Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Quo Vadis Media Partisan, Selamat Datang Jurnalisme Warga

    KOPI, Jakarta - Perhelatan akbar yang dikenal dengan nama Reuni Alumni 212 telah usai. Lebih seminggu berlalu. Namun keramain pasca acara bernuansa religi di Monas itu masih meninggalkan hiruk-pikuk. Pasalnya, berbagai kalangan tergiring dalam pertikaian heboh soal kealpaan media-media nasional memberitakan kejadian yang dianggap sangat fenomenal tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Sang Calon Presiden Prabowo Subiyanto harus turun gunung menyuarakan penolakannya atas sikap diam kalangan media nasional atas acara di hari Minggu, 2 Desember 2018 lalu.

    Bagi saya, apa yang terjadi saat ini hanya sebuah penanda kecil – namun lebih jelas atau lebih kasat mata bagi orang kebanyakan – tentang “sosok buruk” wadah penyampai informasi publik yang disebut media itu. Mungkin masih belum cukup terang-benderang, tapi imparsialisme media massa yang selama ini menjadi keyakinan masyarakat luas penikmat informasi yang disajikan media massa, mulai disangsikan kebenarannya. Sunyinya pemberitaan 212 oleh media-media nasional, setidaknya telah membuka kesadaran baru bagi publik, bahwa sesungguhnya media adalah mahluk partisan. Kesadaran yang terlambat, memang.

    Sebagai penganjur dan praktisi jurnalisme warga, saya tentu menikmati dengan amat nyaman kondisi ini. Dan, faktanya memang demikian. Secara tidak disadari, juga mungkin oleh Prabowo Subiyanto, bahwa ketidak-hadiran media-media yang selama ini dilabeli gelar “mainstream” tidak berpengaruh banyak terhadap proyek “penenggelaman” peristiwa besar 212 tersebut. Walaupun tidak diberitakan, apalagi diklankan, oleh media-media besar berskala nasional, namun Monas dan beberapa ruas jalan utama di sekitarnya bisa memutih dipenuhi jutaan umat manusia.

    Pertanyaannya, dari mana jutaan orang –beberapa pihak menyatakan hanya beberapa ratus ribu – yang hadir ke Monas itu mendapatkan informasi tentang akan diadakannya acara tersebut? Lagi, “kehebohan” 212 tidak lantas tidak terjadi, baik pada saat berlangsungnya acara tersebut maupun setelahnya. Hampir semua orang ”informed” (baca: tahu) tentang peristiwa itu, bahkan beritanya melesat jauh hingga ke manca negara. Mengapa bisa demikian?

    Dari manakah masyarakat dunia yang tidak terakses secara fisik ke lokasi Monas itu dapat mengetahui – bahkan hingga detil – kejadian yang semula diduga bernuansa politik tersebut?

    Ternyata, era media massa konvensional yang menguasai ruang informasi publik selama ini telah hampir punah. Sistim jurnalisme jaman old telah digeser, perlahan dan santun namun pasti, oleh sistim jurnalisme baru yang lebih keren dikenal dengan jurnalisme warga. Media massa berbasis internet, seperti media online, media sosial, jejaring komunikasi telepon dan pesan tertulis berbasis aplikasi (WhatsApp, Line, Telegram, dan lain-lain), serta pola komunikasi massal varian baru semacam injeksi kode tertentu pada perangkat peralatan komunikasi, telah menjadi sistem komunikasi massa gaya baru. Sistem media massa jaman baheula, yang mengandalkan mesin cetak (press), layar lebar televisi dan radio ber-tower-pemancar tinggi, sebentar lagi terkubur habis.

    Media massa “mainstream” telah bunuh diri massal, kata Harsubeno Arif. Kematian media-media partisan itu adalah sebuah kepastian.

    Kembali ke soal pemberitaan tentang reuni 212 yang terlalaikan oleh media-media berskala nasional di atas. Bukankah sesungguhnya yang diharapkan dari peliputan media massa adalah tersampaikannya infromasi tentang sebuah kejadian dan/atau pemikiran narasumber? Jika demikian halnya, maka cukup menggelikan melihat banyak pihak sibuk berdebat saling menyalahkan terkait pola-laku para pemilik media nasional yang dianggap partisan, tidak netral, tidak independen itu.

