Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Efek Sayap Kupu-Kupu dari Pertemuan IMF-Bank Dunia

    KOPI - Dua bulan ke depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meetings 2018 yang akan berlangsung di Bali pada tanggal 12-14 Oktober 2018. Acara ini diyakini akan memiliki ratusan manfaat bagi bangsa dan negara. Walaupun, sebagian lainnya menilai skeptis terhadap pengaruhnya bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tulisan ini akan mencoba menyoroti manfaat dari serangkaian kegiatan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia tersebut.

    Satu hal penting yang perlu diketahui bahwa proses pemilihan sebuah negara untuk menjadi tuan rumah International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meetings 2018 bukanlah perkara kecil dan simple. Disebabkan banyak negara yang telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah. Karena itu, terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah merupakan sebuah anugerah bila dinilai dari upaya negara ini melewati serangkaian acara penilaian dari tim. Atas dasar itu, sudah sepantasnya setiap elemen bangsa mensyukuri kondisi ini dan turut berbangga diri.

    Mengapa kita harus berbangga diri? Karena, seluruh mata dunia akan tertuju ke tanah air di saat para tokoh dunia akan mendiskusikan ragam perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu teraktual, seperti isu proteksionisme, isu stabiliitas keuangan global, isu tax reform, isu iklim bisnis (business climate), isu perubahan iklim, isu kemiskinan, pengangguran, lapangan kerja, isu sosial gender, dan isu ketidaksetaraan (inequality). Posisi Indonesia sebagai tuan rumah, juga sekaligus sebagai pengukuhan bahwa negara ini sebagai negara yang reformis, resilient, dan sangat progresif, potensial, dan memiliki sinergi dengan sistem keuangan dunia.

    Sebagai digitalized economy country, Indonesia memiliki inclusive growth yang baik. Indonesia juga dipandang dunia memiliki banyak program dan kebijakan yang luar biasa yang dapat dijadikan showcase untuk menginisiasi negara-negara di dunia, sebagai contoh, antara lain: pembersihan Sungai Citarum yang sudah dikenal dunia, Woman Empower Program, program infrastruktur sosial yang menyatukan, seperti yang dilakukan Muhamadiyah dan NU yang membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan yang tidak melihat agama dan lain-lainnya.

    Efek Sayap Kupu-Kupu dan Memanfaatkan Momentum

    Kembali lagi, pada efek dari kegiatan yang akan dihadiri oleh seluruh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara anggota IMF-WB ini, apakah kegiatan tersebut mampu membawa pengaruh bagi Indonesia? Untuk menganalisis hal ini, mari kita lihat tahapannya secara sederhana. Pertemuan tahunan ini akan dihadiri 3.500—5.000 investor di industri keuangan yang siap berinvestasi, 500 CSO, lembaga internasional, LSM, anggota parlemen, akademisi, media, dan observer dengan total peserta sebanyak 12.500 hingga mencapai 15 ribu orang. Kedatangan delegasi ini sedikit banyak akan menghidupkan dan menggerakan beberapa sektor penting yang dimiliki Indonesia, diantaranya: sektor perhotelan, sektor kuliner, sektor transportasi dan sektor wisata.

    Pergerakan positif dari beberapa sektor tersebut sudah terlihat sejak tahun 2017 yang lalu, misalnya sektor perhotelan. Hotel-hotel di seputaran Nusa Dua, Jimbaran, bahkan sampai Sanur dan Kuta sudah kebanjiran pesanan sejak tahun 2017. Pada pelaksanaan Annual Meetings 2018 ini juga akan diselenggarakan pameran makanan (food festival) untuk mempertunjukkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan ini akan menawarkan makanan dan minuman khas Indonesia. Dan akan menghadirkan pegiat kuliner Indonesia untuk memberikan pengalaman langsung proses penyiapan kuliner khas tersebut dan informasi lebih mendalam tentang filosofi dan keunikan kuliner Indonesia. Tentu saja, upaya ini akan mampu menggerakan sektor kuliner Indonesia.

