Bersih

    Pertama oknum Dewan Pers ini sok bersih. Hingga kini uang negara yang ia pakai nota bene APBN belum pernah di publikasikan ke public alias di audit oleh lembaga resmi seperti BPK.

    Melarang Pemda (Pemerintah Daerah) memberikan THR kepada wartawan. Hanya kepada kroni-kroninya saja yakni tergabung dalam PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) , AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia ), IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Hanya tiga organisasi Pers saja yang diakui oleh Dewan  Pers.

    Padahal negara NKRI negara demokrasi terbesar di dunia. Masih banyak lagi organisasi pers yang lain yang ingin diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Lembaga Dewan Pres daripada kementrian Infokom

     

    Ditempat lain, Saya mendapat Informasi teman wartawan dari Propinsi Lain memiliki anak masih balita masih menyusu SGM yakni  (Susu Gantung Murni) alias ASI ibunya . Ia memberitahu kepada istrinya , Mendengar informasi Dewan Pers memberikan seleberan kepada Pemda didaerah jangan berikan wartawan THR.

    ASInya tidak keluar lagi, terpaksalah dicari solusi keluar untuk balitanya yakni diberikan minuman susu kaleng. Istrinya ngotot keterlaluan Dewan Pers ini, emangnya duit nenek moyangnya yang kami minta.

    Padahal Dewan Pers biaya operasional memakai uang negara alias APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Bapaknya mengalah saja sekali seminggupun atau dua minggu tak apa-apalah, yang penting untuk anak duluan minum ASI ibunya  ha..ha..

    Baju anak belum beli, susu kaleng anak seharga Rp. 150 ribu per/kaleng. Itupun tahan sepuluh hari. Terpaksa saya jualan Takjil berbuka puasa untuk membeli susu buat anak yang masih menyusu badan atau ASI (Air Susu ibu) dibantu dengan susu kaleng. Selama bulan Ramadhan terpaksa bapaknya minum susu kaleng saat berbuka puasa, mengalah demi anak yang kuat minum ASI.

    Kedua, Oknum staf Dewan Pers datang kedaerah “Dugaan” memperjual belikan Sertifikat Verifikasi Pers .

    Beberapa orang oknum anggota Dewan Pers datang ke Propinsi Riau untuk memverifikasi media online beberapa bulan yang lalu. Beredar kabar “dugaan “ biaya untuk memverifikasi berkisar Rp. 10 hingga 50 juataan. Saat ini jumlah media cyber/ online yang terdaftar di Dewan Pers 34 ribu media online kalikan saja Rp. 10 jutaan sudah bisa membuat pemancar Radio di daerah atau membeli pesawat Drone ha…ha..

    Ketiga Penggunaan APBN oleh Dewan Pers hingga kini belum pernah dipublikasikan. Uang sewa menyewa ruangan atau fasilitas aula untuk kegiatan masyarakat kemana pergi uangnya tidak pernah dipublikasikan apakah pernah diaudit oleh BPK. Jangan lupa Pak Dewan Pers bagi-bagilah komisi  tersebut.

    Keempat Sahkan dan akui keberadaan organisasi pers  PPWI serta organisasi pers lainnya

    Menurut Bapak Presiden Joko Widodo apakah keberadaan Lembaga Dewan Pers ini masih Relevan zaman Now ini atau bubarkan saja” cakap Aji Harmoko, Pengamat Kinerja Dewan Pers. (Didi)


    Hati-Hati Sindikat Penipuan/Maling.

    1). Wartawan Gadungan (Print berita), Pelakunya Kelompok "Trio Gaek Sinting oknum warga Tionghoa beradik kakak dengan anak serta istrinya bekerjasama dengan oknum adik Tentara" Kerjanya hanya menipu/Maling/ Bandar narkoba/ Begal/ Smokel/ Penadah barang curian/ Bisnis Terlarang.

    2). Sering Mengaku : Anaknya, adiknya menulis berita di koran atau media online. (koran milik orang lain ia bawa).Berita di media online ia tunjukan kepada target penipuan tersebut nama penulis ia tutup dengan jarinya mengaku ia nulis berita ke orang.  Handphone orang ia tahan.

    Habis orang melayu Riau kena tipu. Ketahuan menipu uang orang   ia kembalikan menyuruh oknum Lawyer,  oknum Tentara/Polri, atau orang lain. Ia bilang khilaf sebagai alasan saja, padahal kerjanya menipun/maling.

    3). Wartawan diakui sebagai anaknya atau keponakannya. (edit foto berdampingan dengan Ia atau anaknya). Istri, anak kakaknya mengaku2 sebagai (ortu penulis) atau family orang.

    4). Menjual nama orang mengaku sebagai family, mamak. ( Berfoto Selfi atau berdiri samping orang). Istrinya, kakaknya sering mengaku sebagai istri orang atau family orang lain.

    5).Sering mengaku sebagai anggota TNI/Polri, Jaksa. (adeknya  atau abangnya anggota TNI/Polri mengaku pula ia sebagai anggota) . Orang sudah "masuk angin" alias sinting/Gila.

    6). Pelaku Sering Meminta-minta  proyek Pemerintah daerah/Pemda. (menjual nama ketum Partai Politik, Perwira TNI/Polri, Jaksa, Pejabat dll). Habis orang Riau kena tipu oleh kelompok sindikat itu.