    Hei, wake up man… Jaman sudah berubah. Inseminasi dan penyebar-luasan informasi saat ini tidak lagi mengandalkan media-media yang “terlihat besar” itu. Justru, sesungguhnya wadah penyampaian informasi ke publik yang benar-benar besar – baik secara jumlah dan luasan maupun dalam hal penetrasinya – adalah media berbasis digital. Media cetak, televisi, dan radio, pada skala nasional maupun internasional sekalipun saat ini tidak lagi perlu dianggap “media masintream”. Gelar mainstream telah diakuisi oleh media-media berbasis digital dan/atau internet.

    Pertanyaan berikutnya, apakah media massa berbasis digital dapat diandalkan dari sisi independensi dan netralitasnya? Tentu tidak seorangpun dapat menjamin hal tersebut terwujud dengan sendirinya. Perlu berbagai usaha yang fokus, serius, dan sitimatis dalam mengelola permedia-massaan nasional agar tujuan jurnalistik dapat tercapai tanpa mencederai independensi dan idealisme para palakon jurnalistik.

    Namun demikian, dapat dipastikan bahwa jurnalisme warga mampu menciptakan sebuah sistim jurnalistik yang ideal sebagaimana diharapkan. Ketika kerja-kerja jurnalisme dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh semua warga, maka monopoli atas kepemilikan informasi faktual – yang setiap saat dapat dipalsukan oleh pihak tertentu – akan sulit berkembang. Jurnalisme warga juga menyediakan ruang yang luas bagi bertumbuhnya sitim jurnalisme yang jujur berbasis data empiris dan aktual karena publik sebagai pelakon jurnalisme merupakan sumber informasi primer, saksi mata atas sebuah kejadian.

    Jurnalisme warga memiliki dinamika dan tantangannya sendiri. Problematika terberat adalah rendahnya pengetahuan dan wawasan para jurnalis warga. Latar belakang yang beragam, dengan tingkat kemelek-mediaan yang seadanya, serta kurangnya akses ke sumber peningkatan ketrampilan mengolah informasi menjadi kendala dalam menghasilkan karya jurnalisme warga yang baik dan berkualitas. Hal itu menyebabkan munculnya berbagai masalah dalam sistim penyebaran informasi di masyarakat, seperti distorsi informasi yang besar menyebabkan pesan yang ingin disampaikan menjadi kabur, tidak jelas, dan tidak jarang berubah makna.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dipersiapkan program pemberdayaan masyarakat pewarta warga secara terencana, sistimatis, dan kontinyu. Penyediaan akses yang memadai terhadap fasilitas kegiatan jurnalisme bagi warga kebanyakan juga mesti dilakukan. Ketersediaan media berbasis digital, seperti media online, menjadi mutlak bagi sebuah sistim publikasi jurnalisme warga. Kreativitas dan inovasi dalam berkarya juga menjadi unsur penting dalam menghasilkan dinamisasi di dunia jurnalisme kita.

    Tidak kalah pentingnya juga, perlindungan hukum terhadap setiap anggota masyarakat yang melaksanakan tugas insaniahnya: berpikir, berimajinasi, beraspirasi, berkata-kata dan berkarya, harus terjamin. Jurnalisme warga sebagai wadah dan sarana ampuh mencerdaskan kehidupan bangsa – mengutip alinea keempat pembukaan UUD 1945 – sudah pada tempatnya mendapat perhatian bagi semua pihak, terutama pemangku kekuasaan negara untuk diadopsi-integrasikan ke dalam sistim pendidikan dan pers nasional.

    Segala peraturan perundangan yang selama ini menghambat berkembangnya kecerdasan berpikir analitik dan kritis harus segera dikuburkan. Kemerdekaan pers yang terbungkam oleh sebuah sistim jurnalisme konvensional yang otoriter dan cenderung feodalistik harus segera dibangkitkan dan ditegakkan. Kriminalisasi warga masyarakat penggiat jurnalisme warga yang marak belakangan ini harus segera dihentikan. Hanya dengan demikian, setiap pewarta warga dapat melakukan fungsi jurnalistiknya sesuai dengan kittah jurnalisme: Mewartakan Kebenaran Walau Langit Akan Runtuh, Bebas dari Kepentingan Apapun dan Siapapun. (re publisher Didi Rinaldo)

    Penulis adalah Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Pers Indonesia.

    Berita ini juga tayang di detikperistiwa.com, indonesiamediacenter, dll.

