Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Mung Pujanarko

    Situs KOPI Pendobrak Tradisi

    KOPI - Tradisi dalam dunia penulisan adalah biasanya : Penulis dibayar untuk memproduksi tulisannya. Pada media massa -secara tradisional- umumnya yang terjadi adalah para penulis, baik itu penulis tetap, yaitu para reporter, redaktur, dan bahkan masyarakat umum yang mengirim tulisannya ke media massa tradisional, dipastikan memperoleh imbalan berupa uang untuk honor menulis dan mengisi konten media massa dengan aneka produk berita, dan artikel. Namun jika para pembaca memperhatikan di situs KOPI ini saya katakan KOPI telah mendobrak tradisi yang menyatakan bahwa : "Penulis tidak produktif jika tidak dibayar".

    Para penulis, pengisi rubrik di media online KOPI ini semuanya adalah para citizen journalist, para pewarta warga yang mengisi situs KOPI dengan berita dan produk tulisannya masing-masing, tanpa memperdulikan dibayar atau tidak. Apa pasalnya, mengapa ada fenomena yang 'mendobrak tradisi' ini?

    Sebuah wawancara yang saya lakukan pada seorang penulis di KOPI yakni Ir. Subagyo, M.Sc seorang penulis yang cukup sering mengunggah tulisannya di situs KOPI ini, beliau menyatakan bahwa ada imbalan dan kepuasan lain selain kepuasan berupa imbalan uang ketika menyaksikan suara ide tulisannya berhasil diunggah dalam situs KOPI.

    “Saya ingin agar suara saya sebagai rakyat mendapat saluran di media massa, saya lihat situs KOPI ini bebas dari kepentingan campur tangan para Boss media besar yang nota bene para bos media besar itu adalah para pemangku kepentingan politik di Indonesia, sehingga saya merasa gembira memperoleh saluran untuk menulis di media KOPI ini karena saya sebagai warga negara merasa bebas dari bayang-bayang kepentingan politik dan ekonomi para pemilik media besar," tutur Ir. Subagyo, M.Sc yang juga seorang penulis blogger di blog miliknya pada alamat www.ide subagyo.blogspot.com.

    Ir. Subagyo selaku nara sumber yang saya wawancarai juga menyatakan bahwa sebagai anggota PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) dirinya bebas menyalurkan pendapat melalui media KOPI ini sebagai medianya para pewarta warga di seluruh Indonesia.

    Mendobrak Tradisi

    Jadi sekali lagi situs KOPI ini sudah berhasil mendobrak tradisi media massa yakni : "Penulis/pengisi konten media akan menulis/berproduksi jika dirinya dibayar."

    Hal ini tidaklah berlaku di media KOPI. Kemudian yang diuntungkan siapa? Apakah pemilik KOPI ? Sebagai anggota PPWI saya ulaskan bahwa situs KOPI ini adalah milik kita semua para anggota PPWI dimanapun anda berada. Milik kita semua para pewarta warga bahkan jika anda belum menjadi anggota PPWI sekalipun, boleh untuk menulis di situs KOPI ini. karena situs KOPi ini sifatnya inklusif, terbuka dan ber-Bhineka Tunggal Ika.

    Wilson Lalengke M.Sc,M.A selaku Ketua Umum PPWI dan Pemimpin Redaksi situs KOPI menyatakan situs KOPI ini didedikasikan untuk Kebhinekaan, "Situs KOPI ini demi Bangsa Indonesia, untuk Bangsa Indonesia, untuk kemajuan rakyat dan kemajemukan rakyat, situs KOPI ini mengemban amanat Bhineka Tunggal Ika, sebuah semboyan yang selalu tersemat pada lambang Garuda Pancasila yang senantiasa kita gantungkan tinggi-tinggi, ini bukanlah situs omong kosong, cobalah cermati ada spirit kebhinekaan, ada spirit demokrasi dan pluralisme di dalamnya," papar Wilson Lalengke berapi-api, kepada saya beberapa waktu yang lalu ketika kami berbincang di rumah beliau di kawasan Slipi Jakarta.

    Ada semangat demokrasi yang benar-benar nyata, bukan hanya slogan omongan semata di dalam pernyataan Wilson Lalengke yang dapat saya tangkap. Lain halnya ketika saya mendengar slogan omongan kosong milik para pembesar partai politik di Indonesia, yang terasa amat kosong secara spirit.

