Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Ketum PPWI : Surat Terbuka for Kapolri : Jangan Tutup Matamu

    KOPI, Jakarta - Yth. Bapak Kapolri, saya Wilson Lalengke, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012. Saya mohon maaf, tidak pandai berbasa-basi, jadi langsung pada pokok surat saja.

    Maraknya kasus kriminalisasi jurnalis di berbagai daerah di Indonesia beberapa waktu terakhir ini patut diduga disebabkan oleh banyaknya oknum aparat kepolisian yang bermental bejat. Para oknum itu tersebar di hampir semua level dan wilayah kerja di republik ini. Setidaknya, dua oknum Kapolda (Sumut dan Sumbar) tercatat pernah terlibat mengkriminalisasi wartawan, bahkan salah satunya dengan sewenang-wenang memenjarakan jurnalis dan hanya berakhir begitu saja tanpa rasa bersalah dari si Kapolda yang isi perutnya dibiayai rakyat.

    Saat ini, tidak kurang dari 176 orang wartawan, mengutip Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, yang sedang menyandang gelar tersangka kasus kriminalisasi terhadap pekerja pers. Umumnya, para kuli tinta digital itu diborgol akibat tulisan atau pemberitaan di media massa. Pasal yang sering digunakan untuk menjerat para wartawan adalah UU ITE pasal 45 dan KUHP pasal 310 dan/atau 311.

    Dewan Pers yang diharapkan dapat menjadi benteng pembela wartawan, malahan ikut arus permainan para oknum polisi bejat itu dengan merekomendasikan agar sang jurnalis (yang kritis) diproses oleh polisi dengan menggunakan peraturan perundangan di luar UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Kloplah, para wartawan akhirnya menjadi bulan-bulanan oknum polisi, diperlakukan sesuka hati, hingga tewas membusuk di dalam penjara. MOU Kapolri dengan Dewan Pers hanyanya benda mati belaka. Program polisi promoter tidak lebih dari hiasan dinding kantor polisi belaka.

    Kriminalisasi jurnalis menjadi momok mengerikan bagi para pekerja pers belakangan ini. Bukan karena wartawan takut mati, tetapi karena perilaku kriminalisasi atas wartawan oleh para aparat kepolisian yang digaji oleh rakyat, termasuk oleh para wartawan yang turut bayar pajak, itu sangat menyakiti hati para wartawan korban kriminalisasi dan keluarganya, serta masyarakat secara umum.

    Lihat saja betapa dengan pongahnya oknum Kapolres Sidoarjo, dalam sebuah konferensi pers menyampaikan bahwa tersangka Slamet Maulana alias Ade, jurnalis media online beritarakyat.com, dituduh melakukan pemerasan terhadap pengusaha karaoke X-2 Sidoarjo seraya menunjukkan barang bukti berupa print-out percakapan WhatsApp antara Ade dengan pihak pengusaha X-2.


    Anak SD pun pasti dapat memahami bahwa berdasarkan percakapan WhatsApp itu, sesungguhnya telah terjadi upaya penyuapan oleh pengelola X-2 kepada wartawan Slamet Maulana dengan dalih menawarkan pemasangan iklan di media beritarakyat.com, disertai harapan agar pemberitaan tentang dugaan kegiatan permesuman di tempat karaoke X-2 yang dipublikasikan di media beritarakyat.com bisa dihentikan.

    Oknum Kapolres Sidoarjo itu seiya-sekata dengan pelapor (red - pengelola karaoke X-2) untuk memutar-balikan fakta, dari upaya penyuapan menjadi delik pemerasan. Nauzubillah... Begitu mudahnya seorang perwira mengikuti pola pikir sesat pengusaha esek-esek di wilayah kerjanya.

    Lain di Sidoarjo, lain lagi di Bengkalis, Simalungun, dan Batam. Toroziduhu Laia, pimred media Harian Berantas di Bengkalis, Riau; Marsal Harahap jurnalis di Simalungun, Sumatera Utara; dan Mulkansyah jurnalis di Batam, Kepulauan Riau, harus ikhlas menjadi pesakitan akibat dikriminalisasi atas tuduhan pencemaran nama baik karena memberitakan dugaan korupsi para pimpinan (bupati) di daerahnya. 250 juta rakyat di negeri ini amat maklum bahwa tidak kurang dari 98 persen, mengutip Kemendagri, pejabat bupati/walikota, dan gubernur adalah maling uang rakyat. Dari fakta itu, sangat naif jika oknum aparat polisi lebih percaya bupati/walikota yang melapor ke polisi daripada wartawan. Polisi (lagi-lagi) begitu mudahnya menuding wartawan yang bohong dan membuat berita fitnah, dan percaya bulat-bulat laporan para perampok uang rakyat itu. Nauzubillah...

    Ismail Novendra, Pimpinan Umum mingguan jejak news, saat-saat ini sedang menjalani proses persidangan di Padang. Ia dituduh mencemarkan nama baik oknum Kapolda Sumbar karena pemberitaan yang memuat potongan pengakuan seorang oknum pengusaha sebagai pamannya sang Kapolda. Pada persidangan lalu, si oknum pengusaha itu memberikan kesaksian di pengadilan bahwa benar ia mengatakan hal itu (red - dia paman Kapolda Sumbar) kepada Ismail Novendra.

