Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Ketum PPWI Wilson Lalengke : Tolong Audit Dewan Pers Terkait Penggunaan APBN

    KOPI, Jakarta Ditempat kerjanya, Pengamat Kinerja Dewan Pers sebut saja namanya Aji Harmoko menuturkan “ Saat jayanya media cetak / Koran zaman dulu, Pemerintah orde baru membentuk Dewan Pers untuk memantau pemberitaan di media cetak seperti: Koran harian, Koran Tabloid, Majalah , majalah dwi mingguan, dan lain-lain. Apakah ada pemberitaan menyinggung penguasa zaman orde baru. Bahkan beberapa media cetak/Koran/ majalah kena Bredel oleh penguasa orede baru dulu.

    Kini zaman Now, zaman internet atau digital masyarakat bisa menayangkan berita lansung tentang kegiatannya di media sosial (red. Istagram, WhatsApp, You tube, Facebook, BBM, dan Twitter) dan lain-lain.

    Dulu saat ada kegiatan, konferensi pers maka staf humas kalang kabut mengundang wartawan. Kini tugas pokok wartawan sudah diambil alih oleh warga masyarakat. Tanpa datang kelapangan yang jauhnya minta ampun dengan medan yang cukup sulit , berita sudah tayang di media sosial beserta fotonya tinggal teman-teman wartawan mengkopi pastenya saja ke media cyber” Cakap Aji Harmoko pengamat Tersohor, Jenius ini.

    Ratusan Orang Wartawan Demo ke kantor Dewan Pers

    Ratusan orang wartawan Geruduk kantor Dewan Pers di Jakarta, Rabu (04/6-2018). Aksi masa wartawan "TOLAK KRIMINALISASI PERS INDONESIA" ini dihadiri langsung oleh sejumlah Ketua Umum (Ketum) organisasi pers yakni : Ketum JMN Helmy Romdhoni, Ketum IPJI Taufiq Rahman, Ketum FPII Kasihhati, Ketum KWRI Ozzy Sulaiman, Ketum IMO Marlon Brando, Ketum KOWAPPI Hans Kawengian, Ketua PWRI Rinaldo, Sekjen AWDI Budi, Sekjen SPRI Edi Anwar, dan Ketum PWRI Suryanto, serta Sekjen LIIP Syaefudin.

    Gabungan Organisasi Pers Gugat Dewan Pers ke Pengadilan

    Lembaga Dewan Pers kini menjadi sasaran melampiaskan rasa kecewa bagi ribuan wartawan di Indonesia, atas kiprahnya selama ini sebagai sebuah lembaga yang seharusnya membina serta memberikan advokasi kepada para wartwan, tetapi justru dalam prakteknya bertentangan  dengan kewenangan yang diamanatkan UU Pers No 40 Tahun 1999.

    Dalam kiprahnya yang dinilai telah melanggar kewenangannya itu, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) didukung puluhan pimpinan organisasi wartawan dari seluruh Indonesia membawa persoalan ini ke Pengadilan Negeri.

    Dewan Pers digugat sebagai sebuah lembaga yang telah melakukan Perbuatan Melanggar Hukum (PMH) yang berimplikasi kepada maraknya kasus kriminalisasi terhadap sejumlah wartawan di Tanah Air.

    Di saat gugatan itu tengah berproses, muncul kasus tewasnya seorang wartawan di Kota Baru, Kalimantan Selatan,  M Yusuf. Tewan sejawat ini meninggal saat berstatus sebagai tahanan di Lapas Klas IIB, Kota Baru dalam kasus pemberitaan.

    Peristiwa kematian wartawan M Yusuf semakin memperkuat komitmen para pengurus organisasi wartawan di seantero negeri, menuntut Dewan Pers dibubarkan.

    Tuntutan itu tidak hanya melalui proses sidang di pengadilan, tetapi juga dibarengi aksi damai. Ratusan jurnalis dari berbagai daerah telah mengadakan aksi unjuk rasa damai di Dewan Pers dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

    Beda dengan lembaga lainnya yang ada di Indonesia, sebagai sebuah lembaga yang masih bisa dipercaya (menurut Mahfud MD), pers memang tak pernah "Tibo diparuik bakampihkan, tibo dimato dipiciangkan". Artinya, insan pers adalah orang-orang yang tak pernah mau menutup sebuah kesalahan yang dilakukan, walaupun oleh temannya sendiri.