    Selain itu jaringan penulis KOPI tidak hanya di dalam negeri namun juga pewarta warga Indonesia yang tinggal di luar negeri. Para pewarta warga ini jika kita cermati bersama mereka mengunggah tulisannya tanpa pusing memikirkan imbalan materi. Karena ternyata kebutuhan hakiki manusia adalah berkomunikasi, seperti halnya dimuat dalam UUD 1945 pasal 28 F. Kebutuhan berkomunikasi adalah kebutuhan primer sebagai Hak Asasi Manusia, yang tidak bisa diberangus atau dihentikan.

    Jadi kiranya mari kita semua para pewarta warga untuk jangan ragu memanfaatkan situs KOPI ini sebagai saluran mengemukakan ide, tulisan, dan aneka produk jurnalistik lain berupa berita atau feature. Jika anda dan komunitas anda ingin menulis dan perlu bimbingan dalam ilmu menulis yang lebih baik, jangan ragu untuk mengontak redaksi KOPI untuk menemukan solusinya. Salam pewarta warga. (*)

    Oleh : Mung Pujanarko, anggota PPWI. Blogger di www.mung-pujanarko.blogspot.com

     

    Media Partisan dan Media Independen

    KOPI - Media masa partisan adalah menjadi part (bagian) dari sebuah kepentingan yang diarahkan oleh pemilik kepentingan. Media massa independen adalah media yang tidak tergantung dari instruksi kepentingan tertentu.

    Dalam peranan media independen, ada yang menuduh bahwa ada media independen sebagai media yang memiliki agenda tertentu pula (hidden agenda). Para kritikus media kerap mengkritisi bahwa media yang mengaku independen pada dasarnya media itu punya kepentingan juga yang secara halus diarahkan dalam motif-motif ekonomi politik media.

    Baca selengkapnya...

     

    Pewarta Warga di 2015

    KOPI - Di tahun 2015 mendatang sedikitnya terdapat delapan bidang jasa yang langsung bersaing secara global di tingkat ASEAN yakni sektor jasa keinsinyuran, jasa arsitek, jasa perawat, praktisi medis, dokter gigi, jasa akuntan, jasa travel dan pariwisata, dan jasa survei.

    Dalam Kedelapan sektor jasa itu, praktisinya/pelakunya akan bersaing secara liberal dengan praktisi/pelaku jasa dari negara ASEAN lainnya, karena telah tercapai MRA (mutual recognition arrangement) antar negara pelaku perdagangan bebas di ASEAN. Sehingga, sektor-sektor tersebut akan disertifikasi kompetensi tenaga kerjanya untuk saling diakui terutama di ASEAN.

    Baca selengkapnya...

     

    Relasi antara Audiens, Situs KOPI dan Aktivitas Pewarta Warga

    KOPI - Tulisan ini dimaksudkan untuk membantu pembaca yang mungkin sedang melakukan penelitian di bidang jurnalistik modern. Jurnalistik masa kini, erat kaitannya dengan perkembangan teknologi dan kemajuan demokrasi di sebuah negara atau wilayah. Di Indonesia baru ada beberapa gelintir media massa yang terintegrasi langsung antara aktivitas citizen journalism dengan organisasi yang mewadahi citizen journalism dan aktivitas pewarta warga, di mana media itu juga dapat dinikmati oleh audiens secara luas dan indiskriminatif (tanpa terkecuali).

    Baca selengkapnya...

     

    Konten Konsen

    KOPI - Dalam sebuah web, konten atau isi adalah sebuah aspek yang harus konsen (konsentrasi) dalam pembuatannya. Konten yang konsen adalah konten yang orisinal, dan konten yang konsen adalah senantiasa berkembang. Konten yang baik adalah konten yang terus melangkah dan tidak diam. Konten melangkah adalah konten yang berisi informasi sinambung dengan konten awal yang telah lebih dulu ada.