    7). Waspada !!.. Wajah Serupa/Mirip atau KW. ( Berfoto dengan wajah KW tersebut, fotonya ia pajang dirumah atau ia perlihatkan ke orang via handphone android) mengaku pula famili atau keluarga wajah asli  ha..ha.. (orang sudah " Masuk Angin) . Habis oknum orang Tionghoa kena Tipu, ia bawa wajah palsu ke kantor, ia bilang adek wajah asli.

    8). Kelompok tersebut sering menayangkan tulisan, gambar/foto, Meme di media sosial mengandung SARA. Usai itu  kartu perdana SIM Handphone ia buang.

    9). Sangat Berbahaya Kelompok Sindikat tersebut Berencana akan men change (tukar) yang asli dengan yang Palsu.

    10). Menurut  Laporan Intelijen A1 Plus, Sindikat penipuan tersebut dugaan terlibat pendanaan  Teroris  berbagai Tanah air. Uang dari hasil  penjualan narkoba, kriminal, Rampok, Smoke, ia bagikan kemasyarakat untuk menyuap, menjelekan orang lain. (hanya orang yang memiliki ketrampilan intelijen khusus yang mengetahuinya).

    11). Kendaraan roda empat  jenis Grand Max Hitam, APV kuning gading, Dum Truk oren, Truck colt diesel sering diganti nopolnya. Kendaraan avansa cat hitam BM sering ganti nomor BM 13710 xx atau 1379 xx, Mobil Avanza kuning Gading plat palsu memakai plat orang lain yakni Ses warga Pandau. Seluruh kendaraan roda empat hasil curian curanmor.

    Anda Rugi Materi, Goblok. Ingat ciri-ciri Pelaku warga Sipil/masyarakat Lapor ke Polisi. Pelakunya oknum TNI lapor ke PM atau Komandanya. Tolong tangkap siapa Dalang sponsor, pelakunya  jangan lepaskan masukan ke Penjara. Kau mengaku sebagai Famili/keluarga orang lain saya tuntut kau ke Pengadilan. Tolong masukan laporan kami ini. Trims

    Anda Ada informasi atau berita tolong emailkan ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it .

     

     

     

     

    Diam, Buta, dan Membisu

    KOPI, Bogor - Sungguh sangat memprihatinkan melihat kondisi sepanjang lintas jalan Atma Asnawi yang berada di wilayah Gunungsindur kabupaten Bogor Jawabarat. Apakah anda, kamu atau kalian merasakan hal yang sama??

    Pada saat musim panas, polusi udara menjadi kotor baik dari asap kendaraan maupun debu yang berterbangan sehingga warga dengan mudah terjangkit dan terkena penyakit paru-paru seperti TBC dan sejenisnya

    Tidakkah kita prihatin terhadap kesehatan dari semua kalangan usia dari mulai balita sampai manula.

    Pada saat musim hujan, jalan berlubang penuh dengan genangan air, kotor, licin dan berlumpur yang sangat beresiko terhadap kecelakaan.

     

    Belum lagi jika ada kendaraan penambang material yang mengalami kecelakaan seperti patah as, ban bocor dan jatuh terbalik akibat beban yang terlalu berat yang mengakibatkan jalan sulit dilewati warga  dan menghambat aktivitas warga sehari-hari seperti sekolah, bekerja dan lainnya (waktu tempuh)

     

    Tidak akan bertahan lama walaupun dilakukan betonisasi berkali-kali jika tidak ada aturan yang jelas (”).

     

    Jangan tungggu hal/resiko yang tidak di inginkan terjadi pada anda, saudara, keluarga teman dan kerabat lainnya, sehingga menyesal kemudian.

     

    Wahai para pejabat yang tahu dan merasakan kondisi ini, kenapa hanya diam dan menutup mata. Dimana letak tugas dan tanggung jawab kalian dari kalangan RT, RW, Kades, Kecamatan, Tingkat Daerah/Pusat. Tidakkah kalian peduli.

     

    Kami selaku masyarakat yang tidak tahu harus berbuat apa yang sangat membutuhkan kondisi lingkungan bersih, sehat, tentram, damai, dan harmonis seperti  yang pada umumnya masyarakat lain rasakan dan bisa di nikmati bersama tanpa ada perbedaan satu sama lainnya.

     

    Kepada siapakah saya harus mengeluh dan mengadu, prosedur atau jalan apakah yang harus kami tempuh supaya terciptanya lingkungan bersih, sehat, tentram, damai, dan harmonis.

     

    Solusi atau alternatif apakah yang harus di lakukan supaya dapat menguntungkan kedua belah pihak, guna meminimalisir resiko-resiko yang dapat merugikan masyarakat yang melintasi jalan tersebut

     

    Salam Damai

    Masyarakat Bawah Sadar

     

    BERADAB/BIADAB ?

     

    Dirilis oleh Ormas Formatif Jampang (+62 812-8820-5571)

    Dikirim pada hari Jumat (22/06).

