Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Ketum PPWI Wilson Lalengke : Tolong Audit Dewan Pers Terkait Penggunaan APBN

    KOPI, Jakarta Ditempat kerjanya, Pengamat Kinerja Dewan Pers sebut saja namanya Aji Harmoko menuturkan “ Saat jayanya media cetak / Koran zaman dulu, Pemerintah orde baru membentuk Dewan Pers untuk memantau pemberitaan di media cetak seperti: Koran harian, Koran Tabloid, Majalah , majalah dwi mingguan, dan lain-lain. Apakah ada pemberitaan menyinggung penguasa zaman orde baru. Bahkan beberapa media cetak/Koran/ majalah kena Bredel oleh penguasa orede baru dulu.

    Kini zaman Now, zaman internet atau digital masyarakat bisa menayangkan berita lansung tentang kegiatannya di media sosial (red. Istagram, WhatsApp, You tube, Facebook, BBM, dan Twitter) dan lain-lain.

    Dulu saat ada kegiatan, konferensi pers maka staf humas kalang kabut mengundang wartawan. Kini tugas pokok wartawan sudah diambil alih oleh warga masyarakat. Tanpa datang kelapangan yang jauhnya minta ampun dengan medan yang cukup sulit , berita sudah tayang di media sosial beserta fotonya tinggal teman-teman wartawan mengkopi pastenya saja ke media cyber” Cakap Aji Harmoko pengamat Tersohor, Jenius ini.

    Ratusan Orang Wartawan Demo ke kantor Dewan Pers

    Ratusan orang wartawan Geruduk kantor Dewan Pers di Jakarta, Rabu (04/6-2018). Aksi masa wartawan "TOLAK KRIMINALISASI PERS INDONESIA" ini dihadiri langsung oleh sejumlah Ketua Umum (Ketum) organisasi pers yakni : Ketum JMN Helmy Romdhoni, Ketum IPJI Taufiq Rahman, Ketum FPII Kasihhati, Ketum KWRI Ozzy Sulaiman, Ketum IMO Marlon Brando, Ketum KOWAPPI Hans Kawengian, Ketua PWRI Rinaldo, Sekjen AWDI Budi, Sekjen SPRI Edi Anwar, dan Ketum PWRI Suryanto, serta Sekjen LIIP Syaefudin.

    Gabungan Organisasi Pers Gugat Dewan Pers ke Pengadilan

    Lembaga Dewan Pers kini menjadi sasaran melampiaskan rasa kecewa bagi ribuan wartawan di Indonesia, atas kiprahnya selama ini sebagai sebuah lembaga yang seharusnya membina serta memberikan advokasi kepada para wartwan, tetapi justru dalam prakteknya bertentangan  dengan kewenangan yang diamanatkan UU Pers No 40 Tahun 1999.

    Dalam kiprahnya yang dinilai telah melanggar kewenangannya itu, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) didukung puluhan pimpinan organisasi wartawan dari seluruh Indonesia membawa persoalan ini ke Pengadilan Negeri.

    Dewan Pers digugat sebagai sebuah lembaga yang telah melakukan Perbuatan Melanggar Hukum (PMH) yang berimplikasi kepada maraknya kasus kriminalisasi terhadap sejumlah wartawan di Tanah Air.

    Di saat gugatan itu tengah berproses, muncul kasus tewasnya seorang wartawan di Kota Baru, Kalimantan Selatan,  M Yusuf. Tewan sejawat ini meninggal saat berstatus sebagai tahanan di Lapas Klas IIB, Kota Baru dalam kasus pemberitaan.

    Peristiwa kematian wartawan M Yusuf semakin memperkuat komitmen para pengurus organisasi wartawan di seantero negeri, menuntut Dewan Pers dibubarkan.

    Tuntutan itu tidak hanya melalui proses sidang di pengadilan, tetapi juga dibarengi aksi damai. Ratusan jurnalis dari berbagai daerah telah mengadakan aksi unjuk rasa damai di Dewan Pers dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

    Beda dengan lembaga lainnya yang ada di Indonesia, sebagai sebuah lembaga yang masih bisa dipercaya (menurut Mahfud MD), pers memang tak pernah "Tibo diparuik bakampihkan, tibo dimato dipiciangkan". Artinya, insan pers adalah orang-orang yang tak pernah mau menutup sebuah kesalahan yang dilakukan, walaupun oleh temannya sendiri.

    Ketum PPWI Tolong Audit Penggunaan APBN oleh Dewan Pers

    Coba kita lihat aksi damai para kuli tinta ini, yang mendemo dan yang didemo adalah anggota pers atau wartawan, dan yang memberitakan juga dari kelompok mereka sendiri, para wartawan itu. Keterbukaan atau transparansi di kalangan wartawan menjadi sesuatu hal yang harus diimplementasikan.