     

    Konten dalam sebuah web seringkali orang mengatakan bahwa Content is The King atau konten adalah raja. Mengapa ? karena konten  dalam web adalah segalanya bagi web itu. Dalam situs web informatif, konten akan mendapatkan traffic bagus  atau kunjungan yang signifikan jika konten tersebut :

    1.    Orisinal
    2.    Menarik
    3.    Berguna (usefull)

    Bagi pemilik web, mengembangkan konten adalah sebuah keasyikkan dan tantangan tersendiri. Seperti dalam website PPWI yakni situs  www.pewarta-indonesia.net yang tengah kita baca bersama ini. Konten dalam situs milik PPWI ini termasuk jenis konten yang timeless namun melangkah. Artinya, di dalamnya boleh ada artikel yang timeless, tapi beberapa artikel itu ada yang diteruskan pengembangan informasinya oleh para pewartanya secara kontinyu. Misal info tentang kiprah PPWI.

    Sebagai konten, informasi tentang PPWI ini timeless, tak lekang oleh waktu, namun terus kontinyu alias melangkah, misal info tata caramenjadi anggota, tata cara membuka perwakilan daerah, info update tentang Training CJ, dan seterusnya.

    Ada pula informasi yang berisi perkembangan geliat pembangunan sebuah daerah dimana pewarta secara kontinyu meliputnya. Yang diharapkan dalam menjalankan konten melangkah, adalah sebuah informasi yang senantiasa disambung dengan informasi perkembangan yang terbaru.

    Update tidak harus trend.

    Misal di sebuah daerah diberitakan pembangunan jembatan, maka informasi awal menjadi sebuah informasi yang timeless, karena menjadi bagian sejarah sebuah daerah, namun bisa di-update. Misalkan 3 bulan kemudian informasi yang dilaporkan selanjutnya adalah jembatan ini sudah diresmikan dan telah dapat dipergunakan. Jadi dua informasi tentang satu jembatan ini menjadi informasi yang timeless, bagian dari sejarah sebuah daerah. Artinya pembaca yang mencari 5W 1H tentang jembatan itu,masih dapat menemukannya di situs berita yang memuatnya.

    Begitu pentingnya konten ini, sehingga tidak sedikit situs yang mati suri, hingga tutup tayangnya karena tidak dapat membuat konten, baik konten timeless atau konten melangkah, apalagi konten yang trending topic, konten yang trending topik adalah konten yang selalu rigid seperti konten milik para situs besar.

    Dalam dunia website, sayangnya tidak sedikit pula situs yang informasinya adalah selalu menyadur milik situs lain. Dengan harapan, konten minimal sudah terisi. Menyadur dalam dunia web site justru merugikan traffic situs penyadur, karena susunan rank di mesin pencari tidak akan mengungguli situs asli yang memuat informasi itu secara pertama dan orisinal. Hal ini bisa anda baca dalam ilmu SEO (Search Engine Optimalization).

    Adapula situs yang kontennya tetap. Tetap, memang bisa dibilang timeless tapi bila tidak melangkah meliput perkembangan aspek yang sudah diinformasikan, maka akan kurang berguna juga (less usefull).

    Adalagi contoh, -kalau boleh saya cerita-, ada seorang kenalan saya yang membuat tiga situs bisnis sekaligus. Membuat situsnya sih relatif cepat, namun karena dirinya memang bukan sebagai seorang pewarta, melainkan pedagang, dia kesulitan benar mengisi konten dalam situsnya itu jangankan satu situs, ini tiga situs web yang kontennya mau tidak mau harus ada.

    Dengan serius dia bertanya bagaimana cara mengisi kontennya, apakah coppas dari media cetak ? Jawab saya wah jangan itu namanya plagiat, lalu bagaimana? tanyanya bingung, saya tanya, Anda bisa nulis atau motret enggak ? jawabnya : tidak bisa dan akan suruh karyawannya bagian marketing yang isi kontennya.

    Wah ini memprihatinkan batin saya, ambisi punya web ada namun kemampuan mengisi konten tak ada.

    Saya bilang padanya, kalau kesulitan mengisi konten namanya bukan timeless tapi bisa-bisa stagnan webnya.

    Jadi membuat web mudah, namun mengisi kontennya jangan asal coppas punya orang atau coppas konten web lain.

    Kawan saya ini karena profesinya bukan pewarta, dan dia adalah seorang pedagang, memang kurang pergaulan dengan pewarta atau mereka yang memang biasa menulis, memotret dan mengisi konten.