    Selanjutnya, sektor transportasi dan wisata juga akan menerima efek dari kegiatan. Ini ditandai para penyedia transportasi (baik dari sewa bus, mobil, dan taksi) akan kebanjiran pesanan untuk mobilisasi peserta dari tempat para peserta menginap ke/dari main venues (di area Nusa Dua), atau ke tempat-tempat belanja/wisata. Menurut Panita dari IMF dan Bank Dunia, antusiasme peserta rapat yang akan mengikuti Annual Meetings 2018 diyakini sangat tinggi, untuk mengikuti rapat sekaligus untuk berlibur di Bali. Sebab, Bali sudah sangat terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya.

    Patut dicermati bahwa momentum pertemuan ekonomi dan keuangan terbesar di dunia tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi untuk dua jangka waktu. Pertama, kehadiran 12.000 sampai dengan 15.000 tamu undangan selama kegiatan tersebut akan berdampak pada kenaikan belanja barang dan jasa dalam jangka pendek yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu hotel dan restoran; transportasi dan komunikasi; dan barang sandang, termasuk pakaian dan aksesoris fesyen. Kenyataannya, kelompok pertama ini juga mulai sering ditemukan dalam keranjang konsumsi masyarakat Indonesia saat ini sejalan dengan perilaku affluence dalam menikmati waktu luang.

    Kedua, Indonesia akan berpartisipasi dalam diskusi terkait dengan perbaikan iklim investasi, inklusivitas keuangan, serta bauran kebijakan moneter dan fiskal yang mendukung pembangunan di bidang sumber daya manusia, kelembagaan, dan kapasitas perekonomian. Kalau pertumbuhan jangka panjang menjadi target pemerintah, pembahasan tersebut akan lebih baik jika tidak hanya memaparkan ilustrasi perekonomian Indonesia saat ini, tetapi juga menampilkan narasi kreatif peluang untuk berinvestasi di Indonesia. Belakangan ini, strategi memperbaiki struktur perekonomian yang diusung pemerintah melandaskan pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur dinilai sebagai fondasi vital dari seluruh rantai nilai kegiatan ekonomi.

    Infrastrukur yang kuat akan menguntungkan Indonesia dalam menghadapi pola kegiatan produksi global yang semakin terfragmentasi di dalam satu kawasan regional. Dalam pola ini, masing-masing negara berperan dalam jaringan rantai nilai global, sehingga akan sulit bagi sebuah negara yang lemah dalam infrastruktur untuk berproduksi secara efisien. Situasi lingkungan eksternal yang kini dihadapi Indonesia tidaklah bersahabat dan diduga berpotensi untuk memperlambat perekonomian Indonesia. Salah satu diantaranya ditandai dengan The Fed sudah dua kali menaikkan suku bunga acuannya hingga berada pada kisaran 1,75%—2,0%. Keputusan tersebut memicu pembalikan arus modal dan menekan sektor keuangan global.

    Di sisi lain, sentimen perang dagang dan isu geopolitik memperburuk tekanan nilai tukar yang dialami oleh hampir semua negara. Untuk menjaga tingkat pertumbuhan (stabilisasi), inflasi; tingkat suku bunga; belanja konsumen; serta persepsi pasar adalah sebagian variabel yang harus dicermati dalam jangka pendek. Momen pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia adalah channel strategis untuk menampilkan profil dan prospek perekonomian Indonesia. Manfaat ekonomi jangka pendek yang diperoleh selama penyelenggaraan acara harus disusul dengan manfaat jangka panjang sebagaimana metafora dari ‘efek sayap kupu-kupu’ yang dikemukakan Edward Norton Lorenz. Mengapa bisa demikian?