     

    Cawagubri Rusli Effendi : Kampanye Akbar Dihadiri oleh Petinggi Partai Koalisi

    KOPI, Pekanbaru – Rusli Effendi calon wakil Gubernur Riau mengatakan “ Kampanye Akbar pasangan Calon Gubernur Riau (Cagubri) Firdaus MT dengan Calon…
     

    BANYAK GENANGAN AIR DAN REMBESAN , GEDUNG BARU RSU SOEWONDO MULAI RUSAK

    KOPI, Kendal - Rumah Sakit Daerah Rsud soewondo Kendal telah menerapkan PPK BLU berkedudukan langsung di bawah kepala Daerah yang secara operasional sehari-hari dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah dan pada tanggal 06 Mei 2015 Rsud soewondo Kendal di kukuhkan dengan surat keputusan kepala Badan Penanaman Modal Daerah Propinsi Jawa Tengah nomer 445/2094/2015 Dalam mengembangkan pelayanan RSUD dr. H.Soewondo kendal banyak menambah alat2 baru seperti alat CT Scan dan membangun gedung Cempaka Klas 1 dengan kapasitas 9 kamar dan juga membangun /meneruskan gedung Flamboyan dengan lantai 2 rawat inap kelas 3 . Namun pelayanan yang diberikan oleh RSU Soewondo belum maksimal dan masih menjadi perkara yang harus diselesaikan. Ruang pelayanan kesehatan rawat inap di Gedung Flamboyan banyak yang bocor dan rembes air sehingga banyak ceceran air dan genangan yang justru membahayakan pasien sendiri. Gedung Flamboyan Bocor Gedung Flamboyan adalah sekian dari bebarapa bagian gedung di RSU H. Soewondo yang masih menjadi ruang layanan rawat inap yang terbilang baru karena dikerjakan sekitar tahun 2015/2016 yang lalu. Namun apa yang terjadi sekarang, banyaknya tetesan air dan genangan yang melimpah terjadi disekitar lantai satu dan lantaui dua,terutama di tangga lantai kedua. Jika hujan turun nampak tetesan air dan bocoran disekitar tangga, lebih-lebih diseputaran area samping tepatnya di sebelah barat gedung,nampak jelas disela-sela pralon buangan kotoran dari lantai dua keluar air rembesan kebawah hingga menggenangi lantai teras samping. Kontraktor dan pihak rumah sakit harus bertanggung jawab terhadap kesalahan ini, karena bangunan gedung ini dibiayai oleh uang rakyat. Dirut RSU Soewondo enggan ditemui wartawan dengan alasan sibuk dan tidak bisa diganggu.Kepada wartawan, Humas RSU Suwondo, Bowo mengatakan akan segera membenahi ruangan yang bocor dan rusak. Harus Bertanggung Jawab Menurut Koordinator LP Tipikor Nusantara Jawa Tengah, Muhammad mengatakan,”Dewan pengawas Rumah sakit hingga saat ini kurang berfungsi padahal nampak jelas terjadinya kebocoran dan mengalirnya rembesan air ini akan membahayakan para pasien dan perawat yang bekerja didalamnya, dan ini bisa dilihat melalui pipa-pipa toilet lantai 2, kami akan mendesak semua unsur yang melibatkan kontraktor maupun direksi harus ikut bertanggung jawab”. Bahwa kebocoran dan kerusakan instalasi air ini sudah hampir 5 bulan yang lalu dan hingga sekarang belum juga dibenahi. Sebaiknya kontraktor dan direksi yang membangun gedung tersebut harus bertanggung jawab akan hal ini, karena usia bangunan yang masih terbilang baru namun sudah mulai rusak dan bocor.(fendy)

     

    Aksi E-KTP Catut Nama GMNI, Diduga Rawan Motif Politik Praktis

     

    KOPI - Berdasarkan rumor yang beredar di aplikasi pesan elektronik (Whatsapp), sekelompok orang yang mengatasnamakan Presidium GMNI akan menyelenggarakan aksi demonstrasi dengan tujuan untuk merespon keterangan Setyo Novanto dalam persidangan kasus E-KTP.

    Namun ketika ditemui wartawan, Robaytullah Kusuma Jaya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GMNI, menyatakan bahwa kabar aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Presidium GMNI adalah aksi illegal dan bentuk penyalahgunaan nama organisasi.

    “Kami sebagai organisasi resmi GMNI, sebagai Pimpinan Pusat tidak akan menyelenggarakan aksi demonstrasi. Jika ada rumor tentang GMNI akan melakukan aksi demonstrasi, itu adalah aksi illegal dan penyalahgunaan (pencatutan) nama besar organisasi oleh orang yang tak bertanggungjawab”, tegas Robaytullah Kusuma Jaya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GMNI.

    Bahkan, Robaytullah menjelaskan bahwa GMNI tidak lagi menggunakan nama Presidium, melainkan sudah berubah nama menjadi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Hasil Kongres Trisakti GMNI ke-20 sudah mengubah nama Presidium menjadi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Jadi, tidak ada lagi nama Presidium. Jika ada, itu illegal dan perbuatan kriminal”, tambah Robaytullah.

    Diduga aksi demonstrasi tersebut bertujuan untuk merespon keterangan Setyo Novanto dalam persidangan kasus E-KTP. Aksi semacam ini menurut Sekjen DPP GMNI, Clance Teddy terlalu politis dan tidak menjiwai spirit GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang independen.