    Saya tidak bisa lagi bernalar, apa yang ada di dalam benak oknum Kapolda itu sehingga harus memenjarakan jurnalis yang terang-benderang menuliskan fakta lapangan di medianya. Adakah menulis sebuah kebenaran merupakan hal tabu dan dosa di negara ini?

    Dua-tiga tahun yang lalu, dua orang jurnalis beritaatjeh.net, Umar Efendi dan Mawardi, harus mendekam di penjara Lhokseumawe karena memberitakan tentang seorang oknum anggota DPRA (red - DPRD-nya Provinsi Aceh) yang kepergok bersama dua wanita muda di sebuah hotel pada jam sholat Jum'at. Isi beritanya hanya seputar keberadaan sang oknum anggota dewan yang biasa dipanggil Cage itu bersama wanita di hotel di waktu jam sholat Jum'at berlangsung. Itu fakta, bukan karangan bebas. Tapi polisi memprosesnya, entah takut dengan si oknum anggota dewan atau karena sebab lain. Sekali lagi, begitu lebih mudahnya polisi mengurung wartawan karena beritanya, dibandingkan sebuah keharusan agar polisi menindaklanjuti menelusuri kebenaran laporan wartawan yang disampaikan dalam bentuk pemberitaan di media massa.

    Hanya lima hari menjelang hari raya Iedul Fitri 1439 H yang lalu, Muhammad Yusuf, jurnalis Sinar Pagi Baru, harus tewas mengenaskan di Lapas Klas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan. Wartawan ber-KTP berlambang Garuda itu dikerangkeng sebulan lebih sebelum tewas karena tulisan-tulisan almarhum terkait derita masyarakat kampungnya di Pulau Laut, Kalsel yang dizolimi oleh oknum pengusaha Haji Isam, pemilik PT MSAM. Seluruh jenderal dan pejabat VVIP di negeri ini hampir dipastikan kenal Haji Isam, oknum pengusaha hitam yang memiliki negara dalam negara di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Oknum Kapolres dan jajarannya amat sangat dapat diduga mendapat tekanan hebat untuk mengkriminalisasi dan menyelesaikan jurnalis Muhammad Yusuf. Atau mungkin sebaliknya, para oknum itu justru menikmati tugas yang diberikan pelapor (red - PT. MSAM) dengan hati senang dan bahagia?

    Betapa naif jika kita beranggapan bahwa negara cukup kaya untuk mengongkosi dua kali perjalanan tiga oknum polisi Kotabaru ke Jakarta untuk mendapatkan "rekomendasi mati" bagi jurnalis Muhammad Yusuf dari oknum ahli persnya Dewan Pers, Leo Batubara. Amat logis untuk menduga ada cukong hitam yang mendanai program penewasan jurnalis Kalsel itu. Innalilahi wa innailaihi rojiun...

    Narasi tentang rekan-rekan wartawan yang dikriminalisasi, didiskriminasi, dinistakan, dan dibungkam, bahkan tewas terbunuh sebagaimana dituliskan di atas itu hanyalah secuil dari sekian banyak jumlahnya, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sungguh amat panjang dan menguras emosi jika dituliskan di layar ini. Hingga habis paket pulsa segudang, belum juga tuntas menuliskan seluruhnya.

    Yth. Pak Kapolri, sebagai sesama Alumni Lemhannas Republik Indonesia, saya hanya meminta satu hal melalui kalimat pendek ini: "Pak Tito, jangan tutup matamu..." (wil/Redaksi, Didi)

     


    Artikel Lainnya:

     

    Berdirinya DMAB dan LABB, Upaya Perkuat Eksistensi Masyarakat Batak Kedepan
    Minggu, 16 Desember 2018

    Foto:Para Inisiator, Pengurus DMAB dan LABB bersama peserta KOPI, JAKARTA Terbentuknya Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB), dimaksudkan untuk membantu memperkuat posisi kebersamaan dan eksistensi Bangso (masyarakat) Batak dimasa mendatang. Keinginan luhur ini menjadi sebuah harapan yang jauh ke depan, akibat makin banyaknya problem yang terjadi di masyarakat Batak khususnya, dipandang dari berbagai aspek... Baca selengkapnya...

    Perintah Ketum Golkar Airlangga Hartarto: Kader Dukung Menangkan Capres JKW- Maruf Amin
    Minggu, 16 Desember 2018

    KOPI, Pekanbaru   Airlangga Hartarto datang  beserta rombongannya sekitar jam 8 malam, mengenakan kemeja kuning lengan panjang disambut oleh ketua DPRD Propinsi Riau Hj. Septina Primawati Rusli.  Seribuan orang kader, simpatisan, Caleg (Calon Legislatif)  pengurus propinsi/kabupaten/kota Partai Golkar hadir saat itu  bertempat di Hotel Pangeran mendengarkan arahan dari ketumnya.   Dalam arahan ketua umumnya, partai Golkar adalah pendukung... Baca selengkapnya...