    Ketum PPWI Tolong Audit Penggunaan APBN oleh Dewan Pers

    Coba kita lihat aksi damai para kuli tinta ini, yang mendemo dan yang didemo adalah anggota pers atau wartawan, dan yang memberitakan juga dari kelompok mereka sendiri, para wartawan itu. Keterbukaan atau transparansi di kalangan wartawan menjadi sesuatu hal yang harus diimplementasikan.

    Dalam rangka transparansi ini, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke minta aparat terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengunaan dana APBN yang diberikan kepada Dewan Pers. "Saya sebagai Ketua Umum (Ketum) PPWI Nasional, bersama pengurus organisasi wartawan lainnya di Indonesia, mendesak aparat terkait, dari jajaran tertinggi, Presiden RI, BPK, dan KPK serta lembaga terkait dan jajarannya melakukan pemeriksaan dan evaluasi kinerja Dewan Pers, terutama terhadap penggunaan APBN oleh Dewan Pers," kata Wilson Lalengke berbicara dalam rekaman video yang telah diunggah di YouTube.

    Menurut Wilson, Dewan Pers sebagai lembaga pengguna dana APBN, sewajarkan memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan. "Selama ini tidak pernah kami ketahui untuk hal apa saja uang rakyat itu digunakan," imbuhnya.

    Uang Penyewaan Aula Serbaguna Kemana Perginya.

    Begitu juga terkait pemanfaatan Gedung Dewan Pers dan fasilitasnya selama ini, yang disewakan kepada  publik. "Gedung Dewan Pers itu disewakan melalui Yayasan Dewan Pers. Harus ada pertanggungjawaban dana yang mereka tarik dari masyarakat," pungkas pentolan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

    Sebagai lembaga berkumpulnya orang orang yang akan mengurus kepentingan wartawan, seyogyanya transparansi di tubuh Dewan Pers ini menjadi perhatian.

    Oknum Dewan Pers ini Sok Bersih

    Pertama oknum Dewan Pers ini sok bersih. Hingga kini uang negara yang ia pakai nota bene APBN belum pernah di publikasikan ke public alias di audit oleh lembaga resmi seperti BPK.

    Melarang Pemda (Pemerintah Daerah) memberikan THR kepada wartawan. Hanya kepada kroni-kroninya saja yakni tergabung dalam PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) , AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia ), IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Hanya tiga organisasi Pers saja yang diakui oleh Dewan  Pers.

    Padahal negara NKRI negara demokrasi terbesar di dunia. Masih banyak lagi organisasi pers yang lain yang ingin diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Lembaga Dewan Pres daripada kementrian Infokom

     

    Ditempat lain, Saya mendapat Informasi teman wartawan dari Propinsi Lain memiliki anak masih balita masih menyusu SGM yakni  (Susu Gantung Murni) alias ASI ibunya . Ia memberitahu kepada istrinya , Mendengar informasi Dewan Pers memberikan seleberan kepada Pemda didaerah jangan berikan wartawan THR.

    ASInya tidak keluar lagi, terpaksalah dicari solusi keluar untuk balitanya yakni diberikan minuman susu kaleng. Istrinya ngotot keterlaluan Dewan Pers ini, emangnya duit nenek moyangnya yang kami minta.

    Padahal Dewan Pers biaya operasional memakai uang negara alias APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Bapaknya mengalah saja sekali seminggupun atau dua minggu tak apa-apalah, yang penting untuk anak duluan minum ASI ibunya  ha..ha..

    Baju anak belum beli, susu kaleng anak seharga Rp. 150 ribu per/kaleng. Itupun tahan sepuluh hari. Terpaksa saya jualan Takjil berbuka puasa untuk membeli susu buat anak yang masih menyusu badan atau ASI (Air Susu ibu) dibantu dengan susu kaleng. Selama bulan Ramadhan terpaksa bapaknya minum susu kaleng saat berbuka puasa, mengalah demi anak yang kuat minum ASI.

    Kedua, Oknum staf Dewan Pers datang kedaerah “Dugaan” memperjual belikan Sertifikat Verifikasi Pers .