    “Kami (GMNI) sebagai organisasi mahasiswa yang independen, sebagai organisasi cendekiawan tidak pernah melakukan aksi yang bersifat sangat politis. Kasus E-KTP sedang ditangani oleh KPK dan sedang dalam proses persidangan. Aksi yang berupaya untuk mencampuri persoalan hukum di luar persidangan adalah upaya politis dan kami (GMNI) tidak punya kebiasaan semacam itu”, ungkap Sekjen DPP GMNI, Clance Teddy.

    Aksi tersebut menurut Clance Teddy juga rawan ditunggangi oleh kelompok kepentingan yang berujung pada kepentingan politik praktis semata. “Aksi semacam itu rawan ditunggangi oleh kelompok kepentingan dengan tujuan kepentingan politik praktis yang sangat sempit. Kami (GMNI) tidak punya budaya terlibat terlalu jauh dalam urusan politik praktis yang sangat sempit”, jelas Clance Teddy.

    DPP GMNI juga berencana melaporkan tindakan yang mengatasnamakan GMNI tersebut ke penegak hukum. Menurut aturan yang berlaku, tindakan ini dapat melanggar undang-undang tentang hak cipta dan pencemaran nama baik organisasi.

    “Kami berencana akan melaporkan tindakan ini kepada pihak yang berwenang. Karena tindakan ini telah mencatut nama dan logo organisasi kami (GMNI), hingga pemalsuan dokumen/surat elektronik serta pencemaran nama baik organisasi”, tutur Robaytullah Kusuma Jaya.

    Ketika sejumlah wartawan mengkonfirmasi rumor ini di alamat yang mengatasnamakan Presidium GMNI yang tertera di pesan singkat yang tersebar di Whatsapp, yakni Wisma Marinda, Jalan Percetakan Negara 10, Rawa Sari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ternyata kantor tersebut sudah tak lagi berfungsi dan sudah menjadi tempat pembuangan sampah. Bukan lagi kantor seperti senyatanya tempat menjalankan aktivitas atau kegiatan organisasi. (DPP GMNI)

     

     