    Pada 1972, Edward Norton Lorenz, seorang peneliti di bidang meteorologi membahas model peramalan cuaca, kemudian dikenal luas dan menjadi dasar teori kekacauan. Lorenz meyakini bahwa perubahan kecil pada kondisi awal dapat mengubah secara drastis sifat sebuah sistem dalam jangka panjang. Pemikiran tersebut berkembang menjadi metafora ‘efek sayap kupu-kupu’ yang memungkinkan terjadinya badai topan di Texas akibat kepakan sayap kupu-kupu di rimba Amazon. Sama halnya dengan pandangan Lorenz di atas, pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia tersebut diharapkan akan memiliki ‘efek sayap kupu-kupu’ bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka panjang. Semoga.


    Artikel Lainnya:
    Artikel Lainnya:

     

    Luhut ke Riau : Kesibukan Presiden Jokowi, Saya Mewakili Membagikan Sertifikat Prona ke Masyarakat
    Kamis, 17 Januari 2019

    KOPI, Jakarta- Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan ke Propinsi Riau, (Rabu 16 Januari 2019) dalam rangka tugas negara. Agendanya yaitu Kunjunga kerja ke Kawasan Industri Tenayan (KIT) kota Pekanbaru serta mewakili Presiden Joko Widodo membagikan 1500 sertifikat tanah Prona Gratis kepada masyarakat . Ribuan orang masyarakat Riau memadati Gelanggang Olahraga Remaja... Baca selengkapnya...

    Menjelang Peringatan 23 Tahun Tenggelamnya Kapal Fery KMP Gurita
    Rabu, 16 Januari 2019

    KOPI-Jakarta, Kapal fery KMP Gurita tenggelam pada tanggal 19 Januari 1996 di teluk Balohan Sabang. Tidak terasa sudah 23 tahun kapal fery KMP Gurita yang naas itu tenggelam di dasar laut dan hilang untuk selama-lamanya, termasuk kedua orang tuaku. Kapal fery KMP Gurita yang kapasitasnya hanya untuk sekitar 210 orang, ternyata memuat 378 orang. Dari jumlah penumpang 378 orang, hasil riset dari Riset Independent dan PUSPIATUR (Pusat Sejarah... Baca selengkapnya...

    IKUTILAH..!! Kappija-21 Selenggarakan Essay Contess 2018-2019
    Kamis, 10 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad 21 (Kappija-21) sedang menyelenggarakan lomba menulis atau Essay Contess 2018-2019. Kegiatan ini ditaja dalam rangka memeriahkan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang tahun 2018 yang baru saja berlalu.   Tujuan utama lomba menulis terkait Indonesia dan Jepang tersebut adalah untuk menumbuhkan minat baca, minat mengetahui, dan minat menambah... Baca selengkapnya...

    LL Dikti Wilayah III Sebut PDPT Universitas Mpu Tantular Bagus di Acara Wisuda
    Senin, 31 Desember 2018

    Foto: Senat Universitas Mpu Tantular dalam acara pelantikan wisudawan-wisudawati KOPI, JAKARTA Di acara Wisuda Universitas Mpu Tantular (UMT) Tahun Akademik (TA) 2018/2019, yang dilangsungkan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, pejabat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III (dulu Kopertis-red) sebut laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) UMT, sudah beres dan bagus. “Yang kami ketahui, bahwa laporan PDPT... Baca selengkapnya...

    Adakah Kejahatan Hukum Ketua MA di Kasus Tanah Grant Sultan?
    Senin, 24 Desember 2018

    Foto: Saat persidangan pihak Ahli Waris menuntut PT Taman Malibu Indah di PN Medan KOPI,JAKARTA Mahkamah Agung Republik Indonesia adalah Pengadilan Negara Tertinggi dalam tingkat kasasi, dari seluruh putusan pengadilan sebelumnya, yang secara otomatis menjadi pamungkas dari segala putusan hukum di Negara ini. Sementara hukum yang katanya menjadi panglima untuk menyelesaikan permasalahan hukum, menjadi koridor yang digunakan untuk... Baca selengkapnya...