    Joko Widodo dan Prabowo Sama-sama Keturunan Tionghoa
    Rabu, 12 Desember 2018

    KOPI, Jakarta – Fakta, Prabowo Subianto adalah Warga Keturunan Cina/Tionghoa dan Penganut Agama Kristen. Pertama yang perlu diketahui adalah Fakta ini tidak bermaksud mendiskreditkan agama atau suku dan ras tertentu yang ada di Indonesia. Saya (red.Didi) secara pribadi sebenarnya bangga karena masih banyak masyarakat muslim yang menjadikan Prabowo yang merupakan warga keturunan Tionghoa sebagai idola dan panutan mereka meskipun Ayah Prabowo... Baca selengkapnya...

    Dulu Prabowo Teriak Anti Aseng - Asing, Kini Malah Merapat
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Kehadiran Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan pengusaha Tionghoa Indonesia di sebuah hotel di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/18) malam, mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Hanura, Inas N Zubir. Inas menyebut Purnawirawan Jenderal bintang tiga itu semakin jinak terhadap asing dan aseng. "Ia juga kerap berteriak, 'Apa kalian mau dipimpin antek asing' atau 'Kekayaan negeri... Baca selengkapnya...

    Kunjungan Ketum Partai Nasdem ke Riau
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Pekanbaru -  Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat nama bekennya Nasdem H. Surya Paloh melakukan kunjungan kerja  ke propinsi Riau, Sabtu ( 9 Desember 2018 )  .  Ribuan  kaderya  berasal dari dua belas kabupaten /kota se Riau hadir saat itu .   Surya Paloh  datang sekira jam 15: 30 WIB memakai baju stelan safari hitam, serta lansung memberikan hormat. Penyambutan kedatangan rombongan ketua umumnya oleh Iskandar Husein ketua... Baca selengkapnya...

    Pengamat : Perlukah BPJS Kesehatan Kita Bubarkan
    Jumat, 07 Desember 2018

    KOPI, Bogor – Pasal 34 (Undang-Undang Dasar) UUD 1945 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Kini negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan memberdayakan yang lemah dan tidak mampu sesuai martabat dan kemanusiaan serta negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.   Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso... Baca selengkapnya...

    Hari Disabilitas Internasional 2018
    Selasa, 04 Desember 2018

    KOPI-Jakarta, Setiap tahun diperingati hari Disabilitas Internasional. Kegiatan ini diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat. Pemerintah kali ini mengangkat tema "Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas," sedangkan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa mengambil tema dengan "Memberdayakan penyandang... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALNetanyahu Suap Media, Beritakan yang Po.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Israel – Hari Minggu (2/12), kepolisian Israel dan Otoritas Keamanan Israel menyatakan bahwa terdapat cukup bukti bahwa Netanyahu dan istrinya [ ... ]



    NASIONALPresiden Jokowi Kunker ke Aceh.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI,Jakarta, Memasuki akhir tahun 2018 maka Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengunjungi bumi Serambi Mekkah di Banda Aceh. Sesuai jadwal yan [ ... ]



    DAERAHTahun 2018, KIP Riau Menyelesaikan 62 S.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Riau Zufra Irwan menyebutkan. Pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 62 sengketa infor [ ... ]



    PENDIDIKANProtes Pemilihan Rektor, Mahasiswa UMRI .....
    14/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ratusan mahasiswa –mahasiswi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melakukan aksi demontrasi , Senen (11-12-2018) di gedung rekto [ ... ]



    EKONOMITingkatkan Layanan BNI Syariah Banda Ace.....
    17/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bila Anda berjalan di kawasan simpang lima Banda Aceh maka akan terlihat sebuah gedung baru milik Bank BNI Syariah. Beberapa hari ya [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
    04/09/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALOmbudsman RI Anugerahkan Predikat Kepatu.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Pemerintah Aceh bersama Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, Abdya, Bener Meriah, dan Kota Langsa mendapat penghargaan kepatuhan pemenuhan  [ ... ]



    POLITIKBappilu Partai Golkar Riau : Tandem Sak.....
    15/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Badan Pemenangan Pemilu  (Bappilu) Partai Golkar Propinsi Riau, pemilihan umum  serentak , pada 17 April 2019 nanti akan menggand [ ... ]



    OPINIPromosi Jabatan Cepat Para Pati TNI,.....
    03/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat Kerjanya, Kangmas Sutisyoso menyatakan “ Ingin jabatan strategis setingkat (Panglima, Kapolri, Kasad, Kasal, Ksau ,dll) p [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    ROHANIKanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Mut.....
    10/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari, Jumat (05/10) melantik M Nur kholis Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot ecak, Istri Malah Kena Genj.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet y [ ... ]



    SERBA-SERBIJumpa Media Akhir Tahun 2018 di Kyriad M.....
    17/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Memasuki minggu-minggu terakhir di bulan Desember 2018 maka Kyriad Muraya Hotel Aceh mengundang sejumlah media yang ada di seputaran kot [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.