    My First Flight : Membuka Pintu Masa Depan

    Saat senja akan tiba, tampak seorang laki-laki yang sedang duduk di teras rumah sambil menyaksikan hijaunya alam. Sambil mendengarkan lantunan musik dari handphone genggamnya, Ia merangkai kata dalam sebuah buku hariannya. Dengan tiba-tiba seorang laki-laki keluar dari dalam rumahnya. “Apa yang sedang Kamu kerjakan, Di? tanyanya. “Aku ingin sekali melihat Ibukota Negara Kita”, jawabnya. “Suatu saat Kamu pasti bisa kesana”, sahut temannya. “ Rasanya gak mungkin, tiket pesawat sangat mahal”, jawabnya. Suara adzan magrib berkumandang, perbincanganpun tak berlanjut. Keesok harinya, Andi mengikuti sebuah seminar yang diselenggarakan oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa. Salah satu pembicara seminar tersebut ialah seorang mahasiswa yang telah mengikuti beberapa kompetisi tingkat Nasional. Andi sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia mendapatkan beberapa tips untuk bisa mengikuti kompetisi Nasional. Salah satunya ialah menuliskan mimpinya sebanyak mungkin dan mewujudkan satu per satu. Saat seminar telah usai, Ia meninggalkan ruangan untuk mengikuti jam perkuliahan selanjutnya. Sesaat akan meninggalkan ruang Ia diberi sebuah kertas selebaran oleh panitia. Ia mengambil dan segera memasukkan kedalam tas. Diwaktu malam jarum jam dinding menunjukkan pukul 22.00 WIB, namun Ia belum beristirahat. Ia tidak sedang belajar, namun Ia terdiam menatap ke arah jendela. Tiba-tiba, matanya tertuju ke atas meja. Ia melihat selembar kertas yang tergeletak di atas meja tersebut. Ia mengambilnya dan membaca dengan seksama setiap informasi. Ia melihat sebuah informasi menarik yang sesuai dengan khayalannya disenja itu. Informasi tersebut ialah sebuah kompetisi menulis artikel tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh PPWI bekerjasama dengan kedutaan Marocco untuk Indonesia dan kedutaan RI untuk Marocco. Ada hal menarik yang Ia temukan yaitu seluruh akomodasi pemenang ditanggung oleh pihak penyelenggara. Ia mulai berimajinasi malam itu. Pagi itu, Ia memberanikan diri menghubungi salah satu pembicara pada seminar pekan lalu yang sering mengikuti kompetisi Nasional. Ia membuat janji untuk bertemu. Akhirnya, mereka bertemu di sebuah taman kampus. Beragam daftar pertanyaan telah Ia persiapkan. Pertanyaan dimulai dari “Apa itu artikel? “ hingga pertanyaan mengenai “Mekanisme lomba”. Ia mendapat contoh artikel darinya. Ia mempelajari contoh tersebut sebelum menulis artikel. Setelah semalam bersama contoh tersebut, Ia menulis dengan perlahan-lahan. Tak luput, Ia juga melengkapi beberapa data dengan membaca beberapa referensi. Setelah 2 hari mengerjakan, Ia dengan optimis mengirim karya tersebut ke panitia PPWI. Ini merupakan kali pertama Ia menulis sebuah artikel dan diikutsertakan dalam sebuah kompetisi Nasional. Setelah menyelesaikan semua administrasi, Ia berkata dalam hati,” Aku telah berusaha, kini Aku hanya bisa berdo’a. Ku serahkan kepada Pemilik hidup”. Beberapa minggu kemudian, sebuah mimpi menghampiri tidurnya. Sebuah mimpi yang menggambarkan dirinya sebagai seorang pemenang sebuah kompetisi menulis. Karena mimpi tersebut, Ia terbangun dan mencoba menetralkan kondisi dengan meminum segelas air mineral. Ia menatap ke sisi jam dinding yang menunjukkan pukul 01.00 WIB. Dalam hati Ia bertanya-tanya,”pertanda apakah itu?”Ia kembali berlayar dalam lautan malam. Fajar menyapa, Ia segera bangun dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Selanjutnya, Ia bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan jalan santai yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa. Event ini merupakan penutupan kepengurusan diperiode tersebut. Sambil menunggu pagi tiba, Ia duduk di teras kos sambil membayang akan mimpi yang menghampirinya malam itu. Ia berharap, mimpi itu hadir didunia nyata. Saat mentari pagi telah menampakkan sinarnya, Ia bergegas menuju Auditorium. Ia bertemu dengan beberapa rekan kelasnya yang juga mengenakan seragam olahraga. Setelah gedung dibanjiri oleh peserta jalan santai, akhirnya acara dibuka dengan senam bersama. Dengan semangat Ia mengikuti senam tersebut. Tak lama kemudian, jalan santai dimulai. “Dret...Dret...Dret...handphone yang berada disakukan bergetar. Ia mencoba membuka pesan yang masuk dari sahabatnya. Pesan tersebut berisi ,” Di, Selamat atas kemenanganmu sebagai Terbaik III Lomba Menulis Artikel Nasional yang diselenggarakan PPWI bekerjasama dengan Kedubes Marocco untuk Indonesia”. Ia pun merasa terkejut dan mencoba bertanya kembali,”Dimana melihat informasinya? Setelah sahabatnya merespon pertanyaannya, Ia mencoba membuka email sambil berjalan santai. Ada satu inbox dari PPWI yang menginformasikan bahwa Ia adalah pemenang artikel kategori mahasiswa. Sambil mengikuti acara tersebut, Ia mencoba menghubungi Kak Yani yang memberikan contoh Ia artikel. Ia mendapat arahan dari Kak Yani untuk segera menghubungi panitia. Ia mendapat konfirmasi dari panitia bahwa esok harus ke Jakarta. Iapun bingung karena Ia belum pernah perjalanan melalui udara dan Ia juga tidak mengetahui letak bandara. Hal ini dikarenakan Ia baru beberapa bulan tinggal di kota. Pagipun tiba, Ia bersama rekan kos menuju Bandara yang ada di Kota tersebut. Ia bertanya ke loket beberapa maskapai penerbangan. Hanya satu tiket yang tersisa untuk penerbangan pagi itu yaitu maskapai Garuda Indonesia. Ia mengambil tiket tersebut meskipun dengan harga yang cukup fantastis menurutnya yaitu Rp. 1.317.000,00. Untuk pertamakalinya melakukan penerbangan, Ia banyak bertanya kepada petugas Bandara agar tidak ketinggalan pesawat. Setelah beberapa menit berada di ruang tunggu, Ia segera melakukan boarding dan masuk ke pasawat. Setiba di pintu pesawat, Ia meminta bantuan kepada pramugari untuk mencarikan nomor kursinya. Ia mendapat kursi yang dekat dengan jendela. Sebelum takeoff, Ia memandang ke sudut jendela dan bertanya dalam hati,”Ya Allah, apakah ini benar-benar terjadi? Setetes air matanya tak mampu tertahan atas haru itu. Tak lama kemudian, Ia mematikan handphone dan pesawat takeoff. Meskipun dingin Air Conditioner yang menyayat kulitnya, matanya tak ingin berpaling dari indahnya samudra awan. Sembari menikmati pemandangan dari sudut jendela, seorang pramugari memberikan kotak kudapan (makanan ringan) dan menawarkan minuman. Menikmati makanan dan minuman yang disediakan pihak maskapai serta mengucap rasa syukur atas kesempatan yang Ia peroleh. Pesawat landing di Bandara Soekarno-Hatta setelah mengudara selama 1, 25 jam. Tibalah di Ibukota Jakarta, Ia menanti jemputan dari pihak PPWI. Beberapa jam kemudian, Ia dijemput untuk menuju kediaman Kedutaan Besar Marocco untuk Indonesia. Perjalanan menuju lokasi diwarnai dengan ragam cerita yang berasal dari Pontianak, Makassar dan Jember. Sesekali, Ia menceritakan cerita yang berasal dari Provinsinya. Malam penganugrahanpun tiba, pemenang mendapatkan penghargaan dari Kedutaan Besar Marocco. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Marocco. Selain itu, juga dihadiri wartawan dari beberapa surat kabar dan stasiun televisi lokal maupun nasional. Paska penyerahan hadiah, pemenang dan seluruh hadirin melakukan dinner dengan makanan dan minuman khas Marocco. Keberhasilan ini menjadikan Ia percaya bahwa Ia bisa menulis. First Flight menjadi kunci dalam membangun percaya diri untuk kompetisi-kompetisi berikutnya. Ia mendapatkan beberapa penghargaan selama kuliah dan mendapatkan beasiswa lanjutan berdasarkan pencapaian prestasi Nasional. Prestasinya membukakan pintu untuk mewujudkan mimpinya yaitu melanjutkan ke jenjang Magister. Ia bersama dengan salah satu pemenang lain dari kompetisi ini merupakan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia.