    Saya katakan biarpun terlihat mudah namun sejatinya pekerjaan menulis, memotret dan membuat berita dan artikel di web tak dapat dipandang remeh, karena kreatifitas para pewarta dan produk jurnalistik para pewarta itu adalah nafas website informatif/ news web site.

    Tidak senonoh bila mengelola web hanya main comot isi konten web orang lain, tidak etis bahkan illegal.

    Ada pepatah banyak kepala memang lebih baik dalam pengisian konten web. Kecuali anda seorang solo jurnalis, dimana solo jurnalis hanya segelintir jumlahnya di dunia ini saja. Solo jurnalis berarti dia sudah memperoleh pemasukan dari webnya, dia sudah dapat megelola konten-konten orisinal dalam webnya. Bahakan di belahan dunia maju, konten itu mampu membuat media besar melirik, karena saking pentingnya isi konten sang solo jurnalis.

    Akhir kata, konten memang hanya bisa dibuat oleh orang yang kreatif. Kreatif ini bukanlah bakat, hanya masalah teknis semata.

    Sedangkan website yang hanya menyadur konten, atau re-write konten,- saya perhatikan yang paling marak adalah saling re-write konten, atau paling parah adalah coppas dari konten web lain-, maka justru sulit akan berkembang.

    Web site yang asal comot konten dari web lain, biasanya sangat kekurangan dari segi SDM, dan aneka kekurangan kreatifitas dan keterbatasan taktis yang  lain. Re-write itu berarti tidak memulai menulis sendiri, namun hanya mengubah tulisan milik orang lain, ini bukanlah kreatifitas. Re-Write hanyalah satu step diatas coppas, dan akan tetap kalah pamor dengan konten originalnya yang tentunya diunggah dalam waktu yang lebih terdahulu (leading news).

    Konten lebih baik ditulis, diketik sendiri tanpa re-write, tanpa coppas tema konten lain. Jika ingin web site selalu unik, selalu-lah melangkah, selalu-lah mengisi konten, tak peduli melangkah kecil atau melangkah besar,  termasuk melangkah yakin di tengah langkah para raksasa media. Yang penting melangkah dengan kaki (konten) sendiri yang orisinal, dan buatan sendiri.

    Kini perbuatan pencurian foto, pencurian konten amat memprihatinkan. Ingat bahwa foto dilindungi oleh Undang-undang Hak Cipta. Hargailah para pewarta foto yang sudah memotret.

    Percayalah, buatan sendiri dimana-mana memang (harus diyakini diri) selalu lebih menarik dari sekedar coppas dari web lain. Jangan coppas, hindari mencuri foto, apalagi mencuri teks atau narasi konten. Usahalah sendiri, jadilah jurnalis yang bersaksi, artinya jurnalis yang menyaksikan dan mendengar sendiri secara langsung.

    Jika hanya sebagai kurasi berita atau sekedar hanya mengkompilasi berita-berita yang sudah ada, atau hanya digabung-gabung dari web lain maka hal itu kurang sehat, berita situs semacam itu hanyalah mozaik berita, tak ada nilai jurnalistiknya, tak ada ciri khas yang membuat pembaca percaya. Karena apa publik tak percaya ? Ya karena jurnalis atau pewartanya tak hadir  dalam meliput berita di tempat kejadian perkara/situasi. Jadi tak ada rasa kepercayaan publik yang besar pada mozaik berita atau kolase berita semacam ini.

    Ketikkan jari kita ke keyboard, buatlah berita dari apa yang disaksikan, didengar sendiri, fotolah sendiri meski pakai kamera Hand Phone, dan buatlah informasi yang menurut anda menarik. Salam.

    Oleh : Mung Pujanarko, M.I Kom alumnus angkatan ke-3 Program Magister Ilmu Komunikasi konsentrasi Ilmu Jurnalistik IISIP Jakarta

     

    Aspek Rubrikasi dalam Media Online

    KOPI - Aspek yang saya tekankan dalam tulisan saya kali ini adalah aspek rubrikasi dalam media online. Rubrikasi dalam media online ikut menentukan tipe pembaca yang mampir melakukan visit dalam sebuah situs. Secara umum saya membuat dua kategori tipe pembaca online.