    Dalam rangka transparansi ini, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke minta aparat terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengunaan dana APBN yang diberikan kepada Dewan Pers. "Saya sebagai Ketua Umum (Ketum) PPWI Nasional, bersama pengurus organisasi wartawan lainnya di Indonesia, mendesak aparat terkait, dari jajaran tertinggi, Presiden RI, BPK, dan KPK serta lembaga terkait dan jajarannya melakukan pemeriksaan dan evaluasi kinerja Dewan Pers, terutama terhadap penggunaan APBN oleh Dewan Pers," kata Wilson Lalengke berbicara dalam rekaman video yang telah diunggah di YouTube.

    Menurut Wilson, Dewan Pers sebagai lembaga pengguna dana APBN, sewajarkan memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan. "Selama ini tidak pernah kami ketahui untuk hal apa saja uang rakyat itu digunakan," imbuhnya.

    Uang Penyewaan Aula Serbaguna Kemana Perginya.

    Begitu juga terkait pemanfaatan Gedung Dewan Pers dan fasilitasnya selama ini, yang disewakan kepada  publik. "Gedung Dewan Pers itu disewakan melalui Yayasan Dewan Pers. Harus ada pertanggungjawaban dana yang mereka tarik dari masyarakat," pungkas pentolan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

    Sebagai lembaga berkumpulnya orang orang yang akan mengurus kepentingan wartawan, seyogyanya transparansi di tubuh Dewan Pers ini menjadi perhatian.

    Oknum Dewan Pers ini Sok Bersih

    Pertama oknum Dewan Pers ini sok bersih. Hingga kini uang negara yang ia pakai nota bene APBN belum pernah di publikasikan ke public alias di audit oleh lembaga resmi seperti BPK.

    Melarang Pemda (Pemerintah Daerah) memberikan THR kepada wartawan. Hanya kepada kroni-kroninya saja yakni tergabung dalam PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) , AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia ), IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Hanya tiga organisasi Pers saja yang diakui oleh Dewan  Pers.

    Padahal negara NKRI negara demokrasi terbesar di dunia. Masih banyak lagi organisasi pers yang lain yang ingin diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Lembaga Dewan Pres daripada kementrian Infokom

     

    Ditempat lain, Saya mendapat Informasi teman wartawan dari Propinsi Lain memiliki anak masih balita masih menyusu SGM yakni  (Susu Gantung Murni) alias ASI ibunya . Ia memberitahu kepada istrinya , Mendengar informasi Dewan Pers memberikan seleberan kepada Pemda didaerah jangan berikan wartawan THR.

    ASInya tidak keluar lagi, terpaksalah dicari solusi keluar untuk balitanya yakni diberikan minuman susu kaleng. Istrinya ngotot keterlaluan Dewan Pers ini, emangnya duit nenek moyangnya yang kami minta.

    Padahal Dewan Pers biaya operasional memakai uang negara alias APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Bapaknya mengalah saja sekali seminggupun atau dua minggu tak apa-apalah, yang penting untuk anak duluan minum ASI ibunya  ha..ha..

    Baju anak belum beli, susu kaleng anak seharga Rp. 150 ribu per/kaleng. Itupun tahan sepuluh hari. Terpaksa saya jualan Takjil berbuka puasa untuk membeli susu buat anak yang masih menyusu badan atau ASI (Air Susu ibu) dibantu dengan susu kaleng. Selama bulan Ramadhan terpaksa bapaknya minum susu kaleng saat berbuka puasa, mengalah demi anak yang kuat minum ASI.

    Kedua, Oknum staf Dewan Pers datang kedaerah “Dugaan” memperjual belikan Sertifikat Verifikasi Pers .

    Beberapa orang oknum anggota Dewan Pers datang ke Propinsi Riau untuk memverifikasi media online beberapa bulan yang lalu. Beredar kabar “dugaan “ biaya untuk memverifikasi berkisar Rp. 10 hingga 50 juataan. Saat ini jumlah media cyber/ online yang terdaftar di Dewan Pers 34 ribu media online kalikan saja Rp. 10 jutaan sudah bisa membuat pemancar Radio di daerah atau membeli pesawat Drone ha…ha..

    Ketiga Penggunaan APBN oleh Dewan Pers hingga kini belum pernah dipublikasikan. Uang sewa menyewa ruangan atau fasilitas aula untuk kegiatan masyarakat kemana pergi uangnya tidak pernah dipublikasikan apakah pernah diaudit oleh BPK. Jangan lupa Pak Dewan Pers bagi-bagilah komisi  tersebut.