     

    Komandan IWS, Melaporkan Ika ke Polisi Merusak Mencabut Plang Nama Kepemilikan Tanah Antoni Sia

    KOPI, Kampar - Oknum wanita ini mencabut papan plang nama kepemilikan tanah Antoni Sia, berlokasi  desa Pangkalan, kecamatan Siak Hulu., kabupaten Kam…
     

    Kepala Distrik Bpiri Diduga Aktor Perusak Pembangunan di Jayawijaya

    altKepala Distrik Bpiri, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Perusak Pembangunan Kampung, KPK segera tangkap dan diperiksa KOPI, Jayawijaya - Kepala Distrik…
     

    Anggota DPRD Riau Suhardiman Amby Di-OTT oleh Istri Tuanya

    KOPI, Pekanbaru – Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan milik Institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja. Para istripun melakukan aksi serupa, bil…

    Baca selengkapnya...

     

    Kepala Desa Merupakan Jabatan Politis tidak Boleh Berpolitik (II)

    KOPI, Siak Srindrapura - Sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja  Desa  (APBdes) yaitu bersumber dari Pemerintah kabupaten (APBD), APBN, PAD Desa, Bantuan pemerintah Propinsi.

    Roda pemerintahan  dan pembangunan desa berjalan apabila ketiga sumber tadi tidak macet di tranfer kerekening. Dulu anggaran disahkan oleh DPRD sebulan kemudian dana tersebut dapat dipakai oleh aparatur desa.

    Kini DPRD  (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) sudah ketuk palu dananya tidak mengucur ke desa. Menimbulkan Tunda bayar ke desa. Mengakibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) berhutang ke aparatur desa. Mengakibatkan timbul delapan bulan Kepala Desa belum gajian. mau makan apa kami pak, roda Pembangunan desa tak berjalan. Terpaksa kami pinjam uang ke orang lain untuk menalangi operasional desa.

    Baca selengkapnya...

     

    Memalukan... Oknum Jikalahari Riau Diduga Menerima Dana dari Perusahaan Pulp and Paper Sinar Mas

    KOPI, Pekanbaru – Di tempat kerjanya, sebut saja namanya Kurnia Virginia Setiawan menuturkan, “Memalukan itu lembaga organisasi yang berkecimpung di dunia lingkungan kehutanan dan ekosistim hutan yakni Jikalahari Perwakilan Riau. Ada oknumnya yang diduga menerima upeti dari sebuah perusahaan Pulp and Paper berskala internasional yang beroperasi di Riau. Kami memohon kepada lembaga donor / negara sponsor internasional jangan kucurkan dana kepada Jikalahari Riau ini. Stop kucuran dananya."

    Baca selengkapnya...

     

    Akun Istagram Nenek Maryke Tuding Tyas Mirasih Bawa Kabur Cucunya

    KOPI, Jakarta - Nenek Maryke Harris Pohu menuturkan bahwa ia kesal karena cucunya Amandine Cattleya Billy yang masih berusia 5 tahun  dibawa kabur ole…
     

    Viral di Medsos, Pria Thailand Memiliki Dua Istri Seksi, Cantik dan Akur

    KOPI, Jakarta – Pucuk dicinta ulam tiba, Tampang lelaki ini biasa saja. Tetapi memiliki dua orang istri yang aduhai moleknya. Bikin ngiler pembaca ha…
     

    Cuitan @kun Susi Juliana Tentang Pernikahan Sedarah/Pelakor

    KOPI, Duri – Cuitan @ akun Facebook milik Susi Juliana Simanjuntak alias Dek Yuli S, viral di medsos dan sudah dibagikan oleh ribuan orang. Isi curha…

    Baca selengkapnya...

     

    PT. Tugu Beton Semesta Abadi Berdiri di Permukiman Diduga Tanpa Ijin

      Perusahaan batjing plan PT Tugu Beton Semesta Abadi KOPI, Semarang - Perumahan Permata Puri Ngaliyan didemo warga gara2 jalan untuk umum dilalui…

    Baca selengkapnya...