     

    Tipe pertama adalah pembaca regular yang langsung menuju situs online yang telah biasa dia kunjungi untuk membaca atau menyaksikan berita terbaru. Jenis pembaca ini adalah pembaca yang ingin senantiasa update news terbaru, latest and last minute news. Tipe ini adalah kalangan yang sadar teknologi informasi, gadget update, dan minat tinggi pada informasi. Ini disebut juga unique visitor, atau loyal visitor.

    Tipe kedua adalah pembaca yang mencari kata kunci di search engine dan kemudian dibimbing menuju situs yang menyediakan informasi yang dicarinya. Pembaca ini mencari spesifikasi khusus dan berpotensi untuk membaca dan juga menikmati semua sajian dalam situs yang dikunjunginya melalui perantaraan search engine tadi. Pembaca ini berpotensi menjadi unique visitor.

    Umumnya media online memburu kedua jenis pembaca itu untuk dapat melakukan hit visit dalam situs online, dan akan terekam menjadi visitor.

    Dalam rubrikasi media online ada aspek durasi sebuah berita tayang. Durasi ini dikenal dengan nama news life time. News life time koran cetak umumnya berumur sehari, news life time majalah mingguan dan bulanan dapat lebih panjang.  Namun news life time sebuah berita  di media online dapat menjadi hitungan jam dan menit, bahkan dalam hitungan detik bisa jadi berita itu sudah digantikan dengan latest news.

    Jika itu sebuah running news atau developing news maka naik turun dengan kecepatan tinggi (rapid) akan sangat berguna bagi para pembacanya. Namun jika itu adalah sebuah informasi yang spesifik (spesific information) dan mengandung value atau nilai informasi tersendiri, maka life time dalam rubrikasi online menjadi krusial.

    Pada media online mainstream umumnya mementingkan kecepatan naik turunnnya berita (rapid news), maka jenis informasi yang spesifikpun akan cepat fading atau lekas memudar dalam rubrikasi  yang rapid and full speed dalam menaikkan dan menurunkan sebuah berita dari beranda. Online Mainstream umumnya tak punya banyak waktu untuk lama memajang info spesifik dalam Beranda. Karena, yang menjadi andalan utama dalam rubrikasi pada beranda adalah rapid rolling untuk last minute news, speed is everything.

    Beranda memegang peranan utama dalam navigasi visitor karena visitor ingin secepatnya menentukan dirinya hendak mengakses informasi yang mana dalam sebuah rubrikasi.

    Pada jenis media online yang non mainstream, maka aspek warta yang timeless menjadi penentu daya tarik bagi visitor untuk mengunjungi situsnya. Informasi timeless ini tidak harus melulu dalam bentuk feature, namun dapat pula berisi berita yang sifatnya diehard atau tak mudah mati. Misalnya keluhan masyarakat tentang infrastruktur, keluhan dan aspirasi masyarakat tentang fasilitas transportasi umum, aneka berita yang mengandung kritik sosial, dan aneka berita yang mengandung wawancara dengan masyarakat dan langsung mengusung aspirasi masyarakat yang sifatnya adalah masalah itu lama tak kunjung terselesaikan.

    Saya beri satu contoh misalnya di KOPI ini ada berita yang memuat keluhan sekaligus aspirasi masyarakat tentang transportasi KRL (Kereta Rel Listrik) yang dapat dibaca dalam link ini http://www.pewarta-indonesia.net/berita/nasional/11960-tarif-progresif-diberlakukan-kenyamanan-dipertanyakan.html

    Berita jenis ini amat disayangkan jika cepat naik dan cepat turun dalam sebuah media, yang biasanya  sangat rapid adalah media online mainstream. Berita jenis ini adalah memuat aspirasi khalayak, memuat kepentingan orang banyak dan membuat pentingnya hajat hidup orang banyak untuk diberitakan. Maka sebaiknya awet bertengger dalam beranda rubrikasi untuk menjaring pembaca sebanyak-banyaknya. Meski ada sistem otomatis yang membuat sebuah berita secara otomatis akan rolling. Namun tentunya setiap webmaster dapat membuat berita yang memuat hajat hidup orang banyak ini menjadi awet bertengger dalam beranda.