    Keempat Sahkan dan akui keberadaan organisasi pers  PPWI serta organisasi pers lainnya

    Menurut Bapak Presiden Joko Widodo apakah keberadaan Lembaga Dewan Pers ini masih Relevan zaman Now ini atau bubarkan saja” cakap Aji Harmoko, Pengamat Kinerja Dewan Pers. (Didi)


    Hati-Hati Sindikat Penipuan/Maling.

    1). Wartawan Gadungan (Print berita), Pelakunya Kelompok "Trio Gaek Sinting oknum warga Tionghoa beradik kakak dengan anak serta istrinya bekerjasama dengan oknum adik Tentara" Kerjanya hanya menipu/Maling/ Bandar narkoba/ Begal/ Smokel/ Penadah barang curian/ Bisnis Terlarang.

    2). Sering Mengaku : Anaknya, adiknya menulis berita di koran atau media online. (koran milik orang lain ia bawa).Berita di media online ia tunjukan kepada target penipuan tersebut nama penulis ia tutup dengan jarinya mengaku ia nulis berita ke orang.  Handphone orang ia tahan.

    Habis orang melayu Riau kena tipu. Ketahuan menipu uang orang   ia kembalikan menyuruh oknum Lawyer,  oknum Tentara/Polri, atau orang lain. Ia bilang khilaf sebagai alasan saja, padahal kerjanya menipun/maling.

    3). Wartawan diakui sebagai anaknya atau keponakannya. (edit foto berdampingan dengan Ia atau anaknya). Istri, anak kakaknya mengaku2 sebagai (ortu penulis) atau family orang.

    4). Menjual nama orang mengaku sebagai family, mamak. ( Berfoto Selfi atau berdiri samping orang). Istrinya, kakaknya sering mengaku sebagai istri orang atau family orang lain.

    5).Sering mengaku sebagai anggota TNI/Polri, Jaksa. (adeknya  atau abangnya anggota TNI/Polri mengaku pula ia sebagai anggota) . Orang sudah "masuk angin" alias sinting/Gila.

    6). Pelaku Sering Meminta-minta  proyek Pemerintah daerah/Pemda. (menjual nama ketum Partai Politik, Perwira TNI/Polri, Jaksa, Pejabat dll). Habis orang Riau kena tipu oleh kelompok sindikat itu.

    7). Waspada !!.. Wajah Serupa/Mirip atau KW. ( Berfoto dengan wajah KW tersebut, fotonya ia pajang dirumah atau ia perlihatkan ke orang via handphone android) mengaku pula famili atau keluarga wajah asli  ha..ha.. (orang sudah " Masuk Angin) . Habis oknum orang Tionghoa kena Tipu, ia bawa wajah palsu ke kantor, ia bilang adek wajah asli.

    8). Kelompok tersebut sering menayangkan tulisan, gambar/foto, Meme di media sosial mengandung SARA. Usai itu  kartu perdana SIM Handphone ia buang.

    9). Sangat Berbahaya Kelompok Sindikat tersebut Berencana akan men change (tukar) yang asli dengan yang Palsu.

    10). Menurut  Laporan Intelijen A1 Plus, Sindikat penipuan tersebut dugaan terlibat pendanaan  Teroris  berbagai Tanah air. Uang dari hasil  penjualan narkoba, kriminal, Rampok, Smoke, ia bagikan kemasyarakat untuk menyuap, menjelekan orang lain. (hanya orang yang memiliki ketrampilan intelijen khusus yang mengetahuinya).

    11). Kendaraan roda empat  jenis Grand Max Hitam, APV kuning gading, Dum Truk oren, Truck colt diesel sering diganti nopolnya. Kendaraan avansa cat hitam BM sering ganti nomor BM 13710 xx atau 1379 xx, Mobil Avanza kuning Gading plat palsu memakai plat orang lain yakni Ses warga Pandau. Seluruh kendaraan roda empat hasil curian curanmor.

    Anda Rugi Materi, Goblok. Ingat ciri-ciri Pelaku warga Sipil/masyarakat Lapor ke Polisi. Pelakunya oknum TNI lapor ke PM atau Komandanya. Tolong tangkap siapa Dalang sponsor, pelakunya  jangan lepaskan masukan ke Penjara. Kau mengaku sebagai Famili/keluarga orang lain saya tuntut kau ke Pengadilan. Tolong masukan laporan kami ini. Trims

    Anda Ada informasi atau berita tolong emailkan ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it .