    Beberapa orang oknum anggota Dewan Pers datang ke Propinsi Riau untuk memverifikasi media online beberapa bulan yang lalu. Beredar kabar “dugaan “ biaya untuk memverifikasi berkisar Rp. 10 hingga 50 juataan. Saat ini jumlah media cyber/ online yang terdaftar di Dewan Pers 34 ribu media online kalikan saja Rp. 10 jutaan sudah bisa membuat pemancar Radio di daerah atau membeli pesawat Drone ha…ha..

    Ketiga Penggunaan APBN oleh Dewan Pers hingga kini belum pernah dipublikasikan. Uang sewa menyewa ruangan atau fasilitas aula untuk kegiatan masyarakat kemana pergi uangnya tidak pernah dipublikasikan apakah pernah diaudit oleh BPK. Jangan lupa Pak Dewan Pers bagi-bagilah komisi  tersebut.

    Keempat Sahkan dan akui keberadaan organisasi pers  PPWI serta organisasi pers lainnya

    Menurut Bapak Presiden Joko Widodo apakah keberadaan Lembaga Dewan Pers ini masih Relevan zaman Now ini atau bubarkan saja” cakap Aji Harmoko, Pengamat Kinerja Dewan Pers. (Didi)


    Hati-Hati Sindikat Penipuan/Maling.

    1). Wartawan Gadungan (Print berita), Pelakunya Kelompok "Trio Gaek Sinting oknum warga Tionghoa beradik kakak dengan anak serta istrinya bekerjasama dengan oknum adik Tentara" Kerjanya hanya menipu/Maling/ Bandar narkoba/ Begal/ Smokel/ Penadah barang curian/ Bisnis Terlarang.

    2). Sering Mengaku : Anaknya, adiknya menulis berita di koran atau media online. (koran milik orang lain ia bawa).Berita di media online ia tunjukan kepada target penipuan tersebut nama penulis ia tutup dengan jarinya mengaku ia nulis berita ke orang.  Handphone orang ia tahan.

    Habis orang melayu Riau kena tipu. Ketahuan menipu uang orang   ia kembalikan menyuruh oknum Lawyer,  oknum Tentara/Polri, atau orang lain. Ia bilang khilaf sebagai alasan saja, padahal kerjanya menipun/maling.

    3). Wartawan diakui sebagai anaknya atau keponakannya. (edit foto berdampingan dengan Ia atau anaknya). Istri, anak kakaknya mengaku2 sebagai (ortu penulis) atau family orang.

    4). Menjual nama orang mengaku sebagai family, mamak. ( Berfoto Selfi atau berdiri samping orang). Istrinya, kakaknya sering mengaku sebagai istri orang atau family orang lain.

    5).Sering mengaku sebagai anggota TNI/Polri, Jaksa. (adeknya  atau abangnya anggota TNI/Polri mengaku pula ia sebagai anggota) . Orang sudah "masuk angin" alias sinting/Gila.

    6). Pelaku Sering Meminta-minta  proyek Pemerintah daerah/Pemda. (menjual nama ketum Partai Politik, Perwira TNI/Polri, Jaksa, Pejabat dll). Habis orang Riau kena tipu oleh kelompok sindikat itu.

    7). Waspada !!.. Wajah Serupa/Mirip atau KW. ( Berfoto dengan wajah KW tersebut, fotonya ia pajang dirumah atau ia perlihatkan ke orang via handphone android) mengaku pula famili atau keluarga wajah asli  ha..ha.. (orang sudah " Masuk Angin) . Habis oknum orang Tionghoa kena Tipu, ia bawa wajah palsu ke kantor, ia bilang adek wajah asli.

    8). Kelompok tersebut sering menayangkan tulisan, gambar/foto, Meme di media sosial mengandung SARA. Usai itu  kartu perdana SIM Handphone ia buang.

    9). Sangat Berbahaya Kelompok Sindikat tersebut Berencana akan men change (tukar) yang asli dengan yang Palsu.

    10). Menurut  Laporan Intelijen A1 Plus, Sindikat penipuan tersebut dugaan terlibat pendanaan  Teroris  berbagai Tanah air. Uang dari hasil  penjualan narkoba, kriminal, Rampok, Smoke, ia bagikan kemasyarakat untuk menyuap, menjelekan orang lain. (hanya orang yang memiliki ketrampilan intelijen khusus yang mengetahuinya).