     

    Kapolri Mengakui : Ada Pungli Bidokkes , Oknum Perwira Tinggi “Wong Kito Galo” Terlibat Bro

    KOPI, Jakarta – Bukan rahasia umum lagi diduga penerimaan siswa calon Sekolah Kepolisian Negara (SPN) menggunakan rumus 2 F . Para orang tua yang ingi…
     

    Anak Anda Mau Jadi Anggota Polri Siapkan 2 F (Fulus, Fisik)

    KOPI, Sumatera Selatan – Anak Anda ingin jadi anggota Polri, siapkan 2 F (Fulus, Fisik). Netizenpun berkomentar, Akun Wesly Sneijder Ambarita menulis…
     

    LSM KPK Laporkan Polresta Pekanbaru ke Propam Polda Riau Terkait Kasus Salah Tangkap

    KOPI, Pekanbaru - Kasus dugaan salah tangkap oleh anggota Polresta Pekanbaru, yang dialami oleh Syamsi Ramed (21) yang diduga pelaku perampokan Teras …
     

    Gubernur Riau , Mengutamakan Menghadiri Resepsi Pernikahan daripada Bertemu Para Guru

    KOPI, Bengkalis – Ditempat kerjanya, Aji Sulung menuturkan “ Inilah contoh prilaku yang tidak terpuji oleh para pemimpin negeri Melayu Riau ini. Leb…
     
    Artikel Lainnya...

    Tiongkok Melebarkan Sayap ke Indonesia , Proyek Prestisius One Belt One Way
    Minggu, 09 Juni 2019

    KOPI, Jakarta - Mimpi sang Perdana Mentri RRC / Tiongkok Xi Jinping perdagangan Jalur Sutra menghubungkan negaranya dengan negara Asia, khususnya Asia Tenggara. Bakalan segera tercapai dengan Proyek One Belt One Way ( Satu sabuk , Satu jalan) dengan nilai proyek US$ 91 Miliar atau Rp. 1.288 Triliun Pangsa pasar negara Asia berpotensi sangat besar dengan populasi jumlah penduduk separoh isi manusia di bumi ini . Dahulu kala perdagangan melalui... Baca selengkapnya...

    Massa ARJ Demo Mabes Polri “Save Kapolri”
    Rabu, 05 Juni 2019

    KOPI, Jakarta – Penghujung bulan Ramadhan ratusan orang massa Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) geruduk kantor Mabes Polri jalan. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019). Dalam aksi itu, mereka mendukung Polri menuntaskan kasus kerusuhan dan menangkap otak dalang pelaku aksi rusuh 21-22 Mei 2019. Kini ribuan jumlah media online di Indonesia, Pewarta Indonesia.com merupakan Media online Standar Internasional (World Class) ketik  di... Baca selengkapnya...

    Top Secret : Siapa Dalang Pembunuhan Empat Orang Tokoh Nasional
    Sabtu, 01 Juni 2019

    KOPI, Jakarta – Terungkapnya rencana pelaku pembunuhan empat orang Tokoh Nasional, berawal dari polisi mengamankan seorang pelaku di Hotel Megaria, Cikini, Jakarta Pusat. Pihak kepolisian menemukan senjata api dan menyelediki lebih lanjut 6 enam orang   Teks Foto. Luhut dengan Bupati Bengkalis saat kunjungan kerja ke Propinsi Riau. (foto.didi)   tersangka sebagai eksekutor, penyedia senjata, donator operasional. Keenam tersangka yang... Baca selengkapnya...

    Kapan Saya dilantik Jadi Menteri Pak Presiden
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Jakarta -  Pemilu serentak sudah usai , hasil Rapat Pleno KPU (Komisi Pemilihan Umum) pusat sebagai pemenang yakni Pasangan Capres Joko Widodo- Kyai H. Mar'uf Amin. Dengan perolehan suara 55,5 % dari Pasangan Prabowo Subianto dengan Sandiaga uno. Tim sukses (Tim Ses) pun bertanya dalam hati, siapa tahu gua ditunjuk oleh Presiden menjadi Mantari (red, tukang suntik orang sakit) eh salah  jadi Mentri. Saya sudah bekerja siang malam untuk... Baca selengkapnya...

    Prediksi Nama Anggota DPRD Pekanbaru Hasil Pemilu Serentak , Periode 2019-2024
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, Pengamat Politik Riau sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Ingin menjadi anggota Dewan membutuhkan Tenaga, materi, Timses yang Solid, sang calon Dewan tidak sombong/angkuh, sering mengunjungi warga dapilnya bukan hanya saat Pemilu saja minimal sekali setahun. Menepati janji aspirasi saat kampanye (red. pengaspalan jalan, Lampu penerangan , air bersih,  Seminisasi gang, dll) Bapak/Ibu si Anu tuh... Baca selengkapnya...

    LSM TOPAN- AD Laporkan Dugaan Penyalagunaan Wewenang dan Anggaran Pengadaan Sapi Distanak Riau
    Jumat, 17 Mei 2019

    Teks Foto. Kajati Riau Uung Abdul Syakur (kemeja putih) saat HUT Adyaksa ke 58 . (foto .Didi Rinaldo) KOPI, Pekanbaru – Ketua LSM TOPAN-AD ( Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) Propinsi Riau , Maruar Sianturi SE di kantor Kejaksaan Tinggi Riau tanggal (2/5-2019) memakai baju seragam jas berwarna hijau mengatakan “ Kami melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan dalam pengadaan hewan ternak dalam hal... Baca selengkapnya...