     

     

     


    Artikel Lainnya:

     

    Tingkatkan Pelayanan Kantor Ombudsman Aceh Tempati Gedung Baru
    Jumat, 17 Mei 2019

    KOPI-Jakarta, Ombudsman RI Perwakilan Aceh adalah suatu lembaga yang mengurusi segala tindakan maladministrasi dalam hal pelayanan publik. Saat ini terhitung 1 Mei 2019 maka Ombudsman Aceh telah menempati kantor baru dikawasan jembatan layang Pango. Bila sebelumnya sejak 2012 Kantor Ombudsman Aceh berada di Jalan T. Lamgugob Nomor 17, Syiah Kuala, Banda Aceh. Sekarang Kantor Ombudsman Aceh pindah dengan alamat Jalan Banda Aceh - Medan km 4... Baca selengkapnya...

    Sahurlah Sebelum Menunaikan Ibadah Puasa
    Jumat, 17 Mei 2019

    KOPI-Jakarta, Syukur Alhamdullilah, umat Islam di Indonesia sudah dapat menjalankan ibadah puasa sejak hari Senin, 6 Mei 2019. Sahur merupakan awal yang penting untuk berpuasa karena memberi cadangan tenaga dari makanan yang dikonsumsi. Memilih menu makanan sahur sangat penting bagi mereka yang menjalani puasa. Memilih makanan yang tepat adalah kunci agar puasa Anda lancar. Menjelang waktu imsak tentu saja Kita dianjurkan untuk menikmati makan... Baca selengkapnya...

    LSM TOPAN- AD Laporkan Dugaan Penyalagunaan Wewenang dan Anggaran Pengadaan Sapi Distanak Riau
    Jumat, 17 Mei 2019

    Teks Foto. Kajati Riau Uung Abdul Syakur (kemeja putih) saat HUT Adyaksa ke 58 . (foto .Didi Rinaldo) KOPI, Pekanbaru – Ketua LSM TOPAN-AD ( Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) Propinsi Riau , Maruar Sianturi SE di kantor Kejaksaan Tinggi Riau tanggal (2/5-2019) memakai baju seragam jas berwarna hijau mengatakan “ Kami melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan dalam pengadaan hewan ternak dalam hal... Baca selengkapnya...

    Rumah Zulkifli AS Walikota Dumai, Digeledah oleh KPK
    Senin, 06 Mei 2019

    KOPI, Dumai – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Propinsi Riau terkenal dengan negeri Petro Dollar. Dikarunia oleh SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah ruah. Tetapi masyarakata banyak yang miskin. Termasuk penulis yang kurang duit. SDAnya menikmati segelintir orang, penduduknya hanya sebagai penonton di negeri sendiri. Hasil alamnya Bawah tanah minyak bumi, diatas tanah minyak Kelapa Sawit (CPO) , diatas kepala... Baca selengkapnya...

    Dirut ”Habis Token Gelap Gulitalah” Ditahan KPK Terlibat Korupsi
    Rabu, 24 April 2019

    KOPI, Jakarta- Di tempat kerjanya “Kangmas Sutisyoso mengatakan” Buku RA. Kartini terkenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang. Dirut PLN (Perusahaan Listrik Negara) "Habis Token Gelap Gulitalah” di tahan KPK, terlibat korupsi pembangunan pembangkit Listrik Riau I. Kadangkala Petugas PLN di lapangan sebulan menunggak listrik lansung meteran ia bongkar, tega amat sih. Terpaksa kami memakai meteren listrik prabayar yakni TOKEN listrik.... Baca selengkapnya...

    Heboh Tentang Cucu Jokowi
    Rabu, 30 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Cuitan Hidayat Nur Wahid dalam postingan @kun Twitter miliknya, ia menuding cucu Joko Widodo Jan Ethes menjadi alat kampanye. Dalam cuitannya tersebut, ia menuliskan bahwa Jokowi sengaja menjadikan Ethes sebagai alat kampanye. "Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg “Artis” ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?" tulisnya. Ditempat... Baca selengkapnya...