    Informasi yang panjang umur inilah yang dahulu diperjuangkan oleh para pamfleteer, para pembuat pamflet yang menempelkannya ke seantero kota dengan harapan pesan dalam pamflet itu akan dibaca banyak orang, kemudian diambil orang untuk disimpan menjadi informasi yang timeless. Pesan dalam pamflet ini umumnya berisi seruan perjuangan, aspirasi khalayak untuk hajat hidup orang banyak, dan aneka informasi untuk mengangkat tema-tema yang penting bagi kemaslahatan orang banyak, bukan kepentingan perseorangan, bukan pula kepentingan politik sesaat.

    Karena itu aspek timeless menjadi sebuah hal yang sangat penting yang selama ini mungkin dilupakan dan ditinggalkan, karena orang jaman sekarang amat takut dibilang kudet (kurang update) maka orang yang takut kudet akan senantiasa memburu aspek update, meskipun terkadang update ini sarat dengan kepentingan sesaat, dan cepat berubah karena banyak pihak yang ikut  bermain dalam pasar informasi yang menentukan mana yang dinilai update dan mana dinilainya kuno (obsolate), demi ekonomi dan politik media (ekopol media massa). (*)

    Mung Pujanarko, 

     
    Artikel Lainnya...

    Luhut ke Riau : Kesibukan Presiden Jokowi, Saya Mewakili Membagikan Sertifikat Prona ke Masyarakat
    Kamis, 17 Januari 2019

    KOPI, Jakarta- Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan ke Propinsi Riau, (Rabu 16 Januari 2019) dalam rangka tugas negara. Agendanya yaitu Kunjunga kerja ke Kawasan Industri Tenayan (KIT) kota Pekanbaru serta mewakili Presiden Joko Widodo membagikan 1500 sertifikat tanah Prona Gratis kepada masyarakat . Ribuan orang masyarakat Riau memadati Gelanggang Olahraga Remaja... Baca selengkapnya...

    Menjelang Peringatan 23 Tahun Tenggelamnya Kapal Fery KMP Gurita
    Rabu, 16 Januari 2019

    KOPI-Jakarta, Kapal fery KMP Gurita tenggelam pada tanggal 19 Januari 1996 di teluk Balohan Sabang. Tidak terasa sudah 23 tahun kapal fery KMP Gurita yang naas itu tenggelam di dasar laut dan hilang untuk selama-lamanya, termasuk kedua orang tuaku. Kapal fery KMP Gurita yang kapasitasnya hanya untuk sekitar 210 orang, ternyata memuat 378 orang. Dari jumlah penumpang 378 orang, hasil riset dari Riset Independent dan PUSPIATUR (Pusat Sejarah... Baca selengkapnya...

    IKUTILAH..!! Kappija-21 Selenggarakan Essay Contess 2018-2019
    Kamis, 10 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad 21 (Kappija-21) sedang menyelenggarakan lomba menulis atau Essay Contess 2018-2019. Kegiatan ini ditaja dalam rangka memeriahkan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang tahun 2018 yang baru saja berlalu.   Tujuan utama lomba menulis terkait Indonesia dan Jepang tersebut adalah untuk menumbuhkan minat baca, minat mengetahui, dan minat menambah... Baca selengkapnya...

    LL Dikti Wilayah III Sebut PDPT Universitas Mpu Tantular Bagus di Acara Wisuda
    Senin, 31 Desember 2018

    Foto: Senat Universitas Mpu Tantular dalam acara pelantikan wisudawan-wisudawati KOPI, JAKARTA Di acara Wisuda Universitas Mpu Tantular (UMT) Tahun Akademik (TA) 2018/2019, yang dilangsungkan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, pejabat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III (dulu Kopertis-red) sebut laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) UMT, sudah beres dan bagus. “Yang kami ketahui, bahwa laporan PDPT... Baca selengkapnya...

    Adakah Kejahatan Hukum Ketua MA di Kasus Tanah Grant Sultan?
    Senin, 24 Desember 2018

    Foto: Saat persidangan pihak Ahli Waris menuntut PT Taman Malibu Indah di PN Medan KOPI,JAKARTA Mahkamah Agung Republik Indonesia adalah Pengadilan Negara Tertinggi dalam tingkat kasasi, dari seluruh putusan pengadilan sebelumnya, yang secara otomatis menjadi pamungkas dari segala putusan hukum di Negara ini. Sementara hukum yang katanya menjadi panglima untuk menyelesaikan permasalahan hukum, menjadi koridor yang digunakan untuk... Baca selengkapnya...