    Pengamat : Usai Prabowo Pidato Sibuk Timsesnya Klarifikasi, Tentang Indonesia akan Punah
    Jumat, 21 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan “ Salut saya kepada ketua umum (Ketum) Partai Gerindra juga Calon Presiden (Capres) tersebut. Berpidato tanpa teks, saking bersemangatnya berpidato Pancasila sila ke empat tak hapal . Isi pidato selalu merendahkan martabat anak negeri. Seperti Ojol (Ojek Online), Wajah Boyolali. Kelamaan Prabowo berpidato ini akibatnya isi pidatonya yang menghebohkan, Capres ini mengatakan... Baca selengkapnya...

    Kamu Wajib Tahu! Ini 5 Tips Aman Menggunakan PayLater Traveloka
    Rabu, 19 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Apakah kamu salah satu pengguna PayLater? Fasilitas Traveloka PayLater tengah populer dan disukai banyak orang. PayLater sangat membantu ketika kamu hendak melakukan perjalanan mendadak namun tabungan belum mencukupi untuk membiayai perjalanan tersebut. Dengan aplikasi kredit tanpa kartu kredit Traveloka PayLater, kamu bisa mencicil biaya perjalanan mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan dengan bunga cicilan yang cukup ringan. Namun... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALPeriset University Technology Malaysia (.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Gampong Pande (Kampung) terkenal dengan banyaknya situs peninggalan bersejarah. Banyak warga negara asing datang ke gampong pande untuk  [ ... ]



    NASIONALLembaga Pendidikan Sukarno Pressindo Tel.....
    25/12/2018 | Sukarno

    KOPI - LPSP resmi menyandang nama panjang Perkumpulan Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP) setelah mendapatkan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi M [ ... ]



    DAERAHBupati Kuansing Mursini Ajukan Sejumlah .....
    11/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Bupati Kuansing Mursini menjumpai Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dikantornya, Rabu (9 Januari 2019).  [ ... ]



    PENDIDIKANBeberapa Proyek Mangkrak , Massa Ampu M.....
    22/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Puluhan orang mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Unri (AMPU) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbar [ ... ]



    EKONOMIRefleksi Awal tahun 2019 Bea Cukai Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Memasuki awal tahun 2019 maka Bea Cukai Aceh memandang perlu memaparkan hal-hal yang terjadi belakangan ini. Dalam acara Bincang San [ ... ]



    HANKAMIPW : Polisi Lambat Tangkap Dalang Aktor.....
    05/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Sikap polisi dalam menangani kasus Hoax surat suara 7 Kontainer yang sudah coblos sangat disesalkan. Polisi begitu cepat menangkap dua [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATADanau Toba Go Digital.....
    29/11/2018 | Fendra

    KOPI, Sumut,- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan GenPI Sumatera Utara, menggelar workshop pemanf [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALPandangan Ombudsman Acxeh terkait BPKS.....
    20/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Secara objektif harus diakui bahwa setelah belasan tahun, bahkan hampir 20 tahun negara membentuk institusi dan memberikan anggaran yang [ ... ]



    POLITIKCaleg DPR RI Idris Laena : Taja Nonton B.....
    19/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Idris Laena Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Propinsi Riau untuk Pasangan Calon Presiden (Capres)  dan calon wakil Presiden  (Cawap [ ... ]



    OPINIRamalan Satria Pinitil : Pilpres Indones.....
    08/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia hampir sama/mirip dengan Pilpres negara Amerika Serikat. Orang menjawarakan mengembor-gembo [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    ROHANITerlantarkan Jemaah, Kemenag Cabut Izin.....
    05/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Arabsaudi - Pemerintah melalui Kementerian Agama, langsung merespons cepat keluhan dua puluh lima orang jamaah umroh yang ditelantarkan Penyel [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet  [ ... ]



    SERBA-SERBIRenungan 14 Tahun Tsunami Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak terasa sekarang telah memasuki waktu 14 tahun terjadinya gempa bumi dan tsunami Aceh. Peristiwa hebat itu terjadi pada 26 Desember [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.