    PK Diajukan Tiga Kali Di Kasus Yang Sama, MA Tabrak Aturan?
    Rabu, 23 Januari 2019

      Foto: (ki-ka) Danny Siagian, Manahan Sihombing, Mangalaban Silaban, Sugiono KOPI, JAKARTA - Menurut pasal 66 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 menyebutkan, permohonan Peninjauan Kembali (PK), diajukan hanya satu kali. Namun kenapa dalam kasus tanah Grant Sultan Deli, Medan milik ahli waris Datuk Muhamad Cheer (Dt. M. Cheer) di Mahkamah Agung (MA) bisa hingga 3 (tiga) kali? “Kenapa PK bisa sampai 3 (tiga) kali untuk kasus yang sama di... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALGary Gravelle Ancam Bunuh Presiden Donal.....
    15/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Amerika Serikat – Diluar negeri mengancam membunuh Kepala Negara mendapat respon dari pihak keamanan Anda lansung di tangkap. Hukuman Penjara  [ ... ]



    NASIONALPasca Rekapitulasi Pemilu oleh KPU.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, "Wah KPU kerjanya malam-malam seperti kampret," begitulah ramai orang yang protes dengan kinerja KPU. Sebelumnya ramai diberitakan ba [ ... ]



    DAERAHAceh Darurat Listrik, Perlu Interkoneksi.....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja listrik di Aceh mati. Keadaan menjadi gelap. Sungguh kacau, ada apa dengan PLN. Mau b [ ... ]



    PENDIDIKANMeriah, Karnaval Jelang Ramadan SD Muham.....
    05/05/2019 | Supadiyanto, M.I.Kom.

    KabarIndonesia - Seluruh guru, karyawan, murid, dan kepala sekolah SD Muhammadiyah Sragan mengadakan Karnaval menyambut Ramadan pada Jumat, 3 Mei 2019 [ ... ]



    EKONOMIALMISBAT Laporkan Kementan, Kemendag ke.....
    16/05/2019 | Didi Rinaldo
    article thumbnail

    KOPI, Jakarta - Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), organisasi relawan pendukung Presiden Jokowi yang berdiri sejak 2014, membe [ ... ]



    HANKAMMoeldoko : Tiada Maaf Buat HS, Ancam Pen.....
    16/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Kangmas Roy Kusnen mengatakan “ Kepada masyarakat mengupload (unggah) video, foto di Media  [ ... ]



    OLAHRAGAMahasiswa Yang Petinju Ini, Menangkan Pe.....
    06/04/2019 | Danny Pantas Siagian

    KOPI, JAKARTA - Sulistyono, petinju yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta ini, menangkan pertarungan partai kelas [ ... ]



    PARIWISATARamadhan Berkah di Festival Ramadhan 201.....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Selamat datang bulan suci Ramadhan 1440 H. Tahun ini bulan puasa atau bulan Ramadhan 1440 H, jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019. Sege [ ... ]



    HUKUM & KRIMINAL1 Kg Shabu Berhasil Diamankan oleh BNNK .....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bulan suci Ramadhan 1440 H seharusnya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bukan dengan pekerjaan yang membawa celaka bagi orang lain.  [ ... ]



    POLITIKKamis 21 Mei 1998, Peristiwa Reformasi I.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bangsa Indonesia pada setiap tanggal 21 Mei selalu memperingati peristiwa Reformasi Indonesia. Waktu sangat cepat berlalu dan hari ini, [ ... ]



    OPINIViral di Medsos , Minurlin Istri Mantan .....
    13/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Bekasi – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Sugeng Triwardono mengatakan” Sontoloyo, kampret Ada “oknum" Perempuan Suaminya Tentara  [ ... ]



    PROFILViral di Medsos, Dua Jendral Acungkan S.....
    11/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan “ Sontoloyo, dua orang Jendral (Pol) Salam Dua Jari kedua jenderal polisi itu ada [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAPlt Bupati Kampar Catur Sugeng Hadiri Pe.....
    21/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Sei Kijang Tapung Hilir - Rasa senang dan bahagia berada di tengah orang tua kami, Ninik mamak dan para pemangku adat yang ada di Kenagarian Tap [ ... ]



    ROHANIMasyarakat Rohul Hadiri Buka Puasa Bersa.....
    19/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Ratusan orang masyarakat kabupaten Rokan Hulu (Rohul)berdomisili di Pekanbaru menghadiri buka Puasa bersama yang ditaja oleh Pemkab R [ ... ]



    RESENSIGratis..!!! Buku Karya Mualaf Zaman Now,.....
    03/04/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri buku ini merupakan sebuah karya fenomenal yang sangat menghebohkan di awal tahun 2019 dan belum pernah Anda ju [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIModus Penipuan Gerombolan Bandit Oknum .....
    27/04/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Zaman semakin canggih bermacam jenis modus penipuan saat ini. Kini penulis (red. didi rinaldo) bertanya kepada Pembaca. Zaman kin [ ... ]



    SERBA-SERBISepeda Motor Terjun Bebas dari Jembatan .....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Hati-hati bila Anda melintasi kawasan jembatan Pango. Apalagi yang melintas dari arah simpang BPKP melewati jembatan Pango. Seharusny [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.