    11). Kendaraan roda empat  jenis Grand Max Hitam, APV kuning gading, Dum Truk oren, Truck colt diesel sering diganti nopolnya. Kendaraan avansa cat hitam BM sering ganti nomor BM 13710 xx atau 1379 xx, Mobil Avanza kuning Gading plat palsu memakai plat orang lain yakni Ses warga Pandau. Seluruh kendaraan roda empat hasil curian curanmor.

    Anda Rugi Materi, Goblok. Ingat ciri-ciri Pelaku warga Sipil/masyarakat Lapor ke Polisi. Pelakunya oknum TNI lapor ke PM atau Komandanya. Tolong tangkap siapa Dalang sponsor, pelakunya  jangan lepaskan masukan ke Penjara. Kau mengaku sebagai Famili/keluarga orang lain saya tuntut kau ke Pengadilan. Tolong masukan laporan kami ini. Trims

    Anda Ada informasi atau berita tolong emailkan ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it .

     

     

     


    Artikel Lainnya:

     

    Luhut ke Riau : Kesibukan Presiden Jokowi, Saya Mewakili Membagikan Sertifikat Prona ke Masyarakat
    Kamis, 17 Januari 2019

    KOPI, Jakarta- Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan ke Propinsi Riau, (Rabu 16 Januari 2019) dalam rangka tugas negara. Agendanya yaitu Kunjunga kerja ke Kawasan Industri Tenayan (KIT) kota Pekanbaru serta mewakili Presiden Joko Widodo membagikan 1500 sertifikat tanah Prona Gratis kepada masyarakat . Ribuan orang masyarakat Riau memadati Gelanggang Olahraga Remaja... Baca selengkapnya...

    Menjelang Peringatan 23 Tahun Tenggelamnya Kapal Fery KMP Gurita
    Rabu, 16 Januari 2019

    KOPI-Jakarta, Kapal fery KMP Gurita tenggelam pada tanggal 19 Januari 1996 di teluk Balohan Sabang. Tidak terasa sudah 23 tahun kapal fery KMP Gurita yang naas itu tenggelam di dasar laut dan hilang untuk selama-lamanya, termasuk kedua orang tuaku. Kapal fery KMP Gurita yang kapasitasnya hanya untuk sekitar 210 orang, ternyata memuat 378 orang. Dari jumlah penumpang 378 orang, hasil riset dari Riset Independent dan PUSPIATUR (Pusat Sejarah... Baca selengkapnya...

    IKUTILAH..!! Kappija-21 Selenggarakan Essay Contess 2018-2019
    Kamis, 10 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad 21 (Kappija-21) sedang menyelenggarakan lomba menulis atau Essay Contess 2018-2019. Kegiatan ini ditaja dalam rangka memeriahkan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang tahun 2018 yang baru saja berlalu.   Tujuan utama lomba menulis terkait Indonesia dan Jepang tersebut adalah untuk menumbuhkan minat baca, minat mengetahui, dan minat menambah... Baca selengkapnya...

    LL Dikti Wilayah III Sebut PDPT Universitas Mpu Tantular Bagus di Acara Wisuda
    Senin, 31 Desember 2018

    Foto: Senat Universitas Mpu Tantular dalam acara pelantikan wisudawan-wisudawati KOPI, JAKARTA Di acara Wisuda Universitas Mpu Tantular (UMT) Tahun Akademik (TA) 2018/2019, yang dilangsungkan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, pejabat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III (dulu Kopertis-red) sebut laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) UMT, sudah beres dan bagus. “Yang kami ketahui, bahwa laporan PDPT... Baca selengkapnya...

    Adakah Kejahatan Hukum Ketua MA di Kasus Tanah Grant Sultan?
    Senin, 24 Desember 2018

    Foto: Saat persidangan pihak Ahli Waris menuntut PT Taman Malibu Indah di PN Medan KOPI,JAKARTA Mahkamah Agung Republik Indonesia adalah Pengadilan Negara Tertinggi dalam tingkat kasasi, dari seluruh putusan pengadilan sebelumnya, yang secara otomatis menjadi pamungkas dari segala putusan hukum di Negara ini. Sementara hukum yang katanya menjadi panglima untuk menyelesaikan permasalahan hukum, menjadi koridor yang digunakan untuk... Baca selengkapnya...