     


    Artikel Lainnya:

     

    Tingkatkan Pelayanan Kantor Ombudsman Aceh Tempati Gedung Baru
    Jumat, 17 Mei 2019

    KOPI-Jakarta, Ombudsman RI Perwakilan Aceh adalah suatu lembaga yang mengurusi segala tindakan maladministrasi dalam hal pelayanan publik. Saat ini terhitung 1 Mei 2019 maka Ombudsman Aceh telah menempati kantor baru dikawasan jembatan layang Pango. Bila sebelumnya sejak 2012 Kantor Ombudsman Aceh berada di Jalan T. Lamgugob Nomor 17, Syiah Kuala, Banda Aceh. Sekarang Kantor Ombudsman Aceh pindah dengan alamat Jalan Banda Aceh - Medan km 4... Baca selengkapnya...

    Sahurlah Sebelum Menunaikan Ibadah Puasa
    Jumat, 17 Mei 2019

    KOPI-Jakarta, Syukur Alhamdullilah, umat Islam di Indonesia sudah dapat menjalankan ibadah puasa sejak hari Senin, 6 Mei 2019. Sahur merupakan awal yang penting untuk berpuasa karena memberi cadangan tenaga dari makanan yang dikonsumsi. Memilih menu makanan sahur sangat penting bagi mereka yang menjalani puasa. Memilih makanan yang tepat adalah kunci agar puasa Anda lancar. Menjelang waktu imsak tentu saja Kita dianjurkan untuk menikmati makan... Baca selengkapnya...

    LSM TOPAN- AD Laporkan Dugaan Penyalagunaan Wewenang dan Anggaran Pengadaan Sapi Distanak Riau
    Jumat, 17 Mei 2019

    Teks Foto. Kajati Riau Uung Abdul Syakur (kemeja putih) saat HUT Adyaksa ke 58 . (foto .Didi Rinaldo) KOPI, Pekanbaru – Ketua LSM TOPAN-AD ( Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) Propinsi Riau , Maruar Sianturi SE di kantor Kejaksaan Tinggi Riau tanggal (2/5-2019) memakai baju seragam jas berwarna hijau mengatakan “ Kami melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan dalam pengadaan hewan ternak dalam hal... Baca selengkapnya...

    Rumah Zulkifli AS Walikota Dumai, Digeledah oleh KPK
    Senin, 06 Mei 2019

    KOPI, Dumai – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Propinsi Riau terkenal dengan negeri Petro Dollar. Dikarunia oleh SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah ruah. Tetapi masyarakata banyak yang miskin. Termasuk penulis yang kurang duit. SDAnya menikmati segelintir orang, penduduknya hanya sebagai penonton di negeri sendiri. Hasil alamnya Bawah tanah minyak bumi, diatas tanah minyak Kelapa Sawit (CPO) , diatas kepala... Baca selengkapnya...

    Dirut ”Habis Token Gelap Gulitalah” Ditahan KPK Terlibat Korupsi
    Rabu, 24 April 2019

    KOPI, Jakarta- Di tempat kerjanya “Kangmas Sutisyoso mengatakan” Buku RA. Kartini terkenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang. Dirut PLN (Perusahaan Listrik Negara) "Habis Token Gelap Gulitalah” di tahan KPK, terlibat korupsi pembangunan pembangkit Listrik Riau I. Kadangkala Petugas PLN di lapangan sebulan menunggak listrik lansung meteran ia bongkar, tega amat sih. Terpaksa kami memakai meteren listrik prabayar yakni TOKEN listrik.... Baca selengkapnya...

    Heboh Tentang Cucu Jokowi
    Rabu, 30 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Cuitan Hidayat Nur Wahid dalam postingan @kun Twitter miliknya, ia menuding cucu Joko Widodo Jan Ethes menjadi alat kampanye. Dalam cuitannya tersebut, ia menuliskan bahwa Jokowi sengaja menjadikan Ethes sebagai alat kampanye. "Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg “Artis” ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?" tulisnya. Ditempat... Baca selengkapnya...

    PK Diajukan Tiga Kali Di Kasus Yang Sama, MA Tabrak Aturan?
    Rabu, 23 Januari 2019

      Foto: (ki-ka) Danny Siagian, Manahan Sihombing, Mangalaban Silaban, Sugiono KOPI, JAKARTA - Menurut pasal 66 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 menyebutkan, permohonan Peninjauan Kembali (PK), diajukan hanya satu kali. Namun kenapa dalam kasus tanah Grant Sultan Deli, Medan milik ahli waris Datuk Muhamad Cheer (Dt. M. Cheer) di Mahkamah Agung (MA) bisa hingga 3 (tiga) kali? “Kenapa PK bisa sampai 3 (tiga) kali untuk kasus yang sama di... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALGary Gravelle Ancam Bunuh Presiden Donal.....
    15/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Amerika Serikat – Diluar negeri mengancam membunuh Kepala Negara mendapat respon dari pihak keamanan Anda lansung di tangkap. Hukuman Penjara  [ ... ]