    Rumah Zulkifli AS Walikota Dumai, Digeledah oleh KPK
    Senin, 06 Mei 2019

    KOPI, Dumai – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Propinsi Riau terkenal dengan negeri Petro Dollar. Dikarunia oleh SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah ruah. Tetapi masyarakata banyak yang miskin. Termasuk penulis yang kurang duit. SDAnya menikmati segelintir orang, penduduknya hanya sebagai penonton di negeri sendiri. Hasil alamnya Bawah tanah minyak bumi, diatas tanah minyak Kelapa Sawit (CPO) , diatas kepala... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALRibuan Warga Israel Demo Koruptor Netan.....
    02/06/2019 | Didi Rinaldo
    article thumbnail

    KOPI, Di negara Indonesia ratusan orang para Koruptor/maling uang negara masuk penjara dari kepala Daerah (red. Gubernur, Walikota, Bupati, Pejabat, K [ ... ]



    NASIONALPasca Rekapitulasi Pemilu oleh KPU.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, "Wah KPU kerjanya malam-malam seperti kampret," begitulah ramai orang yang protes dengan kinerja KPU. Sebelumnya ramai diberitakan ba [ ... ]



    DAERAHDesa Saitnihuta Dapat Bantuan Pembanguna.....
    24/05/2019 | Marly Sihombing

    KOPI, TOBA SAMOSIR - PT. Toba Pulo Lestari menyalurkan bantuan dari Community Development (CD)sebesar Rp 215 juta ke Desa Saitnihuta, Kecamatan Dolok [ ... ]



    PENDIDIKANPerkuat Keilmuan, Kader PII Kediri Gelar.....
    10/06/2019 | Sktw

    Kediri – Sebagai generasi penerus bangsa, kader Pelajar Islam Indonesia (PII) di Kabupaten Kediri terus berupaya mengembangkan wawasan dan khazanah  [ ... ]



    EKONOMICalon Tunggal Musprov VI Kadin Aceh.....
    18/06/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Teka-teki jalannya Musprov VI Kadin Aceh sudah terjawab. Bila sebelumnya terdengar ramai dengan 5 calon ketua umum Kadin Aceh, akhirnya  [ ... ]



    HANKAMGoblok .... Orang Mencalonkan Presiden A.....
    11/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Sugeng Triwardono menarasikan "Kepada oknum Jendral –jendral Purnawirawan (purn) Gaek/pensiu [ ... ]



    OLAHRAGAMahasiswa Yang Petinju Ini, Menangkan Pe.....
    06/04/2019 | Danny Pantas Siagian

    KOPI, JAKARTA - Sulistyono, petinju yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta ini, menangkan pertarungan partai kelas [ ... ]



    PARIWISATAKebun Binatang Kasang Kulim Memiliki 121.....
    10/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Kebun Binatang Kasang Kulim beralamat Jl. Lingkar Ring Road, dekat SMA Plus, Kabupaten, Kampar, propinsi Riau. Merupakan icon satu-  [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALAda Apa Dengan Polda Riau ? Belum Menet.....
    14/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Wakil Bupati Bengkalis H.Muhammad tersandung kasus dugaan korupsi pemasangan Pipa Transmisi PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) kabup [ ... ]



    POLITIKKamis 21 Mei 1998, Peristiwa Reformasi I.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bangsa Indonesia pada setiap tanggal 21 Mei selalu memperingati peristiwa Reformasi Indonesia. Waktu sangat cepat berlalu dan hari ini, [ ... ]



    OPINIAda Apa Dengan KPK, Belum Menetapkan, Me.....
    13/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI,  Jakarta - Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Abraham Somek (red. dulu ketua KPK Abraham Samad) menarasikan " Penegakan hukum di Negara Kesa [ ... ]



    PROFILAKP Zulkarnain Jabat Kapolsek Siak Hulu,.....
    02/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu- Sertijab (Serah Terima jabatan) Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Arvin ke AKP Zulkarnain , dilaksanakan di Mapolsek Siak Hulu, Sabtu (1 [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAHalal Bi Halal 1440 H, Bersama DPRK Band.....
    13/06/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Kita baru saja menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan 1440 H dan merayakan lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. Setelah libur panjang, a [ ... ]



    ROHANIMasyarakat Rohul Hadiri Buka Puasa Bersa.....
    19/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Ratusan orang masyarakat kabupaten Rokan Hulu (Rohul)berdomisili di Pekanbaru menghadiri buka Puasa bersama yang ditaja oleh Pemkab R [ ... ]



    RESENSIGratis..!!! Buku Karya Mualaf Zaman Now,.....
    03/04/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri buku ini merupakan sebuah karya fenomenal yang sangat menghebohkan di awal tahun 2019 dan belum pernah Anda ju [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



      CURAHAN HATIIndra Pomi : Instruksikan Pegawainya M.....
      17/06/2019 | Didi Rinaldo
      article thumbnail

      KOPI, Pekanbaru – Seorang warga Pekanbaru, sebut saja namanya Aji Somek mengeluhkan banyak jalan rusak dan berlobang semenjak musim hujan. Jalan ru [ ... ]



      SERBA-SERBIOknum Jaksa Wanita AR Selingkuh dengan T.....
      07/06/2019 | Didi Rinaldo
      article thumbnail

      KOPI, Denpasar , Bali- Dulu oknum Wanita “Makan Hati” ulah suaminya selingkuh, Era zaman Milenial ini oknum Pria yang “Makan Jantung” istrinya [ ... ]



      Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.