    Pengamat : Usai Prabowo Pidato Sibuk Timsesnya Klarifikasi, Tentang Indonesia akan Punah
    Jumat, 21 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan “ Salut saya kepada ketua umum (Ketum) Partai Gerindra juga Calon Presiden (Capres) tersebut. Berpidato tanpa teks, saking bersemangatnya berpidato Pancasila sila ke empat tak hapal . Isi pidato selalu merendahkan martabat anak negeri. Seperti Ojol (Ojek Online), Wajah Boyolali. Kelamaan Prabowo berpidato ini akibatnya isi pidatonya yang menghebohkan, Capres ini mengatakan... Baca selengkapnya...

    Kamu Wajib Tahu! Ini 5 Tips Aman Menggunakan PayLater Traveloka
    Rabu, 19 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Apakah kamu salah satu pengguna PayLater? Fasilitas Traveloka PayLater tengah populer dan disukai banyak orang. PayLater sangat membantu ketika kamu hendak melakukan perjalanan mendadak namun tabungan belum mencukupi untuk membiayai perjalanan tersebut. Dengan aplikasi kredit tanpa kartu kredit Traveloka PayLater, kamu bisa mencicil biaya perjalanan mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan dengan bunga cicilan yang cukup ringan. Namun... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALPeriset University Technology Malaysia (.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Gampong Pande (Kampung) terkenal dengan banyaknya situs peninggalan bersejarah. Banyak warga negara asing datang ke gampong pande untuk  [ ... ]



    NASIONALLembaga Pendidikan Sukarno Pressindo Tel.....
    25/12/2018 | Sukarno

    KOPI - LPSP resmi menyandang nama panjang Perkumpulan Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP) setelah mendapatkan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi M [ ... ]



    DAERAHBupati Kuansing Mursini Ajukan Sejumlah .....
    11/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Bupati Kuansing Mursini menjumpai Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dikantornya, Rabu (9 Januari 2019).  [ ... ]



    PENDIDIKANBeberapa Proyek Mangkrak , Massa Ampu M.....
    22/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Puluhan orang mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Unri (AMPU) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbar [ ... ]



    EKONOMIRefleksi Awal tahun 2019 Bea Cukai Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Memasuki awal tahun 2019 maka Bea Cukai Aceh memandang perlu memaparkan hal-hal yang terjadi belakangan ini. Dalam acara Bincang San [ ... ]



    HANKAMIPW : Polisi Lambat Tangkap Dalang Aktor.....
    05/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Sikap polisi dalam menangani kasus Hoax surat suara 7 Kontainer yang sudah coblos sangat disesalkan. Polisi begitu cepat menangkap dua [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATADanau Toba Go Digital.....
    29/11/2018 | Fendra

    KOPI, Sumut,- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan GenPI Sumatera Utara, menggelar workshop pemanf [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALPandangan Ombudsman Acxeh terkait BPKS.....
    20/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Secara objektif harus diakui bahwa setelah belasan tahun, bahkan hampir 20 tahun negara membentuk institusi dan memberikan anggaran yang [ ... ]



    POLITIKCaleg DPR RI Idris Laena : Taja Nonton B.....
    19/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Idris Laena Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Propinsi Riau untuk Pasangan Calon Presiden (Capres)  dan calon wakil Presiden  (Cawap [ ... ]



    OPINIRamalan Satria Pinitil : Pilpres Indones.....
    08/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia hampir sama/mirip dengan Pilpres negara Amerika Serikat. Orang menjawarakan mengembor-gembo [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    ROHANITerlantarkan Jemaah, Kemenag Cabut Izin.....
    05/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Arabsaudi - Pemerintah melalui Kementerian Agama, langsung merespons cepat keluhan dua puluh lima orang jamaah umroh yang ditelantarkan Penyel [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet  [ ... ]



    SERBA-SERBIRenungan 14 Tahun Tsunami Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak terasa sekarang telah memasuki waktu 14 tahun terjadinya gempa bumi dan tsunami Aceh. Peristiwa hebat itu terjadi pada 26 Desember [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.