    NASIONALPasca Rekapitulasi Pemilu oleh KPU.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, "Wah KPU kerjanya malam-malam seperti kampret," begitulah ramai orang yang protes dengan kinerja KPU. Sebelumnya ramai diberitakan ba [ ... ]



    DAERAHAceh Darurat Listrik, Perlu Interkoneksi.....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja listrik di Aceh mati. Keadaan menjadi gelap. Sungguh kacau, ada apa dengan PLN. Mau b [ ... ]



    PENDIDIKANMeriah, Karnaval Jelang Ramadan SD Muham.....
    05/05/2019 | Supadiyanto, M.I.Kom.

    KabarIndonesia - Seluruh guru, karyawan, murid, dan kepala sekolah SD Muhammadiyah Sragan mengadakan Karnaval menyambut Ramadan pada Jumat, 3 Mei 2019 [ ... ]



    EKONOMIALMISBAT Laporkan Kementan, Kemendag ke.....
    16/05/2019 | Didi Rinaldo
    article thumbnail

    KOPI, Jakarta - Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), organisasi relawan pendukung Presiden Jokowi yang berdiri sejak 2014, membe [ ... ]



    HANKAMMoeldoko : Tiada Maaf Buat HS, Ancam Pen.....
    16/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Kangmas Roy Kusnen mengatakan “ Kepada masyarakat mengupload (unggah) video, foto di Media  [ ... ]



    OLAHRAGAMahasiswa Yang Petinju Ini, Menangkan Pe.....
    06/04/2019 | Danny Pantas Siagian

    KOPI, JAKARTA - Sulistyono, petinju yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta ini, menangkan pertarungan partai kelas [ ... ]



    PARIWISATARamadhan Berkah di Festival Ramadhan 201.....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Selamat datang bulan suci Ramadhan 1440 H. Tahun ini bulan puasa atau bulan Ramadhan 1440 H, jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019. Sege [ ... ]



    HUKUM & KRIMINAL1 Kg Shabu Berhasil Diamankan oleh BNNK .....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bulan suci Ramadhan 1440 H seharusnya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bukan dengan pekerjaan yang membawa celaka bagi orang lain.  [ ... ]



    POLITIKKamis 21 Mei 1998, Peristiwa Reformasi I.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bangsa Indonesia pada setiap tanggal 21 Mei selalu memperingati peristiwa Reformasi Indonesia. Waktu sangat cepat berlalu dan hari ini, [ ... ]



    OPINIViral di Medsos , Minurlin Istri Mantan .....
    13/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Bekasi – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Sugeng Triwardono mengatakan” Sontoloyo, kampret Ada “oknum" Perempuan Suaminya Tentara  [ ... ]



    PROFILViral di Medsos, Dua Jendral Acungkan S.....
    11/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan “ Sontoloyo, dua orang Jendral (Pol) Salam Dua Jari kedua jenderal polisi itu ada [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAPlt Bupati Kampar Catur Sugeng Hadiri Pe.....
    21/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Sei Kijang Tapung Hilir - Rasa senang dan bahagia berada di tengah orang tua kami, Ninik mamak dan para pemangku adat yang ada di Kenagarian Tap [ ... ]



    ROHANIMasyarakat Rohul Hadiri Buka Puasa Bersa.....
    19/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Ratusan orang masyarakat kabupaten Rokan Hulu (Rohul)berdomisili di Pekanbaru menghadiri buka Puasa bersama yang ditaja oleh Pemkab R [ ... ]



    RESENSIGratis..!!! Buku Karya Mualaf Zaman Now,.....
    03/04/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri buku ini merupakan sebuah karya fenomenal yang sangat menghebohkan di awal tahun 2019 dan belum pernah Anda ju [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIModus Penipuan Gerombolan Bandit Oknum .....
    27/04/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Zaman semakin canggih bermacam jenis modus penipuan saat ini. Kini penulis (red. didi rinaldo) bertanya kepada Pembaca. Zaman kin [ ... ]



    SERBA-SERBISepeda Motor Terjun Bebas dari Jembatan .....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Hati-hati bila Anda melintasi kawasan jembatan Pango. Apalagi yang melintas dari arah simpang BPKP melewati jembatan Pango. Seharusny [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.