    Pengamat : Usai Prabowo Pidato Sibuk Timsesnya Klarifikasi, Tentang Indonesia akan Punah
    Jumat, 21 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan “ Salut saya kepada ketua umum (Ketum) Partai Gerindra juga Calon Presiden (Capres) tersebut. Berpidato tanpa teks, saking bersemangatnya berpidato Pancasila sila ke empat tak hapal . Isi pidato selalu merendahkan martabat anak negeri. Seperti Ojol (Ojek Online), Wajah Boyolali. Kelamaan Prabowo berpidato ini akibatnya isi pidatonya yang menghebohkan, Capres ini mengatakan... Baca selengkapnya...

    Kamu Wajib Tahu! Ini 5 Tips Aman Menggunakan PayLater Traveloka
    Rabu, 19 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Apakah kamu salah satu pengguna PayLater? Fasilitas Traveloka PayLater tengah populer dan disukai banyak orang. PayLater sangat membantu ketika kamu hendak melakukan perjalanan mendadak namun tabungan belum mencukupi untuk membiayai perjalanan tersebut. Dengan aplikasi kredit tanpa kartu kredit Traveloka PayLater, kamu bisa mencicil biaya perjalanan mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan dengan bunga cicilan yang cukup ringan. Namun... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALPeriset University Technology Malaysia (.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Gampong Pande (Kampung) terkenal dengan banyaknya situs peninggalan bersejarah. Banyak warga negara asing datang ke gampong pande untuk  [ ... ]



    NASIONALLembaga Pendidikan Sukarno Pressindo Tel.....
    25/12/2018 | Sukarno

    KOPI - LPSP resmi menyandang nama panjang Perkumpulan Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP) setelah mendapatkan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi M [ ... ]



    DAERAHBupati Kuansing Mursini Ajukan Sejumlah .....
    11/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Bupati Kuansing Mursini menjumpai Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dikantornya, Rabu (9 Januari 2019).  [ ... ]



    PENDIDIKANBeberapa Proyek Mangkrak , Massa Ampu M.....
    22/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Puluhan orang mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Unri (AMPU) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbar [ ... ]



    EKONOMIRefleksi Awal tahun 2019 Bea Cukai Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Memasuki awal tahun 2019 maka Bea Cukai Aceh memandang perlu memaparkan hal-hal yang terjadi belakangan ini. Dalam acara Bincang San [ ... ]



    HANKAMIPW : Polisi Lambat Tangkap Dalang Aktor.....
    05/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Sikap polisi dalam menangani kasus Hoax surat suara 7 Kontainer yang sudah coblos sangat disesalkan. Polisi begitu cepat menangkap dua [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATADanau Toba Go Digital.....
    29/11/2018 | Fendra

    KOPI, Sumut,- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan GenPI Sumatera Utara, menggelar workshop pemanf [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALPandangan Ombudsman Acxeh terkait BPKS.....
    20/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Secara objektif harus diakui bahwa setelah belasan tahun, bahkan hampir 20 tahun negara membentuk institusi dan memberikan anggaran yang [ ... ]



    POLITIKCaleg DPR RI Idris Laena : Taja Nonton B.....
    19/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Idris Laena Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Propinsi Riau untuk Pasangan Calon Presiden (Capres)  dan calon wakil Presiden  (Cawap [ ... ]



    OPINIRamalan Satria Pinitil : Pilpres Indones.....
    08/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia hampir sama/mirip dengan Pilpres negara Amerika Serikat. Orang menjawarakan mengembor-gembo [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    ROHANITerlantarkan Jemaah, Kemenag Cabut Izin.....
    05/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Arabsaudi - Pemerintah melalui Kementerian Agama, langsung merespons cepat keluhan dua puluh lima orang jamaah umroh yang ditelantarkan Penyel [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet  [ ... ]



    SERBA-SERBIRenungan 14 Tahun Tsunami Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak terasa sekarang telah memasuki waktu 14 tahun terjadinya gempa bumi dan tsunami Aceh. Peristiwa hebat itu terjadi pada 26 Desember [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.